DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 16 Pilihan yang Sulit


__ADS_3

"Aku belum memberi kakek jawapan aku cuma bilang aku harus menghabiskan kuliah ku disini. " Ujar Hellen sambil menatap Chris yang raut wajahnya sudah berubah dan sulit di artikan.


"Hmm baiklah kita akan cari solusinya untuk masalah ini, tapi menurut aku lebih baik kita terus terang saja dengan kakek bahwa kau sudah menikah denganku. " Ucap Chris menatap Hellen.


"Sayang aku ingin sekali memberitahu perkara itu tadi tapi tadi kakek tiba tiba drop karna terlalu cape dan agak syok juga bahwa aku di tindas, jadi aku takut kalau aku katakan masalah pernikahan kita nanti terjadi sesuatu dengan kakek. " Seru Hellen sambil menundukkan kepalanya.


"Hmm baiklah kalau begitu kita pelahan lahan saja ya sambil mencari solusinya. " Ujar Chris.


Chris menarik nafas dalam dan langsung saja menuju ke apartment Hellen. Setelah percakapan tadi suasana dalam mobil menjadi agak cangung dan sepi sehingga sampai ke apartment.


"Chris apa kau kesal denganku? " Tanya Hellen kepada Chris karna Chris menunjukkan wajah datarnya yang susah di baca.


"Tidak sayang, aku cuma lagi cari solusi apa yang tepat agar nanti kakek tidak kaget mendengar sayangku telah menikah denganku. " Ujar Chris sambil mengelus punggung Hellen.


"Baiklah." Ujar Hellen.


Ponsel Hellen tiba-tiba berdering dan pemanggilnya adalah nomor baru. Chris menyuruh Hellen jawab saja panggilan tersebut mungkin itu panggilan yang penting.


"Helo, ini dengan siapa? " Ucap Hellen menjawab panggilan.


"Hellen ini kakek, kamu kapan pulang? Kakek tunggu kamu baru makan, lagian kakek tidak mau mereka yang rawat kakek di sini, kamu pulang ya rawat kakek. Tidak usah dulu tinggal di apartment. " Ucap Kakek Arnold dari seberang sana.


"Tapi kakek, Hellen besok masih ada kuliah jam 7 pagi. " Hellen mencoba untuk mencari alasan.


"Nanti kakek aturkan, kamu pulang ke sini saja lagian rumah ni sepi loh, apa kamu tidak kasihan dengan kakek yang datang jauh-jauh hanya untukmu. " Kakek Arnold mulai mencari alasan.


"Tapi kalau dari rumah ke kampus akan memakan 40menit perjalanannya aku pasti bakal terlambat. " Ujar Hellen.


"Nak Hellen cucu kesayangan kakek tidak usah pikirkan itu, apa kamu tidak kasihan kakek humm **uhukk uhukk~pura pura batuk** " Kakek Arnold bersikeras.


"Baik kakek tapi kakek harus makan dulu karna aku juga butuh kemas barang-barangku, nanti aku akan pulang setelah selesai. " Ucap Hellen mulai khawatir mendengar kakeknya batuk batuk.


Hellen mematikan panggilan lalu menarik nafas panjang dan melihat ke arah Chris yang wajahnya berubah datar. Entah apa yang di pikirkan Chris saat ini Hellen juga tidak bisa mengerti dengan wajah datarnya.


"Ckk sudah ku duga hal begini pasti terjadi. " Gerutu Chris dalam hati.


"Chris kakek menyuruhku kembali ke kediaman Gramor hmm. " Ucap Hellen nada sedih.


Tanpa menjawab Hellen Chris langsung saja menarik Hellen lalu mencium lehernya dengan lembut.


"Baiklah tapi suamimu perlu dilayani dulu. " Bisik Chris di telinga Hellen.


Chris mencium bibir Hellen dengan rakus juga memperdalamkan ciumannya sehingga Hellen merasa sesak nafas lalu mendorong Chris.


"Maaf aku tidak tahan sayang. " Setelah memberi Hellen ruang untuk bernafas Chris kembali lagi mencium bibir Hellen sambil tanggannya masuk ke dalam baju Hellen. Suara ayu Hellen menggema di ruang apartmentnya.


