
Keesokan harinya Hellen kembali ke kediaman Kake Arnold dan dia juga meminta untuk menyelesaikan masalahnya dengan Kakek sendiri. Pada mulanya Chris tidak menyetujuinya karna takut kejadian yang sama terulang tapi Hellen menyakinkan Chris dia tidak akan seemosi seperti waktu itu.
Hellen ingin mencari kebenarannya dan masalah ini berkaitan dengan aib mendiang Ibunya. Chris akhirnya menyetujuinya karna alasan Hellen memang benar lagian dia sangat menghormati mendiang Ibu Hellen dan cuma Hellen bisa menyelesaikan masalah ini. Mereka membuat kesepakatan jikalau terjadi apa-apa Hellen harus segera menelfon Chris, Hellen berjanji akan melakukannya.
****
Kediaman utama Gramor sedang dalam kacau, karna kehilangan William yang masih belum di ketemui. Kakek Arnold mengarahkan untuk membuat pencarian dengan lebih luas lagi.
Sedang Kakek Arnold berbincang dengan Ketua pengawalnya, Hellen tiba di rumah dan menatap mereka dengan tatapan yang susah di artikan. Kakek Arnold mengarahkan pengawalnya itu pergi agar dia tidak ketahuan sedang mencari William.
Hellen berjalan mendekati Kakeknya yang sedang duduk di sofa di ruang keluarga itu. Dia menatap tajam ke arah pengawal Kakek Arnold ketika berpapasan dengannya.
"Hellen kamu sudah pulang? Nak Jerry ke mana? " Tanya Kakek Arnold memasang wajah tenang.
"Dia sudah pergi. " Jawab Hellen dingin.
"Oh sudah makan? Mari kita sarapan bersama." Ajak Kakek Arnold.
"Tidak perlu, lagian aku sudah makan. Kakek ada hal aku mau tanya. " Ucap Hellen dingin.
"Tanya? Tanya apa Hellen? " Masih berpura-pura memasang wajah dan gerak tubuh agar bisa tenang.
"Apa yang Kakek sembunyikan dari Hellen? " Tanya Hellen dengan tatapan curiga.
"Err... Kakek tidak menyembunyikan apa-apa. Kenapa Hellen sepertinya mencurigai Kakek menyembunyikan sesuatu? "
"Memang aku mencurigai Kakek dari awal dan benar saja tebakan aku. " Kata Hellen sinis.
"Maksud Hellen apa Kakek tidak mengerti, lagian Kakek tidak sembunyikan sesuatu Kakek tidak berbohong Hellen. " Ucap Kakek Arnold yang mulai berkeringat dingin.
"Tidak ada pembohong yang mengaku bahwa dia berbohong. " Ucap Hellen menyindir dengan sinis.
"Hellen Kakek tidak mengerti apa yang Hellen katakan. " Ucap Kakek Arnold membuat dirinya setenang mungkin.
"Sudahlah Kakek, Hellen sudah muak. Kakek Hellen peringati Kakek jangan coba-coba melakukan apa-apa terhadap Ayah lagi. Dan mulai sekarang Kakek bukan lagi keluarga Hellen! " Ucap Hellen dengan tegas.
Hellen mengakui bahwa dia sangat marah kepada William tapi bagaimanapun hanya William saja yang tersisa sebagai orangtua kandungnya.
Kakek mulai agak gementaran apabila Hellen mengatakan kata-katanya tadi.
"Hellen tenang nak, Kakek tidak melakukan apa-apa pada Ayahmu. " Ucap Kakek masih ingin menutupi semua perbuatannya.
"Hellen sudah tau, Kakek orang yang bejat! Hellen menyesal sudah menghargai Kakek selama ini padahal Ibu menderita! Dan sekarang jikalau Kakek berani menyentuh Ayah sedikit pun, Hellen akan membalasnya berlipat-lipat. " Ucap Hellen nada tinggi dan tegas.
__ADS_1
Manik mata Hellen menyala-nyala, dia tidak bermain-main dengan kata-katanya barusan.
Hellen menatap Kakek Arnold dengan intens.
"Hellen tunggu dulu biar Kakek jelaskan semuanya. Tolong Kakek akan jelaskan. " Ucap Kakeknya ingin merayu Hellen.
