
Dalam keadaan yang hening tiba tiba ponsel Chris berdering.
" Ya Jerry? " Seru Chris.
".... " Jawab Jerry
"Benarkah baik aku kesana sekarang, kamu urus kantor saja, aku pergi sendiri. " Seru Chris dengan cepat melangkah tanpa pamit dengan orangtuanya.
Chris langsung saja melaju mobil menuju ke villanya di pinggir Kota NY. Chris masih teringat kata kata Jerry barusan.
"Tuan, barusan tadi saya mendapat panggilan dari pembantu kebersihan Villa pinggir Kota, katanyaada seorang perempuan berdiri di gerbang sudah hampir 2 jam. Mungkinkah itu Miss Rain."
Chris juga sengaja tidak pamit dengan kedua orangtuanya karna belum pasti itu adalah Hellen.
"Aku harap itu kau Rain, kalau itu benaran kau tolong tunggu aku sedikit lagi" Chris berdoa dan berharap perempuan itu Hellen.
Setelah hampir 40menit, Chris akhirnya sampai di depan dan masih di dalam mobil manik matanya terus mencari sosok yang ia harapkan. Ia terus menelisik sekitar gerbang dan matanya sekita tertuju kepada perempuan yang lagi duduk lalu menundukkan kepalanya berdekatan dengan tembok gerbang. Chris langsung saja keluar dari mobilnya dan menuju ke arah perempuan itu.
"Rain." Ucap Chris dengan lirih.
Hellen merasa namanya di panggil langsung saja mengangkat kepalanya, rupanya dia tertidur di sehingga sewaktu hendak melihat siapa yang memanggilnya, pandangannya masih buram.
"Rain ini aku Chris. " Ucap Chris berjongkok di depan Hellen juga menyakinkan Hellen karna dia melihat wajah Hellen yang masih baru bangun tidur juga agak bengong.
"Oh Chris kau sudah datang. " Hellen langsung saja menggosok matanya dan memang melihat Chris.
"Maaf Chris aku tidak sadar aku tertidur di sini."
"Tidak Rain, tapi kau buat apa di sini? "
"Eeemm Chris apa kau coba menjauhiku? Maaf kalau aku salah"
"Aku tidak menjauhimu cuma memang aku lagi sibuk di kantor"
"Chris bentar ya" Seru Hellen sambil merogoh tasnya dan mengeluarkan amplop kuning yang kelihatan tebal.
"Chris ini terimalah sebagai tanda terima kasih kerna membantuku. " Menyodorkan amplopnya ke Chris.
Chris sedikit curiga dan gelisah. Dia menatap amplop yang ditangan Hellen. Chris membisu dan menatap Hellen dengan tatapan yang sangat dalam dan susah di artikan.
"Chris kenapa ngelamun?"
"Aa hmmm apa maksudmu dengan amplop ini, apakah isinya uang?"
"Hmm iya isinya uang tapi tidaklah banyak. Aku cuma tidak mau berhutang lagi dengan mu."
Chris menarik tangan Hellen lalu menciumnya di bibir dengan paksa. Hellen kaget di mencoba mendorong tubuh Chris tetapi tenaga pria ini lebih kuat di banding dengan tenaganya. Chris memperdalamkan ciumannya dan memaksa Hellen membuka bibirnya menggunakan lidahnya. Hellen membuka bibirnya dan membalas ciuman tapi apa yanv terjadi selanjutnya membuat Chris tersentak kaget dan melepaskan bibir Hellen.
"Ckk Rain kenapa kau gigit lidahku? "
"Kau yang memaksa ku melakukan itu, jadi itu akibatnya karna selalu mencuri bibirku." Seru Hellen kesal. Hellen ingin berlalu pergi tapi tangannya di pegang oleh Chris.
Chris menarik tangan Hellen dan membuat Hellen berhadapan lagi dengannya. Chris melakukan sesuatu di luar dugaan Hellen. Chris berlutut memohon agar Rain tidak meninggalkannya.
"Chris kau sudah gila ka? " Ucap Hellen kaget dengan perlakuan Chris.
