DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 55 Kecurigaan Hellen terhadap Ellson


__ADS_3

Hellen masih menuruti kemauan Ellson, dan soal kenapa bisa sampai di sini dia tidak pernah permasalahkan lagi karna dia rasa percuma saja bertanya jika jawaban yang di berikan bukanlah jawaban yang seharusnya ia dengar. Hellen merasa sedikit kesal dan kecewa terhadap Ellson tapi dia sama sekali tidak menunjukkan raut wajahnya yang kesal itu.


Dalam pikiran Hellen cuma ada rasa curiga terhadap Ellson. Perlakuan Ellson terhadapnya sudah tentu ada yang di sembunyikan dan orang-orang yang berada di dalam maupun sekitar rumah ini mengetahuinya tetapi ikut merahasiakan hal itu.


Hellen memulaikan dengan mengitari setiap sudut rumah itu, dia tidak meninggalkan satu pun tempat yang terlepas dari pandangan matanya. Apalagi tadi pagi Ellson berkata kepadanya ada urusan di luar dan kemungkinan akan pulang agak malam.


Dari itu Hellen mengambil kesempatan ini walaupun dia tau banyak mata-mata yang mengawasi gerak geriknya tapi Hellen tetap santai agar tidak menimbulkan rasa curiga.


Dari dalam rumah bisa melihat ke arah luar yang memang terdapat sedikit saja kenderaan yang lalu lalang. Kemungkinan ini di kawasan pinggiran Kota atau kawasan Desa kecil. Hellen menarik nafas panjang setelah terlalu lama berdiri depan jendela besar rumah itu.


Dia melanjutkan langkahnya, dan menuju ke setiap ruang yang mempunyai pintu lalu memasukinya untuk mengitari bagian dalamnya.


Sampai di satu ruang kamar yang barang-barangnya di tutupi oleh kain putih dan kelihatan sekali tempat itu tidak pernah di masuki oleh orang karna ruang kamar itu penuh debu.


Hellen membuka jendela kamar itu agar debu yang tertampung di dalam kamar itu bisa keluar. Sewaktu membuka jendela Hellen tanpa sengaja tertendang bingkai foto yang di tutup dengan kain putih.


Dia menarik perlahan kain putih tersebut lalu terlihatlah satu foto yang baginya sangat penting dalam hidupnya.


"Bukankah ini foto Ibu? Berarti ini kamar Ibu? " Ucap Hellen seraya menatap lekat foto itu.


Hellen dengan bergegas bangkit lalu membuka semua kain putih yang menutup barang-barang di dalam ruangan itu. Dan ternyata benar banyak sekali foto mendiang Ibu Hellen berada di ruang itu. Dia melihat ke arah sekeliling kamar itu dan air matanya sudah tidak bisa di bendung lagi. Hellen keluar mencari Bibi pelayan untuk membantunya membersihkan ruang kamar itu.


Tetapi tanpa Hellen duga Bibi pelayan tidak ingin membantunya karna ruang kamar itu ada tempat orang yang sudah meninggal dan katanya lebih baik jangan di usik karna akan terjadi hal yang tidak baik lagian Ibu Hellen meninggal bukan karna sakit tapi karna kecelakaan, makanya sampai saat ini tidak ada yang pernah memasuki kamar tersebut.


Mendengarkan perkataan Bibi pelayan, Hellen menjadi marah lalu mengambil vakum dan alat bersih-bersih untuk dia bersihkan sendiri karna baginya ruang kamar itu adalah tempat di mana Ibunya pernah ada dan harus di jaga dengan baik.


Tidak ada yang berani membantu Hellen karna para orang-orang di dalam rumah itu memilih untuk menjauh dan melakukan pekerjaan masing-masing saja. Hellen sudah melupakan tujuan awalnya dan kini dia sedang berada di dalam ruang kamar mendiang Ibunya untuk membersihkan semua yang ada di sana.


Hampir jam 2 sore, Hellen sudah hampir selesai dan kini Hellen mulai lapar. Hellen keluar dan bergegas turun ke ruang dapur lalu mengambil makanan dan minuman lalu di letakkannya di atas nampan dan membawa naik kembali ke ruang kamar itu, Hellen menghabiskan makanannya di sana.


