
Selang satu jam lebih, Chris sadar dari pingsannya dan dia sudah merasa badannya sudah segar kembali.
"Ma." Chris memanggil mamanya yang tertidur di sampingnya.
"Chris kamu sudah bangun? Bagaimana perasaanmu nak? " Tanya Mama Chris sambil mengelus pipi putra sulungnya itu.
"Ma Chris sudah merasa baik, jangan khawatir." Jawab Chris sambil memegang tangan mamanya yang berada di pipinya.
"Chris doktor tidak mendapat apa pun yang terjadi dengan mu bagaimana mama tidak khawatir. " Ucap mamanya sayu.
"Hmm mungkin ini bawaan ma, hmm begini tadi siang aku ingin sekali makan permen kapas padahal Mama tau kan aku tidak makan makanan begitu, tadi sebelum kesini aku sudah telfon dengan Rain, katanya dia sudah lewat sebulan. " Ucap Chris.
"Apa?!! Sayang apa mungkin Hellen hamil dan kamu yang mengidam. " Kata mamanya dengan mata yang berbinar bak kilauan permata.
"Bisa jadi ma, Rain kata besok dia akan cek hmm. " Ucap Chris nada bimbang.
"Mudah-mudahan nak, tapi kenapa kamu kelihatannya bimbang? " Ujar Mama Chris.
"Ma, kalau Rain benaran hamil bagaimana dengan kakeknya, karna kalau kakeknya tau dia akan memaksa Rain untuk melakukan aborsi. " Ujar Chris.
"Cihh orang tua itu tidak mau tunggu mati saja, jangan pikirkan lagi biar mama yang urus kalau Hellen hamil mama akan ke sana dan urus semua! " Ucap Mama Chris penuh semangat.
"Tidak ada siapa biasa menganggu gugat menantu dan cucuku. " Sambung mamanya lagi.
Keesokan paginya, Chris kembali lagi muntah-muntah dan merasa sangat pusing. Jaqleen yang melihat Chris berbaring di sofa ruang keluarga ingin mengambil kesempatan lalu berjalan mendekati Chris.
"Chris apa kau masih sakit **Ingin memegang dahi Chris tapi ditepi oleh Chris** "
"Jangan ganggu aku, pergi sana." ucap Chris dingin.
Jaqleen baru hendak pergi tapi dia melihat Nyonya Lee baru turun tangga dan orangtuanya baru keluar kamar, Jaqleen langsung pura-pura memeluk Chris dan pura-pura tidur. Chris kaget lalu melihat Mamanya dan Orangtua Jaqleen melihat ke arah mereka.
"Wah anak muda sekarang memang tidak tau tempat ya." Ucap Papa Jaqleen yang melihat Jaqleen memeluk Chhris dengan intimnya.
Jaqleen yang pura-pura kaget dengan kedatangan orangtuanya dan Mama Chris bangun dan duduk tertunduk.
Mama Chris menyipitkan matanya menatap Chris tapi Chris memutarkan bola matanya,Mamanya mengerti langsung saja masa bodoh dengan Jaqleen dan mendekati Chris.
"Sayang bagaimana keadaanmu?" ucap Mama Chris yang kelihatan khawatir.
"Badan Chris lemas sekali ma." Ucap Chris.
"Tante un..untuk semalam Jaqleen minta maaf ya, tapi benar Jaqleen berani bersumpah Jaqleen tidak mencampurkan susu itu dengan benda aneh." Ucap Jaqleen menunduk.
"Jadi kamu ada niat memasukkan benda aneh di minuman Chris?" Ucp Mama Chris agak dingin.
"Tidak..Aku tidak berani melakukan itu." Ujar Jaqleen.
"Nyonya mana mungkin Jaqleen akan melakukan hal bodoh itu, kami sebagai orangtua juga sudah mengajarnya dengan baik agar jangan berbuat jahat." Ucap Ibu Jaqleen.
"Hmm sudahlah semalam itu cuma salah faham, Chris masuk angin karna berapa hari ini dia sering telat makan dan terlalu cape jadinya kayak semalam." Ucap Mama Chris jutek.
"Terima kasih tante." Ucap Jaqleen dengan senyum sumringah.
Setelah itu mereka semua sarapan pagi bersama dan cuman Chris saja makanannya yang berbeda. Chris awal pagi lagi ingin makan burger dan kentang. Mereka semua menatap heran kecuali Mama Chris. Chris memakannya dengan lahap.
