DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 42 Rencana Perjodohan


__ADS_3

Ellson yang sudah menanam sahamnya di Perusahaan Porselein Gramor tersenyum puas bila hasilnya sesuai ekspretasinya. Ellson mempunyai rencana sendiri untuk membalas dendam terhadap Kakaknya Erika, dan membalas perlakuan mereka terhadap Hellen.


"Hellen, Paman akan menetap di Kota NY karna Perusahaan Tambang Paman di sini sudah stabil. Hummm kira-kira ponakan cantikku sedang apa sekarang. " Ucap Ellson sambil menatap foto Hellen dan Kakaknya Erika.


Ellson menghantar orang-orang untuk menjemput Hellen di kediaman Gramor tetapi dia sungguh kecewa karna Hellen sudah berpindah ke kediaman Utama Gramor di Negara X.


Ellson berdecak kesal karna jika dia mendapat informasi awal bahwa Hellen berada di Negara X, sudah tentu dia tidak usah datang ke Kota NY.


Dia membuat panggilan telfon ke Nia dan mengatakan bahwa dia akan Kembali ke Negara X karna Hellen berada di sana. Dan mujur saja Ellson masih mengingat di mana alamat Kediaman utama Gramor.


Selama 4tahun ini Ellson tidak memperhatikan Hellen, makanya dia tidak tahu apa yang terjadi terhadap Hellen, dia hanya berpikir untuk menstabilkan Perusahaan Tambang Keluarga mereka agar bisa bebas ketemu dengan Hellen.


Keesokan harinya Ellson sudah berada di bandara dan akan menaiki pesawat pribadinya untuk menuju ke Negara X. Ellson sebenarnya tidak suka dengan Kakek Arnold karna dia telah membuat Kakaknya Erika hidup bersama seorang lelaki yang tidak pernah mencintainya.


Dia sudah menyiapkan rencana untuk membujuk Hellen agar mau ikut bersamanya, karna kali ini dia tidak akan membiarkan sesiapapun menindas Hellen.


"Hellen, sudah waktunya Paman menepati janji, tunggu Paman datang menjemputmu. " Ucap Ellson dengan bahagia karna dia juga sudah merindukan Hellen.


****


Achoo....


Hellen merasa seperti tubuhnya masuk angin karna berapa kali sudah dia bersin dan bulu kuduknya merinding.


Chris yang mendengar Hellen balik-balik bersin langsung saja mematikan AC di kamar mereka dan menyuruh Hellen untuk beristirehat saja jika tidak enak badan dan tidak usah pergi ke kampus.


Tetapi Hellen menolak karna sudah seminggu dia tidak masuk kampus, dia takut akan mengulang semesternya. Chris tidak bisa membantah Hellen karna Hellen sejak hamil sering mengalami moodswing dan hal itu sulit sekali untuk di ajak kompromi.


"Baiklah, tapi kalau ada apa-apa langsung saja telfon By ya. " Ucap Chris mengalah dengan istrinya Hellen.


"Hmm baiklah By. " Jawab Hellen.


"By kapan By akan berangkat ke Kota NY lagi. " Hellen melanjutkan dengan pertanyaan.


"Besok Sayang, kenapa sayang mau ikut? " Tanya Chris tidak menyimpan terlalu banyak harapan karna dia tau jawaban Hellen seperti apa.


"By, aku kuliah di sini. Hmm memang pengen sekali ikut tapi aku lagi kuliah By. Tidak bolehkah By jangan dulu pulang. " Ucap Hellen nada merayu.


"Hmm Sayang, By sudah 2minggu lebih di sini, By tidak boleh terlalu lama tinggalkan kantor, humm nanti setiap hujung minggu By akan ke sini tapi By belum bisa janji ya Sayang. Sayang akan di temani Mama di sini. " Ucap Chris membujuk Hellen.

__ADS_1


Chris tau susah sekali untuk membujuk Hellen agar bisa menurut karna setiap apa yang di lontarkan Chris dalam memberi saran pasti ada saja jawaban dari Hellen dan itu bisa membuatnya kewalahan jika harus beradu mulut dengan Hellen, karna dia juga tipe yang susah sekali mengalah tapi demi istri tercinta dia biarkan saja dirinya sering mengalah.


