
Setelah pulang dari minimarket Ellson melihat jam yang melingkar di tangannya sudah hampur tepat jam 2 sore. Ellson menyuruh sopirnya agar membawa mobil dengan sedikit melaju. Dia takut kepergiannya yang agak lama menimbulkan rasa curiga pada Hellen.
Hingga sampai di depan rumahnya Ellson dengan tergesa-gesa memasuki rumah tapi yang dia dapati bukanlah seperti dalam pemikirannya. Malah dia melihat beberapa orang bibi pelayan rumah berada di depan pintu kamar Hellen dengan memanggil-manggil nama Hellen. Dengan cepat Ellson menaiki tangga lalu mendekati mereka.
"Ada apa? " Ellson langsung bertanya setelah berdiri di belakang para pelayan tersebut.
"Oh Tuan, umm ini Nona dari pagi belum keluar untuk makan, kami kira tadi pagi Nona sengaja tidak sarapan tapi setelah jam makan siang tadi, Nona masih juga tidak keluar kami mulai khawatir apalagi dari tadi kami sudah memanggil Nona malah tidak ada jawaban sama sekali, Nonatl tidak bisa begini Tuan. " Salah satu bibi pelayan menjelaskan kepada Ellson.
"Hmm coba biar aku yang panggil. " Ellson langsung maju dan mengetuk perlahan pintu kamar Hellen.
"Hellen, Sayang kamu tidak apa-apa ka? Tolong buka pintu ini Paman. " Berulang kali Ellson mengetuk dan memanggil nama Hellen tapi tetap sama tidak ada jawaban sama sekali.
"Ckk apa Hellen mengetahui rencanaku sampai mengunci dirinya dalam kamar. " Batin Ellson.
"Kamu pergi cari kunci pendua pintu kamar Hellen. " Ellson meyuruh bibi pelayan tadi.
Mereka pun segera mencari kunci pendua kamar Hellen, setelah 5 menit akhirnya mereka menemui kunci pendua tersebut lalu segera mereka bawakan ke tempat Ellson.
Kelihatan Ellson masih coba mengetuk pintu Hellen dan memanggilnya tapi masih tetap tidak ada balasan sehingga bibi pelayan datang membawa kunci pendua tersebut, Ellson dengan cepat membuka pintu Hellen yang terkunci lalu langsung menerobos masuk ke dalam kamar Hellen.
Kamar Hellen tampak bersih dan rapi. Ellson mencari di setiap penjuru dalam kamar tersebut tapi nihil Hellen tidak ada di dalam kamarnya. Pikiran Ellson mulai menerawang dia langsung berlari keluar dan menuju ke kamar pemantauan cctv untuk melihat pergerakan Hellen.
"Jangan sampai pikiran ku benar! " Gerutu Ellson.
Sesampai di kamar pemantauan cctv tersebut Ellson langsung mengetik mencari kapan terakhir kali Hellen berada di dalam rumah.
Setelah melihat pergerakan Hellen pada jam 10 malam yang menuju ke arah dapur, memang tidak ada pergerakan yang mencurigakan tetapi Hellen menghilang dari pemantauan apabila dia menuju ke lemaru gelas yang terletak dekat pintu dapur.
__ADS_1
"SIAL!! Kalian cepat cari tau jika ada orang dari luar masuk ke desa ini!! " Ucap Ellson dengan nada berteriak.
Para anak buah Ellson menjumpai kepala desa untuk menanyakan perihal tersebut tapi jawaban yang mereka dapat adalah kosong tidak ada orang luar yang memasuki desa mereka kemarin. Mereka juga sekpat bertanya dengan warga sekitar jikalau ada melihat orang asing memasuki desa itu tetapi jawaban tetap sama seperti tadi, tidak ada orang asing yang memasuki kampung tersebut.
Entah bagaimana Chris menutup mulut kepala desa dan warga yang lain untuk menyembunyikan kedatangannya hanya Chris saja yang tahu. Author juga penasaran ni masa sih bisa tidak ketahuan nanti di tanya ke Chris saja ya haha!!!
Jam 5 sore, Ellson yang sedang mondar mandir di ruang tamu karena tidak mendapat apa-apa informasi dari warga tentang kedatangan orang asing tersebut mulai menguras pikirannya dengan berpikir.
"Apa mungkin Hellen yang melarikan diri, ckk tapi dengan keadaan perut besar begitu apa bisa dia pergi jauh sendirian lagian dia tidak tau ini di mana, hmmm. " Ellson berpikir keras dengan menerka-nerka kemana Hellen pergi.