Chris dan Hellen melakukan aksi panas dan penuh berghairah sehingga mereka mengalami pelepasan. Chris menarik nafasnya setelah cape bergulat dengan Hellen.

__ADS_1


"Sayang kita mandi bersama ya. " Ucap Chris sambil memeluk Hellen.


"Lebih baik jangan kalau tidak nanti jam berapa baru sampai di kediaman Gramor. " Ujar Hellen.


"Humm ok. " Chris membuat muka ngambek lalu duduk tertunduk.


"Baiklah baiklah tapi tidak boleh kaya tadi ya sayang. " Ucap Hellen yang tidak tega melihat raut wajah suaminya sedih.


***


Hellen di hantar oleh Chris pulang ke kediaman Gramor. Sampai di depan pintu utama kediaman Gramor, Hellen sedikit tergesa-gesa masuk dan mencari kakeknya, tanpa Hellen sadar, Chris mengikutinya dari belakang.


"Kakek maaf Hellen agak lama, apa kakek sudah makan? Obatnya sudah minum? " Tanya Hellen sambil mendekati kakeknya yang duduk di ruang keluarga.


"Aku sudah makan, tapi belum minum obat, aku menunggumu mengambilkan obat untukku. " Jawab kakek dengan muka serius.


"Baik kalau begitu Hellen ambil obat kakek dulu. "


"Tunggu, Hellen apa kamu tidak mau mengenalkan kepada ku pria yang kamu bawa ini? " Ujar kakek Arnold yang membuat Hellen sedikit tercengang karna dia tidak tahu kalau Chris sudah berdiri di belakangnya dari tadi.


"Chris, ummm kakek ini Chris Lee. " Ujar Hellen agak gugup.


"Saya Chris Lee dan saya pacarnya Rain." Ucap Chris datar.


"Chris Lee dari perusahaan Geho yang terkenal di negara Y ini. " Ucap kakek Arnold dengan sedikit sinis.


"Benar sekali. " Ujar Chris.


"Saya kurang tahu apa saya pantas untuk bersama Rain tapi yang saya tahu dan yakin saya akan melindungi Rain sekali pun harus mengorbankan nyawa saya. " Ucap Chris dengan serius.


"Cihh orang kaya seperti kamu cuma mau mencari manfaat atas wanita seperti Hellen, biar pun kamu beri aku seribu alasan aku tidak akan pernah setuju karna orang sepertimu sangat licik. " Ujar Kakek Arnold dengan tegas.


"Sudah hentikan, kakek seharusnya kakek berada di kamar nanti aku akan menghantar sendiri obat untuk kakek, dan untuk Chris pulanglah ini sudah malam. " Ucap Hellen nada sedikit tinggi karna melihat kakek Arnoldnya begitu tidak suka dengan Chris membuat hati Hellen sedikit terasa sakit.


Hellen melihat kepergian Chris dengan wajah yang datar tiba tiba berubah menjadi sayu membuat Hellen rasa sedih karna ini akan sungguh memberi beban besar untuk dia dan Chris.


Hellen membawa obat memasuki kamar kakeknya.


"Hmm Hellen kakek sudah pikirkan lagi, kau harus ikut kakek kembali ke negara X, untuk kuliah kau nanti kakek aturkan. " Sambil meminuum obat.


"Kakek kenapa tiba-tiba sekali? Apa ini karna Chris? " Ujar Hellen ingin tahu.


"Kau sudah tau jawapan kakek, kakek cuma tidak mau kau kecewa, masih banyak pria di negara X yang latar belakangnya sejajar denganmu. " Ucap kakek Arnold tanpa basa basi.


"Aku akan pikirkan lagi untuk lanjut kuliah di negara X tapi kalau untuk Chris aku belum bisa, kakek istirehatlah selamat malam. " Ucap Hellen sambil berlalu pergi keluar dari kamar kakeknya.


Hellen menahan airmatanya supaya jangan lolos, dia merasa sangat dingin tanpa Chris. Hellen hendak menuju ke kamar tapi tangannya di tarik oleh Rieta ibu tirinya.

