DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 71 Liku-liku Hidup


__ADS_3

Chris tidak bisa berbuat apa-apa, badannya terasa sungguh kaku, setiap perkataan yang di tulis oleh Hellen di dalam surat untuknya membuat Chris sering terbayang di saat dia mencueki Hellen karena kesal.


Kembali ke isi surat yang di tulis Hellen.


Kepada suamiku yang tercinta,


Maafkan aku By, tidak ada niat sedikit pun untuk meninggalkan By dan memisahkan By dari anak kita.


By...


Selama By mencueki aku, aku tau By sebenarnya sungguh kesal dan terpaksa berbuat begini, hanya supaya aku bisa membuat kesimpulanku sendiri.


Yah, aku sudah membuat kesimpulannya dan jawabannya adalah saat By membaca surat ini mungkin aku sudah tidak berada di sini.


Maafkan aku By, aku tidak mau Pamanku mencelakai By lagi dan merenggut nyawa anak buah kita, sungguh aku merasa bersalah jika itu terjadi lagi, aku tidak akan bisa memaafkan diriku jika aku melepaskan Paman ku pergi sendiri dan akan membuat ulah begitu lagi.


Paman Ellson hanya mau diriku mengikutinya, dan aku juga sudah memeriksa ke rumah sakit di mana pernah Paman di rawat dulu, memang benar kata-kata By bahwa Paman ada kelainan jiwa.


Oleh itu, aku memilih mengikutinya dan akan membuat perjanjian dengannya agar tidak menganggu kehidupan By dan anak buah By.


By aku akan mengikuti Paman mungkin jauh dari tempat ini, tapi aku percaya By bisa menemukan kami. Lagian aku sedang membawa gelang pemberianmu.


Akan ada saatnya aku menggunakan gelang, sekarang By tidak usah terlalu larut dalam kesedihan, aku cuma memberi Paman waktu untuk tenang dan merasa aman.


By pasti mengerti maksudku kan? By jangan pernah berpikir aku benar-benar akan berpisah denganmu dan anak kita ini. Karna sampai saatnya By akan menemaniku saat aku melahirkan anak kita dan kita akan hidup bahagia bertiga.


Selama jauh dari By,aku janji akan menjaga anak kita dengan baik begitupun dengan diriku. By jaga dirimu baik-baik, jangan minum alkohol. Ingat tu! Aku akan mengabarimu nanti.


Salam kasih sayang, salam cinta untukmu dari aku dan anakmu di sini.


Hellen Rain Gramor...


****


Chris memanggil Jerry untuk meluaskan pencarian mereka tetapi harus di lakukan secara diam-diam. Dan gelang yang di maksudkan oleh Hellen adalah gelang di mana Chris pernah memberikan kepada Hellen untuk langkah berjaga-jaga jikalau terjadi sesuatu. Gelang tersebut akan otomatis aktif jika Hellen memakainya karna dilengakapi oleh sensor kulit Hellen dan gpsnya.


Chris mengaktifkan loceng sinyal gps, karna dia tidak mau terlepas sedetik pun tentang keberadaan Hellen.


Chris menatap foto Hellen yang berada di ruangan kamar mereka. Dia merasa bersalah kerna telah melibatkan Hellen, dan janjinya kepada Hellen tidak pernah terpenuhi. Chris mendekat ke arah foto Hellen lalu mengambilnya foto tersebut.


Chris mencium foto tersebut agak lama. Sudah lebih 17 jam Hellen meninggalkannya demi keselamatan dirinya. Kini Chris merasa sangat merindukan sosok Hellen.

__ADS_1


"Kau sungguh tidak bisa di tebak Sayang, maafkan aku telah mencuekimu semalam. " Ucap Chris lalu mengusap foto Hellen.


"Maaf Sayang, aku tidak akan membiarkanmu pergi terlalu lama, dan aku sendiri akan turun untuk pergi mencarimu. " Gumam Chris dalam hati.


Chris keluar dari kamarnya lalu mencari Papanya. Chris ingin meninggalkan kantornya dalam beberapa minggu dan berharap Papanya bisa menjadi backupnya.


Tuan Lee menyetujui ucapan Chris dan untuk berapa minggu ke depan dia akan memimpin perusahaan Chris sehingga Chris kembali.


Nyonya Lee sempat tidak menyetujuinya tetapi Chris menyakinkan sang ibu untuk tidak menyalahkan Hellen dan Hellen melakukan ini semua adalah demi keselamatan dia sendiri. Akhirnya Nyonya Lee mengiakan ucapan Chris.


Chris melontarkan senyuman hangat kepada kedua orangtuanya dan kini dia berjalan menuju ke luar kediaman lalu menaiki mobil yang sudah di sediakan oleh pengawalnya. Chris menyetir mobil sendiri lalu menuju ke markas mereka.


Chris hendak tau hasil pencarian mereka sudah sampai di mana, sehingga sampai di markas. Chris langsung saja masuk dan menuju ke ruang IT.


"Bagaimana? " Tanya Chris yang tiba-tiba muncul di belakang anak buahnya yang sibuk mengotak atikkan papan kekunci komputer mereka.


"Maaf Tuan, tidak ada informasi berkaitan dengan Nona di sambungan talian telfon perusahaan Ellson, dan sekarang kami sedang memasuki talian telfon pribadi seorang sekretaris Ellson. " Ucap anak buahnya yang memimpin tim TI.


"Baiklah teruskan dan senantiasa kirim hasil laporan yang di dapati. " Ucap Chris dengan suara yang datar dan kelihatan tenang.


"Baik Tuan. " Jawab mereka serentak.


