DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 57 Tujuan Ellson apa?


__ADS_3

Chris menatap wajah Hellen yang agak berubah rautnya.


"Sayang? " Panggil Chris perlahan.


"I...ia? " Jawab Hellen singkat dan agak serak.


"Sayang takut ya? " Tanya Chris sambil mengusap lembut tangan Hellen.


"Tidak..cuma, aku tidak pernah melihat Paman semarah itu. " Jelas Hellen.


"Oh, tidak usah lihat saja Sayang, Sayang istirehat saja di sofa itu ya, By masih mau perhatikan sedikit. " Ujar Chris lembut.


Hellen menuruti apa yang di katakan oleh Chris. Dia menghela nafas berat dan mencoba untuk melupakan wajah amarah Ellson yang jelas terpampang di layar itu tadi.


****


"Aku tau Hellen di sini bersama Chris bajingan itu! Cepat suruh mereka keluar atau aku buat hancur saja mansion ini! " Ancam Ellson kepada Jerry.


"Maaf tapi Tuan dan Nyonya Hellen tidak ada di sini. Tolong pergi sebelum saya panggil polisi ke sini karna Tuan Ellson sudah membuat kekacauan di kediaman ini. " Ujar Jerry dengan wajah datarnya dan tidak termakan sedikit pun ancaman yang di utarakan oleh Ellson.


"Cih, tunggu saja kamu! " Ellson akhirnya pergi dengan kesal.


Jerry melihat kepergian Ellson dan beberapa anak buahnya hingga mereka melewati gerbang kediaman.


Ellson masih dalam keadaan marah dan tidak terima karna Hellen bisa terlepas dari kediamannya. Memang benar firasatnya kemarin Hellen tidak banyak bicara karna sedang memikirkan sesuatu.


"Kalau benar dia tidak ada di sana jadi dia di mana?!! " Gerutu Ellson dalam hati.


Ellson kembali ke rumah kediamannya untuk menunggu laporan yang lain dari anak buahnya. Dia tau sekarang dia tidak bisa berbuat apa-apa karna sekarang dia berada di wilayah kekuasaan Chris dan jika dia ingin berbuat sesuatu bisa berakhir dengan penangkapan.


Lebih baik diam di rumah dahulu sebelum melakukan sesuatu tanpa rencana.


Keesokan harinya, Ellson mengikuti saran dari sekretarisnya untuk menunjukkan diri dalam rapat saham di Perusahaan Porselein Gramor agar berita tersebar di mana-mana dan bisa menarik perhatian Hellen dan Chris.

__ADS_1


"Tunggu saja kamu Chris, aku akan dapatkan Hellen kembali! Kali ini aku akan pastikan Hellen tidak terlepas dari genggamanku, tidak akan aku ulangi kesilapanku yang dulu! " Ucap Ellson dengan nada yang sedikit menakutkan.


Sebenarnya kenapa dengan Ellson? Ada yang tau kenapa Ellson tidak ingin lepaskan Hellen? Ayoo apa itu namanya obsesi atau bagaimana readers??


****


William masih menunggu pemegang saham yang besar baru memulakan rapat saham mereka. Karyawannya membisikkan kepadanya bahwa pemegang saham yang di tunggu-tunggu telah tiba dan sedang menuju ke ruang rapat mereka.


William berdiri dan memperbetulkan kemejanya agar kelihatan rapi dan apabila pintu di buka dan Ellson memasukinya. Senyuman yang terukir di William yang tadinya tampak bahagia sekarang berubah dengan ekspresi kaget. Dia langsung mendekati Ellson.


"Kau buat apa di sini? Ini ruang rapat silakan pergi! " Ucap William dengan nada penekanan.


"Lah kenapa aku harus pergi? Beginikah cara kau melayani para investor? Tanpa sapaan dan langsung mengusirku? " Ujar Ellson dengan sinis.


"Apa maksudmu?! Aku tidak ada waktu untuk meladeni mu, silakan pergi karna sebentar lagi ada rapat di sini. " Ucap William dengan penekanan dan agak tegas karna tidak mau mengundang masalah dengan para investor yang lain.


"Humm tapikan aku datang ke sini untuk mengikuti rapan investor saham? Apa aku tidak di izinkan ? Haruskah aku menarik kembali saham yang ku tanam baru-baru ini. " Jawab Ellson dengan nada sinis.