Chris tau Hellen tidak ingin berpisah dengannya, begitu juga dengan dirinya. Walaupun Chris sudah menawarkan untuk kuliah online saja tetap saja Hellen tidak mau, karna alasannya kehamilannya masih agak muda dan dia masih bisa bergerak secara leluasa.


Memang mereka telah membuat perjanjian setelah kehamilan Hellen berusia 6 bulan, Hellen harus mau kuliah online saja karna di saat seperti itu ibu hamil akan mudah sekali lelah lagian perut Hellen saat itu sudah tidak bisa di sembunyikan lagi.


Setelah bersiap Chris menghantar Hellen ke kampus dan menyuruh beberapa orang anak buahnya tetap mengawasi Hellen.


"Hellen lama tidak bertemu loh, dah sembuh? " Tanya Anita setelah Hellen masuk ke dalam kelasnya dan duduk di sebelah Anita.


"Umm sudah agak membaik. " Ucap Hellen sedikit bingung.


Pada waktu Hellen menyerahkan soal kampus itu kepada Chris, Chris bertemu langsung dengan Kepala Kampusnya dan memberitahu secara langsung tentang keadaan Hellen yang tidak bisa menghadiri kuliahnya selama seminggu, oleh karna banyak yang ingin Perusahaan Geho untuk bekerjasama, ini adalah kesempatan Kepala Kampus untuk membantu Hellen dengan memberi alasan kepada para dosen yang mengajar bahwa Hellen tidak bisa datang karna sakit.


"Nita bisa aku pinjam nota untuk semua materi dalam seminggu ini ka? " Tanya Hellen dengan tersipu.


"Jangan risau Hellen, aku sudah kasih copy nota aku, ini tinggal kau simpan saja tidak usah repot-repot mau salin lagi. " Ucap Anita menghulurkan nota yang sudah di copynya.


"Terima kasih Nita, umm mau aku traktir atau mau ketemu mas Jerry? " Ucap Hellen bercanda karna dia tau Anita mempunyai perasaan yang di pendam terhadap Jerry.


"Hellen kalau kedua-duanya boyeh? " Ucap Anita lalu tertawa.


Setelah sudah selesai kuliah, Hellen cepat menelfon Jerry dan meminta untuk menjemput. Hellen sudah merencanakan agar Jerry dan Anita bisa bertemu dan makan semeja.


Di tempat lain, Chris menatap Jerry dengan tatapan tajam karna dia tau yang Hellen menelfon Jerry karna Jerry memanggilnya dengan sebutan Nona.


"Ehemm, kenapa Rain telfon di kau Jerr? " Tanya Chris dengan tatapan seperti ingin menerkam Jerry.


"Aa... Emm... Tadi Nona minta saya datang untuk menjemputnya, Tuan." Ucap Jerry agak gugup karna takut melihat tatapan Chris yang sungguh posesif ketika itu berkaitan Istrinya Hellen.


"Hmm, apa dia ada menanyakan ku? " Tanya Chris lagi.


"Tidak ada Tuan. "


"Ckk, kenapa dia tidak menanyakanku? Dan kenapa harus meminta kau yang menjemputnya. " Ucap Chris dengan nada marah dan menarik nafas panjang.


Jerry tidak tahu hendak mengatakan apa lagi, karna yang ia lihat sekarang raut wajah Chris sudah berubah seperti ingin menerkamnya.


"Apalagi yang kau tunggu, cepat jemput Rain dan aku akan ikut karna aku ingin tau kenapa dia harus meminta kepadamu padahal aku masih di sini. " Ucap Chris lalu berjalan menuju ke mobil mereka.

__ADS_1


Dalam perjalanan Chris tidak bicara karna masih memikirkan Hellen, Hellen tidak mengabarinya setelah sampai di kampusnya, biasanya Hellen akan mengirim pesan dan mengatakan rindu padanya tapi hari ini pesan yang masuk di ponselnya hanya dari Sekretarisnya. Sunguuh Chris begitu kesal.


