DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 78 Pertemuan terakhir


__ADS_3

Flashback**


Matahari sudah terbit, Ellson membuka matanya lalu melihat ke arah sekitarnya.. Dia mendapati bahwa dua orang suruhan pria yang semalam sedang tidur di pondok yang tidak jauh dari tempatnya.


Ellson merasa ini kesempatan yang baik untuk melarikan diri dari tempat ini lalu pergi mencari keberadaan Hellen. Ellson mengamati tempatnya sekarang sehingga dia melihat serpihan pecahan kaca botol yang berukuran sedang berada dekat dengannya. Ellson perlahan-lahan mengerakkan tubuhnya agar tangannya bisa mencapai serpihan pecahan kaca tersebut.


Cukup lama juga dia berusaha dan akhirnya usahanya mendapatkan hasil. Ellson mencoba untuk mengerat tali yang mengikat tangannya menggunakan serpihan kaca tersebut.


Setelah tali yang mengikat tangannya itu putus Ellson dengan perlahan bangun untuk memutuskan lagi tali yang mengikat kakinya. Sambil dia melihat ke arah dua lelaki tersebut.


Entah sudah jam berapa, Ellson akhirnya bisa bergerak bebas walaupun merasa seluruh badannya ngilu karena pukulan dari mereka kemarin dia tetap menahannya agar bisa keluar dari tempat itu.


Ellson melangkah dengan berjinjit dan melangkah dengan langkah yang lebar agar dia cepat pergi. Sehingga dia sudah merasa agak jauh dari tempat itu, Ellson mulai berlari dan tiba-tiba terdengar bunyi tembakan dari belakang.


Ellson rupanya sedang di kerja oleh kedua orang anak buah pria yang semalam itu. Ellson berlari sehingga dia melihat dari jauh sebuah jalan raya. Dia harus sampai di jalan tersebut dan meminta bantuan.


Dengan langkah yang cepat Ellson berlari ke jalan raya tersebut tanpa melihat ada kenderaan yang datang berdekatan dengannya.


Bruugghhh...


Seketika Ellson merasa tubuhnya di langgar oleh sebuah mobil. Dan kesadarannya pun mulai hilang. Banyak darah mengalir keluar dari kepala hidung mulut dan telinga Ellson.


Tubuh Ellson kini tergeletak di jalan raya dengan darahnya yang mengelilinginya. Kedua orang yang mengejarnya tadi mendekati Ellson yang mencoba untuk merasa jika nafas Ellson masih ada tetapi miris Ellson sudah tidak bernafas begitu juga dengan nadinya yang sudah tidak berdetak.


Ellson meninggal di tempat itu, kedua orang itu meninggalkan saja Ellson dan penganderai mobil tersebut. Sehingga setengah jam yang lalu ada beberapa mobil yang lewat lalu menghubungi polisi dan ambulans.


Yang terselamatkan cuma William saja..


***


"Papa keluar dulu yah sayang, Rieta aku pergi dulu. " Ucap William kepada Aulie dan Rieta setelah mereka habis sarapan pagi.


Pagi ini William harus turun ke kota untuk menarik uang lalu membeli beberapa obat karena stok obat Aulie sudah mulai menipis, dan uang mereka juga sudah mulai habis. William juga akan membeli keperluan mereka yang telah di catat oleh istrinya Rieta.


Sudah hampir 3 bulan mereka berada di sebuah desa yang aman dan damai, suasananya juga masih asri. William dan Rieta sanggup meninggalkan kota besar demi anak mereka Aulie karena kemungkinan keluarga Lee akan menuntut Aulie agar di ambil tindakan ke pihak berwajib atas pelaku pembunuhan melalui orang yang dia sewa.

__ADS_1


William tidak mau Aulie membusuk di penjara dengan keadaannya sekarang yang hanya bisa duduk di atas kursi roda. Memikirkan hal itu William menjadi sangat takut jika suatu hari mereka akan mengambil Aulie darinya.


Tapi William sudah lupa dia masih punya anak kandung yang sedang hamil besar. William sama sekali tidak peduli tentang Hellen karena dia sudah melepaskan Hellen kepada Chris. William juga takut untuk berjumpa dengan Hellen karena dia takut Hellen akan menuntut Aulie atas perlakuan kriminalnya kepada Chris.


Oleh itu William coba tidak memperdulikan perasaan Hellen walaupun dalam hati kecilnya sungguh dia merindui anaknya yang satu itu.


Terlalu banyak yang di pikirkan sehingga membuat William melamun sambil menyetir mobilnya. Dengan kelajuan 80km/j dan dengan pikiran yang masih melayang, William menabrak seseorang yang tiba-tiba muncul dari semak-semak lalu berlari ke depan mobilnya.


William kaget sehingga dia harus memutar setirnya dan mendadak menarik rem agar berhentikan mobilnya, sayangnya kepala William terhantuk di setirnya dengan kuat sehingga membuatnya pingsan dan tidak tau kelanjutan dari kejadian tersebut.


Flashback tamat...


Kini Chris dan Hellen berada dalam perjalanan menuju le rumah sakit di kota kecil itu. Sepanjang perjalanan Hellen hanya diam saja dia tidak menyangka bahwa semuanya berlaku terlalu cepat, dia merasa baru 3 hari yang lalu dia pergi dari rumah Ellson dan sekarang Ellson sudah kembali kepada yang Mahakuasa.


Hellen menarik nafas yang terasa berat. Sehingga satu soalan terlintas di pikirannya.


