DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 56 Bukan Mimpi


__ADS_3

Sepanjang perjalanan yang sepi malam itu, cuma udara yang sedikit dingin yang membuat Chris mudah lelah. Tapi bagaimanapun demi menyelamatkan seseorang yang tercinta, Chris terpaksa berlari mengejar mobil hitam yang membawa istrinya hingga ke satu persimpangan.


Mobil hitam tersebut berhenti, seorang lelaki misterius memakai baju hitam dan masker hitam keluar dari mobil itu dan berdiri di samping mobil itu memperhatikan Chris lalu menarik keluar Hellen dengan paksa.


Terdengar bunyi tangisan Hellen yang bercampur dengan bunyi tawa lelaki misterius itu. Manik mata Chris hanya bisa fokus melihat Hellen yang terduduk di jalan itu.


Chris ingin coba berteriak memanggil nama Hellen tetapi tidak ada suara yang keluar dari kerongkongannya. Dan semakin lama semakin Hellen keliatan sangat ketakutan.


Chris coba mengerakkan kakinya yang tiba-tiba terasa sangat berat tetapi sekali lagi dia harus berhenti karna lelaki misterius itu mengacungkan pistol ke arah kepala Hellen.


Air mata Chris mengalir karna saking rasanya takut kehilangan Hellen karna ancaman itu sepertinya bukan setakat ancaman tapi akan dilakukan dan benar saja mungkin setelah puas menertawakan Chris dan Hellen. Lelaki itu menarik pelatuk pistolnya dan....


Dorrr!!!!


Chris terbangun dari tidurnya dengan keadaan berkeringat dingin. Ia merasa mimpi buruk barusan yang ia alami seperti benar. Chris bangkit lalu menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


Sudah berapa lama Chris tidak pernah tidur dengan nyenyak, dan dia sering mengalami mimpi buruk jika dia tertidur. Makanya Chris lebih memilih duduk di ruang kerjanya dan meneliti setiap laporan anak-anak buahnya.


Dalam kamar mandi Chris menatap wajahnya di cermin dengan lama, pikirannya sungguh berkecamuk, bagaimana tidak sudah hampir sebulan dia tidak bertemu dengan istrinya. Chris menggelengkan kepalanya lalu menghela nafas panjang.


Dia memberi semangat untuk dirinya dan istrinya juga anak yang berada di dalam kandungan istrinya. Chris percaya suatu saat nanti pasti mereka bisa bertemu.


Chris keluar dari kamar mandi dan menuju ke ruang kerjanya, dia membaca laporan yang telah di kirim oleh anak buahnya dan juga Jerry yang kini berada di Kota NY menguruskan urusan kantor.


Setelah lama meneliti laporan tersebut, tiba-tiba panggilan masuk dari Jerry muncul di layar ponselnya. Padahal ini sudah jam 2 pagi, Jerry yang berasa sangat bertanggungjawab itu rela mengorbankan masa istirehatnya demi mencari semua laporan yang berkaitan dengan Ellson.


"Hmm." Chris menjawab panggilan tersebut.


"Maaf menganggu Tuan tapi ini mungkin berita baik dan penting. Tadi saya bertemu Ellson secara tidak langsung di sebuah restoran xxx di sini, dan saya sudah berada di kawasan rumahnya sekarang, banyak pengawal yang sedang berjaga. " Ucap Jerry tanpa basa basi dari seberang sana.


"Tunggu jadi sekarang Ellson benar ada di sana? " Tanya Chris memastikan lagi.


"Benar Tuan, sekarang saya hanya tunggu arahan dari Tuan. " Ucap Jerry lagi.


"Kamu tidak usah lakukan apa-apa dulu. Siapkan pesawat, dalam setengah jam aku akan terbang ke sana. Jerry tolong jangan lewatkan sedikit pun. " Ucap Chris dengan sendu di akhir katanya.


Chris keluar dari Villa bersama beberapa orang anak buahnya menuju ke bandara. Hati Chris ingin sekali melonjak tetapi dia masih menahannya dulu karna dia sendiri tidak yakin jika Hellen berada di sana.


***


Keesokan harinya, seperti biasa sejak sampai di tempat ini Ellson tidak pernah duduk diam di rumahnya, entah apa saja rencana yang di susunnya di luar sana. Dan hari ini Hellen juga masih saja mengabaikan Ellson dan memilih untuk duduk di kursi taman belakang.


Hellen memperhatikan sekitarnya, dia merasa sedikit aneh karna penjaga kemarin tidak ada di tempatnya. Tanpa menunggu lama-lama Hellen menuju ke arah pagar belakang itu.