"Atau Hellen ada berjumpa seseorang di kota kemarin? Sial aku sepatutnya tidak bawa dia ke kota kemarin, pasti aku yakin ada orang yang membantunya. "
Sedang asyik berpikir keras tiba-tiba depan rumah Ellson terdengar bunyi ledakan yang keras. Ellson otomatis melompat kaget karena bunyi yang kuat dan keras tersebut. Para anak buah Ellson berlari masuk ke dalam kediaman untuk memastikan keselamat Ellson.
"Apa yang berlaku? " Tanya Ellson kepada salah satu anak buahnya.
Ellson mengangguk dan tanpa menunggu lama Ellson mengikuti anak buahnya yang lain bersama para bibi pelayan melewati pintu belakang tetapi baru saja Ellson keluar dari pintu dia langsung ada seseorang dari belakang Ellson membekap mulutnya menggunakan sapu tangan yang suda ada obat biusnya sehingga membuat Ellson pingsan.
Mereka langsung membawa Ellson pergi lalu memasukkan ke dalam mobil yang sudah menunggu mereka. Dan anak buah Ellson yang lain sudah tergelak pingsan karena ada seseorang yang melemparkan gas helium agar mereka merasa pusing dan akhirnya pingsan.
Rencana seorang pria yang membuat kekacauan itu sungguh rapi dan berhasil. Kini Ellson di bawa ke salah satu pondok jauh di dalam hutan besar kaki dan tangannya diikat begitu juga dengan mulutnya di ikat lalu di sumbatkan dengan kain agar tidak bisa berbicara.
Beberapa orang anak buah pria tadi menyiram air ke seluruh tubuh Ellson agar ia tersadar dari pingsannya dan benar saja setelah Ellson di siram ia langsung sadar.
Mata Ellson terbuka dengan kaget tapi pandangannya agak sedikit buram sehingga susah untuk melihat wajah orang yang berada di depannya itu. Ellson hendak memberontak tetapi tangan dan kakinya di ikat dengan kuat, dia juga berusaha untuk berteriak tetapi tidak bisa karena mulutnya juga di tutupi oleh kain.
Saat ini Ellson berasa benar-benar kedinginan dengan suasana yang agak gelap dan hanya di terangi cahaya matahari yang samar-samar karena hampir terbenam. Sehingga suara seorang pria membuat Ellson tersentak kaget.
__ADS_1
"Katakan! Di mana Hellen!! " Ujar pria tersebut dengan nada membentak Ellson.
Ellson hanya menggelengkan kepalanya lalu menatap ke arah pria tersebut dia seperti pernah melihat pria tersebut tetapi ingatannya sungguh kacau apalagi dengan keadaannya sekarang.
"Buka penutup mulutnya biarkan dia berbicara tapi kalau dia berteriak pukuli saja dia sampai babak belur. " Pria mengarahkan beberapa anak buahnya untuk membuka ikatan kain di mulut Ellson.
Setelah ikatan di mulut Ellson terbuka, Ellson langsung membentak pria tersebut.
"Kau siapa hahh!! Apa kau salah satu orangnya bajingan kecil itu!! " Ucap Ellson dengan membentak.
"Apa kau lupa denganku? Kau baru saja bertemu denganku tadi haha!! Aku tanya tadi di mana Hellen hahh!! Kau apakan Hellen !?! " Pria itu membalasnya tidak kalah tinggi dan keras suara yang di lontarkan.
Setelah mendengar perkataan pria tersebut, Ellson baru mengingat sesuatu. Pria ini adalah pria yang ingin dia sewa untuk menghabiskan Chris. Betapa menyesal Ellson karena tidak berhati-hati dalam memilih orang. Memang pria ini adalah rekomendasi dari salah satu bibi pelayan di rumahnya.
"Selama ini rupanya ada yang berkhianat kepadaku, sial!! Aku harus lepaskan diri dari sini dan mencari Hellen. " Gerutu Ellson dalam hati.
"Kenapa kau diam hahh!! Aku tanya jawablah. " Sekali lagi pria itu bersuara dan akhirnya dia menampar kuat pipi Ellson lalu menendang perut Ellson karena geram terhadap Ellson yang tidak mau menjawab pertanyaannya.
Plakkk!! Bughh bughhh!!
"Arrrgghhh." Pekik Ellson ke sakitan.
"Ikat lagi mulutnya, besok aku ke sini lagi, teruskan menjaganya. Faham!! " Akhirnya pria itu pergi dengan wajah yang kesal.
"Sial bagaimana ini. "
Bersambung...
__ADS_1