
Aulie sudah memberitahu William rencananya tentang Hellen tapi dia tidak memberitahu tentang Ellson. Aulie ingin mengambil kesempatan atas keakraban William bersama Tuan Lee.
Kini William dan Aulie berada di ruang tamu kediaman Lee, selang berapa menit Tuan Lee dan Nyonya Lee turun bersamaan menuju ke ruang tamu di mana Aulie dan William sedang menunggu.
Setelah mereka saling bertukar sapa. Nyonya Lee tidak melepaskan pandangannya kepada Aulie karna dia masih mengingat Aulie pernah menculik Hellen dan itu membuatnya berdendam dengan Aulie, apalagi dia mengetahui bahwa Hellen memaafkan Aulie hanya karna William.
William mulai menceritakan tentang hal yang berlaku di kantornya kepada Tuan Lee dan Istrinya. Aulie hanya menyimak perbicaraan mereka karna dia tidak berani untuk membuka suara.
Aulie sadar bahwa Nyonya Lee terus memperhatikan dia tapi Aulie lebih memilih masa bodoh karna dia juga agak takut untuk membalas tatapan Nyonya Lee.
Aulie mulai melihat ke arah sekeliling kediaman Lee dan memang nampak mewah sekali menurut pikirannya sampai dia tidak bisa berhenti melihat.
"Tapi aku tidak melihat bayang-bayang Hellen, ckk ini akan menjadi sedikit susah. " Gumam Aulie dalam hati.
Aulie coba memberi senyuman kepada Nyonya Lee tapi Nyonya Lee malah membuang mukanya dan membuat Aulie merasa kesal.
Tiba-tiba Aulie melihat seorang pelayan membawa nampan yang berisi minuman dan cemilan lalu menuju ke lantai atas. Manik mata terus menatap pelayan itu hingga tidak kelihatan.
"Bawa makanan naik ke atas? Cihh pasti itu untuk Hellen. Hahaha aku sudah yakin pasti Hellen berada di sini. " Gumam Aulie dalam hati sambil tersenyum smirk.
Nyonya Lee yang perasan akan raut wajah Aulie yang mencurigakan itu langsung saja dia menegur Aulie.
"Kamu! Kenapa wajahmu seperti merencanakan sesuatu? " Ucap Nyonya Lee tanpa basa basi kepada Aulie.
Nyonya Lee menatap Aulie dengan tatapan yang tajam. Sehingga mereka yang berada di ruangan itu semua melihat ke arah Aulie.
"Aku... Huhh aku sedang memikirkan apa yang harus di lakukan, memang aku sedang merencana sesuatu agar kantor Ayah tidak di ambil alih oleh investor baru yang mengancam Ayah. " Aulie segera mencari alasan agar dia tidak ketahuan melihat ke arah pelayan tadi.
"Ohh jadi apa rencana yang kau ada? " Tanya Nyonya Lee yang masih merasa tidak puas dengan jawapan Aulie.
"Hmm aku....aku berencana untuk bertemu dengan Hellen. Bagaimanapun Ayah masih Ayah kandungnya Hellen. Dan lagian Tuan Ellson juga menginginkan harta warisan Hellen walaupun aku tidak tau darimana Tuan Ellson bisa kenal Hellen tapi itulah yang Tuan Ellson katakan. " Ucap Aulie.
"Aulie Ellson itu Paman kandung Hellen. " William terus terang kepada Aulie.
"Apa???!! Ko aku tidak tau yah? " Aulie agak kaget karna dia baru tau bahwa rupanya Ellson adalah Paman Hellen.
"Kalau begitu apa yang Ellson mau dari Hellen, ck aku kira dia laki-laki yang terobsesi dengan Hellen. " Gerutu Aulie dalam hati
"Ayah kira kamu sudah tau. "
Aulie hanya menggelengkan kepalanya tapi bukan berarti dia akan merusakan rencana yang telah dia susun malah baginya ini menjadi kesempatan yang baik.
__ADS_1
Aulie tiba-tiba bertanya kepada Nyonya Lee.
"Kenapa Hellen tidak turun ke sini, apa dia tidak mau bertemu dengan Ayahnya? " Kata Aulie dengan nada penasaran.
Tuan Lee dan istrinya saling berpandangan lalu Nyonya Lee membuat raut wajah memelas karna tidak tau jawaban yang harus ia berikan. Tapi dengan cepat Tuan Lee menjawab pertanyaan Aulie.
"Hellen masih di Negara X, karna Hellen masih harus kuliah. " Ucap Tuan Lee dengan wajah tersenyum.
"Oh, aku kira dia ada di sini, bukannya dia lagi hamil? " Pertanyaan Aulie semakin membuat mereka merasa aneh.
"Hamil? Kata siapa Hellen hamil? " Tanya Nyonya Lee dengan nada tinggi.
"Bukan kata siapa-siapa tapi aku sendiri yang mendengar ucapan Chris kepada Hellen sebelum Ayah dan aku kembali ke sini. " Ujar Aulie dengan sedikit sinis.
"Aulie, kamu yang benar saja jangan ngawur ah. " Ucap William seperti tidak percaya.
"Terserah deh. " Jawab Aulie singkat.
Nyonya Lee menatap Aulie dengan tatapann yang sulit di artikan dan itu membuat Aulie berasa kurang selesa. Aulie mencari-cari akal lagi agar bisa terlepas dari pandangan Nyonya Lee.
