DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 50 Membawa Hellen pergi


__ADS_3

Hellen tiba di Villa, kini dia harus tinggal sendirian bersama para pelayan yang akan membantunya memasak dan membersih-bersih.


Hellen mengaktifkan ponselnya yang sedari tadi telah di non-aktifkan olehnya. Baru saja Hellen hendak mengirim pesan kepada Chris, tiba-tiba Ellson menelfonnya. Hellen dengan malas tetap menjawab panggilan itu.


"Hellen? " Ucap Ellson dari seberang sana.


"Ya Paman. " Jawab Hellen.


"Hellen bisakah kita bertemu, Paman ada hal penting yang hendak Paman katakan padamu. " Ujar Ellson.


"Hmm Hellen masih banyak kerjaan Paman, nanti Hellen akan kabarkan kapan ya. Atau bicara lewat hp juga bisa Paman, Hellen akan mendengarkan Paman. " Ujar Hellen.


Sebenarnya Hellen malas saja bertemu dengan Ellson karna, Ellson sering mencampuri urusan pribadinya dan itu membuat Hellen sedikit risih.


"Tidak bisa Hellen, kita harus ketemu. Ini hal penting dan berkaitan dengan mendiang Ibumu nak. " Ucap Ellson lagi sengaja membawa nama Ibu Hellen agar Hellen akan menuruti kemauannya.


"Tapi Paman hari ini benar-benar tidak bisa, umm bagaimana kalau besok saja. Hellen janji akan bertemu dengan Paman. " Ucap Hellen.


Alasan Hellen tidak ingin pergi hari ini adalah karna Jerry tidak ada di Villa yang siaga melindunginya dan dia tidak ingin menganggu kencan temannya Anita bersama Jerry.


Walaupun terbesit sedikit penasaran tentang apa yang dikatakan oleh Ellson, Hellen tetap tidak ingin berlaku egois terhadap yang lain.


"Baiklah Hellen, tapi kau tidak usah membawa Jerry karna aku tidak percaya sama sekali dengannya, aku takut dia bakalan bocorin apa yang aku dapat ini. " Tambah Ellson lagi.


"Tapi Paman... " Ucap Hellen di potong oleh Ellson.


"Sudah Hellen, jangan khawatir kau aman bersama Paman, santailah nak, Paman sudah berjanji akan melindungi mulai dari sekarang. " Ucap Ellson lagi dengan menyakinkan Hellen.


"Baiklah tapi hanya Jerry yang akan menghantarku besok karna aku tidak bisa naik angkutan umum. " Jawab Hellen mengalah dengan Ellson karna walaubagaimana pun dia adalah Pamannya dan adik kandung dari mendiang Ibunya.


Hellen mengakhiri panggilan telfonya bersama Ellson dan dia melanjutkan tujuan utamanya untuk mengirim pesan kepada Chris. Dia juga tidak merasakan sedikit oun kecurigaan pada Ellson karna Ellson juga merupakan salah satu penyelamatnya di masa keterpurukannya.

__ADS_1


Hellen sangat menghargai Ellson dan kadang dia tidak sanggup untuk sekadar berdebat dengan Ellson, baginya Ellson yang datang ke kehidupannya sepeti malaikat yang membawa hidup baru pada hari dia ingin saja membunuh diri.


****


Ellson sudah mendapatkan identitas Jerry yang sebenar walaupun dia susah sekali untuk mendapatkan identitasnya tetapi Ellson sanggup membayar mahal kepada siapa yang bisa mendapat identitas Jerry.


Setelah la mendapatkan laporan mengenai identitas dan data Jerry, matanya melotot dan kini dia tau sebenarnya Hellen bersama dengan siapa.


"Ckk berarti selama ini yang menjadi pacar Hellen adalah seorang Playboy yang bernama Chris Lee itu, cih aku tidak akan biarkan Hellenku menjadi salah satu korban darinya. "


Dia mencari ide agar bisa ketemu dengan Hellen dan memisahkan Chris darinya. Dia terpikir rencana dengan menggunakan nama mendiang Ibu Hellen walaupun sebenarnya dia tidak tega tetapi dia harus melindungi Hellen.