"Kau bukan Kakek aku! Aku membencimu dan tidak perlu kau jelaskan, semuanya ada buktinya! Kau pria yang bejat ! " Ucap Hellen lalu pergi setengah berlari keluar dari kediaman rumah Kakek Arnold.
Hellen meninggalkan Kakek Arnold sendirian di tengah ruang keluarga itu dan dia tidak mempedulikan panggilan Kakek Arnold karba baginya Kakek Arnold seorang manusia yang hina juga tidak layak di hormati maupun di hargai.
Hellen keluar untuk menyendiri. Dia berjalan kaki di lorong yang sepi. Pikirannya sungguh kacau dia tidak bisa berpikir jernih dia cuma butuh waktu sendiri. Tanpa Hellen sadari ada dua orang pria sedang mengikutinya. Sehingga dia merasa seperti ada orang di belakangnya. Hellen berhenti berjalan lalu menoleh kebelakang.
Hellen tidak sempat melihat orang yang berada di belakangnya karna mereka langsung membekap mulut Hellen sehingga Hellen pingsan karna kain yang di gunakan sudah di semprot dengan obat bius dan langsunv menutup mata Hellen menggunakan kain hitam. Hellen di bawa pergi oleh kedua orang lelaki itu ketika dia sudah tidak menyadarkan dirinya.
BRUGHHH!!
Semua pengawal yang berjaga di kediaman Kakek Arnold di tumpaskan oleh anak buah Chris. Chris dengan wajah yang sangat murka memasuki kediaman dan kebetulan Kakek Arnold sedang bergegas untuk menuju ke pintu utama kini berdiri tercengang.
"Kau mau apa ke sini? Jangan-jangan kau yang membuat rusuh di luar kediamanku. " Ucap Kakek Arnold dingin.
"Memang aku jadi kenapa hahh?! Lebih baik kau lepaskan Rain sekarang! Kau pasti mengurungnya seperti mengurung Tuan William kan !! " Ucap Chris nada tinggi sehingga bergema.
"Aku tidak mengurung Hellen dan apa urusan kau dengan Hellen ! " Balas Kakek Arnold sedikit membentak.
"Cari di setiap sudut rumah ini juga di luar dan dalam jangan ada satu sudut pun yang tertinggal cepat! " Arahnya kepada anak buahnya dan anak buah bergegas pergi.
"Lebih baik kau mengaku di mana kau sembunyikan Hellen ! " Ucap Chris membentak.
"Sial kau, akut tidak menyembunyikan cucu ku sendiri, dan Hellen dengan kau sudah berakhir dia akan menikah dengan seseorang yang sudah aku tetapkan! " Ucap Kakek Arnold membalasnya dengan nada marah.
Tiba-tiba Jerry muncul dari belakang.
"Jerry, Jerry tolong Kakek orang ini menuduh Kakek menyembunyikan calon istrimu. " Ucap Kakek Arnold meminta pertolongan kepada Jerry.
Chris yang mendengar ucapan Kakek Arnold itu menjadi semakin berapi-api, dia menatap tajam ke arah Kakek Arnold.
"Jerry! Jelaskan! " Ucap Chris dingin.
"Baik. Maaf Kakek Arnold mungkin selama ini Kakek salahfaham, saya dari awalnya adalah orang bawahan Tuan Chris, hubungan saya dengan Nona hanya sebatas pengawal pribadi." Ucap Jerry menekan setiap kata-katanya.
"Tapi Hellen kan hamil anak kam... Berarti anak yang di kandung oleh Hellen adalah anak kau! " Ucap Kakek Arnold sambil menunjuk wajah Chris.
"Memang anak aku! " Ucap Chris dingin.
__ADS_1
"Sial bajingan seperti kau aku tidak akan pernah merestui kalian! " Ucap Kakek Arnold mulai marah.
"Aku dan Rain tidak butuh restu dari seseorang yang mengaku Kakek tapi perlakuannya sungguh bejat! Lebih baik kau serahkan Rain kepadaku sebelum aku membuat perhitungan! " Ucap Chris masih dalam keadaan sangat murka.
Anak buah Chris melaporkan bahwa tidak ada keberadaan Hellen di dalam mau pun luar kediaman ini. Chris mulai gementar darahnya berdesir dengan cepat.
