DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 34 Bertemu dengan Ayah


__ADS_3

Jerry datang menjemput Hellen pagi-pagi dan membawa Hellen menuju ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan Jerry tidak mengata sepatah kata pun begitu juga dengan Hellen. Dia juga tidak memberitahu Hellen ke mana mereka akan pergi.


Hellen begitu penasaran hasil apa yang di dapat oleh Jerry dan anak buah yang lain di dalam gudang tersebut. Dia ingin sekali menanyakan kepada Jerry tetapi pagi ini wajah Jerry agak serius dan dia takut kalau dia banyak bertanya nanti akan dicuekin oleh Jerry. Hellen juga tidak bertanya mereka hendak ke mana, dia hanya diam dan duduk cantik di kursi penumpang mobil.


Tiba di depan rumah sakit, Hellen sedikit penasaran apa yang akan mereka lakukan di sini.


"Jerry apa ada yang sakit? " Tanya Hellen.


"Maaf Nona, setelah masuk Nona akan tau, ini hasil kami dapat dari gudang kemarin malam. " Ucap Jerry.


"Umm baiklah. "


Hellen hanya menuruti ucapan Jerry dan mengikut Jerry dari belakang hingga sampai di salah satu kamar inap. Jerry mempersilakan Hellen untuk masuk. Hellen masuk dengan berhati-hati dan melihat ada seseorang yang terbaring di atas ranjang kamar tersebut. Hellen perlahan-lahan mendekati dan langkahnya terhenti, dia melotot kaget dan menutup kedua tangannya di mulutnya.


"Ayah." Ucap Hellen perlahan.


Hellen mendekati ayahnya dan menatap dengan dalam air matanya lolos ketika melihat Ayahnya terbaring di atas ranjang tersebut, Hellen memandang Jerry dengan sendu, dia bertanya kepada Jerry.


"Jerry apa yang terjadi sebenarnya kenapa Ayah berada di sini? " Ucap Hellen mulai terisak.


"Nona, Tuan William di ikat di dalam gudang tersebut juga terdapat pukulan di perut Tuan William, dan kemungkinan juga Tuan tidak makan dan minum karna dia mengalami dehidrasi dan kalau kita terlambat sehari lagi mungkin Tuan William tidak bisa di selamatkan. " Ujar Jerry.


"Jerry apa....apa ini perbuatan kakek? " Tanya Hellen terbata-bata karna dia takut semua tebakannya benar.


"Maaf Nona tapi ini memang hal yang di sembunyikan dari Kakek Arnold. " Jawab Jerry.


"Jerry ak..... " Tidak sempat untuk berkata lagi, Hellen langsung saja jatuh pingsan dan mujur saja Jerry cepat menangkapnya agar tidak jatuh ke lantai dan segera membawanya ke luar mencari doktor untuk memeriksa Hellen.


Setelah Jerry menelfon Chris dan memberitahu kondisi Hellen, Chris yang kedengarannya sangat terkejut akhirnya bergegas pergi dari Villa dan melaju menuju ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit Chris langsung saja di sambut oleh anak buahnya dan membawa dia ke kamar istirehat Hellen. Chris melihat Jerry di luar kamar langsung mengarahkan Jerry untuk mengikutinya masuk. Chris menatap wajah Hellen yang pucat dan terbaring di atas ranjang kamar ini membuat hatinya sedih dan sakit.


"Jerry." Panggil Chris.


"Ya Tuan. Maaf Tuan bisa hukum saya karna ini semua salah saya. " Ucap Jerry.


"Jerry, kalau kau tidak berada di sisi Rain aku tidak tau apa yang akan terjadi. Ini bukan salahmu tapi ini salahku, aku merasa bodoh karna menyetujui rencananya padahal firasat aku mengatakan ini bukan masalah kecil tapi masalah besar yang bisa melibatkan emosi tapi aku tetap mengizinkan Rain melakukannya. " Ujar Chris merasa bersalah dan marah akan dirinya.


"Tuan." Panggil Chris.


"Jerry terima kasih aku tidak bisa menghukummu, kalau aku menghukummu berarti aku tidak berlaku adil karna ini bukan salahmu. " Ucap Chris.

__ADS_1


Hellen akhirnya sadar dan mendapatkan suaminya Chris sedang memegang tangannya dan menatapnya.