Pas Ellson menelfon Hellen dan Hellen bersetuju untuk bertemu dengan besok, dia merasa sangat antusias dan menyusun rencananya untuk membawa Hellen pergi besok dan memastikan semuanya bisa berjalan dengan lancar.


Keesokan hari Hellen meminta Jerry menghantar ke kediaman Ellson dan berpesan agar tidak menunggunya.


Ketika Hellen sudah sampai di pintu gerbang Ellson, Hellen melajukan langkahnya dan tiba-tiba.


Hellen di buat pingsan oleh salah satu anak buah Ellson. Ellson mengarahkan untuk menyuntik Hellen obat tidur agar Hellen tidak terlalu cepat sadarnya lalu membawanya masuk ke dalam mobil.


Ellson membawa Hellen jauh ke kawasan pendesaan yang tidak terlalu ramai oranh ketahui dan susah untuk di lacak.


Tidak tega melihat Hellen yang tertidur pulas dan tanpa harus tahu menahu dia di bawa ke tempat yang jauh. Rasa bersalah terbesit di dalam hati Ellson tapi apa dayanya dia ingin melindungi Hellen dari Chris karna dia menyangka Chris adalah seorang pria bajingan yang menyimpan banyak wanita di sekitarnya.


Hellen terbangun dan dia mendapati bahwa dirinya tidak berada di Villa tapi di tempat yang asing baginya.


"Aku di mana? Apa ada yang menculikku lagi, tungu bukankah tadi aku berada di pintu gerbang kediaman Paman. " Ucap Hellen mulai merasa khawatir dan agak gementar.


Hellen mengamati sekelilingnya, semuanya tertata rapi dan kemas. Sehingga di menangkap sebuah gorden yang masih tertutup berdekatan dengan sofa ruangan itu.


"Mungkin disitu ada jalan keluarnya, aku harus segera pergi sebelum ada yang datang. " Ucap Hellen perlahan dan berjalan dengan berhati-hati menuju ke tempat itu.

__ADS_1


Hellen menyingkap gorden itu dan benar di situ terdapat pintu kaca yang menghadap ke balkon. Hellen berusaha membuka pintu tersebut tetapi usahanya sia-sia karna pintu itu terkunci.


Hellen berdecak kesal karna tidak bisa melarikan diri dan dari luar dia mendengar suara hentakan sepatu yang menuju ke tempat Hellen di kurung.


Hellen segera kembali ke tempat tidur dan berpura-pura masih tetap tidur, tidak lama benar saja seseorang telah memasuki ruangan itu dan berjalan mendekatinya.


"Dia belum bangun hmm. " Ucap lelaki yang sekarang berada di sisi Hellen itu.


Hellen yang terdengar familiar dengan suara itu langsung saja membuka matanya dan memanggil lelaki itu.


"Paman Ell? " Panggil Hellen nada sedikit kaget.


Ellson yang baru saja hendak berjalan keluar langsung saja memalingkan tubuhnya untuk keluar dari ruang itu langsung saja berhenti dan menuju ke tempat Hellen.


"Hellen apa kau sudah sadar? " Tanya Ellson polos seperti tidak bersalah.


"Paman, sebenarnya kita di mana? Apa Paman yang membawaku dengan menggunakan cara licik? Tapi kenapa? " Tanya Hellen yang mulai merasa bingung dengan tindakan Ellson.


Ellson seketika terdiam dia menatap Hellen dengan tatapan dalam dan dia tidak tau bagaimana caranya untuk memberitahu Hellen hal yang sebenar.


"Hellen maaf, Paman lakukan ini demi melindungimu. Maafkan Paman jika harus menggunakan cara licik begini. " Ucap Ellson dengan lirih.


"Tidak, Paman apakah kau tau ini di namakan penculikan, aku mau pulang aku tidak mau di sini. " Hellen mulai meronta-ronta.


Ellson yang tidak tau harus buat bagaimana dia segera memanggil anak buahnya untuk menyuntik obat penenang kepada Hellen.


Hellen yang meronta-ronta ingin di lepaskan lalu di suntik paksa oleh salah satu wanita dengan berpakaian seperti perawat. Hellen mulai tenang dan kembali tertidur.


"Maaf Hellen, Paman terpaksa maaf. " Ucap Ellson perlahan ketika melihat Hellen yang kembali tertidur dengan tenang.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2