
Masih di rumah Ellson..
Paginya Ellson bangun awal karena dia ingin melaksanakan rencananya, Ellson keluar dari kamarnya lalu melihat ke arah pintu kamar Hellen yang masih tertutup rapat. Dia berharap agar Hellen belum bangun sebelum dia berangkat keluar dari rumah.
Ellson juga menyempat diri melihat ke arah balkon di mana tempat yang menjadi favorit Hellen selama berada di rumahnya itu. Dia menarik nafas lega karena tidak ada Hellen duduk di situ akhirnya Ellson memilih turun ke lantai dasar untuk bersarapan pagi sebelum dia keluar.
Ellson juga memilih hanya bersarapan roti bakar dan kopi hitam saja karena memang dia sedang terburu-buru. Setelah selesai sarapan Ellson belum melihat Hellen dia menarik nafas lega dan akhirnya keluar dari kawasan rumah dengan sumringgah.
Ellson telah membuat janji bersama seseorang yang akan dia bayar untuk melenyapkan Chris. Kali ini dia menyewa seseorang yang akan menyewa seseorang lagi untuk melakukan rencananya. Ellson berharap kali ini rencananya berjalan dengan lancar.
Sampai di tempat pertemuan, Ellson menunggu seorang pria yang akan dia bayar untuk rencananya itu. Selang berapa menit kemudian datang seorang pria dengan penampilan biasa saja seperti bukan orang jahat. Ellson sempat meragukan orang tersebut tetapi setelah dia melihat senyum menyeringgai pria tersebut membuatnya menjadi yakin kali ini semua rencananya akan beres.
Ellson langsung saja ke inti perbicaraan dan tidak mau membuang masanya berlama-lama di luar, karena masih ada banyak pekerjaan yang harus dia urus.
Setelah selesai perbicaraan mereka, Ellson langsung saja pergi meninggal pria itu dengan satu tas ukuran sedang yang penuh dengan uang. Ellson kembali ke mobilnya dan mengarahkan kepada sopirnya untuk membawanya ke mini market karena ada cemilan yang ingin dia beli untuk Hellen.
Dalam perjalanan, Ellson tidak berhenti tersenyum, dia sudah membayangkan bagaimana reaksi Hellen apabila mengetahui sesuatu yang buruk terjadi kepada Chris dan yang semestinya bukan karena dirinya. Kemenangan yang di bayangkan Ellson sungguh membuatnya tidak sabar.
***
Setelah berapa jam perjalanan, Hellen sangat kelihatan lelah dan sekarang dia sedang tertidur di dalam dekapan Chris. Chris yang tidak berhenti mengusap-usap kepala Hellen agar tidurnya nyaman, dia juga tidak berhenti bersyukur.
__ADS_1
Dari semalam Chris tidak tidur karena dia takut ini semua cuma mimpi saja tetapi dia di kuatkan dengan gerakan Hellen yang menyentuh bagian dadanya. Semuanya terasa benar walaupun masih tersisa sedikit trauma atas kepergian Hellen berapa bulan lalu.
Setelah helikopter mereka mendarat tepat di lapangan bagian belakang mansion besar keluarga Lee, Chris memainkan hidung mancung Hellen dengan menoel-noelnya. Walaupun sebenarnya Chris tidak tega untuk membangunkan Hellen, ingin saja dia mengendong Hellen ala bride style tetapi dia masih khawatir dengan perut Hellen yang sudah sangat membesar dia tidak mau membuat Hellen merasa tidak nyaman.
Merasa hidungnya terus di ganggu, Hellen membuka matanya lalu menatap ke arah Chris, mata mereka bertembung. Hellen mengukirkan senyuman lalu mengucup dada bidang Chris yang menjadi sandarannya sewaktu tidur tadi.
"Selamat pagi sayang. " Chris tersenyum melihat Hellen yang mulai menyembunyikan wajahnya di dadanya.
"Pagi juga By, apa kita sudah sampai? " Hellen masih tidak ingin mengangkat wajahnya, entah kenapa dia bisa merasa malu dengan Chris.
"Sudah hampur 15 menit yang lalu. " Mendengar perkataan Chris Hellen langsung mengangkat wajahnya lalu menatap Chris. Chris mengangguk.
