
Hellen bersiap-siap hendak ke kampus dan hari ini moodnya sangat baik. Hellen menghidupkan ponselnya dan banyak sekali pesan dari Chris yang masuk, Hellen tidak membaca pesan Chris malah membuat panggilan kepada Chris. Setelah berapa detik menunggu akhirnya Chris menjawab panggilan dari Hellen.
"Selamat pagi By. " Ucap Hellen dengan rianya.
"Pagi juga Sayang. " Jawab Chris dari seberang sana.
"By maaf semalam ponsel aku mati jadi aku tidak tau By ada telfon hmm maaf ya By. " Ucap Hellen menjelaskan.
"Tidak apa Sayang. Hmm Jerry kata kemarin Sayang sudah bertemu dengan Paman Ell, benarkah? " Tanya Chris walaupun dia sudah melihat foto yang di kirim oleh Jerry.
"Ya benar By, umm By jangan marah ya dan hari ini aku sudah janji akan bertemu dengan Paman Ell lagi. " Ucap Hellen.
"Hmm tidak marah yang penting Sayang bisa jaga diri. " Ucap Chris datar.
"Terima kasih By. "
Mereka pun berbicara sedikit dan tidak lama panggilan di akhirkan karna Hellen harus segera berangkat ke kampus dan begitu juga dengan Chris yang harus masuk ke kantor karna banyak pekerjaan kantor yang bertumpuk.
Jerry menjemput Hellen dan menghantarnya ke kampus dan setelah sampai di kampus, Hellen langsung menyapa Anita yang berada di dalam kelas mereka.
"Pagi Nita, jadi bagaimana? " Ucap Hellen cepat karna dia sepertinya penasaran melihat wajah Jerry pagi ini tampak lebih bersemangat begitu juga dengan Anita.
"Pagi juga Hellen, bagaimana apanya? " Jawab Anita pura-pura tidaj tahu maksud Hellen.
"Cie pura-pura lagi. Soal mas Jerrynyalah. " Ucap Hellen dengan nada meledek.
"Ihh." Wajah Anita bersemu merah.
"Sudah jadian ya? " Tebak Hellen sambil tersenyum sumringah.
"Hmm." Anita hanya menganggukkan kepalanya lalu tertunduk malu.
"Yess akhirnya temanku tidak jomblo lagi dan asisten pribadiku punya pawang haha. " Ucap Hellen ingin menggoda Anita.
Anita merasa malu dan memukul pundak Hellen dengan perlahan. Sepanjang di kampus Hellen terus menggoda Anita karna dia juga tidak tau Anita ada sisi yang sangat pemalu.
Sepulang kampus Hellen meminta Jerry menghantar ke alamat yang Ellson kirim kepadanya iaitu di sebuah restoran pinggir pantai.
Ellson telah menunggu Hellen datang dan sudah memesan semua makanan kesukaan Hellen. Akhirnya beberapa menit kemudian Hellen datang bersama Jerry dan Anita tetapi Hellen mengarahkan kepada Jerry untuk pergi jalan-jalan bersama Anita dan dia akan baik-baik saja di sini dengan Ellson.
Jerry mengangguk dan membawa Anita berjalan ke arah pantai yang tidak jauh dari tempat Hellen berada.
Hellen menghabiskan waktunya bersama Ellson hari ini dan mengabaikan ponselnya yang berdering karna Hellen lebih memilih untuk mendengar cerita Ellson.
Chris yang mulai khawatir karna Hellen tidak menjawab telfon darinya akhirnya menelfon Jerry, Jerry memberitahu Chris bahwa Hellen sedang serius mendengar cerita dari Ellson dan itu yang membuat Chris makin kesal, dia menyuruh Jerry mendekatu Hellen karna dia ingin bicara dengannya.
Jerry segera berlari ke arah Hellen dan menyuruh Anita untuk menunggunya di situ dan jangan ke mana-mana.
"Nona, ini. " Ucap Jerry lalu menghulurkan ponselnya.
__ADS_1
"Hah? " Hellen mengambil ponsel Jerry.
"Halo? " Ucap Hellen.
"Ini By, hmm Sayang kenapa tidak angkat telfon dari By, By khawatir. " Ucap Chris cepat dari seberang sana.