Hellen dan Anita sudah menunggu di gerbang kampusnya. Anita berasa deg2kan dalam menunggu Jerry. Mereka tidak banyak bicara tentang hal yang serius hanya Hellen yang suka menggoda Anita saja.


Sementar mobil yang Jerry bawa sudah berhenti di depan Hellen dan Anita. Hellen langsung saja memhuka pintu depan dan menyuruh Anita untuk masuk, biarpun mulanya Anita menolak tetapi Hellen tetap mendorong Anita perlahan agar bisa masuk di tempat duduk sebelah Jerry.


Hellen tidak tau perilakunya di perhatikan oleh Chris yang ada di dalam mobil itu. Chris tersenyum hatinya yang merasa panas tadi itu menjadi dingin apabila melihat Hellen mendorong temannya untuk masuk lalu tersenyum miring.


Hellen pun ikut masuk di bagian kursi penumpang dan dia di buat kaget karna Chris sudah duduk cantik di situ. Hellen masuk dengan tersipu malu.


"Maaf ya, aku tidak tahu By ikut tadi hehe, umm By kenalkan ini Anita, dia sekelas dengan aku dan masih jomblo hehe. " Ucapan Hellen berakhir dengan cengiran.


"Saya Anita, maaf kalau saya lancang sekali naik ke mobil ini. " Ucap Anita menolehkan kepalanya ke belakang dan meminta maaf.


"Jangan minta maaf, santai saja lagian Rain yang mengajakmu bukan? " Ucap Chris nada santai.


"Iya By, sudah-sudah ayo kita pergi makan dulu, perut sudah keroncong ini. Nita santai aja ya. " Ucap Hellen lalu mengelipkan matanya ingin menggoda Anita lagi.


Hellen tidak berbicara dengan Chris sepanjang perjalanan mereka, hanya memegang tangan Chris dan mengusap-usapnya saja. Suasana dalam mobil menjadi sangat canggung.


Chris tidak ingin bertanya kepada Hellen, dia pikir ini pasti akalan Hellen ingin memberi jodoh kepada Jerry yang sudah lama jomblo. Dia melirik Jerry sekilas lewat kaca spion, wajagJerry tampak serius dan tegang ingin saja dia tertawa karna Jerry tapi berusaha ditahannya.


Setelah sampai di restoran mewah yang sudah di pesan oleh Chris lewat ponsel. Hellen sengaja mengatakan ingin berdua saja dengan Chris. Dan memerintahkan Jerry untuk menemani Anita makan.


Jerry yang mengerti maksud Hellen hanya menurut saja karna dia juga sebenarnya agak tertarik dengan Anita tapi dia hanya mampu memendam karna takut di tolak mentah-mentah oleh Anita.


"Sayang, apa Sayang tau apa yang Sayang lakukan barusan? " Tanya Chris dengan serius.


"Hmm By Anita tu suka dengan Jerry apa tidak kita coba mendekatkan mereka. " Ucap Hellen.


"Ia bisa tapi Sayang By hampir saja memarahi Jerry karna Sayang tidak menelfon By malah menelfon Jerry hmm apa By tidak penting sekurang-kurangnya By juga ingin berpartisipasi dalam rencana Sayang. " Ucap Chris yang mulai sengaja membuang mukanya agar Hellen membujuknya.


"Maaf By maaf, tadi sebenarnya aku tidak mau menganggu By mungkin By ada pekerjaan lain jadi ya aku telfon ke Jerry. Maaf ya, By jangan marah ya. Please jangan marah ya. " Ucap Hellen membujuk Chris.


Chris tersenyum dan dia tidak tega melihat Hellen merayu seperti itu apalagi cara Hellen merayunya sungguh membuatnya tergoda.


"Ckk aku harus lakukan malam ini kalau tidak aku bisa menderita, huhh harus baik-baik dengan Rain agar moodnya tenang dan gampang di bujuk. " Gumam Chris dalam hati.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Komen dan Favorite yahh readers kesayangan author!!


__ADS_2