DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 66 Hellen tidak percaya


__ADS_3

Chris menatap tajam ke arah Ellson.


"Aku sudah tau semuanya, kenapa kau sungguh mengincar istriku Rain. " Ucap Chris sinis.


"Sial dia bukan istrimu bajingan! Dia ponakan kesayanganku dia milikku! " Ellson mulai membentak lagi apabila dia mendengar ucapan Chris.


Hatinya tidak terima jikalau Chris sudah memiliki Hellen, karna Hellen merupakan obsesinya. Kenapa selama ini dia tidak pernah menikah adalah kerna ingin memiliki Hellen sebagai pendampingnya walaupun itu ada sesuatu yang tabu dalam hubungan kekeluargaan yang mereka miliki.


Ellson tetap bersikeras untuk mendapatkan Hellen, karna yang paling menarik menurutnya adalah pesona Hellen sama seperti Erika kakak kandungnya. Hal itu membuat Ellson sering membayangkan hal aneh dan bisa di katakan Ellson mempunyai kelainan.


"Rain bukan milik kau! Dia istriku! " Ucap Chris nada tinggi.


Hellen masih merasa bingung dengan perbicaraan Chris dan Ellson. Hellen juga merasa sedikit kesal dengan Chris karna Chris tidak menjawab pertanyaannya tadi. Hellen sudah merasa hilang sabar dan akhirnya berbicara dengan nada berteriak.


"TUNGGU!!! KAMU BICARAKAN APA HAHHH!!! KENAPA AKU TIDAK MENGERTI!! " Ucap Hellen dengan nafas ngos-ngosan karna merasa agak capek setelah berteriak.


Serentak Ellson dan Chris kaget dan memandang Hellen dengan wajah yang sangat terkejut. Chris cepat memegang kedua pundak Hellen karna khawatir melihat Hellen yang bernafas satu-satu.


"Sayang kenapa kamu teriak begitu? " Tanya Chris dengan lembut.


"Ya kalau aku tidak teriak berarti tidak ada yang akan menjawab pertanyaanku. " Jawab Hellen dengan ketus.


"Maaf Sayang, By juga terlalu terbawa emosi tadi sehingga mengabaikan pertanyaan Sayang. " Ujar Chris sambil menenangkan Hellen.


"Ya tidak apa, tapi By, aku mau dengar sebenarnya ada apa ini? " Kata Hellen dengan penasaran.


Ellson yang melihat interaksi pasangan itu hanya mampu mengerutu di dalam hati. Memang terdapat rasa cemburu tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karna tangannya tengah diikat begitu juga dengan kakinya. Mau tidak mau dia hanya membuang muka saja daripada harus melihat pasangan itu.


Hellen meminta penjelasan dari Chris, mulanya Chris merasa ragu tetapi dia kira dia harus memberitahukan hal ini kepada Hellen apalagi tujuan Ellson ini adalah sesuatu yang di luar nalar pikiran semua orang.


"Begini Sayang, huhh sebenarnya Paman Ellsonmu ini tidak menganggapmu sekadar keponakan tapi dia ingin menjadikanmu miliknya. Dulunya dia menyimpan perasaan kepada mendiang Ibumu. Tapi Ibumu telah menikah Tuan William, dan Pamanmu ini juga hampir membunuh Tuan William karna tidak terima dengan pernikahan mereka. Dari itu Pamanmu dinyatakan mengalami penyakit jiwa iaitu terobesesi dengan sesuatu dan sanggup melakukan tindakan ganas yang mengancam nyawa. " Chris menerangkan kepada Hellen.


Mata Hellen membulat sempurna mendengar penjelasan dari Chris, seperti dia susah untuk percaya dengan apa yang di katakan oleh Chris karna selama ini Ellson tidak pernah menunjukkan atau berbuat sesuatu yang aneh kepadanya.


"Lalu mendiang Ibumu sempat mengusir Pamanmu tapi dia telah bersumpah akan mengambil dirimu suatu saat nanti. Kalau Sayang tidak percaya, By punya bukti dan rekaman dari percakapan By dan Kakek Arnold. " Chris yang bisa membaca wajah Hellen seperti tidak percaya akan semua ucapannya akhirnya terpaksa mengeluarkan bukti rekaman suara Kakek Arnold.


