DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 69 Rencana Hellen


__ADS_3

Chris tidak mengikuti Hellen ke markasnya. Dia hanya mempercayai Jerry untuk menghantar dan menjaga Hellen sehingga selamat sampai di markas. Sebenarnya Chris tidak tega untuk membiarkan Hellen pergi sendirian tapi dia perlu menunjukkan kebenaran dari perkataannya kemarin.


Walaupun kini Chris sedang duduk di kantornya tapi hatinya masih terasa gusar dan tidak tenang. Dia hanya mampu mengirim pesan kepada Jerry untuk melaporkan setiap kejadian, dia terpaksa menggunakan cara ini agar hatinya bisa tenang.


Ting!!


Ponsel Chris berbunyi dan menandakan notifikasi pesan masuk. Dengan secepat kilat tangan Chris menggapai ponselnya yang berada tidak jauh darinya. Chris membaca dan melihat seluruh isi pesan yang ternyata memang pesan dari Jerry yang ia tunggu-tunggu.


Chris melihat foto Hellen yang di kirim oleh Jerry. Entah bagaimana Jerry bisa mengambil foto Hellen dari sudut yang nampak sempurna, dan memuaskan hati Chris. Bibir Chris sempat mengukir senyuman sebelum melihat foto yang lain iaitu foto Hellen yang tersenyum berhadapan dengan Ellson.


Chris tiba-tiba merasa hatinya sakit ketika melihat foto tersebut. Bukan karna cemburu tetapi kerna merasa sedikit kesal kepada Hellen yang tidak mempercayai ucapannya kemarin. Chris menghela nafas kasar lalu meletak kembali ponselnya di meja.


"Apa rasa khawatirku tidak ada artinya bagi Rain. " Ucap Chris dengan nada perlahan.


Chris tidak ingin terlalu tenggelam dengan rasa kesalnya, dia memilih untuk fokus kepada dokumen-dokumen yang berada di atas mejanya yang butuh tandatangannya.


Beberapa saat kemudian ponsel Chris kembali berbunyi dengan menandakan notifikasi pesan masuk tetapi Chris hanya melihat sekilas ke arah ponselnya lalu melanjutkan dengan fokus ke arah dokumen yang berada di tangannya. Mungkin sudah berapa kali notifikasi pesan masuk berbunyi tapi tetap saja Chris tidak bergeming.


Sehingga hampir setengah jam lebih tidak ada lagi notifikasi pesan yang masuk membuat Chris makin fokus. Tiba-tiba ponsel Chris bergetar dan kali ini bukan lagi bunyi notif tapi bunyi panggilan masuk, membuat fokus Chris akhirnya terganggu, Chris mencapai ponselnya lalu menjawab panggilan yang tertulis dengan nama Jerry.


"Hmm kenapa Jerr? " Tanya Chris setelah menjawab panggilan tersebut.


"..... " Jawab Jerry dari seberang sana.


"APA?!! " Chris tersentak kaget.


****


Kembali ke beberapa jam yang lalu di tempat Hellen berada.


Kini Hellen berada dalam mobil bersama Jerry dan seorang sopir. Sepanjang perjalanan Hellen terus menguatkan dirinya dan menyakinkan dirinya bahwa ini adalah keputusan yang terbaik. Walaupun kali ini dia harus pergi jauh dari Chris tetapi Hellen rela ini semua kerna dia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk terhadap Chris lagi.

__ADS_1


Hellen telah sadar yang Ellson inginkan sesungguhnya adalah dirinya sendiri bukan Chris atau pun siapapun. Oleh itu, Hellen memilih untuk mengikuti Ellson. Hellen juga sempat membawa obat tidur dan menyimpannya dengan berhati-hati di dalam sakunya.


Sehingga mereka sampai di dalam markas dan berada di luar ruangan tempat Ellson di kurung. Hellen meminta kepada Jerry agar anak buah yang mengawal hari ini untuk pergi meninggalkan lorong depan saja tempat yang nantinya akan di lalui oleh Ellson.


Pada awalnya Jerry menolak tapi hasil dari paksaan dan alasan dari Hellen membuat Jerry tidak bisa berkata lalu mengikuti saja kemauan Hellen. Dan akhirnya semua anak buah Chris yang berjaga di lorong depan semuanya kembali ke kamar masing-masing atas perintah Jerry.


Kali ini Hellen merasa rencananya akan berjalan mulus walaupun pada awalnya dia harus berdebat dengan Jerry. Hellen menghela nafas lega dan dia berdoa dalam hatinya agar Chris memaafkan tindakan.


Hellen memasuki ruangan di mana Ellson berada. Hellen berusaha mengukirkan senyumannya kepada Ellson setelah berhadapan dengan Ellson, walaupun sebenarnya terdapat rasa sedih di dalam hati Hellen.


Hellen pura-pura mengambil minuman yang berada di meja yang berdekatan dengan tempat Jerry sedang duduk. Hellen melihat Jerry sibuk dengan ponselnya dan dia mengambil kesempatan untuk memasukkan obat tidur ke dalam minuman Jerry yang berada di meja tersebut.


Hellen kembali ke hadapan Ellson dengan memberi Ellson minum lalu, berbisik kepada Ellson.


"Hari ini Paman akan keluar, Chris sudah mengizinkan. Dan aku akan bawa Paman pergi dari sini jadi tolong bekerjasamalah dengan ku Paman. Setelah kita pergi, jangan pernah mencari masalah dengan Chris maupun keluarga Lee lagi. Ok? " Ucap Hellen dengan nada berbisik dan tidak bisa di dengar oleh Jerry.