"Lalu apa kita akan terus begini sayang? " Chris yang melihat Hellen yang hanya menatapnya langsung ingin menggodanya.
"Ish By!! Ya kita turun dulu, hmm apa Mama dan Papa di rumah? " Akhirnya Hellen melepaskan pelukkannya lalu membiarkan Chris turun dahulu baru dia akan turun dengan di sambut oleh Chris.
"Ada, ayo mereka pasti bahagia melihatmu. " Chris menggandeng lengan Hellen membawanya masuk melalui pintu samping mansion mereka.
Nyonya Lee dan Tuan Lee sudah menunggu sekitar 15 menit di ruang tengah sejak mendengar kabar bahwa Chris dan Hellen sudah mendarat di lapangan belakang mansion mereka. Nyonya Lee hendak menyambut mereka ke belakang tetapi di halang oleh Tuan Lee, karena menurut Tuan Lee mereka masih melepas rindu, dia tidak mau putranya kesal karena kedatangan mereka bisa membuat adegan romantis Chris gagal.
Mendengar penjelasan Tuan Lee, Nyonya Lee menjadi terkekeh lalu mengiakan saja, karena jika di pikir ada benarnya juga dan sejak itulah mereka memilih menunggu kedatangan Chris dan Hellen di ruang tengah mansion.
__ADS_1
Chris membawa Hellen ke ruang tengah dengan wajah yang tidak berhenti menatap wajah Hellen. Bagi Chris ini adalah satu kebahagian yang ia tunggu-tunggu.
Setelah melihat Chris dan Hellen berjalan ke arah mereka Nyonya Lee yang tidak sabar langsung berdiri dan berlari ke arah Hellen dan memeluk Hellen dengan erat.
"Hellen sayang, maafin mama. Kamu baik-baik sajakan. Katakan pada mama di mana yang sakit jangan sembunyikan apapun dari mama. Dan jangan tinggalkan mama lagi ya. Cucu mama apa kalian baik-baik. " Ucap Nyonya Lee satu kali nafas membuat Hellen dan Chris terkekeh. Hellen membalas pelukan mamam mertuanya itu, lale mengusap punggung mama mertuanya itu.
"Mah, Hellen yang patut minta maaf.. Maafin Hellen Mah, Hellen tidak sakit Hellen baik-baik saja begitu juga dengan cucu Mama, dia anak yang baik tidak pernah menyusahkan Hellen. Cucu mama sangat mengerti kondisi. Sekali lagi Hellen minta maaf Mah. "
Chris yang melihat kedua wanita yang ia cintai itu saling berpelukan, langsung membuat air matanya jatuh. Tuan Lee yang sudah berada di sampingnya memukul perlahan pundak Chris untuk menenangkan dia.
"Ehemm mari kita duduk dulu. Mah, kasian dong sama Hellen. " Ucap Papa Chris yang mengamati istri dan anak menantunya itu yang tidak ingin melepaskan pelukan satu sama lain.
Mereka bersama-sama duduk di sofa ruang tengah itu, Chris dan orangtuanya banyak mendengar cerita tentangnya waktu beberapa bulan yang lalu dan dia benar-benar meminta maaf dan tidak akan mengulangi tindakkan yang menurutnya hanya memikir perasaan sepihak saja.
Selama berada dalam pengawasan Ellson Hellen banyak belajar arti dari kehidupannya dan kehidupan masa depan anaknya nanti. Hellen juga tidak lupa menceritakan bahwa anak yang berada dalam kandungannya berkelamin laki-laki.
Wajah Chris dan kedua mertuanya langsung saja menjadi berbinar apabila mendengar berita baik dari Hellen itu, dan mereka tidak sabar menunggu kelahirannya.
Setelah lebih kurang 2 jam duduk bersama di ruanh tengah akhirnya Nyonya Lee mengarahkan Chris untuk membawa Hellen beristirehat di kamar saja, karena dia tau usia kandungan yang semakin membesar itu semakin melelahkan bumil itu.
Dengan berhati-hati Chris mengandeng tangan Hellen untuk menaiki tangga menuju ke kamar mereka.
__ADS_1
Bersambung..
Maaf readers kemaren 2 hari tidak up lagi karena author lg super sibuk sehingga akhirnya tidak up.. Apapun tetap semangat bacanya daaaaa..