
Setelah pulang kuliah, Hellen membawa Anita untuk mengikutinya menghantar Chris ke bandara. Sewaktu di bandara Jerry dan Anita memberi jarak yang agak jauh kepada Chris dan Hellen.
Chris sempat memberitahu Hellen tentang Jerry dan hal itu membuat Hellen menjadi girang dan melihat ke arah di mana Jerry dan Anita duduk.
"Sayang jangan diliatin terus nanti mereka curiga. " Ucap Chris sambil mengusap kepala Hellen.
"Hehe, umm By nanti sampai jangan lupa kirim pesan ya. Aku kangen dengan By. " Ucap Hellen manja.
"Bagaimana ini Sayang, By juga sudah mulai rindu dengan Sayang. " Menarik Hellen lalu memeluknya dengan erat.
"Hmm By jangan lupa pamit dengan Baby kita ini. " Sambil menunjuk perutnya yang masih rata.
"Umm Nak jaga Mommy ya, Daddy mau kerja dulu dan kalau ada waktu Daddy akan datang lagi untuk lihat kamu, sayang kamu dan Mommy. Muaah. " Ucap Chris dengan sedikit perlahan dan menjongkokkan badannya agar bisa berbisik dengan perut Hellen.
Hellen tersipu mendengar ucapan Chris, dan sejujurnya Hellen ingin mengikuti Chris tapi dia masih ingin kuliah selagi masih bisa.
Chris meninggalkan Hellen dan berjalan memasuki gerbang untuk pesawat pribadi. Hellen melambaikan tangannya sehingga bayangan Chris tidak lagi kelihatan. Rasa sedih tiba-tiba menerpa Hellen.
Hellen membalikkan tubuhnya dan melihat Anita dan Jerry masih ngobrol lalu mendekati mereka dan berdehem.
"Maaf ya menganggu, tapi bisakah kalau kita pergi dari sini tempat ini membuat aku sedih hmmm, kita makan yuk. " Ujar Hellen yang tadinya sedih kini mengulas senyuman yang penuh harapan terhadapa Anita dan Jerry.
Jerry menganggukkan kepalanya dan mengarahkan anak buahnya untuk kembali ke posisi masing-masing untuk berjaga-jaga. Karna dia tau sekarang Hellen adalah prioritas utamanya tetapi dengan tatapan Hellen Jerry bisa mengertikan dan membuat Anita juga menjadi prioritasnya.
Dalam perjalanan, Anita dan Hellen saling membagi cerita dan membuat suasana dalam mobil menjadi ramai. Jerry tersenyum tipis karna dia bisa melihat Anita lewat kaca spion yang tertawa lepas.
Jerry membawa mereka makan di restoran biasa yang sering di kunjungi mereka tetapi kali ini mereka tidak duduk di ruang VIP karna kemauan Hellen.
Sedang asyik makan, Hellen tiba-tiba menangkap sosok lelaki yang ia kenal lantas dia berdiri dan memanggil lelaki itu.
"Paman Ell. " Ucap Hellen dengan nada agak tinggi agar bisa di dengar oleh lelaki itu.
Ellson yang merasa familiar dengan panggilan itu langsung saja menoleh dan membulatkan matanya lalu segera menuju ke arah Hellen.
"Hellen, Hellen. " Panggil Ellson dia ingin mendekati Hellen tetapi di cegat oleh Jerry.
"Jerry, sudah dia Paman ku, adik kandung Ibu. " Ucap Hellen agar Jerry mundur dan kembali duduk di tempatnya.
"Maaf Nona. " Balas Jerry dan kembali duduk.
"Waaa.. Sekarang ponakan Paman sudah ada bodyguard ya. " Ucap Ellson ingin menganggu Hellen.
"Ihh Paman, masih panjang ceritanya, kita duduk di meja sebelah situ saja ya. " Ucap Hellen lalu mengedipkan matanya melihat Anita.
"Jerry, saya ke sana jangan khawatir aku baik-baik saja. " Ucap Hellen yang bisa melihat air muka Jerry yang khawatir melihat Hellen dan Ellson.
Hellen pun berjalan sambil menggandeng tangan Ellson ke meja yang di tunjuknya tadi.
