DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 65 Ternyata Ellson......


__ADS_3

Kini Chris dan kedua orangtua juga bersama Hellen berada di markas anak buah Chris.


Chris telah memberitahu keseluruhan kejadian kecelakaan kepada Hellen. Memangpada awalnya Hellen sedikit protes karna dia tidak percaya bahwa Ellson akan senekad ini terhadap Chris, tetapi setelah melihat rekaman bukti bahwa memang Ellson dan Aulie pelakunya.


Hellen benar-benar di buat kaget, saat ini perasaan Hellen sungguh bercampur aduk, ada rasa marah, rasa tidak percaya, dan juga rasa sedih, akhirnya Hellen memutuskan untuk ikut sama dengan Chris untuk ke markas anak buahnya.


Sepanjang perjalanan hingga berada di luar markas, jantung Hellen terus saja berdegup kencang. Chris mengandeng tangan Hellen dan mengikuti langkah kedua orangtuanya.


"By, aku tidak tau bagaimana harus berhadapan dengan Paman. " Ucap Hellen dengan perlahan tetapi boleh di dengar oleh Chris.


"Sayang, kalau Sayang tidak siap untuk bertemu dengan Tuan Ellson, Sayangbl bisa istirehat di ruangan By. " Ucap Chris sambil mengelus tangan Hellen.


"Err....tapi aku mau tau kenapa Paman melakukan ini. " Ujar Hellen dan Chris hanya mengangguk saja lalu meneruskan langkahnya.


Walaupun berasa ragu Hellen tetap ingin bertemu dengan Ellson dan ingin mendengar sendiri alasannya melakukan hal yang sangat kejam ini.


Kedua orangtua Chris memasuki ruang pemantauan saja. Chris dan Hellen pula menuju langsung ke ruang di mana Ellson sedang di letakkan.


Pintu ruangan tempat Ellson berada kini telah di buka oleh salah satu anak buah Chris, Hellen merasa sangat gementar sehingga kakinya berasa sangat tidak bertenaga untuk melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut.


Hellen memejamkan matanya lalu membukanya dan menarik nafas dalam-dalam lalu menghelanya dengan perlahan. Hellen coba sedaya upayanya berani melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut.


Chris tidak berkata apa-apa, dia hanya melihat pergerakkan Hellen. Sehingga Hellen menganggukkan kepalanya, walaupun Hellen tidak mengeluarkan sepatah kata tapi Chris memahaminya, mereka langsung saja memasuki ruangan tersebut dengan posisi Chris masih mengandeng tangan Hellen.


Kini di depan mata Hellen terdapat Ellson yang di ikat dengan wajah babak belurnya. Timbul rasa simpati ingin menolong Ellson tetapi mengingatkan bahwa rencana Ellson yang sangat kejam dan telah merenggut 3 nyawa anak buah Chris, membuatnya merasa sakit hati apalagi dia sudah mengetahui bahwa yang menjadi incaran dari awal adalah Chris, hal itu membuat rasa simpati Hellen terhadap Ellson hilang tanpa ada tinggal sedikit pun.


"Hellen, kenapa kau dengan bajingan ini? " Tanya Ellson dengan suara serak setelah sadar akan kedatangan Hellen dan Chris bersamaan.


Hellen tidak menjawab, sebenarnya rasa sakit hatinya kini sudah makin meluap tapi dia masih membuat raut wajahnya datar.


"Hellen sayang, jawab Paman! Apa kau sekarang sudah bisu?! Kau tidak lihat keadaan Pamanmu ini? Ini semua karna bajingan sialan yang sedang menggandeng tanganmu itu!! " Ucap Ellson lagi kini dengan nada marah.


Plakk!!!


Tanpa Chris menduga Hellen bertindak di luar pemikirannya, padahal dia kira setelah Hellen masuk ke ruangan ini pasti dia akan menangis dan memohon kepadanya agar Ellson di lepaskan tapi yang terjadi tidak sesuai dengan pemikirannya.


