
Aulie masih tidak tau bahwa Jaqleen telah ditangkap. Dia mengira Jaqleen telah pergi membawa Hellen ke tempat lain untuk di eksekusi sendiri olehnya.
Aulie sama sekali tidak mencurigai kehilangan Jaqleen dan Hellen. Dia masih santai berkeliaran Kota, hatinya merasa puas karna dia tidak usah mengotorkan tangannya untuk menghancurkan Hellen, malah Jaqleen dengan sendirinya mewakilinya walaupun sebenarnya dia tidak berapa kenal dengan Jaqleen. Tetapi siapa saja yang menjadi musuh Hellen akan dia pertimbangkan untuk di manfaatkan.
Setelah Aulie keluar dari sebuah restoran mewah, tiba-tiba dia merasa ada yang mengikutinya, dia mengambil langkah untuk berjalan di dalam keramaian di Kota itu.
Sehingga dia merasa sudah selamat, dia langsung segera menuju ke hotel, Aulie tidak berani untuk pulang ke apartmentnya karna dia takut ada yang sudah menunggunya.
"Siapa mereka? Mungkin anak buahnya Kakek Arnold, apa mungkin Hellen sedang dalam pencarian sekarang. Ckk aku harus bersembunyi, jangan sampai aku di tangkap oleh mereka. " Ucap Aulie setelah buru-buru masuk ke dalam kamar hotel yang di pesannya.
Aulie mencoba untuk menelfon Jaqleen tetapi ponsel Jaqleen tidak aktif sama sekali. Hal itu membuat Aulie merasa jengkel terhadap Jaqleen.
Dia memilih untuk beristirehat saja dan akan mencari Jaqleen besok saja. Aulie baru saja mau terlelap tiba-tiba ponselnya berdering dan tertera nama Jaqleen di layar ponselnya.
Dia menjawab panggilan tersebut tetapi tidak ada yang menyahutinya. Aulie segera mematikan ponselnya lalu membuangnya ke arah sofa hotel.
"Sial apa mereka juga menangkap Jaqleen, aku harus segera pergi dari sini. " Ucap Aulie mulai gementaran.
Aulie segera keluar dari kamar hotelnya dan menuju ke lift dan menekan tombol untuk turun le lantai dasar.
Sewaktu sampai ke lantai dasar Aulie keluar dari lift dengan tergesa-gesa tetapi dia sudah melihat beberapa orang lelaki berpakaian seperti pengawal memasuki pintu utama hotel dan menuju ke resepsionis dan yang lainnya mula mengitari seluruh lantai dasar tersebut.
Aulie berlari untuk bersembunyi di balik spanduk yang di rentangkan memanjang dekat pot bunga sebelah tiang di hotel tersebut. Dia melihat para pengawal yang separuhnya menuju ke dalam lift dan yang separuhnya berjaga dekat resepsionis.
Aulie sempat bingung bagaimana hendak keluar dari tempat itu. Tiba-tiba dia mendapat ide karna kebetulan sekali terdapat Nenek tua yang bungkuk dan agak lama jalannya. Aulie. Memakai kaca mata hitam dan menolong nenek tua tersebut.
Tidak ada satu pun pengawal yang curiga dengan pendamping Nenek tua it. Mereka membiarkan Nenek tua dan pendampingnya itu keluar tanpa mereka periksa.
Setelah berjalan agak jauh dari hotel itu bersama Nenek itu akhirnya Aulie berpura-pura untuk pamit karna masih mengejar waktu. Nenek itu berterima kasih karna sudah membantunya.
Aulie melihat ke kiri dan kanannya untuk memastikan tidak ada yang mencurigakan, dan untuk kedua kalinya dia lolos dari orang-orang itu.
Aulie tidak tau harus ke mana lagi, jadi dia memilih untuk berjalan di taman dan mencari kursi untuk dia beristirehat karna dia sudah merasa capek berjalan jauh.
__ADS_1
Baru saja dia hendak duduk tiba-tiba ada orang menyerangnya dari belakang dan membuatnya jatuh pingsan.
****
Hellen yang baru saja hendak menuju ke dapur tiba-tiba dengar perbicaraan Nyonya Lee dengan seseorang.
"Pastikan dia benar-benar Aulie dari keluarga Gramor, jangan sampai salah orang, sebentar lagi aku akan ke sana. " Ucap Nyonya Lee yang sedang dalam penggilan.
Hellen agak kaget mendengar nama Aulie yang di sebut. Dia tanpa berpikir langsung saja menyapa Nyonya Lee.
"Mama? Apa Mama menyuruh mereka menangkap Aulie? " Tanya Hellen tiba-tiba.
"Ehh, kamu dengar Mama bicara tadi? " Ucap Nyonya Lee sedikit terkejut.
"Maaf Mah, tapi tadi kebetulan Hellen memang mau ke dapur. Umm Mah, apa benar Aulie telah di tangkap? " Ujar Hellen penasaran.
"Hmm benar sayang, Mama cuma mau kasih pelajaran sedikit kepadanya. " Jawab Nyonya Lee.
"Mah. Izinkan Hellen yang berurusan dengan Aulie. " Ucap Hellen cepat.