__ADS_1
"Ehh makanan ku tinggal sebentar aku ambil dulu. " Ucap Hellen lalu segera mengambil lagi makanannya di meja yang di duduki oleh Jerry dan Anita.
"Maaf Paman hehe. " Hellen tidak lama dan langsung saja duduk lalu meletakkan makanannya di meja.
"Hellen kamu sudah dewasa sekali ya. " Ucap Ellson sambil menatap Hellen.
"Hmm ia kan umur Hellen sudah hampir 22tahun hehe. " Hellen mengulas senyumnya dengan manis.
"Oh ya, beberapa hari ini aku sering teringat dengan Paman, rupanya ini adalah karna Paman berada di sekitarku. " Ucap Hellen lagi.
"Oh ya? Hahaha Paman sebenarnya baru kemarin sampai di sini karna Ibu tirimu mengatakan bahwa Kakek mu telah mengambilmu dan membawamu ke sini, tapi setelah ke kediaman utama tidak ada satu orang pun di sana jadi Paman menyimpulkan kamu mungkin tidak ada di sini. " Ucap Ellson.
"Tapi firasat Paman mengatakan Hellen berada di kota sekitar sini makanya Paman dari kemarin jalan terus menelusuri setiap tempat untuk mencarimu tapi tidak sangka di saat lapar begini Paman malah ketemu kamu hahah. " Ucap Ellson yang di akhiri dengan tawa.
"Ihh Paman. Hmmm Paman pesanlah kali ini biar Hellen traktir karna sudah membuat Paman kewalahan mencari Hellen. "
"Baiklah nak. "
Hellen tahu dia sedang di tatap oleh Jerry, akhirnya dia mengirim pesan kepada Jerry.
"Jangan liatin aku terus, orang ini Pamanku dia tidak berbahaya hmm sebaiknya layani Anita jangan membuatnya kecewa, Awas aja kalau Anita sampai kecewa denganmu. " Isi pesan yang Hellen kepada Jerry.
Jerry membaca pesan dari Hellen lalu menghela nafas panjang, dia tau Hellen juga tidak kalah galaknya dengan Chris kalau lagi marah. Jadi dia hanya menuruti saja dan tidak lupa mengirim pesan kepada anak buah yang lain agar terus memperhatikan dalam diam.
"Anita." Panggil Jerry singkat.
"Umm, saya...huhh makanlah yang banyak. " Ucap Jerry sebenarnya dia ingin menjawab perasaan Anita tapi dia tiba-tiba merasa gugup.
Anita hanya mengangguk kepalanya dan melanjutkan makannya.
Di meja yang di tempati Hellen dan Ellson. Mereka asyik berbagi cerita lucu agar suasana tidak terlalu serius. Hellen yang merasa seperti mimpi ini berpikir dia tidak ingin bangun dari mimpinya karna waktu ini adalah hal yang istimewa baginya, Ellson adalah salah satu keluarga dari Ibunya yang melayaninya dengan penuh kasih sayang.
"Paman aku masih merasa inu seperti mimpi bisa ketemu Paman. " Ucap Hellen menatap Ellson dengan penuh harapan bahwa ini bukan mimpi.
"Kalau mimpi tu orang bilang harus cubit dulu, kalau tidak rasa sakit berarti mimpi kalau rasa sakit berarti nyata. Umm mari Paman akan mencubitmu. " Ucap Ellson lalu mencubit gemas kedua pipi Hellen.
"Aduh...aduhh... Sakit Paman...ihh" Ujar Hellen yang merasa sakit ketika Ellson menganggunya dengan mencubit kedua pipinya.
"Berarti nyata bukan mimpi Hellen. " Ucap Ellson lagi sambil tersenyum hangat.
"Heheh terima kasih Paman. " Ucap Hellen terkekeh.
Mereka duduk di dalam restoran itu sangat lama sehingga jam menunjukkan jam 6 tepat. Jerry mengirim pesan kepada Hellen untuk mengingatkannya, bahwa sudah terlalu sore dan harus pulang.
Hellen yang membaca pesan Jerry langsung saja mengangguk dan Hellen juga pamit kepada Ellson.
"Paman Hellen harus pulang sekarang. " Ucap Hellen lirih.