"Ya aku akan jadi lebih gila lagi kalau kau meninggalkan ku, Rain kenapa kau selalu menolakku, apa kau sudah tidak peduli dengan ku dengan perasaanku, apa kau tidak mau mendengar penjelasanku dulu, apa kau benar tidak suka padaku, apa kau lebih mencintai bajingan itu?! " Ucap Chris yang masih berlutut di depan Hellen.
__ADS_1
"Yang mana satu aku mau jawab pertanyaanmu terlalu banyak, huhh **menatap Chris** aku tidak pernah menolakmu malahan aku peduli padamu dan aku tidak pernah mencintai bajingan kampret itu." Jawab Hellen menyakinkan Chris sambil berjongkok di depan Chris.
"Tapi kau selalu cuek dengan ku Rain, kapan hari kau buatku rasa nyaman tapi sekarang kau ingin pergi meninggalkanku, kenapa? " Air mata yang di tahan Chris lolos. Chris sudah tidak peduli penilaian Hellen terhadap dirinya
Hellen terkejut karna Chris menangis di depannya padahal dia tau Chris itu orangnya dingin dan cuek dengan sekitarnya.Hellen langsung menarik Chris dalam pelukannya tanpa tahu kenapa dia melakukan itu tapi pastinya dia ingin menenangkan pria itu.
"Chris apa aku ini begitu berarti bagimu sehingga air mata mahalmu kau biarkan lolos di depanku?" Masih dalam pelukan Hellen.
"Aku cuma takut Rain takut kau meninggalkan ku dan pergi dengan pria lain, aku tidak ingin ada yang memiliki kau selain diriku." Membalas pelukan Hellen dengan erat.
"Aku tidak akan meninggalkanmu, dan sejak kapan aku berkata aku akan pergi darimu dan bersama pria lain?"
Chris melepaskan pelukkannya dan memegang pundak Hellen supaya bisa membuat jarak dia antara mereka, dia menatap Hellen dengan tatapan dalam.
"Tapi tadi kau bilang kau tidak mau berhutang denganku? Bukankah maksudmu untuk pergi meninggalkanku setelah kau tidak lagi berutang denganku." Tanya Chris
"Memang aku berkata begitu tapi itukan untuk hutang ku bukan hutang mu terhadap aku. "
"Maksudnya apa aku tidak mengerti? "
"Kau menyelamatkan ku dari ibu tiriku dan kaka tiriku Aulie juga Henry jadi aku membayar hutangku dengan uangku. Tapi kau juga punya hutang denganku, aku ingin memanfaatkan hutangmu terhadap diriku." Jawab Hellen menerangkannya kepada Chris.
"Apa aku pernah berhutang padamu Rain? " Chris masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh Hellen.
"Ckk, kau jangan pura pura lupa, biar aku ingatkan kau! Kau mengambil perawanku kesucianku jadi kau harus bertanggungjawab. "
Mata Chris langsung berbinar mendengar ucapan Hellen yang menyuruhnya untuk bertanggungjawab. Chris berdiri dan menarik tangan Hellen menuju ke mobilnya.
"Eeehhh kita mau kemana Chris? "
"Hahh?? Tunggu tunggu tunggu, aku belum mau nikah! "
"Tapi aku akan bertanggungjawab Rain tidak ada penolakan. "
***
Chris terus melaju mobilnya hingga sampai ke Kota NY. Chris juga segera menuju ke Biro Urusan Sipil.
1jam kemudian.
"Hahh sayang akhirnya kita sudah sah sebagai suami istri. " Dengan bangga dan manik mata Chris sungguh berbinar.
"Kenapa begitu cepat sekali hmmm. " Hellen langsung saja lesu tapi melihat Chris dengan wajah seperti itu, Hellen tersenyum kecil.
"Hmmm melihat wajah Chris begitu bahagia dan bangga membuatku bahagia. Aku penasaran sedalam apa cintanya terhadap diriku dan langsung menjadikanku istri nya." Gumam Hellen.
"Chris"
"Ya sayang?"
"Bisakah kita rahasiakan dulu hal ini dari siapa pun termasuk kedua orangtua mu?"
"Tapi kenapa Rain?"
"Aku masih kuliah Chris, ada dua tahun lagi baru aku tamat, jadi bisakah rahsiakan saja dulu dari siapa pun itu"
Chris menatap Hellen cukup dalam dan akhirnya Chris menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Baiklah tapi dengan syarat. " Seru Chris
"Syarat apa? " Hellen bertanya.
