DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 31 Rencana Jahat Aulie dan Jaqleen


__ADS_3

Setelah mendengar bahwa Hellen hampir saja diculik, Chris merasa sangat marah dia sudah mengarahkan anak buahnya untuk mencari tau siapa yang ingin menculik Hellen, Chris ingin menebak bahwa ini perbuatan Jaqleen tetapi masih belum ada bukti. Dia juga tidak ingin ceroboh dalam membuat keputusan karna masih banyak hal yang harus dia selesaikan.


Chris pergi ke rumah sakit untuk melihat Tina dan dia di sambut oleh Jaqleen. Sebenarnya Chris sudah mulai muak dengan permainan Jaqleen ini, dia sudah menyusun rencananya untuk mengakhiri perannya.


Chris mengajak Jaqleen ke suatu tempat dan dia menyuruh Jaqleen untuk siap-siap karna perjalanan akan sangat jauh. Pada mulanya Jaqleen merasa sangat bahagia karna bisa berpergian bersama Chris dan dia sudah membayangkan bagaimana Chris akan menyentuhnya.


Setelah Jaqleen selesai bersiap-siap, Jaqleen ingin keluar dari kamar gantinya tiba-tiba dia melihat anak buah Chris yang berbisik-bisik dan ia mendengar mereka mengatakan akan membuntuti mobil Chris secara diam-diam dan melakukan serangan bila Chris berpura-pura keluar untuk membuang air kecil. Jaqleen melotot di balik pintunya lalu dia teringat dengan jebakan yang pernah Chris lakukan terhadapnya. Dia tiba-tiba menjadi sangat emosi dan marah karna dia sadar selama ini Chris cuma berpura-pura baik terhadapnya. Jaqleen tidak bisa berbuat apa-apa karna dia mencoba mencari jalan keluar agar tidak termasuk dalam jebakan Chris.


"Sial kalau ponsel dan laptopku tidak masuk virus sudah tentu aku akan membalas dengan memalukan putri bungsu keluarga Lee. Atau ini semua dari awal adalah perbuatan Chris untuk memancingku datang sialan! " Ucap Jaqleen perlahan-lahan.


Jaqleen berpikir keras supaya bisa lolos dari pandangan anak buah Chris. Dia akhirnya keluar dan mencari alasan untuk membeli cemilan dekat toko kantin rumah sakit agar di perjalanan nanti dia tidak mudah tertidur. Jaqleen menunjukkan wajah sumringahnya. Anak buah Chris yang percaya dan hanya satu orang saja yang mengikuti Jaqleen untuk membeli cemilan. Jaqleen mengambil kesempatan dengan berpura-pura masuk ke dalam toko tapi sebenarnya dia tidak masuk dia berjalan menuju ke belakang secara perlahan-lahan agar anak buah Chris tidak menyadarinya. Setelah dia berhasil kabur dari anak buah Chris dia berjalan cepat dan manik matanya mengitari sekeliling karna di takut di lihat oleh anak buah Chris yang lain.


Jaqleen berhasil kabur dari rumah sakit dan dari anak buah Chris. Dia sungguh lega tapi dia merasa belum tenang karna Kota NY ialah kota Chris jadi dia bisa saja di temui oleh Chris kapan pun.


"Aku harus kembali ke Negara M agar si sialan itu tidak bisa ketemu denganku. " Ucap Jaqleen nada emosi.


Pada awalnya dia hendak pulang saja ke Negaranya tetapi dia batalkan karna dia tau dia harus ke mana untuk menyelesaikan rencana balas dendamnya.


"Hellen kau tunggu aku, aku akan menghabisi kau ******. " Ucap Jaqleen berapi-api.


Jaqleen mengambil keputusan untuk terbang ke Negara X karna semua informasi mengenai Hellen sudah ada di tangannya jadi mudah untuk dia mencari alamat di mana Hellen berada. Sepanjang perjalanan Jaqleen terus menyeringgai karna dia sudah tidak sabar untuk melampiaskan amarahnya kepada Hellen.


Jaqleen sampai di Negara X pada tengah malam jadi dia memilih untuk beristirehat dan akan memulaikan rencananya besok secara perlahan-lahan. Keesokan harinya Jaqleen sudah berada di cafe yang bersebelahan dengan kampus Hellen, dia juga sudah menyewa orang untuk memata-matai pergerakan Hellen di dalam kampusnya.


