
Chris mendapat telfon dari Papanya, dan Papanya mengatakan Tuan William meminta Chris untuk menjadi investor saham di perusahaannya. Chris pikir ini adalah peluang yang bagus karna baru kemarin di umumkan bahwa perusahaan Porselein Gramor berada di ambang ke bangkrutan tapi kini sudah stabil kembali karna saham yang di tarik oleh pihak investor kini kembali lagi ke perusahaan itu. Chris menyetujui penawaran William.
Chris kini berada di kantornya, tiba-tiba sekretarisnya masuk dan mengatakan ada seorang wanita muda mengaku sebagai calon istri direktur utama ingin bertemu dan sedang menunggunya di lobi bawah.
Chris menyuruh hantar saja wanita itu ke ruangannya karna dia bisa menebak siapa yang datang mengaku sebagai calon istrinya.
Selang berapa menit wanita itu tepat berada di depan meja kebesaran Chris.
"Mau apa kau ke sini? " Ucap Chris dingin.
"Chris semua orang di rumah mengkhawatirkanmu, sudah hampir 5 hari kamu tidak pulang dan beri kabar. " Ujar wanita itu pura-pura polos.
"Hebat ya pakai tipu segala, padahal baru tadi pagi Papa dan Mama telfon. Menyebalkan. " Gumam Chris dalam hati.
Wanita itu adalah Jaqleen. Jaqleen yang melihat tidak ada balasan dari Chris dia langsung saja berjalan mendekati Chris dan berdiri tepat di samping Chris.
"Chris, apa kau merindui Hellen? Aku rela gantikan tempat Hellen, aku siap Chris lagian orangtua mu juga suka padaku begitu juga orangtua ku mereka berharap kau bisa menjadi suamiku. " Ucap Jaqleen yang sedang berdiri di samping tempat duduk kebesaran Chris.
"Apa yang kau mau sebenarnya, mungkin bukan itu tujuan kau kemari? " Ucap Chris menatap Jaqleen dengan tatapan dingin.
"Chris aku tidak ada tujuan lain, aku cuma ingin bertemu denganmu, aku sudah tidak mampu untuk tahan lagi kalau kau tidak menjadi milikku aku akan mengirim foto ini. " Jaqleen mengancam Chris dengan menunjukkan foto mereka yang berciuman.
"Cih, jadi kau mengancam aku dengan foto itu, orang bodoh saja akan tertipu dengan foto itu." Chris membalasnya dengan tatapan tajam.
"Apa kau tidak takut, Hellen akan berasa di khianati lalu meninggalkanmu lagi. " Ucap Jaqleen.
"Sial jangan sampai dia kirim foto palsu ini kepada Rain, apalagi sekarang Rain lagi hamil, cihh kayanya drama ini akan jadi panjang, aku harus telfon Jerry untuk kembali dan mengurus ****** ini. " Gerutu Chris dalam hati.
"Bagaimana? " Tanya Jaqleen.
"Cihh, baik tapi kalau aku tau kau coba berbuat sesuatu dan membahayakan Rain, kau akan aku hukum 10kali lipat. " Ucap Chris.
"Sabar sayang, aku tidak akan menganggu Hellen tapi kamu juga harus tepati ucapanmu, jadi milikku tinggalkan saja Hellen yang sudah di bawa pergi kakeknya. " Ucap Jaqleen.
"Ckk, kau kira aku akan lepaskan Hellen begitu saja, foto ini akan aku kirim setelah kau resmi mengabarkan kepada orangtua kita bahwa kita adalah pasangan. "
Setelah perbicaraan itu, Jaqleen pulang dan di hantar oleh sopir pribadi Chris. Chris terpaksa mengikuti kemauan Jaqleen karna dia pikir kalau sampai Hellen melihat foto palsu itu pasti akan mempengaruhi emosinya dan juga kandungannya.
"Sial aku harus telfon Mama dulu, perempuan ini sudah keterlaluan." Ucap Chris.
__ADS_1
Chris menelfon Mamanya dan memberitahu tentang Jaqleen yang mengancamnya, Chris juga tidak merahasiakan lagi tentang kehamilan Hellen. Chris meminta agar Mamanya mengirim pengawal bayangan untuk Hellen karna takut terjadi sesuatu di luar dugaan mereka.
