
Pagi ini Hellen bangun dengan semangat baru, karena dia ingin menagih janji Ellson padanya..
***
Flashback cerita berapa hari sebelum genap 7 bulan kandungan Hellen.
Hellen turun ke lantai dasar dan menuju ke arah ruang tamu. Hellen duduk di ruang tamu dengan wajah yang datar sehingga Ellson yang dari tadi memperhatikan gerak gerik Hellen di buat bingung karena seperti Hellen seperti ada sesuatu yang ingin dia buat tetapi setiap kali dia ingin berdiri, Hellen akan kembali duduk lagi.
Tidak mau lama-lama dalam kebingungan Ellson segera mendekati Hellen lalu duduk di sofa berhadapan Hellen.
"Hellen? Kamu kenapa? " Tanya Ellson dengan wajah kebingungan.
Hellen menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin memberitahu Ellson apa yang menjadi pikirannya.
Ellson mendengkus kesal karena Hellen tidak menjawab pertanyaannya dan wajah Hellen juga tetap kelihatan datar.
"Hellen sayang, kalau ada sesuatu yang menganggu pikiranmu, tolong jangan di simpan sendiri, bilang ke Paman ya, Paman akan mendengarkannya. Kalau kamu diam begini Paman harus bagaimana ? Melihat tingkahmu barusan Paman jadi bingung. " Ucap Ellson lagi dengan sabar melayani sifat Hellen yang tidak ingin banyak bicara dengannya.
Hellen masih diam entah dia menanggapi atau tidak ucapan Ellson barusan, hanya dia saja yang tau. Hellen melihat wajah Ellson dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kenapa? " Ellson kembali bertanya dengan sabar.
"Apa benar Paman akan mendengar apa yang ingin Hellen katakan? " Ucap Hellen dengan wajah serius.
"Ia sayang. " Jawab Ellson dengan menunjukkan wajah sumringgahnya.
"Hmmm sebenarnya Hellen ingin sekali jalan2 di luar, dan ingin makan jajan pasar yang sering di jual di pasar-pasar. " Ujar Hellen masih dengan wajah serius.
Dalam hati Hellen sungguh deg-degan karna dia bisa menebak jawaban Ellson dengan raut wajah Ellson yang tidak suka mendengar ucapannya tadi.
"Hmmm bagaimana ya... " Ucap Ellson sambil menatap lekat wajah Hellen.
"Tidak apa kalau tidak bisa, Hellen mengerti. " Balas Hellen dengan wajah yang datar dan dingin.
__ADS_1
"Bagaimana kalau pas genap 7 bulan usia kandunganmu? Kita periksa di rumah sakit terdekat baru kita jalan-jalan? " Ujar Ellson dengan sumringgah.
Ellson sebenarnya ada rasa berat hati ingin mengikuti kemauan Hellen tetapi sepanjang beberapa bulan Hellen tinggal bersamanya Hellen tidak pernah bicara dengan panjang lebar seperti yang dia lakukan sekarang dan itu membuat Ellson sedikit bahagia akhirnya bisa mendengar suara Hellen yang menurutnya sangat merdu.
Oleh itu Ellson tidak menolak keinginan Hellen untuk keluar jalan-jalan karena dalam pikirannya juga cuma jalan-jalan toh dan dia yakin anak buah Chris tidak akan datang ke tempat mereka karna pemalsuan identitias mereka.
"Benarkah? Paman janji ? " Tanya Hellen dengan mengukirkan senyuman yang tipis.
"Benar sayang, yang penting kamu jangan rasa tertekan dan stress ya. " Jawab Ellson bahagia.
Flashback tamat
***
Hellen menuruni anak tangga dengan berhati-hati. Wajahnya hari ini kelihatan berbeda dengan hari-hari sebelumnya.
Ellson yang memperhatikan raut wajah Hellen turut mengukir senyuman bahagia karena akhirnya dia bisa juga melihat wajah Hellen yang ceria seperti dulu.
Tanpa banyak pertanyaan, Ellson langsung saja menggandeng lengan Hellen dan membawanya menuju ke arah mobilnya. Mereka meneruskan perjalanan menuju ke sebuah kota kecil.
Sesampai di kota kecil, mobil Ellson berhenti di depan rumah sakit. Ellson mengandeng lengan Hellen masuk ke dalam rumah sakit tersebut, Ellson tidak pernah melepaskan gandengan tangannya terhadap Hellen sehingga banyak mata-mata yang memandang iri dengan ke prihatinan Ellson.