"Ummm biar Hellen pergi dengan Chris saja ya Mah, lagian Hellen juga anak kandung Ayah jadi urusan dengan Aulie biar Hellen yang selesaikan. " Ucap Hellen nada merayu.
"Hmmm baiklah tapi harus dengan Chris ya, kamu bisa bangunkan Chris untuk pergi ke markas sekarang. " Ucap Nyonya Lee akhirnya mengizinkan.
Hellen langsung saja menuruti Nyonya Lee, dia membangunkan Chris yang sedang tidur pulas. Setelah Chris bangun Hellen menjelaskan kepadanya tentang Aulie dan meminta Chris untuk menemaninya untuk pergi bertemu Aulie.
Chris menyetujui Hellen, dia bersiap dengan cepat lalu langsung saja menuju ke kawasan parkiran mobil mereka di Villa, Chris tidak menggunakan sopir dia menyetir mobilnya sendiri dan membawa Hellen menuju ke markas anak buah mereka.
Di markas anak buah Chris, Aulie di ikat di tiang tempat Jaqleen pernah di ikat dulu dan kini gilirannya. Aulie yang mulai sadar dan memaksa matanya yang masih sedikit buram untuk melihat ke arah suara orang banyak itu.
Sehingga dia bisa melihat dengan jelas, Aulie kini sadar dia sedang di ikat di sebuah tiang, dia mulai memaki dirinya dalam hati. Aulie ingin berteriak tetapi dia tau tidak akan ada gunanya untuk membuang suara kepada orang-orang ini karna mereka bukan berada di pihaknya.
Tidak lama kemudian terdapat satu orang lelaki berteriak dan mengatakan Tuan Muda dan Nyonya Muda sudah datang. Para pengawal yang berjaga di dalam itu pun segera berdiri dengan tegaknya dan membuka jalan agar Tuan dan Nyonya Muda bisa menuju ke arah Aulie.
__ADS_1
Aulie merasa sedikit gementaran karna dia tidak tau siapa mereka yang menangkapnya dan mengikatnya. Sehingga dia lihat dengan jelas wajah Chris dan Hellen yang sedang berjalan berdampingan.
Kini Hellen telah berdiri di hadapan Aulie dan menatapnya dengan tatapan yang tajam. Begitu juga dengan Aulie dia membalas tatapan Hellen dengan tidak kalah tajamnya.
"Jadi kau ? " Ucap Aulie singkat.
"Hmm, kau rasa siapa yang kau lihat sekarang? " Jawab Hellen dengan sinis.
"Sial kau perempuan ****** kau.... " Tidak menghabiskan kata-katanya langsung saja di tampar dengan kuat.
Plakk...Plakk...Plakk...Plakk
Hellen menampak Aulie dengan kuat sebanyak empat kali di pipi kiri dan kanannya. Chris tidak menghalang tindakan Hellen karna dia tau sakit hati Hellen atas perlakuan Aulie terhadapnya kemarin, dia hanya memperhatikan dengan duduk diam di kursi yang di sediakan oleh anakn buahnya.
"SIAL!! KAU TU HANYA KARNA CHRIS KAU SUDAH BANYAK BERLAGU! " Ucap Aulie dengan berteriak.
"Hmm, benar tapi biarpun bukan dengan Chris, aku tetap akan pastikan kau menyesal dengan perbuatan kau terhadap aku! " Balas Hellen dengan dingin.
Hellen menarik nafasnya dengan dalam dan coba menenangkan emosinya. Dia menuju ke arah Chris dan duduk di sebelah Chris. Chris langsung saja mengusap tangan Hellen agar dia bisa lebih tenang.
Setelah merasa agak tenang, Hellen kembali menatap ke arah Aulie kini yang tertunduk karna sudah cape diikat berdiri.
"Aulie, aku sebenarnya belum habis dengan kau, tetapi aku ingin kau bertemu dengan Ayah. Ayah ada di rumah sakit dan benar kata kau kemarin Kakek menyembunyikan Ayah. " Ucap Hellen dengan datar.
"Ckk. Kalau sesuatu terjadi terhadap Ayah itu semua salah kau, biar kau bunuh aku sekarang setelah mati nanti aku akan menghantui kau terus. " Balas Aulie yang masih merasa tidak puas.
"Aku tidak akan bunuh kau tetapi aku akan menghantar kau dan Ayah pulang ke Kota NY, tapi kau tetap dalam pengawasanku. " Ucap Hellen datar.
"Ckk." Aulie berdecak kesal mendengar kata-kata Hellen.
Chris menatap heran dengan Hellen karna masih mau melepaskan Aulie yang sudah berbuat jahat dengannya. Dia tidak ingin masuk campur dengan urusan keluarga Hellen jikalau begitu keputusan Hellen.
Bersambung....
__ADS_1
Maaf yah reader, author ada tidak sehat badan jadi update hari ini mungkin agak terlambat. Dan untuk setiap hari sabtu Author tidak akan update karna Author ada hal lain untuk di kerjakan ya...
Selamat membaca readers tersayang Author... Dan tunggu kelanjutannya yah..