DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 21 Hari Bersama


__ADS_3

Dalam perjalanan Chris terus memeluk Hellen dan mengusap-usap paha Hellen. Chris menarik nafasnya dan menghembuskan dengan berat sekali.


"Sayang aku mau kamu. " Ucap Chris berbisik.


"Ihh by, jangan sekarang karna kakek mungkin lagi menunggu aku. "


"Hmm kalau begitu besok ya harus bisa besok lagian besok akhir pekan jadi besok ya. "


"Baiklah by, besok ya tahan dulu malam ni. "


Setelah perbicaraan itu Chris tersenyum puas karna dia sudah membayangkan apa yang akan terjadi besok. Chris senyum sumringah.


Setelah menghantar Hellen, Chris langsung saja melanjutkan pekerjaannya iaitu menemui investor saham perusahaan Porselein Gramor. Chris menjalankan rencana dengan mulus dan dia berhasil membeli saham tersebut.


***


Hellen berasa amat lega karna bisa ketemu dengan Chris dan mengetahui usia kandungannya, sampai di kediaman kakeknya, Hellen masuk sambil menyanyi, kakeknya yang melihat Hellen begitu senang pun memanggilnya.


"Hellen mari sini nak. " Panggil Kakek Arnold yang berada di ruang keluarga.


"Kakek, apa kakek sudah membaik? " Tanya Hellen sambil menuju ke tempat kakeknya duduk.


"Ia, kakek cuma kecapean lagian kakek sudah tua. " Ujar Kakek Arnold.


"Hmm apa aku tanya saja tentang ayah kemarin di usir ummm tapi aku takut kakek akan drop lagi lagian hubungan kakek dan ayah tidak baik sejak mengetahui pertunanganku dan Henry batal, ahhh bingung lain waktu baru aku tanya. " Gumam Hellen dalam hati.


"Hellen kenapa kamu melamun? " Tanya kakeknya yang melihat Hellen melamun seperti begitu banyak dalam pikirannya.


"Tidak cuman teringat besok teman baru Hellen ajak keluar ummm dan Jerry yang akan jemput besok, kakek bisakah Hellen pergi besok? " Ujar Hellen seraya memujuk kakeknya.


"Baiklah kalau pergi dengan Jerry kakek izinkan. "


Hellen masuk ke kamarnya dengan wajah ceria karna besok dia akan bertemu lagi dengan suaminya, tapi menurut Hellen kasian sekali dengan Jerry yang jadi taruhan. Hellen merebahkan tubuhnya ke atas ranjangnya tanpa sadar dia terlelap.


Akhirnya Chris juga pulang ke villanya, hari ini dia rasa sangat lelah sekali mujur saja pembawaan muntah dan lemas tubuhnya masih bisa di atas. Chris melihat arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 10 malam, untuk hari ini Chris tidak akan menelfon Hellen karna dia tau Hellen pasti kelelahan dan Chris juga butuh istirehat.


Setelah mandi, Chris tiba-tiba teringat bahwa Jerry bersalaman dengan Hellen itu membuat rasa cemburunya datang lagi, Chris keluar dari kamar dan menuju ke ruang keluarga lalu memanggil Jerry.


"Jerry." Memanggil Jerry dengan wajah datar tapi matanya masih saja tajam.


"Ya tuan? Ada yang bisa saya bantu? "


"Hmm pijit bahuku. " Nada dingin.


Jerry segera melakukan perintah Chris memijit bahunya. Jerry sepertinya mengerti maksud tuannya.


"Umm tuan maaf, saya bukan sengaja tapi wajarkan untuk berpura-pura di depan kakek Arnold, sayaharus kelihatan ramah. " Ucap Jerry menjelaskan sambil memijat bahu Chris.


"Seharusnya kau pakai sarung tangan saja agar jangan bersentuh dengan kulit istriku. " Ucap Chris datar.


"Maaf tuan, mulai besok saya pakai sarung tangan dan kejadian itu tidak akan terulang lagi. " Ujar Jerry.


"Tapi tetap saja aku ingin potong tanganmu, cihh sudahlah kalau ini terjadi lagi ku potong gajimu setengah bulan. " Ucap Chris.


