DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 15 Kedatangan Kakek Gramor


__ADS_3

"Helo Tuan Will, ada apa ya malam malam begini telfon? " Ucap Chris dengan nada datar.


"Maaf Chris tapi bisakah kamu bawa Hellen ke Grand Hotel Y besok karna besok adalah hari pernikahan Aulie san Henry, saya mau semua keluarga berkumpul termasuk Hellen, bagaimanapun Hellen masih anak kandung saya. " Ucap William dari seberang sana.


"Hmm besok aku akan tanyakan dia kalau dia mau datang. Ada lagi yang perlu di sampaikan? " Ujar Chris.


"Itu saja nak Chris, maaf menganggu malam malam begini. " Ucap William


"Hmm baiklah kalau begitu saya matikan panggilan karna saya masih ada urusan. " Ucap Chris lalu mendengar jawapan Will dan mematikan panggilan.


Chris melihat ke arah Hellen yang menatapnya dengan penasaran karna nama ayahnya baru saja di sebut dengan Chris.


"Chris apa ayah yang menelfon tadi? " Tanya Hellen penasaran.


"Ia ayah yang telfon tadi katanya menyuruh kamu datang besok, karna besok adalah hari pernikahan Aulie dan Henry. " Jawab Chris.


"Hmmm hanya berkata begitu saja kah." Hellen menundukkan kepalanya.


"Ia sayang. " Chris melihat Hellen yang menunduk langsung saja menarik Hellen ke dalam pelukannya.


"Tidak apa, ada aku di sini yang selalu bersamamu dan sekarang aku suamimu juga keluargamu. " Ucap Chris menenangkan Hellen.


Hellen menganggukkan kepalanya dan tidak sadar dia tertidur setelah berada dalam dekapan suaminya. Chris melihat yang melihat Hellen telah tidur dia pun coba melelapkan matanya, Chris pun ikut tertidur.


***


"Kalau kamu tidak mau pergi, ya tidak apa apa sayang, jangan terlalu paksa diri kamu, tapi kalau kamu mau pergi jangan khawatir aku ada di sisimu sayang. " Seru Chris yang melihat Hellen masih dengan wajah cemberut.


" Baiklah aku pergi, karna kamu ada di sisi ku jadi aku akan pergi. " Ucap Hellen tiba tiba bersemangat.


"Baiklah kalau begitu aku akan telfon perias untuk datang ke apartment supaya kamu tidak usah ke salon lagi ya, gaun kamu juga akan sampai sebentar lagi. " Ucap Chris sambil mengusap kepala Hellen.


Chris dan Hellen pun bersiap-siap untuk pergi ke acara pernikahan Aulie dan Henry. Kini mereka tiba di sebuah hotel mewah dan banyak wartawan berdiri di pintu masuk.


Dari dalam mobil Hellen melihat begitu banyak kamera dan itu sangat membuatnya gugup, Chris yang melihat Hellen gugup langsung saja memegang tangan Hellen lalu mengucupnya.


"Jangan gugup aku ada di sini tersenyumlah. " Ucap Chris dengan lembut.


"Hmm baik. "


Setelah pintu di buka oleh Jerry kini Hellen keluar dari mobil dan berdiri berdampingan Chris. Banyak wartawan yang mengambil foto mereka karna publik sangat tahu Chris Lee Direktur utama Pt. Geho tidak pernah di sorotkan dengan mana mana wanita.


Kehadiran mereka menjadi sorotan dan banyak pertanyaan tapi tidak di jawab oleh Chris. Chris masih santai berjalan sambil mengandeng tangan Hellen. Mereka hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari para wartawan.


Setelah sampai di dalam ruang acara. Hellen menarik nafas panjang.


"Tenang sayang. " Ucap Chris sambil mengelus tangan Hellen.


Tanpa sadar Chris dan Hellen menjadi tatapan mata para tamu yang hadir. William yang melihat mereka dari jauh langsung tergesa-gesa menghampiri mereka berdua karna takut tidak para tamu lain akan menghampiri mereka dan tidak memberi ruang untuknya.


"Hellen Chris kamu sudah datang, maaf tidak menyambutmu di depan, saya terlalu sibuk. " Seru Will sambil mendekati Hellen dan Chris.

