
Chris sudah mulai gusar karna sudah jam 2 tapi Hellen belum ada mengirimnya pesan. Tanpa pikir panjang Chris keluar dari ruangannya dan pamit keluar sebentar dengan Tina.
"Tina tunggu di sini aku keluar sebentar ya, nanti aku suruh Jerry menghantarkan makanan kamu berdua di sini ya. " Seru Chris menatap Tina dan tidak memperdulikan Jaqleen.
"Aahh tidak apa, biar kami makan di kantin saja. " Ujar Tina kepada Chris sambil melihat temannya Jaqleen.
"Ia kami makan di kantin saja. " Ucap Jaqleen tersenyum tipis melihat Chris.
"Terserah kamu, tapi nanti kembali ke sini, aku akan bawa Rain ke sini. " Ujar Chris lalu pergi.
Chris menganderai mobilnya sendiri, dia langsung menuju ke kampus Hellen dan menunggu di gang samping kampus Hellen. Chris mengirim pesan kepada Hellen bahwa dia menunggunya di samping kampus.
"Sayang aku di gang samping kampusmu, aku tunggu di sini. " Selang berapa menit Hellen membalas pesannya. "Tunggu 5 menit lagi aku sampai". Chris menunggu Hellen sehingga 5 menit berlalu, dia melihat Hellen menuju ke mobilnya dengan muka waspada akan sekitarnya, kelakuan Hellen membuat Chris tertawa kecil.
" Maaf terlambat sedikit. " Hellen sengaja masih bersikap dingin terhadap Chris.
"Sayang apa kau masih marah? " Ucap Chris sambil menatap Hellen yang membuang mukanya menghadap jendela mobil.
"Tidak! " Ketus Hellen.
"Sayang kalau kau tidak marah mana mungkin kau jawab begitu. " Chris menarik tangan Hellen lalu mengusapnya lembut.
"Ok baiklah aku mengaku salah, aku cuma tidak mau sayangku dekat dengan pria lain, ya aku minta maaf **Cupp~mencium tangan Hellen** . Maafin aku yah. " Chris membujuk Hellen.
Hellen yang tidak tega melihat suaminya terus membujuknya akhirnya dia mengalah.
"Hmm baiklah. " Hellen menatap Chris lalu mencium pipi Chris sekilas.
Chris tertegun dengan perlakuan Hellen, dia mendekati Hellen ingin mencium bibir munggil istrinya tapi di cegat oleh Hellen.
"Sayang ini masih di luar loh jangan aneh aneh." Ucap Hellen mengingatkan Chris.
"Hmm." Chris menatap Hellen lalu membuat wajah datarnya lalu langsung saja menyetir mobilnya menuju ke kantornya.
"Pasti lagi kesal. Menggemaskan sekali. Ehh tunggu inikan jalan ke kantor Chris. " Gumam Hellen dalam hati.
"Hmm sayang kita ke kantormu buat apa ya? " Tanya Hellen kepada Chris yang telah memarkir mobilnya di garansi khusus.
"Tina ingin bertemu dengan mu sayang, dia ada tunggu di ruanganku. " Chris menatap Hellen. Mereka masih di dalam mobil.
"Tapi kan kenapa harus di kantor kan bisa... " Tidak sempat Hellen menghabiskan ucapannya, Chris langsung mencium bibir Hellen dan **********.
Hellen mencoba mendorong Chris tetapi Chris langsung mempereratkan ciumannya sehingga Hellen bernafas satu satu, baru Chris melepaskan ciumannya.
"Chris nanti ada orang lihat bagaimana? " Ketus Hellen menatap Chris.
"Tidak akan ada orang di sini sayang aku jamin. " Menarik tubuh Hellen mendekatinya.
"Hmmm tapi jangan begini dong Chris aku malu ini masih tempat terbuka. " Rayu Hellen agar Chris tidak melanjutkan aksinya.