"Sayang? " Panggil Chris.


"By, by ayah di mana? " Tanya Hellen setelah dia mengingat kembali tentang ayahnya.


"Ayah ada di ruang inap sayang, sayang bagaimana keadaanmu? Apa ada yang sakit? Kepala sayang masih sakit? " Tanya Chris dengan panik.


"By, aku baik-baik saja. Maaf sudah membuat by khawatir. By aku ingin ketemu dengan ayah." Ucap Hellen seraya hendak bangun tetapi di tahan oleh Chris.


"Sayang ayah baik-baik saja, kamu istirehat dulu. " Ucap Chris.


"By bagaimana kau bisa tau ayah baik-baik saja kalau aku tidak melihat dengan mataku sendiri. " Ucap Hellen sedikit bernada tinggi.


"Sayang, apa kamu sudah tidak peduli dengan kehamilanmu ini? Apa tidak penting anak dalam perut mu ini sampai sayang mau berkeras begini? " Ucap Chris serius.


"Bukan aku tidak peduli dengan kandunganku by tapi walaubagaimana pun itu ayah kandungku aku harus memastikan sendiri. " Ucap Hellen nada semakin tinggi.


Chris menatap Hellen lalu memanggil Jerry.


"Jerry, bawakan kursi roda dan hantar Rain ke ruang di mana Ayahnya di rawat. Aku mau kembali ke Villa karna tidak ada hal perlu di khawatirkan di sini. " Ucap Chris dengan datar dan langsung saja meninggalkan Hellen.


"By, by tunggu. " Hellen memanggil Chris tetapi Chris tetap saja berjalan keluar dari kamar istirehat Hellen.


"Jerr kenapa Chris bisa marah begitu, kenapa dia tidak memahamiku? " Tanya Hellen.


"Nona sebaiknya Nona tenang dulu ya. " Ucap Jerry.


Hellen pun diam dan duduk di kursi roda lalu di dorong oleh Jerry sehingga sampai ke tempat ruang inap Ayahnya. Hellen menatap William dengan sendu. Dia menyalahkan dirinya yang egois dan memikirkan kalau saja waktu itu dia mendengarkan Aulie pasti hal ini tidak akan terjadi kepada William. Hellen larut dalam lamunannya sehingga seorang perawat datang untuk memeriksa cairan infus William.


"Nona ada baiknya Nona juga istirehat karna kehamilan Nona masih rawan bahaya kalau Nona terus bersedih nanti bisa mempengaruhi janin di dalam kandungan Nona. " Ucap perawat yang bertugas di situ.


"Baiklah, saya serahkan Ayah saya pada kamu untuk kamu pantau. " Ucap Hellen lalu meninggalkan ruang William itu bersama Jerry.


Jerry menghantar Hellen kembali ke kamar istirehatnya untuk menenangkan pikiran. Dia tiba-tiba teringat Chris karna tadi dia sudah sedikit pentingkan diri dan tidak memperhati dirinya sendiri yang sedang hamil.


"Jerry, apa Chris begitu marah dengan aku sehingga benar-benar meninggalkan aku sendiri di sini. " Tanya Hellen kepada Jerry yang sedang duduk di kursi berdekatan dengan pintu.


"Nona, Tuan sebenarnya tidak marah sedikitpun dengan Nona. " Ucap Jerry memberi jawabannya.


"Hmm tapi kenapa dia pergi? Apa dia benar tidak ingin peduli denganku lagi tidak mengkhawatirkanku? " Tanya Hellen lagi kini wajahnya mulai kesal dengan perlakuan Chris terhadapnya.

__ADS_1


"Maaf Nona, sebenarnya waktu Tuan datang ke sini tadi dia benar-benar mengkhawatirkan Nona malah Tuan menyalahkan dirinya sendiri karna menyetujui tidak akan masuk campur dalam hal ini, kata Tuan kalau ada yang bisa menghukumnya karna membuat Nona sampai jatuh pingsan tadi dia rela terima apa pun hukuman itu yang penting keselamatan Nona dan anak dalam kandungan Nona terjamin selamat. " Ucap Jerry panjang lebar.