"By.. Bagaimana By bisa tau kalau Paman dan Ayah terlibat kecelakaan? Apa By ada tempatkan anak buah By untuk memata-matai Paman? " Hellen bertanya kepada Chris karena dia sangat penasaran bagaiman bisa Chris mendapatkan berita tersebut.


"Hmm.. By kan sudah pernah datang sini jadi By ada beri data Ellson di rumah sakit itu supaya gerak geriknya By bisa tau, kemungkinan saja dia akan datang ke rumah sakit untuk mencarimu sayang, bukankah tempat terakhir kamu pergi adalah rumah sakit, Ellson pasti curiga kalau kamu ada meminta bantuan lewat rumah sakit itu.... " Chris berhenti sejenak.


"Tidak apa-apa bukan salah By, mungkin ini yang aku rasakan kemarin tentang firasat sesuatu yang buruk akan terjadi, huhhh semoga Tuhan bisa menerima Paman di sisinya. " Ujar Hellen dengan nada sendu.


"Amin. Sayang tidak usah terlalu pikir ingat dengan diri sayanh sendiri, maaf kalau By egois dengan berkata begitu tapi By juga tidak mau terhadap sayang dan anak kita. " Chris menatap manik mata Hellen yang kelihatan sekali ada kesedihan.


Hellen tidak menjawab dia cuma menggelengkan kepalanya menandakan semuanya baik-baik saja. Kini Hellen bersandar di dada bidang Chris. Supaya hatinya menjadi lebih tenang apabila berdekatan dengan Chris.


Chris dan Hellen mendarat sekitar jam 4 sore di lapangan yang tidak jauh dari rumah sakit kota kecil itu. Kini mereka berada di dalam mobil yang telah di sewa oleh Jerry. Tidak menunggu lama mereka langsung saja menuju ke rumah sakit.


Untuk kali terakhir Hellen melihat wajah Ellson yanh sudah pucat. Walaupun Ellson begitu tidak suka dia bersama Chris tetapi Hellen tidak pernah menyimpan dendam mau sedikit pun, dia cuma merasa kecewa dengan sifat dan kelakuan Ellson. Walaupun begitu Hellen tetap menangis kepergian Ellson karena baginya Ellson pernah membangkitkan dia dari keterpurukannya dulu sewaktu mendiang ibunya baru saja meninggalnya dirinya. Hellen mencium dahi Ellson untuk perpisahan mereka.


Jasad Ellson di urus dan di makamkan di pemakaman umum desa itu, Chris yang mengurus semuanya sehingga proses pemakaman selesai.


Setelah melihat Ellson, Hellen pergi ke ruang inap di mana William berada. Hellen memasuki ruangan tersebut lalu mendapatkan Ayahnya yang sudah sadar lalu hanya menatap ke arahnya.


"Ayah." Panggil Hellen dengan lirih.

__ADS_1


"Hellen, kamu datang nak. "


Tanpa tunggu lama Hellen langsung mendekati William lalu memeluknya dengan erat, air matanya mengalir deras sehingga membasahi pundak William.


"Jangan menangis sayang, awas cucu Ayah nanti jadi cengeng. " Kata-kata William membuat Hellen tersenyum.


"Hellen, apakah Ayah akan di penjara karena membunuh seseorang? " Tanya William.


William belum tahu bahwa yang di tabraknya tadi adalah Ellson. Dan tidak ada siapapun yang memberitahunya. Begitu juga dengan beberapa orang yang menjaganya semalaman mereka hanya bungkam.


"Tidak Ayah, Chris telah selesaikan semua masalahnya. "


Mendengar perkataan Hellen, William langsung tertunduk dia menangis lalu dengan suara seraknya dia mengucapkan terima kasih kepada Chris dan Hellen karena telah menyelamatkannya.


"Terima kasih sayang, terima kasih Chris. Ayah sungguh terhutang budi pada kalian. Maafkan Ayah. Maafkan juga Ayah telah menyembunyikan Aulie, Ayah tidak mau kehilangan Aulie. " Ucap William dengan suara serak karena menangis.


"Lupakan tentang itu Ayah, lagian sekarang semuanya sudah baik-baik saja. " Jawab Chris yang dari tadi hanya menyimak perbualan William dan Hellen.


"Apakah Ayah patut pergi berjumpa dengan keluarga korban Chris? " Tanya William lagi.


"Tidak perlu, Ayah. Semua sudah Chris urus. Ayah tenang saja besok anak buahku akan hantar Ayah pulang. Maaf kami tidak bisa mau menghantar Ayah karena Hellen akan cepat lelah jika harus menaiki mobil terlalu lama dengan kondisinya seperti ini. " Ujar Chris lagi.


"Tidak apa Chris, jagalah Hellen baik-baik ya. Ayah mengerti. " William berkata sambil mengelus pucuk kepala Hellen.


Tepat jam 10 malam, kini Chris dan Hellen sudah berada di Villa tempat mereka akan bermalam untuk dua hari ini. Setelah pulanb dari rumah sakit Hellen langsung saja tertidur mungkin karena terlalu cape.


Chris duduk di balkon dan tiba-tiba ada seseorang yang menggendor pintu lalu memanggil nama Hellen..


"Hellen!! Hellen kamu di dalam?! Hellen keluarlah kita perlu bicara?!! " Ucap seorang pria yang menggendor pintu.


"Ck siapa lagi ?! " Gerutu Chris.


Bersambung...


Mau lihat visual Chris, Hellen dan baby boynya ? Boleh lihat ke ig author yaa.. @gab_riella301

__ADS_1


Teruskan mendukung!! Jangan lupa like, komen dam favorit yahh guyss yahh..


__ADS_2