Di tempat itu, Ellson dikenali dengan nama Steven Swift dan Hellen pula dipanggil dengan nama Anneth Swift. Walaupun namanya begitu cantik untuk di gunakan tapi Hellen masih belum terbiasa dan merasa tidak nyaman.
Sewaktu gilirannya Hellen sempat di panggil sebanyak tiga kali sehingga Ellson yang berusaha memecahkan lamunan Hellen.
Dalam ruang pemeriksaan, doktor kandungan yang memeriksa Hellen memberitahu kabar bahwa anak dalam kandungannya baik-baik saja dan untuk jenis kelaminnya adalah laki-laki. Manik mata Hellen berbinar mendengarkan ucapan doktor tersebut dia merasa sangat bahagia dan bangga terhadap anaknya.
"Yang kuat ya nak, sebentar lagi kamu bisa ketemu daddy dan mommy. Humm By anak kita laki-laki. " Ucap Hellen dalam hatinya dengan mengukir senyuman di wajahnya sambil mengusap-usap perutnya.
Setelah dari rumah sakit, Ellson membawa Hellen ke pasar umum. Mereka hanya berjalan kaki saja karena jaraknya tidak jauh dan itu adalah permintaan Hellen agar dia merasa sedikit kebebasan walaupun lengannya tetap di gandeng oleh Ellson.
Sedang asyik melihat-lihat, mata Hellen tertuju ke arah wc umum.
__ADS_1
"Umm Paman, aku hendak membuang air kecil kita ke wc itu aja ya. " Ucap Hellen dengan gerak seperti menahan mau membuang hajat air kecilnya.
"Tapi Hellen, di sana kotor bagaimana kalau dalam mobil saja nanti Paman suruh mereka carikan tempat untuk tadahannya. " Ujar Ellson.
"Tidak, aku tidak akan bisa kalau dalam mobil itu akan membuatku tidak nyaman, tenang saja Paman itu ada tukang bersih kamar wc, pasti bersih Paman. " Ucap Hellen lagi.
"Ayolah Paman aku sudah tidak bisa tahan lagi. " Lanjut Hellen lagi.
"Huhhh baiklah ayo. " Ellson terpaksa membawa Hellen ke kamar wc umum itu karena dia tidak mau Hellen merasa tidak nyaman dengannya.
Hellen kini berada dalam salah satu kamar wc dalam wc umum itu. Hellen mengeluarkan gelangnya lalu menekan tombol sehingga muncul warna merah. Hellen juga sempat menulis surat untuk di tinggalkan bersama gelang tersebut. Gelang dan surat itu Hellen simpan di atas tembok dan berharap tidak ada yang mengambilnya selain Chris. Hanya tinggal itu saja harapannya.
Setelah menyelesaikan hasratnya dan rencananya Hellen kembali keluar dengan wajah biasa saja. Ellson tidak meletakkkan sedikit pun kecurigaannya terhadap Hellen walaupun dalam hatinya begitu deg-degan apabila bertatap muka dengan Ellson lagi.
Mereka melanjutkan berkeliling pasar sehingga Hellen mengeluh sakit di bagian belakangnya, lalu Ellson mengajaknya untuk pulang saja untuk beristirehat di rumah, Hellen cepat mengiakan karna memang di benar-benar merasa sangat lelah dengan perjalanan hari ini.
***
Di markas Chris
Setelah mendapat sinyal GPS dari Hellen, markas Chris keliatan sangat heboh, raut wajah mereka yang berapa bulan ini tegang akhirnya bisa tersenyum. Dan berita yang paling membahagiakan rupanya selama ini Hellen berada di negara yang sama dengan mereka cuma saja jaraknya bisa memakan sehingga beberapa hari jika menggunakan jalan darat.
Chris dengan wajah yang lebih berbinar memberi instruksi kepada beberapa anak buahnya yang akan ikut bersamanya pergi menjemput Hellen. Dan beberapa lagi yang tinggal untuk memastikan titik tersebut tidak berpindah arah.
Chris memberitahukan berita ini kepada Mama dan Papanya dan meminta izin dengan mereka agar dia pergi menjemput istri dan calon anaknya.
Mereka berencana untuk menggunakan helikopter untuk ke tempat tersebut dan akan bergerak pada siang hari besok. Chris memantapkan lagi rencananya karna dia tidak ingin kecolongan lagi.
"Sayang tunggu aku. " Ucap Chris dalam hati.
Bersambung..
Hai hai silent readerss.. Malam ini segini dulu yahh.. Apapun terima kasih karna sudah mengikuti sampai sejauh ini.. Dan dalam berapa bab lagi menuju endingnya..
__ADS_1
Apapun teruskan mendukung yahhh readers kesayangan !!