Sebenarnya anak buah Chris merasa aneh karna baru tadi siang Chris mengamuk seperti orang yang ingin menghabisi nyawa mereka tapi kini terlihat lebih tenang. Apapun mereka tidak ingin membuat wajah penasaran karna lebih baik bersyukur karna tidak di bentak dan di ancam bunuh oleh Chris.


****


William menatap Aulie yang ranjang rumah sakit itu, setelah meminum obatnya Aulie kembali tertidur. Rieta yang masih tersendu-sendu melihat Aulie kini menatap nanar ke wajah yang penuh luka itu.


Sewaktu Aulie bangun dan mendapati bahwa kakinya sudah di amputasi sempat mengalami histeris tetapi dia tiba-tiba teringat akan ancaman Chris padanya membuatnya menjadi diam dan tatapan matanya mulai kosong.


"Will kita harus cari tau siapa yang melakukan ini lepada putri kita! " Ucap Rieta dengan nada perlahan karna tidak ingin putrinya terbangun.


"Kita harus cari ke mana Rieta? Apalagi sekarang Aulie telah membunuh orang lain dan mereka punya saksi mata. Kita bisa buat apa? " Ucap William, dia sadar mungkin anaknya telah menyenggol orang yang salah.


"Cih! Aku tidak percaya, kalau kau tidak mau cari aku yang akan cari dan akan membalas dendam untuk putriku! Dan kau Will, kau memang ayah yang tidak bisa melindungi anak perempuanmu! Ingat Aulie juga anak kandungmu, jangan sampai Aulie juga menelantarkanmu seperti anak kandungmu yang bajingan itu! " Ucap Rieta dengan penuh amarah.


William mendengar perkataan Rieta, langsung berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruang inap Aulie. William tidak mau berdebat dengan Rieta apalagi dalam keadaan begini. William menarik nafas kasar, dia memikirkan keadaan Aulie dia kuatir takut terjadi sesuatu di luar nalar pikiranya. Sedangkan tentang Hellen, kini William telah betul-betul melepaskannya karna dia telah mempercayai Chris untuk menjaga Hellen.


Sebaliknya William tidak tau apa yang terjadi kepada Hellen dan penyebab Aulie di amputasi. Dan semua itu adalah karna Aulie telah bermain-main dengan Chris yang dia kira mudah di taklukan.


William duduk termenung di kursi ruang luar ruang inap Aulie. Dia pengen sekali untuk mencari tau siapa di balik semua ini, sekurang-kurangnya hatinya bisa lega dan bisa mengetahui adakah benar Aulie telah membunuh orang.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang memegang bahu William. Williamtm tersentak kaget lalu menatap wajah orang itu.


"Tuan Gerry? " Ucao William.


Tuan Gerry lebih tepatnya Gerry Lee adakah kalian masih ingat nama asli dari Papa Chris ? Dan benar yang datang adalah Papa Chris.


"Ya. Tuan Will banyakin sabar ya. " Ucap Tuan Lee kepada William.


"Bai... Ehh dari mana Tuan Gerry tau, apa jangan-jangan.... " William tidak melanjutkan kata-katanya, dia menutup mulutnya menggunakan tangannya lalu berdiri dan berjalan mundur.


Tuan Lee mengukirkan senyum di bibirnya lalu menggelengkan kepalanya.


"Saya tau, karna korban yang meninggal di tempat adalah anak angkat yang saya jaga dan saya ajar setelah itu mereka memilih menjadi pengawal Chris. Mereka ada bertiga Tuan Will dan saya tau hal ini dari rumah sakit yang menyatakan pelaku juga sedang berada di rumah sakit berada dalam keadaan kritis dan saya tau pelakunya itu adalah Aulie makanya saya datang. " Terang Tuan Lee.


Mendengar perkataan Tuan Lee, William merasa kakinya tiba-tiba melemas dia segera menghempaskan bokongnya di tempat duduk tadi. Dia menarik nafas panjang lalu mulai merasa gementar.


Tiba-tiba Rieta keluar dari ruang inap Aulie dengan tatapan tajam menuju ke arah Tuan Lee. Rieta sebenarnya mendengar penyataan Tuan Lee dan dia tidak bisa menerimanya dengan begitu saja.


"Kau pembohong! Aku tau kau dan anak sialan mu itu yang melakukan ini pada anakku! " Ucap. Rieta nada membentak sambil menunjuk wajah Tuan Lee.


William yang melihat sikap istrinya langsung menangkap istrinya.


"Lepaskan aku William, aku harus beri pelajaran kepada mereka yang membuat anakku cacat seumur hidup!! " Ucap Rieta yang memberontak dalam pelukan William.


"Diam Rieta!! " Jawab William


"Tidak aku tidak akan diam! Aku akan melaporkan hal ini dan mendapat keadilan untuk Aulie ! " Ujar Rieta yang masih saja memberontak.


"Baiklah silakan lapor tapi jangan salahkan siapapun kalau anak anda haru berada di penjara dalam keadaan begitu. " Ucap Tuan Lee lalu pergi dari tempat itu dengan langkah yang gagah dan tegas.


Rieta melonggo mendengar ucapan Tuan Will.


"Tidak, tidak Aulie tidak boleh masuk penjara. " Gumam Rieta tapi masih bisa di dengar oleh William.


"Sudahlah kita tidak bisa buat apa-apa. Setelah Aulie bisa keluar kita akan pergi dari kota dan tinggal jauh dari orang-orang agar Aulie merasa aman dan tidak ada yang bisa menuntutnya lagi. " Ucap William dan di anggukki cepat oleh Rieta karna dia tidak mau anaknya masuk ke dalam penjara.


Bersambung...


Maaf yah readers berapa hari tidak update karna authornya super duper sibuk dalam persiapan natal ini..


Harap terus mendukung yahh readers kesayangan !!

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit yahh!!


__ADS_2