Tiba-tiba satu ide terlintas di dalam pikirannya. Aulie meminta maaf pada mereka semua dan dia ingin pamit sebentar karna sudah tidak bisa menahan untuk membuang air kecil.
Tanpa ada rasa curiga Nyonya Lee memanggil seorang pelayan untuk menunjukkan Aulie kamar kecil.
Apalagi sewaktu masuk ke kamar kecil, Aulie merasa berada di hotel bintang 5. Pikirannya sudah kemana-mana sehingga dia keluar dari kamar kecil tersebut mendengar obrolan dari pelayan yang sedang memasak di dapur itu.
"Jangan terlalu pedis kata Tuan Chris, karna Nyonya Hellen tidak bisa makan pedis. " Ucap salah satu pelayan yang sedang masak di dapur itu.
Aulie tersenyum miring mendengar hal itu kini keyakinannya semakin tinggi bahwa Hellen berada dalam kediaman ini karna baginya tidak mungkin mereka mau memasak sesuatu yang di minta oleh Chris kalau orangnya tidak ada di sini.
Kini Aulie menuju ke ruang tamu dengan wajah sumringah.
"Hellen Hellen biar kau bersembunyi di manapun aku tetap bisa menemui kau. " Gumam Aulie dalam hati sambil duduk di sebelah Ayahnya William.
Setelah makan siang akhrinya Aulie dan William pamit untuk pulang. Aulie sengaja tidak ingin mengikut William dalam mobil yang sama karna dia sudah mengirim pesan kepada Ellson bahwa ada informasi baru yang dia dapat.
Aulie di jemput oleh anak buah Ellson di depan gerbang kediaman Lee. Sebelum meninggalkan kediaman Lee, Aulie melihat ke arah kediaman itu dari depan gerbang lalu dia menunjukkan wajah menyeringai.
"Tunggu kau Hellen! " Ucap Aulie.
Setelah membuat janji untuk bertemu dengan Ellson, Aulie langsung saja di bawa ke cafe tempat pertama kali mereka bertemu.
__ADS_1
Ternyata Ellson sudah sampai di cafe tersebut, Aulie masuk ke ruang makan vip cafe itu dengan wajah yang sumringah.
"Kau tau aku mendengarkan obrolan pelayan yang sedang memasak makanan untuk Hellen, tapi Hellen tidak muncul apa mungkin dia bersembunyi di kamarnya. " Ucap Aulie sambil duduk berhadapan dengan Ellson.
"Ckk! Seperti tebakan ku! Jadi apa yang kau rencanakan agar Hellen bisa keluar dari kediaman itu? " Tanya Ellson dengan wajah antusiasnya karna dia juga merasa bingung harus buat bagaimana apalagi pengawasan di kediaman Lee sangat ketat untuk di tembusi.
"Huhh tunggu besok, kemungkinan besok Hellen akan keluar. Hahaha! " Jawab Aulie dengan penuh percaya.
Aulie memberitahu Ellson tentang rencana, dan sangat keliatan di wajah Ellson bahwa dia sangat menyukai rencana yang sudah di susun oleh Aulie.
****
Tepat jam 7 malam. Chris keluar dari kantornya tetapi dia tidak langsung pulang melainkan menuju ke markas mereka karna hendak mendengar interogasi anak buahnya terhadap anak buah Ellson yang di tangkap.
Chris menaiki mobil yang di kenderai oleh Jerry. Jerry melajukan mobilnya meninggalkan kawasan kantor mereka.
Sepanjang perjalanan menuju ke markas mereka, Jerry tidak berhenti berkata-kata tapi bukan dengan omong kosong saja melainkan melaporkan kejadian di kediaman tadi.
Chris mendengar setiap ucapan dengan wajah yang datar.
"Hmm pasti mereka curiga Rain berada di kediaman. " Ucap Chris.
"Mungkin saja Tuan, apalagi Aulie sudah mengetahui tentang kehamilan Nona. " Jerry.
"Ck! Kau pastikan pengawasan terhadap Rain ketat jangan sampai teledor! " Seru Chris mengingatkan Jerry.
"Baik Tuan. " Jawab Jerry.
Kini mobil mereka terparkir di kawasan parkiran markas mereka. Chris memasuki markas mereka dengan wajah yang datar tanpa ekspresi.
Anak buahnya menyambutnya lalu membawanya ke ruang interogasi mereka.
Chris melihat wajah para anak buah Ellson cukup babak belur membuatnya tersenyum miring walaupun dia agak kesal karna tidak ada salah satu dari mereka yang membuka mulut tentang Ellson malah mereka sanggup mati demi berkhianat.
Setelah 2 jam berada di markas, Chris memutuskan untuk pulang ke kediaman saja karna jam sudah menunjukkan jam 9 malam.
Dia takut Hellen bakal khawatir jika dia pulang terlalu malam. Seperti biasa Jerry akan menganderai mobil untuk Chris. Chris juga memerintah anak buahnya untuk menyiksa anak buah Ellson dengan siksaan yang menyakitka sehingga mereka mau membuka mulut mereka.
Chris masih belum berpikir untuk membunuh mereka sekarang karna akan ada waktu dia menghabisi mereka bila sudah tidaj bisa berbuat apa-apa lagi.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan favorite ya readers kesayangan !!! Muaaahhh...