Hellen mendengar rekaman suara Kakek Arnold lalu dia menggelengkan kepalanya, Hellen menatap ke arah Ellson ingin mencari jawapan dari wajah pria tersebut.


"By bagaimana By bisa percaya dengan perkataan Kakek Arnold? Dia sudah pernah menipu kita By! Apa By terlalu ingin mencari kesalahan sehingga terpaksa melakukan hal begini. " Ucap Hellen dengan tegas dan tidak percaya.

__ADS_1


"Sayang percayalah ini bukan rekaan saja tapi masih...... " Belum habis Chris hendak mengungkapkan katanya Ellson langsung memotongnya.


Ellson merasa seperti menang kali ini karna dia merasa Hellen membelanya. Apalagi wajah Hellen jelas menunjukkan ketidakpercayaannya terhadap cerita dan rekamam suara Kakek Arnold. Ellson mulai menyeringgai.


"Hah!! Kau lihat itu Hellen, ini lelaki yang kau cinta? Sanggup memfitnah Paman dengan membawa nama mendiang Ibumu. Ckk dasar kolot! " Ucap Ellson dengan sinis.


Chris mendengar perkataan Ellson langsung saja ingin memukulnya tetapi di halang oleh Hellen. Chris tidak menyangka Hellen bakal tidak percaya dengan perkataannya dan membuatnya merasa sedikit kesal apabila melihat wajah Hellen yang menatap Ellson dengan tatapan sendu.


"Akhh SIALL!!! " Chris mengambil amplop coklat dari tangan anak buahnya dan langsung mengambil isinya lalu membuangnya di depan Hellen lalu berlalu pergi.


Hellen terkejut melihat Chris berteriak lalu mengamburkan banyak foto di depannya.


Hellen hendak memanggil Chris tapi dia mematikan niatnya karna rasa marahnya karna memfitnah Ellson berlebihan itu lebih besar apalagi sampai membawa-bawa mendiang Ibunya.


Beberapa anak buah Chris mengikuti langkah Chris dan cuma berapa orang saja yang sigap berdiri di pintu untuk menjaga.


"Tuan bagaimana dengan Nyonya muda? " Tanya salah satu anak buaj Chris.


"Ck. Biarkan saja dia bersama Paman kesayangannya. " Chris menjawab dengan nada saking kesalnya terhadap Hellen.


Kini Chris menuju ke ruangan di mana Auloe berada. Apabila pintu ruangan di buka, terdengar suara Aulie yang meminta tolong. Chris memasuki ruangan itu dengan wajah kesalnya. Dengan tidak aba-aba dia langsung mendekati Aulie lalu menamparnya.


Aulie yang merasa pipinya memanas akibat tamparan dari Chris akhirnya terdiam dan mulai menjatuhkan air mata


"Aku sudah pernah bagi kau peluang untuk hidup tenang setelah percobaan membunuh Rain waktu itu tapi kali ini kau coba membuatku celaka dengan bersekongkol dengan seorang psikopat gila. Dasar ya wanita tidak tau di untung. " Ucap Chris panjang lebar dengan nada sinis.


Aulie tidak membela dirinya karna dia mulai takut akan ancaman-ancaman yang keluar dari mulut Chris. Dia memilih diam seribu bahasa sehingga Chris berteriak memanggil dua orang anak buahnya.


"Patahkan kakinya! Buat dia cacat tidak bisa jalan dan tidak bisa di obati! " Perintah Chris kepada anak buahnya.


Aulie yang mendengar kata-kata itu kembali meminta tolong dan memohon ke ampunan dari Chris.


"Chris tolong!! Tolong maafkan aku, tolong jangan patahkan kakiku, aku mohon!! Aku bersumpah dengan nyawaku, aku tidak akan menganggu kau lagi. Aku mohon. " Ucap Aulie dengan terisak-isak karna saking ketakutannya dia.


Chris tidak menghiraukan permintaan Aulie, dia malah menyuruh anak buahnya untuk segera laksanakan perintahnya dan Chris langsung saja keluar dari ruangan itu.