"Baik tuan tidak akan terjadi lagi. "


"Hmm berhentilah aku mau istirehat, tubuhku rasa lemas lagi. "


Chris pun berdiri dan menuju ke kamarnya untuk beristirehat. Tidak sampai setengah jam tiba-tiba Chris bangun lagi dan ingin minum jus apel dia bergegas keluar dan mencari Jerry.

__ADS_1


"Jerry cepat kau belikan aku jus apel dan coklat, cepat. " Ujar Chris kaya orang kelaparan.


"Baik-baik." Jerry langsung saja berlari menuju keluar dari villa dan langsung saja menyetir mobilnya dengan kelajuan 90km/h.


Jerry tau sekali sejak berapa hari ini Chris sering meminta makanan aneh-aneh lalu harus cepat. Pertama kali Chris berubah Jerry langsung saja di semprot dengan banyak macam perkara hanya karna dia mencari permen kapas rasa coklat.


Akhirnya Jerry sudah tiba di villa dan bergegas masuk untuk memberi Chris pesanannya. Wajah Chris kelihatan muram dan datar.


"Lama sekali kau, aku sudah menunggumu berjam-jam di sini. " Ujar Chris seraya mengambil bungkusan yang di bawa Jerry.


"Maaf tuan. " Ucap Jerry.


"Cepat salah lambat salah nasib jadi asisten majikan yang lagi mengidam, huhh padahal baru setengah jam aku pergi tadi haihhh nasib. " Gumam Jerry dalam hati yang melihat tuannya makan coklat dan minum jus apel dengan lahapnya.


Setelah menghabiskan makanannya Chris langsung saja masuk ke kamar dan ingin sambung lagi tidurnya. Jerry yang baru saja hendak menarik nafas panjang tiba-tiba Chris keluar lagi dengan wajah terkekeh-kekeh.


"Jerry aku tiba-tiba pengen sekali makan kentang goreng dan udang keju. " Ujar Chris dengan senyum sumringah.


"A.. Baiklah tuan, tunggu sebentar aku pergi sekarang. " Ucap Jerry sambil tergesa-gesa.


"Ckk apa tuan ingin menyiksaku malam ini. " Ucap Jerry setelah masuk ke dalam mobilnya.


Sepanjang malam itu Jerry tidak tidur karna Chris banyak maunya, dalam hatinya mujur Chris itu adalah majikan dan sekalian sahabat kecilnya.


Keesokan harinya Jerry menjemput Hellen di kediaman utama Gramor. Hellen melihat Jerry rasa agak aneh karna Jerry memakai sarung tangan dan matanya mempunyai lingkaran hitam seperti orang tidak tidur.


"Jerry apa Chris menghukummu semalam? " Tanya Hellen penasaran.


"Tidak Nona. " Jawab Jerry singkat.


Hellen menganggukkan kepalanya, dia ingin bertanya lebih tapi takutnya Jerry tidak akan menjawab pertanyaannya. Sepanjang perjalanan menuju ke Villa Chris, suasan dalam mobil agak sepi.


Chris menatap Hellen dengan senyum sumringah begitu juga dengan Hellen. Mereka menuju masuk ke dalam Villa. Chris meletakkan Hellen di kursi meja makan.


"Waa apa kita akan burger dan tortilla pagi-pagi begini? " Ucap Hellen manik matanya berbinar melihat makanan kesukaannya di depan matanya.


"Ia sayang, makanlah. " Ujar Chris.


Chris melihat Jerry yang sudah masuk ke dalam villa dan berdiri tidak jauh dari mereka.


"Jerry kamu istirehatlah dulu, maaf merepotkanmu. " Ucap Chris.


"Tidak apa-apa tuan, kalau begitu saya kembali ke kamar saya, permisi. " Ucap Jerry dengan penuh semangat.


Hellen yang melihat perubahan raut wajah Jerry berasa bingung.


"By apa by menghukum Jerry semalam? " Tanya Hellen kepada Chris.


"Umm tidak sayang, kenapa? " Ucap Chris.


"Tidak by hahaha. "


"Ya sudah makanlah habisin makanan ini dan kita akan main di kamar setelah ini ya. " Ucap Chris menyeringgai.


"Uhukk..uhukkk.." Mendengar ucapan Chris Hellen menjadi terbatuk.