"Ah mungkin aku akan tertangkap di cctv tapi setidaknya aku tetap coba dan coba. " Ucap Hellen perlahan lalu membuka pintu pagar yang tidak terkunci itu.


Dia pikir mungkin ini adalah jebakan karna mana mungkin seorang penjaga bisa teledor tidak mengunci pagar itu. Tapi Hellen tetap meneruskan langkahnya ke dalam semak-semak.

__ADS_1


Hellen mengoceh sendiri karna kalau dia tau ada peluang begini sudah pasti dia akan memakai pakaian panjang agar duri-duri dari semak-semak ini tidak melukakan kulitnya.


Sedang asyik berjalan tiba-tiba seseorang menutup mulut Hellen dari belakang.


"Ketangkap dah. Haishh. " Hellen coba membalikkan tubuhnya agar bisa berdepan dengan lelaki itu.


Setelah berhasil manik mata Hellen membulat sempurna. Antara kaget bahagia atau apa saja yang di rasakannya saat ini dia juga tidak tau. Lelaki itu mengisyaratkan Hellen untuk terus diam dan tunduk karna terdapat beberapa penjaga pintu pagar akan lewat di depan mereka.


Hellen mengangguk perlahan dan masih dalam posisi mulutnya di tutup oleh lelaki itu. Setelah lelaki itu merasa aman dari para penjaga itu. Dia langsung saja mengendong Hellen apa bridal karna tidak tega untuk membiarkan Hellen berjalan dalam semak.


Sampai di mobil Hellen langsung saja memanggil nama lelaki itu.


"Jerry? Ini ben....benar kau kan? " Tanya Hellen sedikit gementar dan tada rasa tidak percaya sambil menatap Jerry yang sudah duduk di kursi pengemudi.


"Benar Nona ini saya. Nona ada baiknya kita pulang dulu dan tunggu Tuan baru kita bicara ya. Disini masih tidak aman. " Ujar Jerry lalu melajukan mobilnya menuju ke kawasan kediaman utama keluarga Lee.


Sampai di kediaman, Pak Zhang selaku kepala pelayan di kediaman itu mengarahkan semua pelayan membantu Hellen untuk membersihkan dirinya dan luka-luka yang terdapat di tubuhnya.


Suasana kediaman yang beberapa bulan ini sunyi akhirnya menjadi berwarna lagi. Hellen duduk di ruang kerja Chris karna tempat itu merupakan tempat yang paling aman dari orang luar. Hellen menunggu kedatangan Chris yang tadinya Jerry mengatakan bahwa Chris akan sampai kira-kira jam 11 pagi.


Makanan dan minuman di hantar ke ruang kerja Chris, Hellen tidak di beri kesempatan untuk keluar karna takut jika ada mata-mata yang mengikuti mereka tadi.


Setelah selesai makan, Hellen mulai merasa kantuk yang sangat berat, dia juga sudah berapa minggu ini tidak tidur dengan nyaman karna beban pikiran yang banyak.


Hellen mencari posisi yang menurutnya selesa agar dia bisa tidur sedikit sementara menunggu Chris datang. Tanpa sadar waktu terus berlalu dan Chris sudah duduk membelai pipi Hellen dengan lembut.


Chris rasa seperti tidak percaya, dia balik-balik bertanya kepada Chris dan para anak buahnya kalau dia tidak sedang dalam mimpi. Perlahan butiran hangat jatuh ke pipi Hellen dan membuat Hellen tersadar.


"Andai bisa aku tidak mau bangun dari mimpi ini. " Ucap Hellen menatap Chris lekat dan mengira ini adalah mimpi.


"Aku juga sayang. Aku tidak ingin bangun kalau ini adalah mimpi karna lebih baik aku melihat senyumanmu yang hangat daripada aku harus berjauhan denganmu. " Ucap Chris lirih seraya mengusap lembut pipi Hellen.


"Loh ko mimpinya ke benaran ya? Malah bisa jawab lagi..... " Sontak Hellen bangum dan duduk karna ini yang dia tunggu dari tadi sehingga harus tertidur.


"By? Ini benaran By?? " Tanya Hellen ingin memastikan lagi.


"Ya Sayang, ini aku. " Jawab Chris lalu memegang tangan Hellen dan membawa ke arah pipinya.


Tanpa menunggu lama, Hellen langsung memeluk Chris dengan erat begitu juga dengan Chris karna saking rindunya mereka berdua tidak ada yang sadar sehingga mengeluarkan air mata bahagia.