Setelah selesai membersihkan ruang kamar milik mendiang Ibunya, Hellen merasa amat lega kini dia bergegas keluar untuk mandi agar nanti bisa terasa adem. Hellen membersihkan dirinya di dalam kamarnya, tidak lupa juga sebelum Hellen ingin menghabiskan waktunya di dalam kamar mendiang Ibunya, dia makan malam terlebih dahulu agar nanti para pelayan tidak repot untuk memanggilnya ke atas lagi.


Tanpa sadar Hellen tertidur dalam ruangan kamar itu. Sehingga Ellson datang mengejutkannya.


"Hellen, bangunlah nak. " Ucap Ellson seraya menepuk-nepuk perlahan pundak Hellen.


"Hmm, Paman sudah pulang? " Tanya Hellen dengan mata yang masih merem.


"Sudah, kamu lebih baik tidur di kamar kamu saja ya, tidak enak tidur di sini apa lagi kamu sedang hamil. " Ujar Ellson lagi.

__ADS_1


"Baiklah." Hellen pun bangkit dan menuju ke kamarnya yang terletak di bawah.


Ellson mengamati ruang kamar tersebut yang sudah bersih dan foto-foto lama sang kakak sudah di gantung kembali di dinding oleh Hellen. Ellson merasa sedikit tidak tenang dan memanggil salah satu pengawalnya untuk sengaja merusakkan kuncinya agar kamar ruangan milik mendiang sang Kakak itu tidak pernah di masuki orang maupun Hellen.


****


Keesokan harinya Ellson sengaja keluar pagi-pagi buta karna tidak ingin mendapat pertanyaan dari Hellen tentang kamar itu. Dia hanya berpesan kepada para pengawalnya dan pelayan rumahnya untuk tidak mengatakan apa-apa.


Sebenarnya apa yang di sembunyikan oleh Ellson yang membuat dia tidak ingin Hellen memasuki kamar tersebut. Tidak ada yang tqu kebenarannya karna mereka semua adalah orang yang baru saja bekerja di rumah itu.


Hellen bangun dan tergesa-gesa menuju kembali ke ruang kamar mendiang Ibunya dan dia sangat kecewa karna sudah lebih dari 10 menit dia coba mendorong pintu tersebut tapi tidak terbuka juga karna setaunya kemarin kamar ini tidak terkunci sama sekali.


Hellen mencari Ellson untuk menanyakan kunci kamar tersebut tetapi sekali lagi Hellen merasa kecewa karna Ellson sudah keluar sejak pagi lagi. Dan tidak ada satu orang pun di rumah itu yang tau keberadaaan kunci tersebut. Hellen berdecak kesal karna baru saja dia ingin membongkar semua yang di jumpanya di ruang kamar itu.


Dengan muka kesal, Hellen pun kembali ke kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya. Tiba-tiba terlintas sesuatu di pikirannya.


"Hmm kalau begini mungkin bisa aku sekalian cari tau apa yang di sembunyikan Paman. " Ucap Hellen lalu keluar dari kamarnya.


Hellen melanjutkan hal kemarin sempat tertunda, diatl terus mengitari ruang demi ruang di dalam rumah itu sehingga dia menjumpai ruang yang penuh dengan layar komputer.


"Oh di sini ruang cctv. " Ucap Hellen perlahan karna lebetulan sekali tidak ada orang di ruang itu.


Hellen memasukinya dan meneliti setiap penjuru rumah dan memang banyak cctv tersembunyi yang tidak kelihatan di luar tetapi bisa di lihat di layar komputer ini.


Hellen coba mengingat-ingat di mana posisi cctv berada tetapi ingatannya sama sekali tidak ingin bekerjasama. Hellen duduk di taman belakang rumah Ellson dan ada seorang saja penjaga di sana. Hellen coba mengakrabkan dirinya dengan bertanya-tanya.


"Ehhemm. Permisi Pak. " Ucap Hellen menegur penjaga itu.


"Eh. Nona Hellen ada apa? " Tanya penjaga itu.


"Hmm Pak, boleh saya tau alamat kita sekarang di mana? " Tanya Hellen tanpa basa basi.


"Alamat? Untuk apa? " Bukannya menjawab malah penjaga tersebut bertanya kembali.


