DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 52 Misi Pencarian Hellen


__ADS_3

Hellen duduk di kursi panjang balkon yang bersebelahan dengan kamar. Dia melihat pemandangan yang baginya sungguh memukau karna di sekitar rumah itu karna kawasan sekitar rumah itu adalah kawasan pergunungan dan cuma memiliki beberapa buah rumah dan keluarga saja.


Yang menjadi buah pikiran Hellen adalah bagaimana hendak menghubungi Chris, dia tau lelaki itu mungkin berada dalam keadaan kacau sekarang tapi terbesit sedikit pikiran tentang foto yang ditunjukkan oleh Ellson kepadanya.


Hatinya memang tidak bisa menipu walaupun terdapat sakit hati terhadap Chris tetapi Hellen coba yakin bahwa kini Chris sedang mencarinya, walaupun ini sudah hampir masuk dua minggu dia berada di tempat ini yang dia sendiri tidak tau tempat ini berada di bagian mana di Negara X.


Ellson mencari Hellen sehingga harus menuju ke kamarnya lalu mengetuk kamar Hellen tetapi tidak ada balasannya, baru saja dia hendak putus asa, dia berjalan ke samping kamar Hellen dan menangkap sosok Hellen yang sedang melamun.


"Hellen." Panggil Ellson lembut.


"Ya Paman? " Jawab Hellen yang sedikit kaget.


"Kamu kenapa nak? Ko bisa kaget gitu? "


"Tidak Paman, "


"Hellen....kata bibi kamu belum makan dari pagi, kenapa nak? Kamu juga harus jaga kesehatan kamu lihat perut kamu saja suda mengembang gitu, kamu nggak kasian ya sama anak yang di dalam sana. " Ucap Ellson lagi seraya memujuk Hellen agar mau makan.


"Lagi tidak selera Paman, nanti kalau lapar Hellen akan makan. " Jawab Hellen tertunduk.


"Jangan begitu Hellen, kamu jangan tunggu lapar. " Masih coba membujuk Hellen.


"Kenapa sih Paman? Bukannya Paman tidak suka dengan anak ini. Kenapa sekarang sok perhatian? " Tiba-tiba Hellen membentak.


****


Flashback.....


Kejadian sewaktu Hellen pingsan tiba-tiba setelah banyak menangis. Ellson memanggil doktor pribadinya untuk memeriksa Hellen karna dia sangat khawatir dengan Hellen yang tiba-tiba saja tidak sadarkan diri.


Doktor pribadinya memeriksa Hellen dengan seksama dan mendapati bahwa emosi Hellen sedikit terganggu dan ini memicu ketidak sadaran Hellen karna Hellen sedang berada hamil yabg di tebaknya kemungkinan usianya baru mau menginjak 3 bulan.


Mendengarkan perkataan Doktor pribadinya, Ellson menggenggamkan kedua tangannya karna hampir tidak percaya dibuatnya.


"Berarti bajingan kecil itu sudah merusakkan ponakanku, cihh aku tidak terima. " Gerutu Ellson dalam keadaan marah.


Setelah tidak sadarkan diri selama hampir 2 jam, kini Hellen bangun dan perlahan-lahan mengambil posisi duduk. Kebetulan Ellson juga masuk ke kamar tempat Hellen di rawat dan Ellson masih dalam mode marahnya.


"Sudah bangun? Hmmm Hellen apa kau harus jelaskan pada Paman? Ada apa dengan kehamilan kau ini? Anaknya Chris bajingan itu?" Ucap Ellson tanpa basa basi.


"Paman cukup jangan panggil Chris bajingan, apapun dia tetap Ayah kepada anak ini. " Ucap Hellen dengan nada sedikit tinggi.


"Dia memang bajingan entah sudah berapa banyak wanita yang tidur dengannya dan berapa banyak anak yang telah dia hasilnya, apa kau mau suatu saat di buang olehnya setelah ia bosan?! Pikirkan Hellen, Paman tidak mau kau terjebak dengan cinta palsunya semata-mata dan juga anak ini singkirkan saja. " Ucap Ellson seperti sudah kehilangan akalnya dan tidak memikirkan lagi perasaan Hellen.