__ADS_1
"Hmm kamu pulang dengan Paman saja Hellen, biar Paman menjagamu. " Kata Ellson yang tidak ingin Hellen pergi.
"Hmm maaf Paman tapi Hellen sekarang sudah terbiasa. Hmm besok kita ketemu lagi bagaimana? "
"Kamu memang ya dari dulu tidak pernah berubah, baiklah kalau begitu, beri Paman nomor ponselmu. "
Hellen memberi nomor ponselnya kepada Ellson agar bisa menghubunginya besok. Hellen juga belum mengatakan bahwa dia sudah mempunyai suami sekarang, dia hanya takut Ellson akan merasa kecewa terhadapnya dan dia berjanji untuk mengatakan tentang Chris bila waktunya sudah tepat.
Kini Hellen dan Ellson sudah terpisah lagi dan sepanjang perjalanan Hellen hanya diam saja, dia tidak berbicara apa pun dan membuat suasana menjadi canggung. Jerry mengambil inisiatif untuk memecahkan suasana tersebut.
"Nona, maaf..tapi bisakah saya menghantar Nona dahulu baru menghantar Anita karna kebetulan saya ada urusan sebenatar sekalian hantar Anita. " Ucap Jerry tiba-tiba.
"Sudah tentu boleh Jerr.." Ucap Hellen lalu menatap nakal Anita.
"Terima kasih Nona. " Jawab Jerry lagi.
"Jerr, tidak usah berterima kasih karna aku ini seorang yang perhatian kok. " Ucap Hellen membanggakan diri lalu tersenyum penuh makna.
Anita hanya menatap Hellen saja, dia tersenyum tipis dan kondisi jantungnya saat ini hampir saja keluar tapi dia berusaha menanggapi seperti hal ini hal biasa.
Setelah sampai di Villa, Hellen pamit dengan Anita karna Anita tidak ingin mampir saja tapi Hellen tidak merasa kesal karna dia begitu faham kondisi Anita saat ini.
Jerry melajukan mobilnya untuk menghantar Anita dan sepanjang perjalanan Anita tidak mengatakan apa-apa begitu juga dengan Jerry. Jerry sering melirik sekilas ke sampingnya untuk melihat Anita, sehingga suatu detik mereka saling menatap, lalu Jerry langsung saja memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Kenapa berhenti? " Tanya Anita agak gugup karna berdua saja dengan Jerry.
"Hmm saya...huhhh Anita apa kamu bersedia menjadi kekasihku? Saya tau Saya banyak kekurangan dan prioritas utama Saya adalah Hellen tapi jika kamu menerima Saya, Saya pastikan kamu juga termasuk dalam prioritas Saya. " Ucap Jerry dengan formal dan sedikit gugup.
****
Chris telah sampai di Kota NY pada tengah malam tepat jam 12. Dan langsung saja menuju ke apartment Hellen. Chris baru saja hendak mengirim pesan kepada Hellen tetapi pesan Jerry telah muncul dan berupa foto Hellen bersama seorang lelaki sudah agak berumur tapi masih kelihatan muda.
Chris membaca pesan Jerry yang mengatakan bahwa Hellen telah bertemu dengan adik kandung ibunya iaitu Ellson yang Hellen panggil sebagai Paman. Chris mendengus kasar karna saat ini dia tidak suka melihat foto Hellen yang tersenyum sangat dengan seseorang yang dia belum tahu siapa.
"Ckk." Chris berdecak kesal.
Chris menelfon ponsel Hellen tetapi ponsel Hellen tidak aktif, Chris coba menyakinkan dirinya bahwa Hellen sudah tidur dan ponselnya di matikan, dia akhirnya berhenti membuat panggilan dan baring di atas ranjang, Chris mencoba melelapkan matanya tetapi kantuknya telah hilang.
Pikiran Hellen tertuju kepada lelaki yang bernama Ellson itu. Chris segera bangun dan mengambil ponselnya lalu menelfon Jerry.
"Hello Jerr. Aku mau tau semua data mengenai Ellson dan jangan biarkan Rain tau ya. " Ucap Chris kepada Jerry.
"Baik Tuan. " Jawab Jerry dari seberang sana.
"Harap Ellson itu orang yang baik-baik saja. " Gumam Chris dengan penuh harap.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan favorite yah readers kesayangan!!