Hellen terharu mendengar penjelasan Jerry. Kini dia mulai menyesali perkataan yang dia lontarkan kepada Chris tadi. Hellen meminta bantuan Jerry untuk menghantarnya bertemu dengan Chris tapi Jerry menolak karna Chris sudah berpesan bahwa Hellen harus beristirehat hari ini dan tidak boleh ke mana-mana. Hellen sempat kesal tapi memikirkan kembali ini semua adalah kesalahannya, dia hanya mampu menghembus nafas kasar saja.


Jerry yang menerima panggilan masuk dari Chris segera keluar dari kamar istirehat Hellen lalu menjawab panggilan Chris.


"Jerry? Bagaimana keadaan Rain? Apa dia masih di ruang inap Ayahnya? " Tanya Chris dari seberang telfon.


"Nona berada di kamarnya sendiri Tuan dan sedang istirehat. Juga tadi Nona ingin bertemu dengan Tuan tapi saya menolaknya untuk membawanya pergi. Maaf Tuan. " Ucap Jerry polos.


"Oh. Ok tunggu aku sebentar lagi sampai. " Ucap Chris.


Jerry tidak masuk lagi ke dalam kamar Hellen karna sudah pasti akan di interogerasi oleh Hellen. Tidak lama kemudian Chris sampai dan memberi arahan kepada anak buahnya untuk pergi makan siang secara bergantian agar tidak terjadi sesuatu.


Chris memasuki kamar Hellen dengan membawa kresek yang berisi makanan. Chris menuju dekat ranjang Hellen dan manarik meja ranjang untuk tepat berhadapan dengan Hellen.


Hellen menatap wajah datar Chris, dia ingin membuka suara tapi melihat Chris seperti agak dingin membuatnya tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya memperhatikan Chris membuka menyediakan semua makanan di meja ranjang dan memasang wajah cemberut.


"Ayo makanlah jangan pasang wajah begitu. " Ucap Chris datar.


"By...aku...aku.. " Belun habis Hellen ingin berkata Chris langsung saja memotongnya.


"Sudah makan dulu selagi masih panas, sebentar baru bicara. " Ucap Chris sedikit dingin.


"Hah? Apa by kesal? Aku lagi kesal, aku hanya ingin meminta maaf karna sudah salah faham tapi by balas dengan dingin begitu. Cih Jerry memang penipu katanya Tuan Chris tidak marah tapi ini apa? " Ucap Hellen seraya membuat contoh cara bicara Jerry kepadanya.


"Puffftt. Sayang jangan bilang Jerry penipu kalau dia dengar pasti dia akan sedih. " Ucap Chris sedikit tertawa melihat tingkah istrinya yang baginya imut.


"Di maafkan tidak. " Ucap Hellen ngegas seperti ingin berkelahi.


"Sayang by tidak marah sedikit pun, kenapa sayang harus minta maaf. Seharusnya by yang patut minta maaf karna tidak menjaga sayang dengan lebih ketat lagi. " Ucap Chris sambil mengusap kepala Hellen.


"By minta maaf sayang. Sekarang sayang makan dulu ok. " Lanjut Chris lagi.


Hellen mengangguk senang, dia merasa lega karna Chris tidak kesal dengan dirinya. Kini Hellen makan dengan lahapnya. Chris hanya melihat Hellen makan dengan senang. Dia mjlai merasa tenang karna kini emosi Hellen sudah kembali stabil.


***


Kakek Arnold sangat marah karna William telah hilang dari gudang. Dia mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari jejak William.


"Pasti ada yang membantunya tapi siapakah. Tidak guna. " Ucap Kakek Arnold sendiri.

__ADS_1


Kakek Arnold tidak merasa tenang karna dia takut Hellen akan bertemu dengan William karna ancaman William yang terakhir kali sepertinya serius, apalagi Hellen terpaksa ikut dengannya. Kakek Arnold menelfon Jerry dan menanyakan tentang Hellen yang berada di mana karna dia sudah mencari sampai ke kampus tapi ternyata Hellen tidak masuk ke kampus hari ini, mujur saja Jerry mengatakan Hellen berada di desa bersama dengannya untuk membantunya dalam melakukan kegiatan amal, hal itu membuat Kakek Arnold lega dan dia tidak menaruh kecurigaan sedikit pun terhadap Jerry.


Bersambung....


__ADS_2