"Ehh, Pak ni kan Hellen yang tanya ko tanya Hellen lagi. Ya Hellen kan cuma mau tau alamatnya kita sekarang di mana? Lagian Hellen ingin mengirim kerja tugas Hellen loh ke kampus kan kalau tidak ada alamat nanti bagaimana. " Ujar Hellen mencari akal.


"Oh iya. Baiklah. Nona catat ya awas lupa. Alamat kita sekarang di Jl. xxx , lorong 123 , Kota NY. " Ungkap penjaga itu dengan polos tanpa ada rasa curiga.


"Kota NY? " Tanya Hellen lagi.

__ADS_1


"Iya Kota NY. Ok Non jangan lupa ya. " Jawab penjaga itu.


"Rupanya aku sudah kembali ke sini, Ck apa sebenarnya yang terjadi sehingga harus sampai ke sini. " Gumam Hellen sambil menuju ke arah kursi taman tadi.


Hellen coba menebak apa yang terjadi dan yang terlintas di pikirannya hanya Chris sedang mencarinya di Negara X. Kini Hellen harus menyusun rencana baru untuk keluar dari tempat ini agar bisa menghubungi Chris dan mertuanya.


"Apa Paman menipuku? Tapi untuk apa? " Gumam Hellen dalam hati.


Sepanjang hari Hellen menghabiskan waktunya di taman belakang dengan memikirkan rencananya. Seharian ini Hellen tidak berasa lapar walaupun Bibi pelayan sudah menyiapkan makanan untuknya tapi sedikit pun tak di sentuh olehnya karna pikiran cuma memikirkan apa yang Ellson katakan tentang Chris mungkin itu adalah tipuan belaka.


Hati Hellen semakin menjadi gusar dan cemas karna jika itu benar maka selama ini sudah pasti Chris sedang mengkhawatirkannya dan kemungkinan besar juga Chris sudah menemukannya tetapi Ellson berhasil membawa dia pergi jauh dari Chris.


Hellen tidak tau apa yang di lakukan Ellson di luar sana dan apa rencananya yang sebenarnya. Tapi mau bagaimanapun Hellen terpaksa harus memaksa Ellson untuk berbicara dengan jujur karna tidak mempunyai jalan keluar yang lain. Pemikiran ini sempat terlintas di dalam kepala Hellen.


Jam menunjukkan tepat pukul 6 sore, Ellson sudah kembali dan langsung menuju ke tempat Hellen karna Bibi pelayan melaporkan bahwa Hellen seharian tidak menyentuh makanannya.


Ellson duduk di samping Hellen dan Hellen sadar kedatangan Ellson tapi dia hanya mengabaikan saja karna moodnya sedang berada dalam keadaan kesal yang teramat kesal.


"Hellen. Ayo masuk sudah malam ni. " Pujuk Ellson lembut.


"..... " Hellen tidak menjawab dan hanya melihat ke arah bunga saja.


"Hellen, ayolah nanti masuk angin perut kamu, tidak baik ibu hamil duduk di luar malam-malam. " Ellson masih coba membujuk Hellen.


"..... " Hellen masih bersikeras tidak mengindahkan apa pum dari Ellson.


"Hmm, Hellen apa kamu sedang kesal dengan Paman? " Tanya Ellson kepada Hellen.


"..... " Masih tidak ada jawaban dari Hellen dan membuat Ellson juga sedikit khawatir.


"Baiklah, maafkan Paman ya. Sekarang katakan apa yang kamu mau selain keluar dari rumah Paman akan izinin. " Ucap Ellson masih mencoba untuk memujuk Hellen dan berharap kali ini Hellen akan bersuara.


"..... " Tidak ada jawaban malah Hellen berdiri dan langsung saja berjalan menuju ke dalam rumah lalu meninggalkan Pamannya sendiri di kursi taman itu.


Ellson mengejar Hellen dengan langkah cepat sehingga sampai di pintu kamar Hellen, Hellen menutupnya dengan kuat dan membuat Ellson sedikit terkejut.


"Apa yang buat Hellen begitu marah? " Ucap Ellson yang tampak kebingungan dan khawatir.


Bersambung.....

__ADS_1


Maaf readers kemarin tidak update, karna kesehatan author belum membaik dan sekarang Puji Tuhan sudah agak mending. Teruskan mendukung yahh..


Jangan lupa Like, Komen dan Favorite!!


__ADS_2