Setelah selesai makan Chris langsung saja masuk ke kamarnya,dan sambung kembali tidurnya karna tubuhnya rasa begitu lemas.
Jam 10 pagi Chris memaksa dirinya untuk bangun agar bisa ke kantor dan Chris mulai terbayang es krim coklat yang di jual di sebelah kantornya itu membuatnya mulai bersemangat lagi.
__ADS_1
***
Hellen yang berada di kamar mandi lagi menunggu hasil tespeknya. Hati Hellen berdebar-debar, Hellen menarik nafas dan menghembuskan dengan panjang agar ia merasa tenang. Hellen mengambil tespeknya seperti yang ia dan Chris harapkan terjadi, garis dua merah berhasil membuat air mata Hellen lolos.
Hellen mengambil ponselnya untuk membuat panggilan kepada Chris.
"Helo by? " Ucap Hellen.
"Ya sayang. " Jawab Chris dari seberang sana.
"By coba tebak, hasilnya apa? " Ucap Hellen dengan nada bahagia.
"Sudah tentu positif sayang, tidak usah di tebak lagi, sekarang aku lagi pengen makan es krim coklat dan semalam aku sampai pingsan gara-gara muntah. " Ucap Chris suara bahagia.
"Aduu kasian sekali hubby ku, yang sabar ya by." Ucap Hellen terkekeh.
"Sayang jangan lupa buang saja tespeknya kalau boleh bakar aja jangan sampai kakek tau ya, hmm. " Ucap Chris mengingatkan Hellen.
"Baik siap dilaksanakan by. " Jawab Hellen.
Hellen menyudahi obrolan mereka karna takut menganggu Chris yang lagi berada di kantor.
Hellen membakar tespeknya di kamar mandi dan tidak meninggalkan jejak sedikit pun.
Hari ini mood Hellen sangat baik dan membuat kakeknya agak senang, mulai hari ini juga Hellen akan memulakan kuliahnya di negara X.
Hellen akhirnya sampai di kampusnya bersama kakeknya. Setelah pendaftaran selesai kakeknya pulang duluan dan Hellen di bawa ke kelasnya oleh dosennya.
Hellen memperkenalkan dirinya saat dia sudah berada di dalam kelas. Hellen di perintahkan untuk duduk di sebelah Anita wanita yang berkulit sawo matang itu senyum lalu mempersilakan
"Hai, saya Anita panggil aja nita, selamat berkenalan. " Ujar Anita sambil menghulurkan tangannya.
Waktu jam istirehat Anita membawa Hellen berkeliling di kampus mereka. Tiba-tiba ada seorang lelaki mendekati mereka lalu memberikan kresek kue kepada Hellen. Hellen agak kaget melihat lelaki tersebut lalu dia tersenyum seraya menerima uluran kresek yang berisi kue itu.
"Jerry kenapa kau bisa sampai ke sini? " Ucap Hellen, Anita hanya menatap mereka berdua dengan pikirannya sendiri.
"Saya ada urusan di sini Nona, ini tadi tuan yang memberi perintah karna katanya Nona kemarin pengen makan kue jadi saya mencari toko kue yang terbaik agar Nona senang dan puas. " Ucap Jerry dengan polosnya.
"Terima kasih Jerr. " Hellen melihat isi kresek tersebut lalu teringat dengan Chris.
"Kalau begitu saya pamit, oh ya nanti kalau Nona pengen sesuatu tinggal telfon ke nomor saya saja. " Ucap Jerry sebelum pergi.
"Nita ayo makan kue bersama. " Ucap Hellen menawari Anita dengan senyum manisnya.
"Baiklah tapi tadi itu siapa? " Tanya Anita penasaran.
"Hehh itu kenalan lama dari negara Y. " Ucap Hellen.
"Umm aku kira suruhan pacar kamu. " Ujar Anita.
"Uhukk uhukk" Hellen tiba-tiba batuk mendengar ucapan Anita.
"Tu kan pasti benar itu suruhan pacarnya kamu. " Ucap Anita sambil mengulurkan air minum kepada Hellen.
"Hehh terima kasih. " Ucap Hellen terkekeh.
"Jadi benar itu suruhan pacarmu? " Tanya Anita masih penasaran.