"Sayang makan pelan-pelan ini minum dulu airnya. "


Setelah selesai makan bersama, Chris mengajak Hellen untuk beristirehat di kamar. Dalam kamar Hellen sama sekali tidak merasa lelah dan belum rasa mengantuk tapi Chris sudah tidur cantik di samping Hellen.

__ADS_1


Hellen mengangkat tangan Chris yang memeluknya, Hellen keluar dari kamar mencari Jerry.


"Jerry, apa kau sibuk? " Tanya Hellen.


"Oh Nona tidak, saya tidak sibuk. Ada yang bisa saya bantu? " Ujar Jerry yang lagi duduk di ruang keluarga sambil memainkan ponselnya.


"Jerry apa Chris ada membawa laptopnya? " Tanya Hellen.


"Ada, ada di ruang kerjanya, apa perlu saya ambilkan? " Ucap Jerry.


"Kalau tidak keberatan? " Kekeh Hellen.


"Um baiklah saya ambilkan dulu. " Ucap Jerry langsung bergegas ke kamar kerja Chris.


Setelah laptop Chris berada di tangan Hellen, Hellen membawanya masuk ke kamar dan mulai menonton film. Sedang asyik menonton film sedih, sampai adegan yang sangat menyedihkan Hellen terisak-isak dan itu membuat Chris terkejut dan bangun.


"Isk..isk..isk"


"Sayang kamu kenapa menangis? " Tanya Chris kepada Hellen.


"By ceritanya sedih sekali, orangtuanya mati kecelakaan dan dia lagi di luar negeri, sedih sekali by. " Ucap Hellen seraya menunjuk ke laptopnya.


"Hmm kira kenapa tadi, sudah jangan nonton lagi kalau menyedihkan ya. " Ucap Chris memberi saran.


"Tapi ini filmnya seru. " Tangisan Hellen malah makin kuat apabila dia merasa Chris melarangnya menonton.


"Eehh jangan nangis jangan nangis, ia ia nonton sudah nonton. " Ucap Chris.


"Memang ya wanita hamil ni jangan di ganggu kalau tidak emosinya meledak-ledak huhh, biarlah yang penting dia bahagia. " Gumam Chris dalam hati sambil menatap Hellen yang berbaring sebelahnya sambil serius menonton film.


Chris hanya menatap Hellen, dia tersenyum sendiri karna dia tidak bisa membayangkan wanita yang dia cintai dari 12 tahun lalu kini menjadi istrinya dan bakal melahirkan anaknya. Tangan Chris mengusap lembut belakang kepala Hellen.


"Sayang." Panggil Chris.


"Ya by? " Jawab Hellen tapi matanya masih melihat ke arah laptopnya.


"Sejak kapan sayang mulai jatuh cinta dengan aku? " Tanya Chris.


"Emm? " Hellen langsung saja beralih menatap Chris lalu tersipu malu.


"Sejak kali pertama bertemu. " Ucap Hellen.


"Tapi itu kamu masih berusia 10 tahun sayang mana mungkin kamu bisa jatuh cinta. "


"Memang usiaku masih 10 waktu itu tapi pertama kali bertemu dengan by, itu seperti ada tarikan yang membuat aku ingin terus bersama by walaupun mulanya by cuekin aku tapi aku tau by sebenarnya perhatian dengan aku. " Ucap Hellen.


"Mmm benar, by cuek karna by pikir kamu anak kecil yang menyebalkan saja kemana aku pergi sayang pasti ikut hahaha. " Ujar Chris mengejek Hellen.


"Tapi by tetap jatuh cinta dengan aku tu. " Ucap Hellen senyum menang.


"Ia sayang menang, by jatuh cinta dengan sayang karna melihat sikap dan tingkah laku sayang yang dewasa. " Ucap Chris mengalah.


Setelah perbicaraan itu Chris langsung saja memeluk Hellen, dia tidak mau mengorek masa lalu karna dia tau ada kesedihan di masa lalu Hellen.


Chris memcium telinga Hellen dan berbisik. Wajah Hellen langsung saja bersemu merah mendengar ucapan Chris.


Bersambung...


Reader nantikan ya sambungnya yahh...

__ADS_1


__ADS_2