Aulie juga ingin menunggu Hellen pulang dari kampus, dia memasuki cafe di mana dia pernah duduk bersama Hellen. Tanpa dia duga dia menangkap sosok wanita yang pernah beredar di dalam berita media sosial, Aulie menatap wanita itu dengan menyeringgai karna muncul niat jahatnya, lalu menuju ke arahnya.


"Ohh bukankah ini wanita yang mengaku-ngaku di pacari oleh direktur utama Pt. Geho? " Ucap Aulie setelah berada di depan Jaqleen.


"Ckk kau siapa? Aku tidak ada urusan denganmu. " Jawab Jaqleen dingin.


"Memang tidak ada urusan dengan aku tapi mungkin aku bisa tebak kau punya urusan itu dengan Hellen ya? " Ucap Aulie sinis.


"Kau siapa hahh? " Ujar Jaqleen mulai khawatir dia adalah salah satu anak buah Chris.


"Humm lihat dari perlakuannya apa dia mulai takut. " Gumam Aulie dalam hati.

__ADS_1


"Kau tidak perlu khawatir. Aku Aulie kakak tiri Hellen. " Ucap Aulie seraya mengulurkan tangannya hendak bersalaman.


"Umm ehemm aku Jaqleen. " Ucap Jaqleen sambil menerima tangan Aulie. Mereka bersalaman.


"Ok, tapi aku mau tau apa urusan kau dengan Hellen? Karna aku juga ada urusan dengannya." Ucap Aulie memancing Jaqleen untuk berbicara.


"A...aku tidak ada urusan dengannya... " Jawab Jaqleen terbata-bata.


"Humm aku kira kau memusuhinya seperti aku, baiklah kalau begitu nampaknya kita tidak sepemikiran. " Ucap Aulie masih memancing.


"Tunggu apa kau memusuhi Hellen? Kenapa? " Tanya Jaqleen penasaran.


"Kalau kita sama mungkin aku akan memberitahu kenapa aku memusuhinya tapi sayangnya tidak, jadi itu bukan urusanmu. " Ucap Aulie nada sombong dan hendak pergi.


"Tunggu! Umm sebenarnya aku..aku juga membencinya dan Hellen adalah musuhku aku ingin menghancurkan dia. " Ucap Jaqleen menyakinkan Aulie.


Aulie yang mendengar kata-kata Jaqleen pun tidak jadi untuk pergi malah langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Jaqleen. Aulie menunjukkan senyum sinisnya karna dalam pikirannya sudah banyak rencana jahat untuk Hellen. Aulie pun memberitahu Jaqleen alasannya memusuhi Hellen dan juga membalikkan semua fakta tentang Hellen karna dia tau Jaqleen juga merupakan orang yang licik dan tidak boleh di percaya tapi untuk sekarang Aulie memang membutuhkan rekan untuk bekerjasama dengannya. Aulie ingin memanfaatkan Jaqleen untuk membantunya dan dia juga berpura-pura akan membantu Jaqleen. Kebetulan prinsip mereka sama iaitu membalas dendam dengan Hellen.


Jaqleen merasa puas karna ada seorang lagi yang boleh menemaninya bermain-main dalam rencana membalas dendamnya terhadap Hellen. Apalagi Aulie menawarkannya untuk tinggal bersama di apartmentnya agar memudahkan mereka menyusun rencana. Jaqleen menyeringgai dan dia tidak sabar untuk melihat hari kehancuran Hellen.


Jerry yang kebetulan ingin menjemput Hellen atas arahan Chris, dia melihat ke dalam cafe dan tersenyum sinis lalu mengirimkan pesan kepada Chris. Walaupun dia tidak tau apa yang di bincang oleh dua orang wanita dalam cafe itu tapi dia bisa menebak karna kejadian kemarin ada kaitan dengan salah satu wanita itu.


***


Keesokan harinya dia datang ke rumah sakit untuk menjemput Tina yang sudah bisa keluar, Chris membawa Tina ke apartmentnya karna jika dia membawa Tina kembali ke mansion utama paman Zhang akan melaporkan keadaan Tina sekarang. Dalam perjalanan kembali ke apartment notif pesan ponsel Chris berbunyi. Chris segera membuka pesan yang ternyata dikirim oleh Jerry.