Sebelum pintu ruangan Aulie kembali tertutup, terdengar suara teriakan histeris dari Aulie.


****

__ADS_1


Di ruang pengawasan, di manaJerry dan kedua orang tua Chris berada.


Nyonya Lee yanh hendak pergi ke ruangan Ellson untuk membujuk Hellen agar bisa mempercayai Chris tetapi di hentikan oleh Tuan Lee karna menurut Tuan Lee, ini adalah urusan Hellen dan Chris yang mereka tidak bisa ikut campur kecuali hal ini sudah terjadi di luar dari rencana mereka barulah mereka bisa masuk campur.


Akhirnya mereka hanya menatap ke layar komputer yang menunjukkan kamera dari ruangan tersebut. Nyonya Lee sangat merasa tidak tenang karna Hellen masih setia berdiri di depan Ellson tanpa bicara sepatah kata pun.


Nyonya Lee melihat ke layar komputer yang lainnya Chris telah menuju ke ruangannya. Tuan Lee menggenggam tangan Nyonya Lee agar tidak ikut campur urusan mereka tetapi Nyonya Lee melepaskan genggaman tanga Tuan Lee.


"Pah, mama cuma ingin bicara dengan Chris saja please.. " Nyonya Lee merayu kepada Tuan Lee agar mengizinkannya bertemu dengan Chris.


"Hmm baiklah. Tapi ingat ya jangan bicara aneh-aneh. " Ucap Tuan Lee mengizinkannya lalu mengingatkan Nyonya Lee agar menjaga tutur katanya.


Nyonya Lee keluar dari ruangan pengawasan dan menuju ke ruangan pribadi Chris. Sehingga sampai di depan pintu, Nyonya Lee mengetuknya terlebih dahulu lalu memberitahu siapa dirinya.


Chris mendengar suara Nyonya Lee dari balik pintu ruangannya akhirnya mengizinkannya masuk.


Nyonya Lee masuk ke ruangan Chris dengan wajah yang tersenyum hangat. Dia mendekati Chris yang sedang duduk di sofa ruangan itu.


"Chris." Panggil Nyonya Lee kepada Chris.


"Hmm." Chris yang tadinya menutup matanya akhirnya membuka matanya dan membalas tatapan redup Nyonya Lee.


"Sabarlah nak, kalau sekarang mungkin Hellen belum bisa menerima pernyataan yang mengejutkan ini dan malah memilih untuk bersama Ellson tapi suatu saat dia akan sadar dengan sendirinya. " Ujar Nyonya Lee yang coba menghibur Chris yang masih menunjukkan wajah kesalnya.


"Terserah dia Mah, dari awal Ellson yang dia pilih walaupun sempat berbuat kasar terhadap Ellson pasti dia menyesalinya makanya dia tidak menerima fakta tersebut. " Ucap Chris dengan nada kecewa.


"Sayang, Hellen tidak bodoh cuma dia sekarang agak syok percaya dia akan sadar sedikit lagi. Kamu jangan gini dong. Hellen tetap akan memilihmu. " Nyonya Lee masih coba menyakinkan Chris.


"Mah, bagaimana kalau Hellen meminta Ellson untuk di lepaskan dan dia memilih untuk mengkuti Ellson nanti. " Chris menatap langit kamarnya dengan tatapan kecewanya, airmata tiba-tiba mengalir hangat ke arah telinganya.


"Hal itu tidak akan terjadi Chris, apalagi Hellen sedang hamil anakmu. " Ucap Nyonya Lee lagi sambil mengusap air mata Chris.


"Entahlah." Jawab Chris singkat.


Keadaan dalam ruangan Chris menjadi senyap setelah perbicaraan itu. Nyonya Lee tidak tau hendak mengatakan apalagi kepada Chris karna Chris orangnya memang agak keras kepala dan susah untuk di hibur. Hanya Hellen yang bisa menghibur Chris dalam keadaan seperti ini


Tetapi semua ini puncanya dari Hellen lalu bagaimana Hellen bisa menghibur Chris sedang Hellen masih betah menatap wajah Ellson yang sudah babak belur itu.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit yah readers kesayangan!!!


__ADS_2