
Pagi pun tiba Chris lebih dahulu bangun berbanding Hellan. Chris mempersiapkan dirinya dan mulai membuat sarapan untuk Hellen. juga meninggalkan nota bahwa dia harus ke kantor awal karna ada rapat pemegang saham.
Satu jam setelah Chris berangkat Hellen pun bangun dan menelisik seluruh kamar untuk mencari sosok suaminya. Akhirnya Hellen keluar ke ruang makan untuk mencari Chris tapi Chris tetap tidak ada. Hellen melihat meja makan penuh dengan makanan mewah dan terdapat nota yang di letakkan di bagian samping piring makanan itu.
"Oh rupanya dia sudah pergi, hmm baiklah aku makan dulu dan bersiap langsung ke kampus."
Chris sudah menyiapkan sopir untuk Hellen agar Hellen tidak menaiki kenderaan umum.
***
Chris mengirim pesan kepada Hellen "maaf sayang hari ini tidak bisa menghantarmu karna aku banyak urusan di kantor harus di selesaikan, nanti malam baru aku bisa pulang setelah selesai semuanya."
Hellen yang membaca pesan dari suaminya hanya tersenyum.
Di kampus Hellen, Eva merayu dengan Hellen agar bisa bermain ke rumahnya dan menginap sekalian untuk malam minggu. Hellen sempat ragu tapi dia masih memikirkan perasaan Eva, akhirnya Hellen pun setuju dengan rencananya.
Sebelum pulang dari kampus Hellen sempat mengirim pesan kepada Chris dan meminta izin bahwa Eva akan menginap di apartmentnya untuk dua hari. Hellen tidak langsung menunggu jawaban dari Chris dan langsung saja membawa Eva menaiki mobil yang di sediakan oleh Chris untuknya.
"Wahh Hellen sejak kapan kau punya sopir." bisik Eva dengan nada agak kaget.
"aaa...itu ayah ku yang sedikit berbaik hati dengan ku." Ucap Hellen memberi alasan kepada Eva.
"oh, hmm."
Akhirnya tidak ada lagi perbincangan sepanjang perjalanan menuju ke apartment Hellen. Setelah memasuki apartment Hellen, Eva melonggo dan menjadi kaku karna tempat yang di tinggal oleh Hellen sekarang seperti surga semuanya lengkap.
"Wahhh Hellen kau beruntung sekali karna ayah mu masih mengizinkan kau tinggal di apartment mewah ini." ucap Eva sambil mengukuri semua tempat di dalam apartment Hellen.
"ehehe." Hellen hanya mampu tertawa kecil dan mengaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Eva aku ke kamar sedikit ya, aku mau merapikan sedikit." Hellen baru teringat baju baju Chris masih ada di kamarnya, dia cepat cepat masuk ke kamar dan memasukkan baju baju Chris di dalam lemari bagian pojok lalu menguncinya.
"huhh kalau tidak bisa di interogasi oleh Eva hmm". Ucap Hellen dengan nada berbisik.
Tepat jam 8 malam, Hellen dan Eva masih asyik bercerita sambil memakan makanan yang di masak oleh Hellen. Tiba tiba ada bunyi pintu.
"Hellen siapa yang datang malam malam begini?" Tanya Eva.
"emm aku juga tidak tau biar aku periksa dulu." Hellen hendak berdiri tapi di halangi oleh Eva.
"ohh biar aku yang pergi." Eva langsung saja menuju ke pintu dan membukanya.
Tiba tiba...
"Sayang aku pu......." Chris tidak melanjut katanya karna agak kaget yang membuka pintu bukan Hellen.
"ia? Tuan cari siapa?" Tanya Eva dengan agak penasaran.
" Maaf maaf aku salah lantai agaknya." ucap Chris lalu berlalu tanpa menoleh dan langsung memeriksa ponselnya.
"Ihh orang aneh tapi ganteng." ucap Eva.
"Ckk aku baru perasan Rain ada mengirim pesan, hampir saja huhh" Gumam Chris sambil menuju ke lift untuk pergi ke lantai atas.
"Siapa tadi?" Hellen bertanya kepada Eva sambil mengemasi tempat makan mereka. "Pria aneh tapi ganteng, Hellen hati hati loh kalau sendiri jangan buka sembarangan itu pintu." ucap Eva seakan memberi peringatan kepada Hellen.
"mmm baik."
Chris yang berada di lantai atas tidak bisa tenang sehingga membuat Jerry bingung melihatnya.
"Tuan lebih baik Tuan telfon aja nona Rain, mungkin dia belum tidur." Jerry memberi ide kepada Tuannya.