__ADS_1
"Sayang aku tidak tahan, tidak akan lama, kita pindah ke kursi belakang saja ya. " Chris juga merayu Hellen dengan muka manjanya.
"Hmm baiklah tapi lepas dulu supaya bisa pindah ke belakang. " Jawab Hellen sambil mengusap pipi Chris.
Mereka pun melanjutkan kegiatan panas di dalam mobil milik Chris. Chris melakukannya dengan agak cepat karna Hellen mengingatkannya bahwa adiknya masih menunggu di kantor. Jadi Chris dengan terpaksa menahan dirinya untuk tidak menembak benihnya berkali kali.
***
"Harap abang dan kakak sudah ada di ruangan." Seru Tina kepada Jaqleen.
"Tina sebenarnya apa yang kamu suka dengan Hellen? " Tanya Jaqleen penasaran.
"Hmmm kakak dulu begitu baik padaku, abangku dulu sering cuekin kakak tapi suatu kejadian membuat abang sayang dengan kakak. " Ucap Tina sambil mengingat ingat sewaktu mereka masih kecil.
"Kejadian apa? " Jaqleen mulai penasaran.
"Hmm aku juga kurang tau hanya abang saja yang tau. " Jawab Tina.
"Apa mungkin Chris sebenarnya tidak tulus bersama Hellen tapi karna kejadian itu mungkin dia terpaksa? " Seru Jaqleen dan menatap Tina yang berubah raut wajahnya.
"Jaq itu tidak mungkin, karna sebenarnya abang memang prihatin dengan kakak dan selama kami di luar negeri, foto kakak menjadi penyemangatnya. " Ucap Tina.
"Apa Jaqleen ingin mengunakan kesempatan ini hmm aku harus buat sesuatu. " Gumam Tina dalam hati.
Kini mereka sudah berada di depan pintu ruangan Chris. Tina ingin membuka pintunya tapi sudah di buka duluan dengan Hellen. Hellen berdiri di ambang pintu dengan senyuman polosnya.
"Aaahhh kakak cantik Tina merinduimu. " Tina langsung saja memeluk Hellen dan memperlihatkan sisi manjanya.
"Ehh abang di mana? " Tina menelisik seluruh ruangan karna tidak melihat sosok Chris.
"Dia ada rapat. " Jawab Hellen.
"Ohh jadi abang meninggalkan kakak sendirian, tega sekali ya huhhh nanti kalau abang datang cuekin aja dia. " Seru Tina.
Mendengar ucapan Tina Hellen menjadi tertawa kecil. Mereka pun berbagi cerita dan suasana ruangan Chris kelihatan ramai. Jaqleen hanya memperhatikan Tina dan Hellen yang asyik bercanda tawa, diam diam dia mengepalkan kedua tangannya karna tidak suka melihat mereka berdua.
"Oh ya Jaqleen dari tadi bengong terus, apa kami terlalu ribut? " Tanya Hellen.
"Eh tidak, mungkin kalau dengar ceritaku tidak nyambung dengan kalian. " Jawab Jaqleen.
Sedang asyik bercerita tiba tiba Chris masuk dan yang biasanya menatap mereka dengan wajah datar tapi kali ini berubah menjadi senyum. Tina melihat wajah Chris langsung saja menggodanya.
"Cehh coba kalau kakak tidak di sini sudah tentu wajahnya kayak papan triplek datar gitu. " Ucapan Tina membuat mereka ketawa termasuk Jerry yang berjalan di belakang Chris.
Chris langsung memalingkan mukanya dan melihat Jerry dengan tajam lalu kembali melihat Tina dan tersenyum sinis.
"Adikku mungkin kau telah sadar karna wajahku ini hanya bisa tersenyum jika ada Rain dj situ. " Ucapnya dengan bangga.