Mendengar bahwa Hellen hamil, Mamanya langsung saja melompat girang lalu memikirkan cara agar Jaqleen tidak bisa menyakiti Hellen sedikit pun. Tanpa Chris dan Papanya duga, Mamanya mengambil keputusan akan pergi menjaga Hellen di Negara X dengan sendiri.
Tanpa memberitahu Chris mamanya bersiap-siap untuk pergi ke bandara. Sebelum berangkat Mama Chris berpapasan dengan Jaqleen yang baru juga sampai.
"Tante, tante mau ke mana? Jaqleen bisa temanin tante. " Ucap Jaqleen menawarkan Mama Chris untuk di temanin.
"Tidak perlu. Jangan sok ikut campur urusanku. " Ucap Mama Chris dengan dingin lalu menaiki mobil yang sudah menunggunya dari tadi.
Jaqleen merasa geram dan hatinya panas karna Nyonya Lee sama sekali tidak menyukainya biarpun di baikin.
"Kau akan menerimaku suatu saat nanti, karna Chris bakal jadi milikku dan aku akan jadi nyonya muda dalam keluarga Lee. " Ucap Jaqleen pelahan tapi dengan penuh bangganya.
Sedang asyik Chris mengerjakan dokumen yang harus ditandatangani tiba-tiba dia memiliki tamu dari CEO Perusahaan Amsterd, Chris mempersilakannya untuk langsung menuju ke ruangannya karna dia sudah tau siapa yang ingin bertemu dengannya.
"Selamat siang Tuan Chris. "
"Selamat siang juga Tuan Henry silakan duduk."
"Maaf saya berterus terang dengan Tuan Chris, kenapa Tuan Chris harus menarik saham Tuan, apakah Tuan yakin akan menariknya, jika Tuan Chris yakin, tuan akan dikenakan denda sebanyak 10milyar dollar, bukankah itu akan merugikan kedua pihak? " Tanya Henry tanpa basa basi.
"Maksud Tuan? " Ucap Henry mulai curiga.
"Saya bisa saja tidak menarik saham di perusahaanmu tapi kau harus berkorban sedikit dan merelakannya. " Ucap Chris masih bermain teka teki.
"Maaf tapi saya tidak mengerti maksud Tuan Chris dari tadi. " Ujar Henry mulai bingung dengan ucapan Chris.
"Ini lihatlah dalamnya. " Ucap Chris sambil memberi amplop coklat kepada Henry.
Henry membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya. Tiada satu kata yang keluar dari mulut Henry, dia menatap foto yang dia keluarkan dari amplop itu.
"Apa maksudnya ini? Apa Tuan Chris mengancamku menggunakan istriku, atau Tuan Chris ada perasaan terpendam terhadap istriku?" Nada dingin.
"Itu istri kau ya? Hmm sebenarnya aku hanya mau membalas apa yang sudah kamu lakukan terhadapa wanita ku dan sudah lama aku ingin sebarkan di media saja tapi aku pikir dia masih anak kandungnya William jadi aku masih ada sedikit kebaikan. " Ujar Chris.
"Apa kau mau sebenarnya, kau mau menghancurkanku? " Henry mulai nada tinggi.
"Mungkin juga aku ingin menghancurkan kau tapi aku cuma mau kau lihat sisi yang jahatnya siapa. " Ucap Chris santai.
__ADS_1
"Sial berarti selama ini aku di tipu, sial adik kakak semua ******! " Ucap Henry sedikit teriak.
"Kau tidak berhak kata Rain ******! Aku kasih tau kau satu rahasia. " Ucap Chris nada dingin. Lalu mendekatkan mukanya ke telinga Henry.
"Malam itu, Aulie tinggalkan Rain di depan Villa ku dalam keadaan mabuk obat perangsang, mujur ada aku yang menjadi obatnya. " Bisik Chris di telinga Henry.
Henry terdiam matanya mulai memerah ingin sekali dia menjambak Chris tapi untuk pengusaha kecil sepertinya itu bisa membahayakan kalau menyenggol orang besar.
