
Jaqleen sangat merasa kesal dengan apa yang berlaku di depan matanya. Bencinya terhadap Hellen semakin membuak. Jaqleen tidak pernah melihat Chris tersenyum begitu indah kepada seorang wanita dan baru hari ini dia melihat kejadian itu terjadi di hadapannya.
"Sial wanita ni pasti sudah merayu Chris di atas ranjangnya, sial. " Gumam Jaqleen sambil menggenggam erat sendok di tangannya.
Setelah habis makan, Chris langsung saja pamit untuk ke kantor karna masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan.
"Papa Mama, aku ke kantor dulu. "
"Loh kamu tidak istirehat sedikit baru pergi. "
"Makan waktu kalau aku istirehat sedikit Pa. "
"Hmm baiklah hati hati. "
Chris mau berpamitan dengan Hellen tapi dia menggunakan caranya sendiri.
"Cup~ dahi Hellen"
Setelah mencium dahi Hellen Chris langsung saja pergi, Hellen bengong dengan kelakuan Chris yang barusan.
"Pfftt. Bau bau bucin sudah menyengat" Ledek Tina kepada Hellen.
"Hmm Mama juga di buat kaget loh. " Seru Mama Chris
Hellen yang masih saja benggong dan wajahnya sudah bersemu merah karna malu dengan orangtuanya Chris.
"Apa dia tau aku mengkhawatirkannya sampai harus menenangku dengan cara mencium dahi ku, ahhhh malunya baru di lihat lagi dengan tante sama om. " Gumam Hellen yang masih saja diam tapi bibirnya mengukir senyuman.
Dalam perjalanan ke kantor Chris hanya tersenyum senyum melihat ke luar. Dia masih ingat muka Hellen yang terlihat kaget dan kaku setelah dia pamit dengan cara mencium dahinya.
***
Kediaman keluarga Gramor.
Ayah Hellen, William Gramor sudah kembali dari perjalanan bisnesnya. Sesampainya di rumah William memcari putrinya karna dia sudah tahu tentang Henry memutuskan untuk menikah dengan Aulie. Keluarga Henry yang menyampaikan berita itu kepada William.
Sejak berita itu sampai di telinganya, William tidak pernah tenang tapi dia juga berpikir tidak boleh mengambil keputusan yang gegabah, hanya mengiakan saja keputusan Henry.
"Rieta aku pulang. " William memanggil istri barunya.
"Ahh kamu sudah sampai, aku sungguh merindukan mu sayang. " Jawab Rieta ibu tiri Hellen.
"Hellen dan Aulie mana? Aku perlu bicara penting dengan mereka. "
"Aa- Aulie ada keluar bersama Henry dan Hellen.. Anak itu sudah seminggu tidak pulang rumah. " Jawab Rieta gugup karna melihat wajah serius William.
"Apa kau sudah coba menelfonnya? Atau kau memang tidak peduli kepadanya? "
"Tidak aku, aku sudah berkali kali menelfonnya untuk memujuknya supaya pulang tapi dia enggan menjawab panggilan dariku, aku juga sudah menyuruh Aulie untuk bertemu dengannya di kampus tapi Hellen dia tidak pernah datang ke kampus berapa hari ini. " Membuat muka polos dan menujukkan wajah yang sedih.
"Keterlaluan sekali anak itu. Sudah jangan khawatir aku akan menyuruh seseorang mencarinya dan membawanya pulang malam ini. " Seru William sambil mengusap pundak istrinya dengan lembut.
__ADS_1
"Hmm baiklah Will. " Jawab Rieta polos.
***
"Henry hari ni ayahku pulang, apa sebaiknya kamu ketemu ayahku untuk membincangkan hal pernikahan kita? " Aulie.
"Hmmm hujung minggu saja, aku masih banyak pekerjaan kalau hari ni" Jawab Henry datar.
"Baiklah kalau begitu hujung minggu aku tunggu kamu di rumah **cup~mencium pipi Henry**" Aulie melihatnya dengan penuh kebahagiaan.
"Apa aku bisa bahagia bersama Aulie, tapi orang yang ku cinta adalah Hellen, hmmm." Gumam Henry sambil menatap Aulie.