"Kau harus tinggal bersamaku, karna sekarang kau istriku. "
"Bukankah itu akan mengundang ke curigaan bagi orang orang cihh tidak boleh syarat itu lagian masa aku harus tinggal di mansion keluarga Lee, nanti apa kata orang lain harga diriku akan di rendahkan. "
"Ya bukan tinggal di mansion tapi aku akan beli apartment dekat dengan kampusmu dan kau harus tinggal di situ" Seru Chris
"Hmm baiklah aku akan tinggal di situ tapi kita tidak bisa tinggal bersama karna pasti teman2 ku akan bermain di apartmentku apalagi tahu aku tinggal dekat dengan kampus"
"Jangan risau sayang itu aku yang urus. " Ucap Chris sambil mengusap kepala Hellen.
"Baiklah tapi janji ya rahasia tetap di jaga dan jangan macam macam" Ucap Hellen.
"Ok sayang, oh yaa Tuan William sudah di rumah sejak kemarin, kita harus kesana dan luruskan apa yang terjadi" Chris masih mengusap kepala Hellen yang tiba tiba saja tertunduk.
"Jangan risau Rain aku ada melindungimu" Ucap Chris.
***
Chris dan Hellen kini berada di gerbang pintu kediaman keluarga Gramor. Hellen menarik nafas yang agak berat dan terus melangkah hingga sampai ke depan pintu rumah Gramor.
Tiba tiba Chris memegang tangan Hellen agar rasa cemas Hellen bisa berkurang. Hellen tersenyum melihat tangannya yang di genggam oleh Chris.
"Eerhhemm aku pulang. " Hellen menyapa ayah dan ibu tirinya yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Kau.. " Perkataan Rieta ibu tiri Hellen terhenti bila melihat suaminya berdiri lalu mendekati Tuan Chris.
"Chris ini kamu kan, waaoohh paman tidak sangka kamu sudah sebesar ini, kalau dulu kamu hanya sebatas bahu paman saja." Ucap Tuan William ayah Hellen.
"Hmmm ia sekarang sudah sebesar ini apa paman sudah bisa izinkan saya bersama putri paman. " Jawab Chris dengan wajahnya masih datar.
"Kalau kamu hmmm ehh berarti selama ni Hellen bersama denganmu? "
"Ia seminggu ini Rain berada di rumah keluarga Lee. "
"Maaf merepotkan kamu Chris, Hellen ini masih saja anak nakal nanti paman ajari dia agar tidak merepotkan saja" Ujar Tuan William.
"Ayah belum mendengarkan penjelasan Hellen, kenapa ayah selalu menyalahku dan mengata aku anak nakal. " Ucap Hellen.
Ayah Hellen menatapnya dengan dalam seperti manik mata ayahnya tertulis banyak kesedihan dan beban.
"Bukan ayah menyalahkanmu sayang, ayah cuma binggung dengan sikap mu sampai sampai Henry bisa memutuskan pertunangannya dengan mu dan memilih Aulie. Kan kamu sendiri tau tertua keluarga Gramor tidak main main dengan pertunanganmu ini. Sekarang bagaimana ayah bisa mendapat kedudukan dalam keluarga Gramor kalau kami tidak menikah dengan Henry, lagian Aulie di mata tertua Gramor bukan siapa siapa." Ucap Tuan William tanpa memperhatikan istri Rieta yang sidah mulai emosi di belakangnya.
"Apa maksudmu Will kenapa anakku tidak di terima, apa kami ini tidak bermaksud bagimu!!"
Seru Rieta yang sudah mulai marah.
"Rieta dengar penjelasanku dulu! " Ucap Tuan Will memujuk istrinya.
"Ckk hanya kerna ibunya Hellen yang menikah denganmu secara sah dan di restui tertua Gramor jadi kamu lebih mementingkan Hellen dari Aulie? Aulie itu anak kandung kamu juga Will 2 tahun sebelum menikah kamu janji denganku akan berbagi adil kan sekarang apa !!" Rieta sudah mulai emosi.
Bersambung...
Lanjut lagi yah readers.. Author setiap malming tidak bisa update yaa readers kesayangan !!
__ADS_1