"Jerry cek semua Cctv di jalan-jalan maupun di lorong dan gang yang kecil! " Ucap Chris.
Chris membawa paksa Kakek Arnold untuk ikut dengannya. Dan semua pengawal Kakek Arnold juga di bawa.
****
Seseorang telah menyiram air ke wajah Hellen. Hellen menjadi kaget dan membuka matanya walaupun agak sedikit buram tapi dia bisa mengenal wajah yang berdiri di depannya. Hellen kini sedang diikat di kursi.
"Aulie, Jaqleen apa yang ingin kamu lakukan kepadaku? " Ucap Hellen serak.
Plakkk..
Pipi kiri Hellen di tampar dengan kuat oleh Jaqleen dan Aulie mulai menyeringai karna melihat Hellen yang tidak berdaya. Aulie menyuruh Jaqleen melepaskan semua kemarahannya.
Hellen mengeluarkan air matanya karna merasa pipinya mulai panas karna tamparan yang di lakukan oleh Jaqleen berulang kalinya.
"Hei ****** tidak guna kau menangis! Tiada siapa yang akan menyelamatkanmu mau Chris sekali pun HAHAHAHA. " Ucap Jaqleen sambil tertawa mengejek.
"Maaf ya adik tiriku, aku cuma ingin membalas semua dendam padamu, dan aku akan membiarkanmu membusuk di sini HAHAHA. " Ucap Aulie dengan nada sinis.
Aulie memukul kaki Hellen dengan kuat menggunakan kayu sehingga suara pekikan kesakitan Hellen terdengar. Kedua kaki Hellen merasa sangat sakit dan mulai melebam.
Hellen menguatkan dirinya untuk bertahan demi anak dalam kandungannya. Mujur saja Jaqleen dan Aulie tidak mengetahui tentang kehamilan Hellen, kalau tidak pasti Hellen bakal dibuat kehilangan anaknya.
"Sudah dulu untuk siang ini Jaqleen. Kita tinggalkan saja di sini karna kalau kelamaan bisa ketahuan kita. " Ucap Aulie lalu pergi dari tempat yang mengerikan itu.
"Baiklah kita pergi yuk, lagian sudah lapar ni. " Ucap Jaqleen langsung saja meninggalkan Hellen sendirian di tempat itu.
"Di mana ini, bagaimana aku harus mengabari Chris kalau aku di sini. **isk...iskk** Kalau aku mendengarkan Chris pasti ini semua tidak akan terjadi, Hellen kenapa kau bodoh sekali. Huhh aku harus bertahan, nak bertahan ya Mommy akan cari jalan keluar untuk kita, kamu yang baik-baik di dalam ya, Mommy yakin Daddy dan Oma bisa ketemu kita. " Gumam Hellen dalam hatinya dan airmatanya mulai mengalir dengan deras karna menahan kesakitan dan katakutannya.
****
Nyonya Lee marah kepada Chris karna hal ini berlaku tanpa pengetahuannya, Nyonya Lee juga mengancam Chris jika terjadi sesuatu kepada Hellen dan anak dalam kandungannya Chris akan mendapat hukuman darinya.
Sedang mereka menunggu informasi dari anak buah Chris. Nyonya Lee teringat akan gelang kaki yang pernah dia belikan untuk Hellen. Dia langsung saja mengambil laptopnya dan membuka gps dan mulai mencari di mana Hellen berada. Nyonya Lee berdoa agar Hellen tidak melepaskan gelang kaki pemberiannya itu karna gelang kaki itu ada terpasang alat pelacak yang bisa dilacak gps.
Benar saja Nyonya Lee menemukan dimana gelang kaki itu berada. Nyonya Lee menunjukkan kepada Chris lalu memberitahunya tentang gelang kaki itu dan menyuruhnya segera ke alamat tersebut untuk melihat apakah benar itu adalah Hellen.
__ADS_1
Chris langsung saja mengerahkan anak buahnya yang berada di luar untuk segera pergi duluan ke alamat yang di berikan oleh Nyonya Lee. Dia juga bergegas karna pergi untuk melihat apakah di sana benar-benar ada Hellen. Chris hanya berharap tidak terjadi sesuatu kepada Hellen dan kandungannya karna tempat yang akan mereka pergi itu agak jauh dari kota dan berada di sebuah gudang sudah lama di tinggalkan.
Bersambung...