Sudah seminggu Hellen tinggal di rumah keluarga Lee. Hari Hellen mengemas barang barangnya dan hendak meninggalkan rumah itu karna keadaan tubuhnya sudah membaik sepenuhnya. Walaupun begitu Hellen berasa sedih karna sejak kejadian Chris mencium dahinya, Chris tidak pernah pulang ke rumah untuk bertemu dengannya. Hellen ingin sekali bertanya kepada Mamanya cuma dia masih merasa tau diri dan hanya mengabaikan saja.
Hellen menarik nafasnya dalam dalam dan keluar dari kamar Chris yang dia tempati seminggu ini. Walaupun berat Hellen tidak ingin merendahkan harga dirinya. Hellen langsung saja turun dan menuju ke ruang istirehat keluarga Lee.
"Emm tante om, maaf ada yang ingin Hellen katakan. "Seru Hellen menundukkan kepalanya
"Mari sini sayang duduk sebelah tante, kamu mau katakan apa? " Mama Chris memanggil Hellen untuk duduk di sebelahnya.
Hellen menuju ke sebelah Mama Chris dan langsung saja duduk lalu mengambil tangan Mama Chris.
"Tan om, Hellen berterima kasih karna sudah merawat Hellen selama seminggu dan Hellen sekarang sudah benar benar sembuh, hmmm dan **berdiri langsung menundukkan badan** Hellen akan pulang hari ini. " Ucap Hellen dengan suara lantang.
"Hellen om mengerti dengan mu tapi jangan terlalu formal hmmm ada baiknya kalau kamu tinggal untuk berapa hari lagi tunggu sampai Chris pulang ya. " Ucap Papa Chris.
"Ya Hellen sebaiknya tunggu Chris pulang ya mau ya nak. " Pujuk Mama Chris.
"Kalau begitu tante telfon Chris dan suruh dia pulang sekarang ya. "
"Aaahhh tidak perlu tan tidak perlu, lagian mungkin Chris sibuk, hmm saya pulang saja. " Pamit Hellen dengan lekas bersalaman dengan Mama Papa Chris dan langsung keluar dari rumah itu.
Di Pt. Geho
Tiba tiba Mama Chris menelfonnya, pada mulanya Chris hendak mengabaikan saja tetapi ini sudah panggilan ketiga yang di buat oleh Mamanya, mau tidak mau Chris terpaksa mengangkatnya.
"Lama kali kau mau jawab cihh. " Seru Mama Chris dengan emosian.
"Mamaku tercinta anakmu lagi teliti dokumen kerjasama yang penting ini, bukan sengaja. " Jawab Chris santai.
"Sudahlah Mama mau bicara penting ni tentang Hellen." Ketus Mamanya.
"Loh kenapa dengan Rain? " Tanya Chris.
"Gara gara kamu tidak pulang sudah hampir seminggu ni Hellen sudah pergi dari rumah kita. " Ucap Mama Chris sedih.
"Hah??!!! Kapan Rain pergi Ma?" Tanya Chris sambil memakai kembali jasnya dan bergegas keluar dari ruangannya.
"Hmm baru tadi, huhu. " Nada Mama Chris terdengar sangat menyedihkan.
"Apa Tina yang menghantarnya? ". Masih terus berjalan keluar dari perusahaan menuju ke parkiran mobilnya.
__ADS_1
" Tidak, dia pergi sendiri karna Tina ada photoshoot bersama Jaqleen di Mix Entertainment dan Tina belum mengetahuinya. " Sahut Mama Chris.
"Baiklah saya matikan panggilan sudah karna saya menyetir sendiri. " Seru Chris.
"Jangan ngebut Chris hati hati sayang. " Ucap Mamanya.
Chris langsung saja mematikan panggilan telfon bersama Mamanya. Kini Chris menuju ke arah rumah keluarga Gramor. Dengan kecepatan dia atas 80 km/h. Chris takut terjadi sesuatu dengan Hellen jika dia kembali ke rumah Gramor. Chris sempat memaki dirinya karna ingin menguji Hellen dengan tidak pulang ke rumah keluarganya dan sekarang dia sangat menyesal dan takut.
"Ckk kau memang sial Chris kalau terjadi apa apa dengan Rain aku tidak tau apa aku masih pantas untuk Rain. " Gerutu Chris.