__ADS_1


"Sudah!! Paman keterlaluan!!! Aku tidak minta Paman untuk menjaga anak ini!!! Apapun yang Paman katakan tidak akan aku lakukan!! Mau dia tinggilan Hellen mau biarkan Hellen dan anak ini hidup susah tidak apa karna anak ini tidak punya dosa!!! " Hellen membentak Ellson.


Ellson agak kaget apabila mendengar bentakan dari Hellen, mau tidak mau dia langsung saja keluar dari kamar Hellen. Karna dia tidak mau terlalu menyakiti Hellen walaupun benar kata Hellen bahwa dia telah keterlaluan dalam ucapannya.


Flashback End.....


****


"Hellen Maafkan Paman ya. Tapikan katamu kau ingin menjaga anak ini dan bukan begini caranya nak. Bagaimana caranya kamu menjaganya kalau kamu sendiri tidak mau makan, anak ini perlu nutrisi. " Ujar Ellson masih membujuk Hellen.


"Apa Paman sudah tidak keberatan dengan anak ini. " Tanya Hellen sambil menatap dalam-dalam manik mata Ellson.


"Tidak nak, Paman akan menerima kamu dan anak ini asalkan kamu bahagia dan menjauh dari lelaki seperti itu. " Ucap Ellson dan memberi Hellen senyuman yang hangat.


Hellen menatap manik mata Ellson, dia mencari kebohongan tetapi dia tidak menemukannya, Hellen menghela nafas lega.


"Baiklah sekarang kita makan ya, Paman sudah belikan kamu bermacam jenis buah, nanti kalau mau makan atau buat jus mintalah pada Bibi ya. " Sambung Ellson lagi yang mendapatkan senyuman tipis dari Hellen.


"Baiklah Paman. " Hellen mengangguk lalu mengikuti ucapan Pamannya.


Mereka pun menuju ke ruang makan untuk memakan makanan siang yang telah di sediakan oleh pelayan rumah itu.


Walapun kini Hellen lebih memilih banyak diam, Ellson tidak sedikit mempermasalahkan hal itu yang penting adalah Hellen sudah tidak memberontak seperti beberapa hari yang lalu.


Pihak berwajib melakukan pencarian sehingga ke kawasan pedalaman dan di pinggir pergunungan yang terdapat sedikit saja penduduknya.


Sehingga sampai di desa tempat Ellson dan Hellen berada, Pihak berwajib mendatangi desa itu dan berjumpa dengan Kepala desa di situ lalu menanyakan tentang foto wanita dan itu tetapi Kepala desa mengatakan bahwa tidak ada wanita seperti itu di desa mereka, dan Kepala desa juga menyakinkan kepada Pihak berwajib bahwa itu benar dan mengizinkan untuk memeriksa ke seluruh rumah dan tempat di situ.


Pihak berwajib pun melakukan pemeriksaan di semua rumah termasuk di rumah Ellson, dan Ellson yang sudah mengetahui hal itu dari para pengawalnya langsung saja pura-pura membawa Hellen ke ruang bawah tanah yang bersuara kedap.


Alasannya adalah memperlihatka perpusatakaannya yang dia buat di bawah tanah, walaupun Hellen sebenarnya malas untuk bergerak dari kamarnya tapi setelah di yakinkan oleh Ellson akhirnya dia mengikutinya juga ke ruang bawah tanah.


Sewaktu Pihak berwajib memeriksa rumah Ellson, pelayan di sana yang menyamar sebagai tuan rumah juga pura-pura beramah tamah dengan Pihak berwajib itu, sehingga mereka tidak menemukan apa-apa mau pun mencurigainya mereka langsung saja pamit untuk pergi.


Akhirnya Pihak berwajib keluar dari desa terpencil di pinggir pergunungan itu karna merasa wanita yang di cari itu tidak berada di sana.


Mereka melaporkan kepada Chris bahwa belum ada hasil dari pencarian mereka dan mereka juga akan meneruskan untuk mencari di kawasan pedalaman yang lain.


Chris yang berada di Villa Negara X sudah kelihatan seperti orang yang tidak terurus. Chris banyak menhabiskan waktunya dengan meminum alkohol walaupun telah di larang oleh Nyonya Dan Tuan Besar Lee, Chris masih saja melakukannya.