Hellen dan Chris tidak ingin melepaskan pelukan dan hanya ingin menempel terus dan itu sudah berlangsung selama 4 jam. Mereka takut jika di lepaskan maka itu semua adalah mainan mimpi belaka.


Chris berada di kamar tidur dalam ruang kerjanya. Masih posisi berpelukan dengan Hellen. Chris menatap Hellen dengan tatapan bahagia.


"Sayang." Panggil Chris.


"Hmm" Jawab Hellen.

__ADS_1


"Maafkan By datang terlambat menjemput Sayang. " Ujar Chris sambil mengusap-usap kepala Hellen.


"Bukan salah By, tapi semua salah aku. Kalau saja waktu itu aku tidak percaya omongannya Paman Ell tentang By pasti ini tidak akan terjadi. " Ucap Hellen sambil menatap Chris.


"Kamu tidak salah Sayang, wajar saja kalau kami percaya tentang foto itu. Tapi foto itu benar sudah lama sebelum menikah denganmu Sayang dan itu hanya untuk mengelabui mata para pebisnis yang lain. " Ungkap Chris.


"Bagaimana By tau ini tentang foto? " Tanya Hellen dengan penasaran.


"Karna dalam kamar kamu waktu di rumah Ellson banyak sekali foto-foto itu di atas meja. "


"Tunggu By pernah ke sana? "


"Ya Sayang, malah sempat melihatmu habis mandi tapi waktu tidak pas karna muncul Pamanmu memanggilmu makan. Hmm. "


"Jadi benar Paman sengaja membawaku pergi karna By sudah tau posisi Paman. Yang ramai-ramai datang kemarin itu By juga kan? " Tanya Hellen antusias.


"Ya Sayang, tapi waktu itu By sengaja di nampakkan diri karna mata-mata Pamanmu banyak sekali. Hmm waktu itu Papa juga ada sih. "


Hellen dan Chris berbagi banyak cerita di dalam ruang kerjanya. Dan juga melepaskan semua kerinduan yang membuku tapi tidak sampai melakukan hubungan panas ya!! Karna Hellen belum cek up kondisi janinnya jadi wajarlah ya.


Tanpa sadar mereka tertidur dengan pulas. Rasa nyaman di dalam pelukan membuat rasa lapar Chris mendadak hilang. Sehingga Jerry terpaksa untuk menganggu sedikit kenyamanan mereka.


Jerry membangunkan Chris karna sudah hampir jam 9 malam tapi keduanya masih betah berpelukan dan tidak makan sama sekali. Walaupun Jerry dapat tatapan tajam dari Chris dia tetap tegar dalam dan menganggap itu adalah hal langka karna hampir satu bulan dia tidak melihat Chris seperti itu.


Setelah Jerry berhasil membujuk sang Tuan akhirnya mau tidak mau Chris tetao bangun dan juga membangunkan Hellen agar bisa makan bersama.


Hellen bangun dengan muka melasnya. Dia menatap ke arah Jerry yang masih setia berdiri di dekat sofa sana.


"Coba dari tadi ke Jerr bangunkannya udah lapar sekali tau. " Ucap Hellen lalu berganjak menuju ke pintu.


Chris menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah istrinya yang menurutnya imut.


"Maaf Nona. " Jawab Jerry singkat sambil mengukir senyum.


"Sudah-sudah. Ayolah By, pakai cepat dikit bajunya. Aku udah lapar banget nih. "


"Iya Sayang, ini sudah selesai ayo. "


Hampir saja sampai di pintu tiba-tiba ada suara ribut di bawah. Chris memberi kode kepada Jerry untuk pergi melihat keadaan di bawah. Jerry pun segera turun.


Hellen yang tau ada masalah di bawah, hanya diam saja dan mengikuti arahan dari Chris. Mereka memasuki sebuah kamar rahasia dan terdapat layar besar dari cctv.


Chris hanya memperhatikan lewat di situ saja karna dia tidak mau Ellson tau bahwa dia sudah berada di sini. Ya yang datang itu adalah Ellson bersama anak buahnya.


Hellen kelihatan gementaran melihat Ellson yang marah-marah di depan dengan membentak Jerry. Dia tidak pernah melihat Ellson seperti itu. Dan hal paling di takutinya adalah, wajah asli Ellson yang satu orangpun tidak tau bagaimana.


Bersambung....

__ADS_1


Untuk beberapa hari ini author up satu bab saja ya!! Apa pun teruskan dukung author ya!!


Jangan lupa Like, komen dan favorite!!


__ADS_2