Chris juga merasa sedikit kaget dengan perlakuan Hellen terhadap Ellson. Tidak di sangka bukannya merasa kasian malah Hellen menampar pipi kiri Ellson sehingga Ellson meringis kerna kesakitan.


"Apa kau gila Hellen?! Aku ini..... " Belum habis kata-kata Ellson.


Plakk!!


Hellen kembali menampar pipi kanan Ellson dengan wajah yang mulai memerah bukan karna malu tapi karna terlalu emosi dengan perkataan yang di lontarkan oleh Ellson.

__ADS_1


"Bukan aku yang gila tapi Paman yang gila! " Hellen berbicara dengan nada membentak.


"Cihh Heiii bajingan sialan kau telah meracuni otak ponakanku! " Ujar Ellson yang masih saja melawan.


"Siapa kau bilang sialan hahh?! " Ucap Hellen masih membentak.


"Sayang sabar, jangan diikuti emosi Sayang, ingat dengan kehamilan Sayang, hal ini biar By yang urus. " Chris coba menenangkan Hellen, karna dia melihat wajah emosi Hellen sudah meledak dan dia mulai khawatir dengan kandungan Hellen.


"Tapi By, aku belum habis dengannya, biar aku saja menghabisinya! " Hellen masih menggunakan nada tinggi dan menatap tajam wajah Ellson.


Ellson sangat kaget dengan perubahan sikap Hellen kepadanya. Dia tidak menyangka Hellen yang selama ini lembut dan cepat sekali luluh hatinya kini telah berubah drastis. Ellson seolah tidak mengenal sisi yang baru ini dan ini membuat nyalinya sedikir menciut.


Tatapan Hellen tidak menperlihatkan bahwa dia sedang bersandiwara tetapi memang Hellen sedang berada dalam keadaan yang sangat emosi bahkan bisa kelihatan juga dari wajah Chris bahwa dia sangat khawatir melihat wajah Hellen.


"Sayang dengarkan By ya, tolong jangan terlalu emosi. " Chris coba merayu Hellen lagi.


"Huhh baiklah, karna suamiku yang minta berarti Paman selamat dari tanganku. " Ucap Hellen dengan tatapan sinis.


Entah apa yang merasuk Hellen saat ini sehingga bisa berkata sedemikian, hal itu membuat mereka yang berada di sana merasa bingung.


"Duduk di kursi itu dulu ya. " Ucap Chris dengan tatapan prihatin kepada Hellen.


Hellen mengangguk lalu menuju ke arah kursi yang di tunjukkan oleh Chris tadi. Wajah Chris yang tadinya sangat manis untuk di pandang kini berubah menjadi wajah datar apabila berhadapan dengan Ellson.


"Psikopat."


Hellen juga ikut terkejut mendengar perkataan itu, dia langsung berdiri dari duduknya dan menuju ke arah Chris.


"By apa yang By maksudkan. " Tanya Hellen dengan menatap wajah Chris.


Flashback...


Chris penasaran kenapa Ellson masih menyuruh anak buahnya untuk memata-matai kegiatannya sehingga di kantor. Mujur saja di dalam kantor keamanannya sangat ketat seperti di kediamannya.


Tapi yang menjadi aneh apabila sudah dua hari anak buah Ellson tidak berada di sekitarnya dan mulai dari situlah firasat tidak baiknya muncul.


Chris sudah menyuruh tim TI untuk mencari data tentang Ellson tapi tidak ada yang bisa mengenalkan dirinya lebih dalam lagi, sehingga tiba-tiba Chris terpikir dengan Kakek Arnold.


"Mungkin Tuan Arnold mengetahuinya, aku harus menelfonnya. " Ucap Chris lalu mengambil ponselnya untuk menelfon langsung ke Kakek Arnold.