"Ihhh tolong aaa tidak mau dengar lagi, hmmm kakak memandangkan abang sudah datang jadi kami pamit pulang dulu ya, takutnya kalau tidak pulang sekarang aku dan Jaqleen bisa mati di sini karna melihat kemesraan kalian yang tidak ada tandingnya. " Ucap Tina menjeling ke arah Chris yang masih tersenyum di meja kebesarannya.
__ADS_1
"Hahah baiklah kamu nyetir baik baik yah. " Ujar Hellen.
"Ok daa kakak cantik, daa abangku. " Mereka langsung saja keluar dan di susuli oleh Jerry.
Chris berjalan ke arah Hellen. Dia duduk di samping Hellen lalu memeluk Hellen.
"5menit cas tenaga. " Pinta Chris kepada Hellen
"Hmmm." Hellen pun membalas pelukan Chris.
"Sayang apa kamu lapar, kita ke restoran yuk. " Ajak Chris.
"Ok kebetulan sudah lapar ni. " Jawab Hellen.
Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju ke mobil Chris. Chris langsung saja melajukan mobilnya dengan kecepatan rata rata.
Setelah habis makan malam mereka langsung saja pulang ke apartment. Sampaj di apartment, Hellen langsung saja izin masuk ke kamar mandi. Tibatiba bunyi ponsel Hellen berdering.
Chris mencapai ponsel Hellen dan melihat nama yang menelfonnya adalah *Eva*. Tanpa peduli Chris hanya membiarkan saja ponsel Hellen berdering sehingga Hellen keluar dari kamar mandi dan melihat ponselnya berdering.
"Sayang siapa yang telpon di ponsel ku? " Tanya Hellen sambil menuju ke walk in closet.
"Eva." Jawab Chris singkat.
"Oh." Hellen cepat cepat mengganti pakaiannya dan memakai pakaian tidur yang polos.
Hellen berlaru keluar dari Walk in closet, Chris yang melihat Hellen berlari tiba tiba menelan salivanya.
"Ckk istriku tau menggodaku. " Gumam Chris sambil menatap Hellen dengan tatapan liar.
Hellen yang sadar di tatap oleh Chris langsung saja melihat Chris dengan mata melotot.
"Pergi mandi! " Ketus Hellen.
"Ok ok" Chris bergegas masuk ke kamar mandi karna agak takut melihat Hellen yang dalam mode galak.
Hellen membuka ponselnya dan Eva telah menelfonnya sebanyak 10 kali. Hellen langsung saja menelfon Eva kembali. Setengah jam kemudian Chris sudah selesai mandi dan menuju ke walk in closet, dia sempat melirik Hellen lagi tertawa sambil bertelfon dengan temannya Eva.
Setelah selesai memakai celana tidur Chris langsung saja menuju ke ranjang dan memeluk Hellen dari belakang. Hellen agak kaget tawaannya juga terhenti bila Chris mencium lehernya dari belakang. Hellen langsung menolak kepala Chris untuk menjauh darinya lalu membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan Chris.
"Eva aku tidur dulu ya, besok jumpa lagi. " Hellen langsung mematikan ponsel setelah Eva juga pamit kepadanya.
"Huhhh sayang mau u..umm." Rengek Chris sambil mempereratkan pelukan.
Hellen yang tahu dia tidak bisa menolak akhirnya memberi jalan agar Chris bisa melakukan sepuasnya.
Mereka melakukan kegiatan panas suami istri sehingga memakan 2jam lamanya. Akhirnya mereka berada di titik puncak kegiatan panas mereka. Chris langsung saja merebahkan tubuhnya di samping Hellen dan mencoba mencari posisi terbaik untuk tidur. Begitu juga dengan Hellen, tetapi sebelum Hellen melelapkan matanya dua sempat menatap Chris dan tersenyum.
"Chris betapa bahagianya aku bisa bersamamu. " Gumam Hellen dalam hati.
__ADS_1
Bersambung...
Ayo lanjutkan lagi yaa readers !!