__ADS_1


"Apaan ini ibu, mau bawa Hellen ke mana." Sambil mencoba melepaskan tangannya yang tarik oleh ibu tirinya.


"Ikut saja jangan banyak berisik anak sialan. " Ujar Rieta masih menarik tangan Hellen dan membawa Hellen ke dalam ruang baca William ayahnya.


"Cihh." Hellen terpaksa mengikut ibu tirinya.


Sampai di ruang baca.


"Hellen kemarilah maaf ayah memaksamu ke sini tapi ada hal penting perlu ayah sampaikan." Ujar William setelah melihat Hellen sudah berdiri di pintu ruang baca.


"Hmm baiklah. " Menuju ke sofa yang berdepan dengan ayahnya.


"Hellen dengar baik-baik ya, tolong kamu ikuti permintaan kakekmu, dan segeralah ikut kakekmu ke negara X. " Ucap William


"Ayah tidak perlu basa basi sebenarnya apa point pentingnya? " Ucap Hellen menatap ayah dan ibu tirinya.


"Hmmm baiklah ayah jujur, kamu bantulah Aulie dan Henry, gara-gara pernikahan mereka keluarga Amterd kehilangan sejumlah saham yang besar dan mereka di ambang ke bangkrutan, apa kamu tidak kasihan melihat kakakmu hidup susah? " Ujar William.


"Bukan itu memang pantas untuk mereka?! " Ucap Hellen sinis.


"Kamu anak sialan tidak tau di untung. " Ucap Rieta dan dia ingin menampar Hellen tapi di cegat oleh William.


"Hellen ayah tau hatimu sakit tapi bantu untuk kali ini saja pujuk kakekmu demi aku ayah kandungmu sayang. " William masih coba membujuk Hellen.


"Hmm kalau aku ayah tidak pernah mau melakukan itu malah usir aku dari sini dan sekarang mau minta bantuanku ? Huhh baiklah karna kamu ayah kandungku aku akan coba pertimbangkan permintaan ayah, aku keluar dulu. " Ucap Hellen lalu berjalan keluar dari ruang baca ayahnya.


Hellen berlari ke kamarnya karna air matanya sudah tidak mampu di tahan, sampai di kamar, Hellen menangis sepuasnya agar hatinya yang panas dan sakit bisa mereda tapi makin lama makin sakit ia rasa.


Tiba-tiba di luar pintu kaca koridor kamar Hellen ada bunyi ketukan, Hellen kaget lalu menuju untuk membuka gorden pintu koridor itu. Hellen masih sempat membulatkan matanya melihat Chris berdiri di depan pintu, Hellen cepat cepat membuka pintunya dan langsung memeluk Chris.


"Chris...hisk..hisk"


"Shuuuttt... Jangan nangis lagi aku ada di sini, ayo kita masuk dulu."


"Hisk...hisk..hisk..hmm"


Chris menenangkan Hellen yang masih menangis dalam pelukannya. Chris mengusap perlahan punggung Hellen tanpa berkata apa-apa. Setelah Hellen merasa dirinya sudah hangat dan tenang, Hellen perlahan melepaskan pelukan mereka.


"Chris bagaimana bisa kau berada di koridor kamar ku? " Tanya Hellen kepada Chris.


"Hehh aku... " Chris tersenyum lalu mengaruk belakang kepalanya yang tidak gatal..


"Chris apa dari tadi kau berada di luar koridor?" Hellen bertanya lagi denga penasaran.


"Umm sudah satu jam lebih. " Ujar Chris.


"Chris kau tidak takut masuk angin kah, sebentar aku keluar buatkan kau teh hangat, tapi jangan keluar dari kamar ya, tunggu aku. " Ucap Hellen lalu bergegas keluar dari kamar dan menuju ke dapur.

__ADS_1


"Sempatnya dia mengkhawatirkan ku padahal keadaannya begitu hmm, kalau tadi aku tidak tunggu dia sudah pasti dia menangis sampai besok pagi cihh, aku tidak akan maafkan siapa pun itu yang membuat istriku sedih. " Gumam Chris dalam hati sambil memperhatikan punggung istrinya yang berlari keluar kamar.


Bersambung...


__ADS_2