Kebiasaannya untuk mencari seseorang itu adalah hal mudah bagi Chris tapi kini dia mencari orang yang sangat misterius baginya karna di setiap data pribadi Ellson cuma ada nama dan pekerjaan saja tidak ada hal menceritakan apa-apa tentang dirinya dan itu yang membuat Chris dan para anak buahnya kesusahan.


Nyonya Lee yang tidak tega melihat Putra sulungnya seperti itu, akhirnya dia coba berbincang dengannya.

__ADS_1


"Chris." Panggil Nyonya Lee.


"Hmm." Jawab Chris.


"Huhh Sayang kamu yang sabar ya, Mama tau ini sulit bagimu apalagi ini berkaitan dengan Hellen dan anakmu, Mama tau kamu khawatir tapi jangan sampai begini dong, kamu menolak untuk makan tapi kamu meminum minuman begini apa kamu pikir baik untuk kesehatan? Hmm kalau Hellen tau kamu begini pasti dia akan sedih. " Ucap Nyonya Lee yang ingin membujuk anaknya.


"Hmmmm........Mahh, apa Mama yakin Hellen akan sedih? " Tanya Chris dengan ragu.


"Sangat yakin nak. Kamu tau dulu waktu kamu masalah dengan Jaqleen itu dia menangis di pantai sehingga matanya sembab, seperti kamu sekarang. " Ucap Nyonya Lee lagi.


"Mah, apa Chris akan menemukannya lagi, tapi Chris.....ti **hisk..hisk** dak yakin Mah. " Ucap Chris dan akhirnya air matanya lolos lagi di depan Nyonya Lee.


Nyonya Lee yang merasakan kesedihan yang Chris rasa langsung saja memeluk Chris lalu mengusap punggungnya.


"Mama yakin sayang, makanya Kamu juga harus yakin. " Nyonya Lee ikut menangis karna tidak menahan dengan kesedihan Putra sulungnya itu.


Setelah merasa puas meluapkan kesedihannya, Chris yang di gandeng oleh Nyonya Lee pergi ke ruang makan untuk memakan makanan malam yang sudah di hidangkan di meja makan.


Bagaimanapun Chris masih saja merasa sedih dan merasa kehilangan, tapi dia tetap berusaha untuk menelan semua makanan karna dia juga tidak mau membuat Hellen sedih jika mengetahui hal ini.


Tuan Lee, Papa Chris sudah berjanji akan membantunya karna hal ini adalah mengenai anak menantu dan cucunya. Dengan banyak rencana yang telah di sediakan terpaksa Chris dan Papanya akan turun sendiri ke lapangan untuk mencari.


"Mama juga mau ikut dong Pa. " Ujar Nyonya Lee.


"Ma, mungkin ini banyak resikonya, Mama di rumah saja ya. Nanti Papa suruh Tina pulang untuk temani Mama ya. " Ucap Tuan Lee seraya memujuk istrinya yang mulai kelihatan cemberut.


"Benar Mah, Mama di sini saja ya, Chris dan Papa yakin akan cepat bertemu dengan Rain, Mama tidak usah khawatir. " Ucap Chris dengan mengukirkan senyuman hangatnya.


"Hmm baiklah-baiklah tapi kalau ada apa-apa hubungi Mama ya. " Akhirnya Nyonya Lee mengiyakan juga.


Tuan Lee dan Chris bersama anak buahnya memulaikan pencarian di sekitar kawasan desa pedalaman. Mereka berpura-pura ingin mencari kawasan untuk membangunkan sebuah kantor cabang di kawasan pedalaman dan kawasan pergunungan.


Chris dan Tuan Lee tidak keluar dari mobilnya dan hanya mengitar kawasan itu melalu siaran langsung yang di buat oleh beberapa orang anak buahnya, hal ini adalah untuk mengelak dari para anak buah Ellson.


Sehingga tiba di kawasan pinggir pergunungan, hati Chris tiba-tiba merasa suatu getaran.


"Perasaan apa ini, kenapa hatiku merasa ada sesuatu di sini, hmmm apa Rain ada di sini? " Ucap Chris perlahan.


Bersambung...


Maaf readers hari ini satu bab saja karna author lagi demam dan belum fit. Mohon dukungannya yah readers kesayangan author..


Jangan lupa Like, Komen dan favorite !!

__ADS_1


__ADS_2