__ADS_1


"Tidak apa tuan Will saya mengerti. " Jawab Chris singkat.


"Hellen sayang kamu datang, kamu apa kabar nak? " Ucap Will sambil ingin menyentuh pundak Hellen tapi Hellen langsung saja mundur dan menghindar.


"Baik, aku baik ayah bagaimana? " Jawab Hellen singkat.


"Ayah juga baik-baik nak, kamu sekarang tinggal di rumah saja ya karna sebentar lagi Aulie bakal tinggal bersama Henry dan rumah kita akan sunyi, lagian kamu sudah lama tinggal di keluarga Lee dan itu pasti merepotkan mereka. " Ucap Will kepada Hellen.


"Maaf Tuan Will itu tidak merepotkan sama sekali, lagian sekarang Hellen tinggal di apartment dekat kampusnya. " Ucap Chris. Chris merasa tangan Hellen yang semangkin kuat mengenggam tangan membuat Chris khawatir.


"Ayah apa ayah lupa ibu Rieta sudah mengusirku dari sini, aku cuma bagian darimu tapi bukan bagian dari keluarga dalam rumah ini lagi. " Ujar Hellen nada sendu.


"Jangan pikirkan itu Hellen kamu tetap bagian keluarga ini kamu adalah Rain Gramor seperti yang mendiang ibu mu sering ucapkan ketika kamu ingin kabur dari rumah kita. " Ujar William masih coba menbujuk Hellen dengan membawa mendiang ibunya.


"Cukup! Ayah tidak pantas menyebut aku dengan nama itu. " Seru Hellen dengan nada agak serak dan menundukkan kepalanya.


"Tuan Will sebaiknya jangan bicarakan tentang ini dulu karna kita masih di tempat banyak tamu, malu jika tamu tau ada masalah dalam keluarga Gramor.


" Hmmm baiklah Chris, saya titip Hellen di kamu, saya kebelakang sebentar. " Will langsung saja berjalan menuju ke belakang panggung acara.


Chris memberikan Jerry kode agar membawa mereka ke tempat yang lebih aman, karna dia merasa Hellen perlu menenangkan dirinya.


Chris mendapat satu kamar hotel karna Chris adalah tamu VIP yang hadir di acara pernikahan Aulie dan Henry.


Setelah sampai di kamar VIP. Chris langsung saja memeluk Hellen dengan erat agar Hellen bisa tenang.


"Tenang sayang aku di sini. " Ucap Chris lirih.


"Aku cuma tidak sangka ayah bisa melibatkan ibuku untuk memujukku. " Hellen berada dalam pelukkan Chris.


Acara pernikahan Aulie dan Henry berjalan dengan lancar sehingga acara pun tamat dan tamu semua sedia untuk pulang ke rumah masing-masing.


Hellen juga berpamitan dengan ayah dan ibu tirinya juga Aulie dan Henry.


"Ayah ibu aku pulang dulu lagian aku besok harus ke kampus. " Ucap Hellen.


"Pulang pulang aja tidak usah sok baik. " Ucap Rieta ibu tiri Hellen.


"Rieta! Ehhemm Hellen kalau ada waktu datang ke rumah ya nak. " Ucap Will dengan harapan.


"Baik." Jawab Hellen singkat.


"Kakak dan kakak ipar selamat ya. " Ucap Hellen dengan wajah datar.


"Hellen tolong jangan menyimpan dendam dengan kakak mu apa pun dia tetap kakakmu dan aku sudah menjadi kakak iparmu. " Ucap Henry.


"Baik." Jawab Hellen singkat dan langsung saja berjalan menuju ke tempat Chris.


***


Keesokan harinya Kakek Arnold Gramor ialah tertua Gramor telah datang ke kediaman Gramor dengan wajah yang sangat marah dan kesal karna telah mendengar berita yang mengejutkan baginya. William dan istrinya hanya mampu tertunduk lesu.

__ADS_1


" Henry memandangkan keluargamu telah menikahkanmu dengan anak haram ini berarti keluargamu tidak akan mendapat sepeser pun dari Gramor." Ucap Arnold.