"Apa??!! "


"Jadi kau?! "


"Ya itu aku. Bukankah sepatutnya kita harus mulia jangan membuang waktu ku dan para investor lain. " Ucap Ellson lalu mengambil tempat untuk duduk.


William yang masih agak syok hanya mampu memberi kode kepada asistennya untuk memulaikan rapatnya.


Rapat pun berjalan seperti yang di rancang oleh William. William juga curi-curi melihat Ellson yang duduk tidak jauh darinya. Terdapat senyum yang penuh makna terukir di lengkungan bibir Ellson dan itu membuat William merinding.


Mungkin William sudah menebak tujuan utama Ellson. Dia menghepa nafas panjang dan memikirkan nasib perusahaannya setelah ini.


Selesai rapat, parail investor saham yang lain sudah pamit untuk pulang dan tinggallah Ellson dan sekretarisnya sendiri bersama William dan asistennya.


William mengarahkan untuk mereka berpindah tempat untuk berbincang. William memilih ruangannya karna ruangnya yang kedap suara.

__ADS_1


Kini mereka berada di ruangan William. Mereka duduk di sofa. Ellson menatap tajam ke arah William, dan William tidak berani membalas tatapannya.


"Sebenarnya kau mau apa?! " Tanya William tanpa basa basi karna dia sudah merasa suasana yang semakin menakutkannya.


"Hmm aku mau Perusahaan kau dan warisan Hellen yang kau ambil! " Ucap Ellson dengan tegas. Manik matanya seperti ingin menerkam William.


"Maksudnya?! Perusahaan aku?! Warisan Hellen?! Aku tidak mengerti, jelaskan apa yang kau mau sebenarnya! " Ucap William nada tinggi, dia mulai merasa kedatangan Ellson adalah hal yang buruk akan dia dapat.


"Aku bilang, aku mau PERUSAHAAN KAU INI BODOH! DAN MANA WARISAN HELLEN YANG MENDIANG IBUNYA TINGGALKAN! " Ellson mulai membentak William.


Nyali William menciut apabila Ellson mulai membentaknya. Dia tau sekali Ellson tidak pernah menyukainya dari dulu sewaktu menikah dengan Ibu Hellen sehingga sekarang ada saja perasaan benci Ellson terhadap dirinya.


"Kenapa harus perusahaanku?! Jika mengenai warisan Hellen aku bisa kasih kembali tapi untuk perusahaan ini aku tidak bisa! " Ujar William dan kedengaran sedikit gementar melalui suaranya.


"Cuihh, kalau kau tidak mau kasih aku baik, aku akan tarik lagi saham yang ku tanam dan kau akan ku buat bangkrut! Pikirkan itu! " Kata Ellson dengan sinis.


"Apa kau memerasku? Sama saja kalau aku serahkan kepada kau, aku tetap jatuh bangkrut dan hanya perusahaan ini yang bisa menghidupkan aku dan keluargaku. "


"Itu kau tidak usah pikir, kau tetap di jabatan kau tapi Perusahaan ini aku yang punya! Masih beruntung aku masih berbaik hati dengan kau walaupun aku tau kau yang membunuh Kakakku! " Kata-kata Ellsob di akhiri dengan penekanan.


William tidak bisa berkata apa-apa karna Ellson sudah mulai mengungkit tentang mendiang Ibu Hellen.


"Aku bagi kau waktu seminggu untuk buat dokumen penyerahan dan sekalian harta warisan Hellen harus ada waktu aku datang lagi! " Ucap Ellson lalu keluar dari ruang kerja William.


"Aaarrgghhh!! Sial sial!! Aku kira dia sudah menyerah setelah kematian Erika tapi dia masih datang! Dasar psikopat gila!! " Gerutu William sambil membanting semua barang yang berada di atas mejanya.


"Ck aku harus bertemu dengan Hellen, ya cuma Hellen yang bisa selamatkanku sekarang. " Lanjutnya lagi.


William telfon ke anak buahnya untuk melacak posisi Hellen saat ini karna sudah hampir 2 bulan lebih dia tidak mendengarkan kabar Hellen.


Bersambung...


Maaf readers author sibuk sekali berapa hari ini, mau update tapi terlalu banyak macam kesibukan dan hari ini pun author coba curi waktu untuk update, harap pengertiannya karna ini sudah hampir akhir tahun jadi..

__ADS_1


Mohon dukungan dari para readers kesayangan author dan maaf kalau banyak yang tidak nyambung yah maaf maaf!!


Jangan lupa like, komen dan favorite!!!


__ADS_2