__ADS_1
"kau benar baik aku akan telfon dia." Chris segera menuju ke kamarnya dan mengambil ponselnya lalu membuat panggilan menelfon Hellen.
Chris gelisah karna ponsel Hellen sudah lama berdering tapi belum juga diangkat. Chris hampir saja putus asa dan hendak mematikan panggilannya tapi tak disangka Hellen menjawab panggilan telfon darinya.
"Helo Chris?" Ucap Hellen dari seberang sana. "umm sayang apa kamu belum tidur?" Tanya Chris kepada Hellen.
"Belum aku tidak bisa tidur, kamu kenapa belum tidur?" Ucap Hellen.
"Jujur aku sangat merindukanmu sayang, aku belum bisa bayangkan dua hari tidak memelukmu." Ucap Chris nada sedih.
"hehe aku juga sayang." Hellen tertawa kecil. "Hmm sayang apa kamu mau ketemu aku sebentar saja." seru Chris dengan penuh berharap.
"Tapi bagaimana dengan Eva. " Kata Hellen.
"Kalau dia sudah tidur kamu keluar aja diam diam. Ok sayang. " Sungut Chris.
"Ok baiklah, tapi kmu tunggu aku di depan pintu ya. " Ucap Hellen.
"Baiklah sayangku. "
Chris pun keluar dari apartmentnya dan menuju ke lift untuk turun ke lantai bawah. Chris menunggu Hellen di depan pintunya sambil pura pura bermain ponsel. Selang 3menit Hellen keluar dari apartmentnya dengan berhati hati, lalu Chris mendorongnya masuk kembali.
"Ehh kenapa di dalam awas ketahuan Eva" Bisik Hellen perlahan.
"Di luar sunyi seram lagi." Ucapan Chris membuat Hellen ketawa kecil.
Chris langsung saja memeluk Hellen dengan eratnya dan meletakkan kepalanya di pundak Hellen lalu mengendus aroma tubuh Hellen melalui leher Hellen.
"Sayang aku rindu kamu, aku tidak bisa tidur kalau kamu tidak di sisi ku huhh." Chris berbisik. "
Aku juga tapi mau bagaimana, kamu sabar dulu ya suamiku. " Ujar Hellen berbisik.
"Ummm kamu menyiksa ku dua hari humm." Rengek Chris berbisik dan masih memeluk Hellen dengan erat.
"Ok boleh ayo tidur aku dah mengantuk berat sayang, tapi jangan lepaskan aku ya *Cupp~mencium dahi Hellen* " bsik Chris sambil mereka menuju ke sofa di ruang keluarga.
Setelah melihat Chris sudah tertidur dengan pulasnya, Hellen langsung mengangkat perlahan tangan Chris yang masih memeluknya. sebelum Hellen memasuki kamarnya Hellen sempat memberi ciuman selamat malam kepada Chris.
Dalam kamar Hellen tidak bisa tidur karna takut Eva bangun secara tiba tiba. Akhirnya Hellen terpaksa bergadang sepanjang malam dengan menonton film di ponselnya.Sehinnga jam menunjukkan tepat jam 5:30 pagi, Hellen diam diam keluar dari kamar dan menuju ke ruang keluarga di mana Chris tidur.
Hellen melihat Chris lalu tersenyum kecil, dia perlahan lahan membangunkan Chris lalu menciumnya berapa kali agar Chris cepat bangun. Chris bangun dengan mata melas, lalu mencium dahi Hellen agak lama.
"Sayang apa kau bergadang semalam." Chris menggunakan nada berbisik sambil mengusap mata Hellen yang terdapat lingkar hitam.
"Ia aku tidak bisa tidur karna takut Eva tiba tiba bangun." Ujar Hellen.
"Maafkan aku sayang, kalau aku tidak tidur di sini pasti sayangku bisa tidur dengan nyenyak. Hmm maaf ya." Chris merasa sedih karna dirinya membuat Hellen begitu berwaspada lalu mencium mata Hellen.
" Shhtt tidak bukan karna sayang, aku bisa aja tidur cuma tidak bisa karna bukan sayang yang berada di sampingku makanya aku tidak bisa tidur, ok." Ujar Hellen sambil mengusap tangan Chris.
"Baiklah sayang. kalau begitu aku ke atas dulu yah, sementara Eva belum bangun kamu coba tidur sedikit ya."
"Ok suamiku."
Sebelum Chris keluar dari apartment Hellen dia sempat memeluk Hellen dan mencium Hellen di bibirnya dengan ciuman yang dalam. Setelah kepergian Chris Hellen kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya lalu terlelap.