"Ia hehe maaf. " Kata Hellen masih terkekeh.
__ADS_1
"Oh posesif kali pacarmu sampai menghantar suruhannya ke sini padahal beda negara coyy. " Ucap Anita sinis.
Hellen hanya tersenyum mendengar ucapan teman barunya. Tiba-tiba Hellen teringat temannya Eva, Reza dan Arga, Hellen menjadi rindu dengan mereka tapi nomor mereka semua cuma ada di ponsel yang di sita kakeknya, sekali lagi Hellen menghembuskan nafas panjang karna kesal dengan kakeknya.
Pulang dari kampus, Hellen di jemput oleh pengawal kakeknya. Sampai di kediaman utama Gramor Hellen langsung saja masuk dengan wajah yang ceria. Kakeknya yang melihat Hellen sudah pulang langsung saja memanggilnya dan betapa kagetnya dia ada Jerry duduk di ruangan itu.
"Hellen mari nak, kakek mau kenalkan kamu dengan pemegang saham muda di perusahaan kita. " Ucap Kakek Arnold.
"Hmm."
"Hellen kenalkan ini Jerry dan Jerry ini Hellen cucu kesayangan saya. "
"Selamat kenalan Hellen, boleh panggil saya Jerry. " Ucap Jerry dengan senyuman sambil mengulurkan tanganya.
"Ah.. Ia saya Hellen. " Menerima uluran tangan Jerry yang terasa dingin sekali.
"Ckk harap Nona tidak berkata apa-apa kalau tidak bisa gagal rencana ini. " Gumam Jerry dalam hatinya.
Hellen sepertinya mengerti dengan tingkah Jerry tapi dia masih agak bingung karna Chris belum memberitahu dia apa-apa soal ini. Jadi Hellen memilih untuk berpura-pura tidak kenal saja.
"Nak Jerry, kalau kamu tidak sibuk, sering-sering datang ke sini ya supaya saya dan cucu saya tidak kesepian. " Ucap Kakek Arnold dengan harapan dan penuh maksud.
"Sudah tentu kakek, saya akan sering-sering datang ke sini untuk selanjutnya, hmm saya harap kakek dan Hellen tidak bosan melihat saya. " Ucap Jerry masih memasang wajah cerianya.
"Hmm Jerry kalau bisa nanti temanin saya ke toko buku, kalau masih tidak sibuk. " Ucap Hellen dengan penuh makna.
"Ia nak Jerry temanin cucu kakek ya. " Sambung kakek Arnold dengan bahagia karna Hellen cepat sekali akrab dengan Jerry.
"Baiklah kebetulan saya hari ini tidak ada kesibukan yang penting, saya akan temani No...Hellen." Jerry hampir saja keceplosan mujur saja kakek Arnold tidak perasan.
"Ok kalau begitu saya bersiap dulu ya baru kita keluar. " Ujar Hellen lalu melangkah menuju ke kamarnya.
Hellen memasuki kamar lalu membuat panggilan telfon ke nomor Chris.
"Halo sayang. " Ucap Chris dari seberang sana.
"By, apa by yang menghantar Jerry ke sini? " Ujar Hellen.
"Ia sayang by yang suruh dia ke situ, apa sayang keberatan? " Ucap Chris.
"Tidak keberatan by tapi lucu ya kakek kenalkan Jerry ke aku hahah oh ya, terima kasih kuenya euuunakk by. " Ucap Hellen nada manja.
"Hahah ia sayang, kalau sayang mau lagi tinggal suruh Jerry pergi beli ya. " Ucap Chris.
"Hmm ok, by lagi buat apa? " Ucap Hellen basa basi.
"Lagi rapat ni sayang, kenapa ? Kalau mau keluar ajak Jerry saja ya, nanti ada Jerry akan beri kamu kartu untuk buat kamu belanja. " Ucap Chris.
"Rapat? By lagi rapat? Ia terima kasih by. " Nada kaget dan manja.
"Ia sayang lagi rapat ni. " Ucap Chris.
"Aaaa, by tidak bilang dari awal tadi ka, oklah maaf menganggu Pak Direktur daa. " Ucap Hellen.
"Ia sayang jaga diri baik-baik nanti ada kejutan untuk sayang, daa sayang. " Ucap Chris lalu mematikan panggilannya.
Bersambung...
Coba tebak kejutan apa??
__ADS_1