"Jangan khawatir aku lagi bersama Paman Ell, maaf aku tidak mendengar ponselku berbunyi. " Ucap Hellen dengan gugup.
"Ok lanjut sudah. " Chris mematikan panggilannya sepihak.
Chris merasa aneh terhadap Hellen, karna cara Hellen berbicara kepada seperti dia masih menyembunyikan tentang hubungannya dengan Chris.
Hellen agak kaget karna Chris mematikan panggilan secara sepihak lalu dia menghela nafas panjang. Dan memberi kembali ponsel Jerry.
"Siapa itu Hellen? " Tanya Ellson penasaran.
"Umm hehe pacar Hellen. " Ucap Hellen.
"Pacar? Jadi kamu sudah punya pacar ? " Tanya Ellson lagi sambil menaikan alis sebelah kirinya.
"Ya Paman. " Jawab Hellen gugup.
"Huhh tapikan kamu belum habis kuliah, Paman tidak mau masa depan kamu hancur, lagian Paman sudah berjanji dengan Ibumu bahwa Paman akan menjagamu sehingga kamu bisa berdiri di kaki sendiri. " Ucap Ellson jujur dia tidak suka jikalau Hellen sudah memiliki pacar.
"Hmm baiklah Paman. " Jawab Hellen singkat.
Hellen mengirim pesan kepada Chris untuk meminta izin untuk bermalam di kediaman Ellson karna besok dia tidak ada jadwal kuliah. Hellen tidak menunggu balasan dari Chris dan langsung saja mengikuti Ellson menaiki mobilnya.
Jerry tidak bisa berkata apa-apa tapi firasatnya mengatakan akan ada pertengkaran antara Hellen dan Chris. Dia hanya mampu menarik nafas dengan dalam karna dia tau Chris pasti akan marah kepadanya.
Anita yang sepertinya mengerti keadaan, dia mengusap lembut tangan Jerry dan mengulaskan senyum hangat agar Jerry sedikit tenang.
Chris membaca pesan Hellen dan membalasnya dengan tidak mengizinkan Hellen untuk pergi karna Chris takut sesuatu akan terjadi terhadap Hellen. Tetapi sudah sejam lebih, tidak ada balasan dari Hellen. Chris mendengus kesal, lalu menelfon Jerry.
"Jerry. Apa ada anak buah yang mengikuti mereka diam-diam? " Tanya Chris nada marah.
"Ada Tuan, saya sudah arahkan mereka tetap di posisi itu dan jangan sampai melewatkan sedikit pun. " Jawab Jerry dari seberang sana.
"Baiklah. Kalau ada apa-apa langsung kabarkan saja kepadaku. " Ucap Chris lalu mengakhiri panggilan.
"Rain apa kau tidak memikirkan perasaanku kenapa harus kau ikut sesukamu, aku benar-benar khawatir dengan dirimu. " Gumam Chris dalam hatinya.
Di kediaman Ellson, Hellen sedang membersihkan dirinya di dalam kamar, dia masih memikirkan kata-kata Ellson tentang pacaran tadi.
Hellen sengaja mematikan ponselnya agar Ellson tidak mencurigainya dengan lebih. Dia hanya berharap agar Chris bisa memahami situasinya sekarang.
Ellson telah menyiapkan makan malam untuk Hellen dan menunggu Hellen selesai membersihkan dirinya. Dia juga sempat mengarahkan anak buahnya untuk mencari tahu tentang Jerry karna dia yakin Jerry adalah teman pacar Hellen.
Hellen dan Ellson makan malam bersama sambil bercanda tawa. Ellson merasa bahagia karna bisa memujuk Hellen untuk ikut dengannya apabila Hellen mengatakan kuliah minggu ini di batalkan karna para dosen ada rapat penting.
__ADS_1
"Hellen kamu tinggallah di sini, agar Paman bisa terus menjagamu dan kesehatanmu pun terjamin. " Ucap Ellson dengan tatapan penuh berharap.
"Tapi Paman, Hellen lebih suka sendiri agar bisa fokus dalam belajar. " Jawan Hellen berbohong.
"Hmm Paman tidak akan menganggumu di saat kamu belajar, mau ya tinggal dengan Paman. " Ellson masih membujuk Hellen agar mau tinggal dengannya.
