
Setelay hampir dua bulan lebih, keberadaanHellen belum ada titik terangnya, tetapi Chris bersama para anak buahnya masih tidak berputus asa. Dan semakin hari juga keadaan Chris sungguh kacau dan kusut bahkan seminggu yang lalu Chris sempat drop karena kekurangan vitamin dan asupan lain juga ia mengalami tekanan darah yang sangat rendah, karna berapa bulan ke belakangan ini sejak Hellen menghilang, Chris tidak pernah tidur dengan nyenyak dan tenang di malam hari.
Doktor telah berpesan agar Chris tidak terlalu kelelahan karna hal itu bisa memperburukkan kondisi kesehatan Chris saat ini.
Tetapi bukan namanya Chris Lee jika ia akan membuang waktu yang banyak untuk beristirehat. Baginya waktu 7 hari yang lalu itu sudah banyak di sia-siakan dengan pemulihan kesehatannya.
Kini Chris berada di markas untuk mengawasi kegiatan pencarian lewat lokasi-lokasi yang sudah di targetkan oleh timnya, sekalian mendengar semua laporan-laporan dari hasil pencarian anak buahnya lewat online maupun lewat pencarian langsung di tempat yang di targetkan.
Sedang Chris asyik berbincang dengan anak buahnya untuk memperluaskan pencarian tiba-tiba Nyonya Lee menerobos masuk ke dalam ruangan Chris. Sehingga mereka yang berada dalam ruangan itu tersentak kaget lalu mereka kompak melihat ke arah pintu dan Nyonya Lee telah berdiri di depan pintu dengan tatapan dingin dan datar.
"Kalian yang lain keluar kecuali kamu Chris! Tetap berada di tempat mu itu. " Perintah Nyonya Lee dengan dingin.
Satu-satu anak buah Chris pamit keluar dari ruanganitu dan menyisakan anak dan ibu itu yang saling bertatapan dengan tatapan yang sulut di artikan. Chris sempat mengaruk belakang kepalanya yang tidak gatal apabila mamanya telah menuju ke arahnya dengan wajah datar dan dingin.
"Chris kita perlu bicara tentang Hellen. " Ucap Nyonya Lee dengan nada penekanan sambil menunjukkan wajah yang serius.
"Bicara apalagi mah? Chris tidak akan berhenti mencari Rain sampai Chris sendiri akan bertemu dengannya. " Ujar Chris karna dia tau ke mana maksud perbincangan yang di maksudkan oleh mamanya.
"Kalau Hellen benar peduli denganmu, dia tidak akan berbuat begini, ini sudah jalan 2 bulan lebih Hellen pergi tanpa kabar dan katanya akan memberi kabar nanti tapi mana?! Sekurang-kurangnya dua harus memberitahukqn kita di mana lokasinya sekarang. " Ujar Nyonya Lee dengan nada kesal.
"Dan kau sampai sakit-sakit begini memaksa diri sekali, lebih baik lupakan saja Hellen dan cari pengganti daripada kau tersiksa Chris. " Lanjut Nyonya Lee lagi dengan sinis.
"Cukup Mah ! Chris tidak mau berdebat dengan mama, Chris lakukan ini adalah demi Rain dan calon anakku keturunanku yang berada dalam kandungan Rain dan juga merupakan calon cucu mama. Apa mama tidak mau mengerti sedikit pun ? Apa mama tidak kasihan pada nasib mereka nanti kalau aku meninggalkan mereka? Apa mama benar-benar tega ? " Ucap Chris dengan frustasinya.
Nyonya Lee tidak menjawab pertanyaan Chris, karenajauh di lubuk hatinya dia juga turut berasa sangat sedih tapi di waktu yang sama dia tidak tega melihat kondisi kesehatan Chris yang sangat kacau.
Nyonya Lee memalingkan wajahnya ke sisi kiri, dia tidak ingin menatap mata Chris lag karna tatapan Chris sangat memilukan, Dia coba menahan agar air matanya tidak akan jatuh walaupun matanya sudah mulai memanas.
__ADS_1
Karna sudah tidak bisa untuk menahan air mata yang hampir jatuh, akhirnya Nyonya Lee langsung saja berdiri lalu berjalan menuju ke arah pintu, dalam benaknya dia ingin cepat keluar dari ruangan itu agar bisa menumpahkan semua kekesalan dan kesedihannya.