Tambahan ya.. Kakek Arnold sudah beraktifitas seperti biasa tapi masih berada dalam pantauan Chris dan perusahaannya sudah di beli hampir 80% oleh Chris, tapi yang menjadi direktur masih Kakek Arnold. Oleh itu, Kakek Arnold tidak berani mencampuri urusan Hellen dan Chris lagi.


Ok, dilanjut..

__ADS_1


Chris menunggu panggilannya di jawab oleh Kakek Arnold sehingga berada detik kemudian Kakek Arnold menjawabnya.


"Halo, kenapa? Saya lagi sibuk. " Ucap Kakek Arnold dengan nada cuek.


"Hehh, jangan terlalu meremehkan Saya. " Jawab Chris dengan sinis.


"Baiklah, ada apa Tuan Chris? " Ucap Kakek Arnold kali ini dengan sedikit penekanan sewaktu menyebut nama Chris.


"Ck. Ok Saya malas basa basi. Apa Tuan Arnold mengenal Ellson pamannya Rain? "


"Ya kenal? Ada apa? "


"Saya mau..... " Belum sempat habiskan bicara Kakek Arnold langsung memotongnya.


"Apa Ellson menganggu Hellen? Chris kamu jangan biarkan Ellson mendekati Hellen dia itu psikopat! " Ucap Kakek Arnold dengan nada panik.


Chris terdiam apabila mendengar ucapan Kakek Arnold dengan nadanya yang panik. Apa benar tebakannya selama ini, Ellson sangat terobsesi dengan Hellen. Chris tiba-tiba mengingat kejadian di mana Hellen di culik oleh Ellson. Dia pernah memasuki kamar Ellson yang penuh dengan foto-foto Hellen dan mendiang Ibu Hellen, dan foto tersebut di ambil dari berbagai sisi.


"Chris apa kau dengar?! Jangan biarkan psikopat gila itu mendekati Hellen!! " Ucap Kakek Arnold lagi apabila tidak mendengarkan suara Chris.


Chris menarik nafasnya..


"Memangnya dia... Kenapa Tuan Arnold panggil dia psikopat? " Chris dengan nada penasaran.


"Ihh, dulu dia pernah hampir membunuh William karna Erika menikah dengan William. Dia gila dan dia terobsesi dengan kakak kandungnya sendiri. Dia tidak akan biarkan sesiapa pun akan memiliki Erika waktu itu, sehingga orangtua Erika menghantar Ellson ke rumah sakit jiwa tapi sewaktu Erika meninggal, beberapa hari kemudian orangtua mereka juga menghilang dan Ellson telah keluar dari rumah sakit jiwa. " Kakek Arnold menjelaskan kepada Chris tentang masa lalu Ellson.


Mata Chris membulat apabila mendengar cerita tentang Ellson, kini dia harus lebih berhati-hati terhadap Ellson. Dan harus menjauhkan Hellen dari Ellson.


"Chris, saya tau saya tidak layak untuk memohon tapi tolong jauhkan Ellson dari Hellen, dia itu psikopat gila, dia pernah berjanji dulu bahwa dia akan mencari Hellen setelah dewasa jadi tolong jaga Hellen dan jauhkan dari orang itu. " Ucap Kakek Arnold nada memohon kepada Chris.


"Baiklah jangan khawatir Hellen tetap aman, apapun terima kasih informasinya. " Ucap Chris lalu mematikan panggilan mereka secara sepihak.


"Pantasan waktu itu dia gesit sekali cihh. " Ucap Chris perlahan.


Flashback tamat...


Chris masih menatap Ellson dengan tatapan elangnya, dia tidak menjawab pertanyaan Hellen.


"By, tolong jelaskan kepadaku By? " Ucap Hellen sambil menggoyangkan lengan Chris.


Bersambung...


Maaf readers author belum bisa update setiap hari untuk 3minggu terakhir ini karna banyak sekali jadwal author yang berlanggar.

__ADS_1


Apapun jangan lupa untuk terus mendukung yahh!!


__ADS_2