"Paman Ell, maaf ya tapi Hellen tidak bisa dan Hellen juga punya privasi sendiri. " Ucap Hellen menolak Ellson.
"Hmm baiklah. " Jawab Ellson nada kecewa.
"Paman bisa setuju denganmu asalkan kamu memutuskan pacarmu. " Sambung Ellson lagi.
"Huhh Paman Hellen tidak ingin berbicara tentang itu sudahlah kita lanjut makan dan setelah itu istirehat, Hellen juga agak cape hari ini dan sudah mulai mengantuk. " Jawab Hellen ingin mengalihkan perbicaraan.
"Hmm baiklah Hellen. "
Mereka pun menghabiskan makan malam mereka dan setelah itu Hellen langsung saja menuju ke kamarnya untuk istirehat.
Sebenarnya Hellen tidak terlali cape tapi dia tidak ingi membahas soal pacaran lagi karna Chris itu bukan pacarnya tapi suaminya.
Hellen menarik nafas berat dia merasa ada beban baru yang akan dia pikul. Hellen mengaktifkan ponselnya lalu membaca pesan Chris.
Hellen membalas pesan Chris dengan meminta maaf karna dia sudah ada di kediaman Ellson dan Hellen juga meminta Chris untuk memahaminya karna dia cuma ada Ellson sewaktu Ibunya meninggalkannya di dunia ini.
Chris yang masih berada di kantor cepat mengambil ponselnya ketika terdapat bunyi pesan masuk. Dan memang pesan itu dari Hellen tetapi dia sungguh kecewa karna Hellen tetap memilih Ellson ketimbang dirinya. Dia tidak membalas pesan Hellen karna dia tidak tau lagi hendak berkata apa.
"Mudah-mudahan kau baik-baik saja di sana Rain, huhh aku tau cuma dia yang kau ada sewaktu kejadian itu. " Gumam Chris dalam hatinya.
Chris tidak ingin terlalu larut dalam kesedihannya, dia meneruskan semua pekerjaannya agar bisa selesai dengan cepat karna dia sudah merencanakan besok siang dia harus kembalinke Negara X untuk berjumpa dengan Hellen.
Chris tau hal ini tidak bisa di selesaikan lewat hp saja dia harus meluruskan kepada Ellson agar jangan terlalu mengekang Hellen karna Hellen tidak bisa terbawa dengan emosinya.
Sepanjang malam sehingga keesokan harinya Chris telah menyiapka semua dokumennya dan dia memberitahu sekretarisnya bahwa dia ada urusan di Negara X dan mengharuskannya untuk kesana. Chris mengirim pesan singkat kepada Hellen yang berisi "sebentar malam aku akan sampai di situ, tunggu aku di Villa ada hal penting yang inginku sampaikan. "
Chris tidak menggunakan nama panggilan mereka seperti biasa karna dia merasa sungguh kecewa dan kesal terhadap Hellen.
Masih di dalam kamar tamu kediaman Ellson, Hellen yang membaca pesan Chris menjadi agak cemas, dia mondar mandir di dalam kamarnya lalu membalas pesan Chris dengan berbunyi seperti ini "maaf aku tidak bisa pulang, karna Paman Ell ingin membawaku ke Perusahaan Keluarga hari ini, mungkin besok saja aku kan pulang dan mencari alasan yang baik. "
Hellen juga baru sadar bahwa Chris tidak menggunakan nama panggilan mereka dan hal ini membuat Hellen semakin cemas karna dia tau jika Chris marah perkataannya akan menjadi dingin.
"Apa dia marah dengan aku? Salahku apa coba. " Hellen mulai memikirkan kesalahannya tetapi dia tidak menemukan kesalahan apa yang telah ia lakukan sehingga membuat Chris menjadi dingin.
Dari luar kamar, Ellson mengetuk pintu dan memanggil Hellen untuk segera turun agar bisa makan siang bersama dan pergi ke Perusahaan bersamanya. Hellen hanya menyahuti dari dalam dengan mengatakan sebentar lagi dia akan turun.
Hellen mendengus kesal dalam memikirkan apa kesalahan yang telah ia buat.
Bersambung....
Jangan lupa Like, Komen dan Favorite ya readers kesayangan !! Nantikan kelanjutannya besok!!
__ADS_1