"Apa kamu akan ikut Paman? " Tanya Ellson dengan berbisik juga.


"Baiklah, Paman janji. " Ujar Ellson sambil mengangguk kepalanya.


Dengan perlahan Hellen melepaskan tali yang mengikat tangan Ellson tidak lupa juga di bantu oleh Jerry yang sedang memotong tali yang mengikat kaki Ellson. Dan kini Hellen membawa Ellson duduk di sofa. Dan Jerry kembali duduk di tempatnya yang tadi.


Diam-diam Hellen memperhatikan Jerry meminum minuman yang sudah di campur dengan obat tidur. Sehingga Jerry tiba-tiba pamit sebentar untuk pergi cuci muka. Hellen mengizinkan tapi dia tetap tidak melakukan apa-apa selain mengobati luka-luka yang ada di wajah Ellson.


Jerry keluar dari kamar mandi lalu menuju ke sofa yang berhadapan dengan Hellen. Jerry tidak menaruh curiga terhadap Hellen yang telah memberinya obat tidur, dia hanya berpikir mungkin dia sedang kelelahan karna memang beberapa hari ini dia sering tidur pada jam 5 pagi dan kembali bangun jam 6:30 pagi.


Bagi Jerry wajar saja kalau dia merasa pusing dan sangat mengantuk saat ini.


"Nona, kalau Nona sudah habis mengobati luka Tuan Ellson, tolong Nona bangunkan saya, maaf Nona kepala saya benar-benar berat dan pusing, saya perlu tidur sedikit tapi jangan lupa bangunkan saya. " Ucap Jerry sambil memegang kepalanya menggunakan tangan kanannya.


"Baiklah kamu istirehat dulu Jerr, nanti akan aku bangunkan setelah selesai. " Jawab Hellen dengan wajah datarnya.

__ADS_1


Hellen tersenyum tipis setelah melihat Jerry menutupkan kedua matanya.


"Bagus obatnya sudah mulai bereaksi, sedikit lagi. " Gumam Hellen dalam hati sambil melihat ke arah Jerry.


Hellen memastikan bahwa Jerry sudah benar-benar tertidur dengan menampar perlahan wajah Jerry. Hellen tersenyum puas karna rencana hampir berhasil.


"Ayo Paman ikut denganku, aku sudah menelfon taksi tadi kita harus cepat. " Ucap Hellen dengan nada perlahan sambil menuju ke pintu.


Langkah Hellen diikuti oleh Ellson. Walaupun Ellson merasa kakinya agak ngilu waktu berjalan tapi dia harus bisa keluar dari tempat ini bersama Hellen. Jadi lebih memilih untuk menahan rasa sakitnya itu.


Kini mereka berada di dalam mobil taksi yang sudah di pesan oleh Hellen tadi. Hellen membuang ponsel dan mematahkan kartunya ke atas jalan raya. Nampak memang ponsel itu hancur setelah mengenai jalan raya tersebut karna posisi mobil taksi sambil berjalan.


Sepanjang perjalanan wajah Hellen tampak sangat datar sehingga susah untuk Ellson baca. Hellen diam seribu bahasa karna dalam hati dan pikirannya sedang melawan kesedihan yang terasa sangat perih.


"Semua ini ku lakukan untukmu By, jangan risau anak kita akan selamat dan aku akan menjaganya dengan penuh kasih sayang. " Gumam Hellen dalam hati.


Tidak sadar air mata mengalir di wajah Hellen yang kelihatan datar itu. Kini Ellson tau bahwa Hellen tengah berusaha untuk menenangkan dirinya tapi tidak ada rasa kasihan sedikit pun, Ellson malah tersenyum miring merasa dirinya telah menang dalam mendapatkan Hellen.


Mereka sampai di desa setelah 6 jam perjalanan yang 2 jam awalnya menaiki taksi dan 4 jam kemudiannya menaiki bis. Hellen dan Ellson mengenakan masker dan kacamata hitam. Semua itu sudah di sediakan oleh Hellen.


Setelah sampai di desa Hellen memilih untuk beristirehat karna kakinya mulai merasa kram dan perutnya mulai merasa tidak selesa.


Ellson membawa Hellen ke homestay untuk beristirehat. Setelah sudah menghantar Hellen sampai ke kamar yang di pesan, Ellson kembali keluar dan mencari petugas di homestay tersebut.


Ellson meminjam ponsel salah satu petugas homestay. Dia membuat panggilan kepada asisten pribadinya iaitu Alfa. Setelah panggilan tersambung dan Alfa menjawab telfon. Kedengaran memang bahwa Alfa merasa senang karna Ellson masih hidup.


Ellson meminta Alfa untuk menjemput dia dan Hellen yang berada di desa xxx. Dan sudah tentu menjemput menggunakan Helikopter pribadi miliknya karna jikalau menggunakan mobil mungkin mereka masih bisa di kejar oleh Chris.


Ellson tau Chris tidak akan berdiam saja walaupun ini adalah keputusan Hellen sendiri. Bukan karna Hellen membawa pergi darah dagingnya tapi karna Hellen merupakan orang yang paling ia sayang dan sanggup berkorban deminya.


Hellen yang merasa lelah dengan perjalanan 6 jam kini tertidur pulas di dalam kamar yang di sewa oleh Ellson. Hellen hendak bertanya dari mana Ellson mendapatkan uang tapi pertanyaannya dia matikan saja karna baginya itu sudah tidak penting lagi, dan yang paling penting saat ini adalah membuat hati dan emosinya tenang agar janinnya aman-aman saja.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2