Chris membulatkan matanya dan rahangnya mengeras apabila melihat isi pesan Jerry yang merupakan foto Aulie duduk bersama Jaqleen. Dia membalas pesan Chris untuk sentiasa berjaga-jaga dan harus ketat dalam mengawasi Hellen.


Tina yang melihat wajah serius dan merah Chris menjadi bingung dan penasaran.


"Abang? Kenapa abang kelihatan marah? " Tanya Tina lembut.


"Hmmm ini **melihatkan isi pesan Jerry dan foto** mereka sudah bersatu dan aku punya firasat buruk. " Ucap Chris nada serius.


"Wanita ini begitu licik cihh. " Ujar Tina nada marah.

__ADS_1


Chris mengarahkan beberapa anak buahnya untuk mengintai kegiatan Aulie dan Jaqleen. Dan mereka berhasil menangkap beberapa mata-mata suruhan Aulie dan Jaqleen. Chris tidak menoleransikan siapapun yang ingin menyakiti istrinya dia mengarahkan anak buahnya untuk membunuh siapa pun yang coba melakukan kejahatan terhadap Hellen.


Chris juga sudah mengingatkan Hellen agar tidak kemana-mana kecuali bersama Jerry karna dia mempercayai Jerry karna Jerry juga merupakan Ketua Tim pengawal Chris yang mendapat latihan khusus dari keluarga Lee.


***


Henry memberanikan diri untuk datang ke kediaman utama Kakek Gramor. Dia memberi banyak alasan kepada pengawal kakek Arnold agar bisa bertemu dengan Hellen dan membincangkan sesuatu yang amat penting.


Hellen yang kebetulan lewat mendengar ada bunyi berisik di luar, dia pun keluar dan ingin melihat apa yang terjadi. Lalu agak kaget karna melihat Henry yang merayu pengawal.


"Biarkan dia masuk pak. " Ucap Hellen kepada pengawal yang berjaga itu.


"Baik Nona. " Jawab pengawal itu.


Henry berterima kasih kepada Hellen, tapi Hellen membuat muka datar dan tidak peduli. Hellen berjalan menuju ke ruang keluarga diikuti oleh Henry di belakangnya.


"Duduklah." Ucap Hellen singkat.


"Hellen terima kasih lagi ya, sebab mengizinkan aku masuk. " Ucap Henry dengan senang.


"Hmm aku cuma mendengar tadi kau kata ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting kepada ku. " Tanya Hellen tanpa basa basi.


"Umm ini mengenai Aulie, Hellen kau harus hati-hati sekarang dan kedepannya karna Aulie sudah merencanakan sesuatu tapi aku juga tidak tau apa itu cuma kejadian tempoh hari itu adalah ulahnya aku mendengar sendiri ucapannya setelah kau keluar dari cafe itu. " Ujar Henry panjang lebar.


"Aku sudah tau, apa hanya itu hal yang ingin kau sampaikan? " Ucap Hellen.


"Umm Hellen kalau kau boleh bergantung kepadaku lagi, sebelumnya aku minta maaf atas perbuatanku tapi aku sudah salah. " Ujar Henry nada ingin membujuk Hellen.


"Kalau sudah tidak ada apa-apa lagi silakan pulang aku mau istirehat. " Ucap Hellen datar dan tidak menjawab ucapan Henry.


"Hellen dengarkan aku, aku salah aku menyesal biarkan aku menebus semuanya, kita mula dari awal ya. Aku akan melindungimu. " Ucap Henry dan ingin memegang tangan Hellen tetapi di tepis oleh Hellen.


"Cukup, kau mau keluar pulang sendiri atau pengawal yang akan menyeret kau? " Ucap Hellen dingin.


"Baiklah maaf Hellen untuk segalanya tapi aku tulus. Ini nomor ku hubungi aku jika kau butuh bantuan, aku akan bersedia. Aku pulang dulu. " Ucap Henry sambil meletakkan kertas yang tertulis nomornya dan berlalu keluar dari kediaman.

__ADS_1


Hellen mengambil kertas tersebut lalu menghela nafas panjang. Dia tidak menyangka bahwa lelaki yang menghinanya berapa bulan yang lalu kini datang untuk merayunya kembali dan hal itu membuat Hellen merasa jijik dengan Henry.


Bersambung...


__ADS_2