"Berarti kau dengan Aulie sama jalangnya! Kalau bukan karna kau aku dan Hellen mungkin sudah menikah sekarang. " Ujar Henry meledak-ledak.
"Gara-gara aku kah? Apa kau lupa kau yang putuskan Rain dan dorong juga pukul Rain demi wanita suci yang kau dukung waktu itu? " Ucap Chris sinis.
"Cih, dasar kau sialan aku akan pastikan kau kena karmanya dan aku akan merampas kembali cintaku! " Ucap Henry nada tinggi lalu meninggalkan ruangan Chris dengan emosi yang sudah terlanjur pecah.
Chris tersenyum miring karna bisa membalas perbuatan Henry terhadap Hellen, kini tunggu apa reaksi akan di lakukan oleh Henry selanjutnya.
"Aku sudah bersumpah akan menghancurkan siapa saja yang menyakiti wanitaku, hehh. " Ucap Chris sendiri.
Tiba-tiba ponsel Chris bunyi pesan masuk. Chris mencapai ponselnya lalu membaca pesan tersebut dan ternyata itu pesan dari wanita yang di bencinya. Chris mengabaikan pesan tersebut lalu membuat panggilan ke nomor istrinya.
Chris menanyakan kabar istrinya dan anaknya yang berada dalam kandungan. Mendengar jawapan Hellen Chris merasa setiap beban yang ada di pundaknya pun meringan.
Chris mengingat kejadian semalam, setelah masuk ke pesawatnya dia tidak bisa menahan lagi air matanya, lalu mengeluarkannya di sepanjang perjalanan menuju kembali ke Kota NY air mata Chris tidak berhenti jatuh. Dia sebenarnya tidak ingin berpisah denga Hellen tapi karna urusannya masih terlalu banyak di sini dan belum memungkinkan untuk bersama dia terpaksa dengan berat hati meninggalkan Hellen sendiri di Negara X. Begitu sakit hatinya waktu itu.
Panggilan telfon Hellen dan Chris berlangsung lama, Chris mengerjakan kerjaannya sambil mendengar celoteh dari Hellen, itu membuatnya semakin semangat. Chris membuka Video Call dan di terima oleh Hellen. Chris bisa melihat wajah Hellen yang agak pucat tapi nampak ceria.
Hellen dan Chris melepas rindu melalui Video Call. Sebelum mengakhiri panggilan mereka, Hellen sempat mengatakan bahwa dia percaya dengan takdir kehidupan mereka, kata-kata Hellen membuat Chris tersenyum dan teringat Jerry yang dulu sering memberinya nasihat dan semangat agar terus tetap berjuang dan percaya bahwa takdir akan mendengar semua apa yang kita mau.
"Sepertinya aku kurang mengajari Jerry agar jangan terlalu dekat dengan Rain cihh, tapi ada baiknya juga supaya Rain tetap kuat menghadapi liku-liku takdir ini. " Ucap Chris sendiri lalu tersenyum.
Sejak Hellen di bawa oleh kakeknya pulang ke Negara X, Chris jarang untuk pulang ke mansion utama keluarganya, Chris tinggal di apartment Hellen sendirian dan yang membuat Chris betah adalah bau badan Hellen yang lembut melekat di dalam kamar tidurnya.
Tengah malam tiba, Chris pun bangun lagi memakan coklatnya, sejak Chris mulai mengidam dia hanya ingin makan coklat biarpun sebenarnya dia tidak suka manis tapi cuma itu saja yang betul-betul bisa masuk dalam perutnya saat ingin ngemil malam hari.
"Anakku lahir pasti gigiku semua sudah rontok, akhirnya anakku memanggilku kakek, sedih sekali kenapa harus coklat cihh. " Ujar Chris sendiri tanpa berhenti memakan coklatnya.
Setelah habis makan coklat dan berasa sudah kenyang, Chris langsung saja menyikat giginya agar tidak terjadinya ompong di masa mudanya. Memikirkan hal itu Chris menjadi emosi sendiri nasib ini semua karna anak dan istri tercinta. Chris melihat wajahnya ke cermin lalu menghembuskan nafas panjang dan menenangkan emosinya.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tekan like, follow dan favorite yaa readers kesayangan author !!!