Berapa langkah sebelum mendekati pintu Chris memanggil Nyonya Lee dan langkahnya terhenti.
"Mah, Chris tau mama tidak akan tega, Chris tau mama masih peduli dengan Rain dan calon cucu mama. Mah, Chris hanya minta doa dan dukungan dari mama saja karena Chris yakin sebentar lagi kita akan mengetahui di mana lokasi Rain. Percayalah padaku mah, Rain masih peduli denganku cuma sekarang dia masih mengikuti alur permainan pamannya itu. " Ucap Chris dengan lirih.
Tanpa memberi jawaban kepada Chris, Nyonya Lee langsung saja melanjutkan langkahnya untuk keluar dari ruangan itu. Dengan langkah yang cepat Nyonya Lee langsung bergegas menujuk ke tempat mobilnya terparkir. Sehingga sampai di dalam mobil Nyonya Lee melepaskan semua yang menjadi bebannya dengan menangis semaunya.
"Hisk... Hisk... Hiskk... Maafin mama Chris karna minta sesuatu yang tidak wajar. Hellen anak menantuku maafin mama ya, calon cucu omq maafin oma ya.. Ya Tuhan, kuatkanlah hatiku dan hati anak dan menantuku juga calon cucuku. Jagalah mereka ya Tuhan, janganlah Engkau pisahkan mereka terlalu lama, kasihanilah mereka dan satukanlah mereka. " Ucap Nyonya Lee dengan lirih dan sangat menyayat hati.
Sopir Nyonya Lee hanya mendengar saja dia tidak ingin menganggu saat majikan dalam keadaan yang sedang meminta dengan Tuhannya. Walaupun dalam hatinya ingin menenangkan majikannya tetapi dia memilih diam karna dia melihat kekuatan seorang ibu adalah apabila dia sedang berdoa untuk anak-anaknya. Hati sopir Nyonya Lee juga mengaminkan semuanya agar keluarga Lee bisa menjadi ceria seperti dulu.
Setelah merasa puas menangis, Nyonya Lee mengarahkan kepada sopirnya untuk menghantarnya kembali ke mansion. Nyonya Lee perlu beristirehat karena hari ini dia dibuat lelah oleh pikirannya yang berkecamuk. Tapi Nyonya Lee telah berjanji dengan dirinya sendiri agar mempercayai Chris dan juga Hellen, dia menyakinkan dirinya sendiri bahwa Tuhan akan mengabulkan doa-doanya bahwa Chris dan Hellen suatu saat nanti akan bersatu dan takkan terpisahkan lagi.
****
"Sudah dua bulan lebih tapi Hellen masih saja banyak diam, bagaimana aku harus membuat dia percaya bahwa aku yang pantas berada di sisinya di banding dengan bajingan itu. Ck.. Apa aku harus membayar orang lagi untuk melenyapkan saja bajingan itu, tapi aku sudah bersumpah dan berjanji kepada Hellen bahwa aku tidak akan menganggu mereka lagi. Lalu bagaimana?! Apa harus aku lakukan? Atau aku diam-diam melakukannya hehhh yang ini pasti, Hellen juga pasti tidak akan tau. Hahaha tunggu kau Chris !! HAHAHA!! " Ucap Ellson dalam hati sambil memperhatikan Hellen yang sedang duduk di balkon sambil menatap kosong ke arah pohon-pohon yang berada di luar rumah mereka.
Ellson masih saja menyimpan dendam terhadap Chris, karna dia tidak mampu menguasai Hellen sepenuhnya walaupun Hellen kini tinggal bersama dengannya, bagi Ellson, Chris merupakan racun yang telah meresap ke seluruh jiwa raga Hellen.
Oleh itu, Ellson merencanakan sesuati agar bisa melenyapkan Chris dan Hellen bisa berpaling padanya, kali ini Ellson akan mencari beberapa oranh yang bisa di percaya tapi bukan dari kalangan pengawal ataupun orang suruhannya.