Tepat jam 9, Eva membangunka Hellen yang masih tertidur pulas.
"Hellen ayolah bangun sarapan dulu, eeee legit sekali anak ini, heii Hellen nanti tidak ada yang mau nikah denganmu kalau kau aja malas bangun ini sudah jam 9 lohh." Teriak Eva sambil menggoyangkan tubuh Hellen. "Uuwwwaaaahhh aku bangun aku bangun sudah ni." Hellen duduk sambil matanya masih merem.
"Cihh muka bantal sekali, pergi cuci muka baru keluar sarapan, cepat aku tunggu di dapur." Perintah Eva.
__ADS_1
Hellen langsung saja ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, setelah selesai dia langsung merapikan tempat tidur dan keluar dari kamar menuju ke dapur.
"Wahhh wangi banget Va, aku jadi lapar sekali." Seru Hellen sambil duduk, di meja makan sudah penuh dengan sarapan pagi yang di buat oleh Eva.
"Ia makan sudah." Mereka berdua pun makan sarapan bersama.
"Oh ya kamu memang sering bangun lambat ya Hellen, humm awas saja tidak ada yang mau nikah dengan lo nanti hahaha." Seru Hellen.
"Yang penting aku sudah nikah cuyy, ini juga gara gara loe huhhh." Gumam Hellen dalam hati.
"Ya nggaklah cuma gue berapa hari ni rasa cape sekali, inikan kesempatan mumpung libur dehh." Ujar Hellen memberi alasan.
"Ia tidak apa apalah yang penting masih ada Arga mau dengan loe." Ujar Eva mengejek.
" Apaansih loe nggak nyambung kali." Ketus Hellen.
"Nggak usah pura puralah Hell, aku tau dong Arga suka sama kamu sayang." Goda Eva menatap Hellen dengan nakal.
" Ckk, aku tu sudah ada pacar kali." Ketus Hellen.
" Ceh pacar dengan siapa loe? dengan orang aneh yang ganteng semalam." Eva masih dengan nada mengejek.
"Ia orang aneh semalam tu pacar aku." Ujar Hellen.
Eva mendengar ucapan Hellen membuatnya ketawa sampai kesedakan makanannya. Hellen cepat cepat menyodorkan air ke Eva.
"Makanya kalau lagi makan jangan mau ganggu orang mulu, itu karma loe tau." Sungut Hellen.
"Ckk loe yang buat lucu kali. makanya aku kesedak roti, tapi benaran kamu ada pacar Hell?" Tanya Eva masih penasaran.
"Ia benar." Jawab Hellen singkat sambil memakan sarapannya.
"Sejak kapan kau pandai pacaran, sedangkan dengan Henry aja kau nggak mau ngaku dia pacar kau padahal di tunanganmu."
"Hmm apa kau masih ingat dengan lelaki yang aku tunggu selama ini." Tanya Hellen kepada Eva sambil menatapnya.
"Ia masih, kenapa sekarang kau sudah ketemu dengannya lalu menjadi pacarnya?" Tebak Eva.
"Ia, beberapa minggu lalu aku ketemu dia dan akhirnya kami jadian deh." Jawab Hellen dengan senyum polosnya.
"Gila loe ya, mungkin dia sudah menikah dan hanya memanfaatkan kau saja bagaimana kau bisa menerimanya kembali setelah terpisah 12tahun." Ucap Eva.
"Jangan khawatir aku baik baik saja." Jawab Hellen dengan polos.
"Lebih baik kau dengan Arga aja, Arga sudah menyukai kau sejak kita kelas satu lagi, prihatin lagi, romantis, malah selalu lindungin kau kalau ada lelaki kampus datang mengungkapkan perasaannya." Ujar Eva.
"Va cinta tu tidak boleh di paksa, aku tau apa yang aku pilih." Ucap Hellen polos.
"Hmmm terserah dehh yang penting kau harus mengenalkan pacar kau kepada aku ya." ujar Eva sambil menatap Hellen.
"Ok baiklah nanti aku kenalin."
"bagaimana kalau sebentar malam suruh datang sini aja,nanti aku suruh Reza juga datang." seru eva memberi ide.
"A....tapi."
"Tidak menerima alasan pokoknya malam ini!" Seru Eva.
"Umm baiklah nanti aku suruh pacarku datang."
"Yes." Seru Eva girang.
__ADS_1
Bersambung...
Lanjutkan lagi yahh readers dan jangan lupa komen berilah author semangat sikit yahh.