"Kakek, dengar dulu penjelasanku. Hellen telah melanggar peraturan keluarga dia sudah di nodai pria lain mana mungkin aku akan menikahinya, makanya aku memilih kakak tirinya karna dia juga masih suci." Ucap Henry ingin membujuk kakek Gramor.


"Aku tidak terima penjelasan kamu biar pun kamu bagi aku seribu bukti! Panggil Hellen aku perlu bertemu langsung dengannya. " Ucap kakek Arnold.


William mengarah pembantunya untuk menelfon Hellen dan beritahu dia bahwa kakek Arnold ada di kediaman Gramor. Mereka semua menunggu Hellen dalam suasana yang hening karna tidak ada satu pun mereka yang berani bersuara.


Hellen yang masih berada di kampus langsung saja membuat panggilan ke nomor Chris untuk memberitahunya bahwa dia akan ke kediaman Gramor karna kakeknya ingin bertemu dengannya.


Hellen di hantar ke kediaman Gramor oleh sopir yang di kirim oleh Chris. Sampai di kediaman Gramor Hellen langsung saja berlari untuk mendapatkan kakeknya.


"Kakek Hellen pulang. " Nada gembira lalu memeluk kakeknya dengan erat.


"Maaf kakek membuatmu menjadi ngos-ngosan. " Sambil mengusap kepala Hellen.


"Hmm." Hellen hanya menggelengkan kepalanya.


"Sudah jangan menangis nanti jadi jelek. " Ucap kakek Arnold.


"Hehe kakek kenapa tidak bilang mau datang kan Hellen bisa jemput di bandara. " Seru Hellen tanpa mempedulikan orang di sekitarnya.


"Kakek tidak mau merepotkanmu, kakek datang karna dengar Henry menikah dengan Aulie bukan dengan kamu, jadi kakek mau tau apa alasannya kamu. " Ucap kakek Arnold dengan jujur.


"Kakek mungkin mereka sudah beritahu alasannya kenapa kakek tidak terima saja alasan yang mereka beri. " Ucap Hellen sambil memandang sekilas Aulie.


"Kakek percaya kamu karna itu kakek tidak menerima alasan mereka. " Ucap kakek Arnold.


"Bagaimana kalau itu benar. " Ucap Hellen dengan sendu.


"Kalau iti benar ok kakek terima tapi kamu harus ikut kakek pulang ke Negara X dan kakek akan melarang kamu berhubungan dengan mereka lagi. " Ucap kakek Arnold.


"Ayah! Hellen masih kuliah dan dia anak kandungku ayah tidak boleh bawa dia pergi. " Ucap William kepada Arnold.


"Anak kandung tapi kamu tidak becus jadi ayahnya, kamu dari dulu hanya mementingkan istri kedua dan anak harammu itu. " Ucap kakek Arnold sambil menatap tajam ke arah Rieta dan Aulie.


"Kakek, tenanglah Hellen tidak akan buat kacau lagi, setelah Hellen habis kuliah baru Hellen akan pulang ke negara X. " Ucap Hellen.


"Kalau begitu selagi kamu belum habis kuliah kakek tidak akan pulang, kakek akan menunggumu di sini sampai habis kuliah. " Ucapan Kakek Arnold membuat mereka yang berada di ruangan keluarga Gramor melonggo.


Setelah perbicaraan itu selesai Hellen izin untuk kembali ke kampus karna hari ini dia ada materi tambahan untuk di hadiri.


***


Chris menjemput Hellen tepat jam 6 sore karna kelas sorenya sudah berakhir.


"Bagaimana sayang? Maaf tadi tidak bisa pergi bersamamu bertemu kakekmu. " Ucap Chris ketika Hellen sudah berada dalam mobilnya.


"Chris kakek mau membawa ku pulang ke negara X dan kakek ngotot sekali dia tidak akan pulang kalau aku tidak ikut dengannya. Hmmm. " Ucapan Hellen membuat dada Chris merasa sesak.


"Apa kamu setuju akan ke ikut bersama kakekmu? " Tanya Chris.

__ADS_1


Bersambung...


Nantikan updatenya!!


__ADS_2