Setelah sampai di depan kediaman keluarga Gramor. Chris menarik nafasnya dan coba bertanya dengan penjaga pagar rumah Hellen.
"Permisi pak, boleh saya tau Nona Hellen Rain sudah sampai di rumahka? " Tanya Chris kepada penjaga itu.
"Oh kalau Nona Hellen dia belum pulang Tuan, mungkin sudah seminggu Nona Hellen tidak pulang, apa ada perlu sama Nona Hellen? " Ucap penjaga itu.
"Oh hmmm baiklah pak kalau dia pulang nanti telfon saya yah. " Seru Chris seraya memberi penjaga kartu nomor hpnya.
"Oh.. Ok baik Tuan. " Jawab penjaga itu.
Chris langsung saja berlalu dan kembali membuat panggilan ke nomor Mamanya.
"Helo Mama, Mama tadi sebelum Rain pamit apa dia bilang dia akan pulang ke rumahnya atau cuma bilang pulang saja?" Ucap Chris tanpa basa basi setelah Mamanya menjawab panggilan darinya
"Iya Hellen tadi bilang hendak pulang saja lagian dia harus pergi ke kampusnya karna sudah banyak pelajaran yang dia tertinggal, Chris suara kamu kenapa panik gitu? Apa ada terjadi sesuatu dengan Hellen? " Ucap Mamanya dengan penuh tanda tanya.
"Ok Ma. " Jawab Chris singkat lalu langsung menutup panggilannya dan melaju ke kampus Hellen.
Setelah tiba di kampus Hellen, Chris langsung saja bertemu dengan kepala dekannya dan menanyakan kalau hari ni Hellen sudah masuk kelasnya. Malah dekan Hellen memberi jawapan yang sangat mengecewakan karna hari ini pun Hellen tidak pergi ke kampusnya. Chris langsung saja memasuki mobilnya dan mulai memukul mukul stir mobilnya.
"Bodoh bodoh memang aku bodoh, padahal sebelum aku mulai tidak pulang Rain begitu mengkhawatirkan ku, coba saja saat itu aku bicara dengannya dan pulang malam itu juga. Arrgghhh bodohhh amat sial kenapa aku yang mengajaknya untuk perang dingin sial. Rain kamu di mana?! " Gerutu Chris, akhirnya bulir bulir kristal jatuh dari kelopak mata Chris. Chris menangis semau maunya karna dia sadar ini semua terjadi kerna dirinya. Chris sungguh menyesali perbuatannya.
Chris tidak kembali ke kantor lagi, dia langsung melaju ke mansion utama keluarganya. Sampai di depan pintu utama, Chris merasa kakinya sungguh berat untuk melangkah. Mama Papa Chris langsung menghampiri Chris. Melihat Chris dengan wajahnya yang sembab tapi tetap kelihatan datar mereka tidak jadi untuk bertanya. Chris menatap kedua orangtuanya yang penuh tanda tanya. Akhirnya Chris bersuara.
"Ma Pa, Rain tidak bisa di temui, aku tidak tau **akhirnya air mata yang di tahan jatuh kembali**. Ma aku harus cari di mana? " Seru Chris.
"Mama mengerti sayang kamu sabar dulu sekarang tenangkan pikiran, kalau sudah nanti coba pikirkan lagi, Mama yakin Hellen tidak jauh dari sini karna saat dia pergi tadi dia juga menahan air matanya. " Bujuk Mamanya.
"Chris Papa faham perasaan kamu, Papa tau selama ini kamu tidak mendekati wanita manapun itu kerna dari dulu kamu sudah mengikat hatimu kepada Hellen, Papa yakin Hellen juga begitu. Kamu harus tenang dulu sekarang, masa jagoan Papa harus kelihatan begini
Dalam keadaan yang hening tiba tiba ponsel Chris berdering.
" Ya Jerry? " Seru Chris.
".... " Jawab Jerry
"Benarkah baik aku kesana sekarang, kamu urus kantor saja, aku pergi sendiri. " Seru Chris dengan cepat melangkah tanpa pamit dengan orangtuanya.
Bersambung...
Readers semangtin author dong.. Lanjut yaaa!!
__ADS_1