Ellson ingin menyusun rencananya rapi agar dia tidak perlu keluar dari rumah dan tidak menimbulkan kecurigaan Hellen terhadap dirinya dan kini Ellson tengah membayangkan kemenangan atas rencana yang belum di laksanakannya. Adeeehh
Memang ya orang yang ada gangguang jiwa seperti Ellson ni terlalu tinggi menghayalnya padahal rencananya saja belum dia lakukan tapi sudah memimpikan kemenangan waduuhh author ikut pusheengg..
Ellson tersenyum miring, kini dia berjalan menghampiri Hellen, Ellson memegang pundak Hellen lalu mengukirkan senyuman.
__ADS_1
Hellen merasa kaget karena pundaknya di sentuh, lalu ia melihat ke arah sampingannya dan ia mendapatkan wajah Ellson yang tersenyum melihatnya.
"Kenapa senyumannya agak aneh? Apa paman merencanakan sesuatu lagi? " Ucap Hellen dalam hati. Tapi wajah Hellen tidak menampakkan seperti ingin bertanya dia hanya menampakkan wajah datarnya saja agar setiap apa yang dia pikirkan tidak bisa Ellson baca.
Ellson melihat wajah datar Hellen seperti orang yang tidak tau apa-apa kini membuatnya berpikir bahwa Hellen tidak akan bisa mencurigai gerak geriknya. Menurutnya sekarang pikiran Hellen penuh dengan Chris saja dan anak dalam kandunganya, oleh itu dia ingin mengambil kesempatan itu.
Hehh Ellson mah tidak tau kalau Hellen sengaja buat wajah datar padahal dia lagi cari tau ckckck..
"Usia kandunganku sudah hampir masuk 7 bulan aku akan mencari kesempatan dalam waktu terdekat ini untuk menyalakan gps gelang itu tapi aku harus mematikan sistem dalam rumah ini kalau memang harus di buat dalam rumah dan aku harus bagaimana ya, Ya Tuhan bantu aku hambamu ini.. " Batin Hellen sambil menatap ke arah pohon-pohon yang berada di depan balkon tempat di mana dia sedang duduk.
"Hellen kamu sedang pikir apa sayang? " Tanya Ellson basa basi sambil meraih tangan Hellen lalu di usap-usapnya.
Hellen tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya tanpa menoleh ke arah Ellson. Hellen membiarkan saja Ellson mengusap-usap tangannya walaupun dia merasa jinik tapi memang dia harus terpaksa karna untuk terlihat bermain cantik agar Ellson tidak bisa membaca pikirannya.
"Hellen mau makan kentang goreng atau stik atau kedua-duanya? " Tanya Ellson lagi karna dia tahu Hellen sejak hamil suka memakan kedua-dua makanan tersebut.
"Kedua-duanya." Jawab Hellen singkat.
"Tunggu, apa aku harus mencari alasan dengan menginginkan sesuatu lalu paman keluar mencarinya atau aku bisa membujuk paman untuk ikut keluar dengannya, hmm memang sulit yah tapi aku yakin aku bisa keluar dari sini lalu menyalakan gps itu. Mudah-mudahan rencana kali ini tepat tapi kalau tidak bisa bagaimana aaarrgghh jangan putus asa dulu nanti aku akan coba, nak banyak sabar yah teruskan kuat di dalam ya agar kita bisa bertemu daddy. " Ujar Hellen dalam hati.
"Baiklah Paman akan menyuruh bibi untuk menyediakannya. Sebentar Paman datang lagi. " Ucap Ellson lalu mencium tangan Hellen dan langsung berlalu menuju ke arah dapur untuk mengarahkan pembantunya agar menyiapkan menu makanan yang Hellen mau.
Ellson pergi dengan sumringgah karna Hellen tidak pernah menolak dengan perlakuannya yang dia anggap romantis. Bagi Ellson itu adalah langkah utama agar Hellen bisa berpaling padanya.
Bersambung....
Halooo readerss sudah lama tidak bertemu yahh!! Maafkan author karna seriusly author mengalami banyak hal yang tidak bisa di elakkan atau di sepelekan.. Dan yahh mudah2an setelah up hari ni besoknya akan berlanjutan..
__ADS_1
Teruskan mendukung yahh readers kesayangan author muuaahhh muuaaahhh !!!