
Di rumah Ellson, Ellson yang telah mendapat informasi dari anak buahnya, langsung saja memutar otaknya untuk membujuk Hellen kembali ke ruang bawah tanah walaupun dia tidak yakin itu adalah rombongan dari Chris tapi tetap saja dia harus berwaspada karna menurutnya jarang sekali orang untuk datang ke kawasan pinggiran pergunungan ini.
Hellen yang duduk di balkon sambil membaca novelnya sempat melihat banyak orang di kawasan rumah bagian bawah. Kebetulan memang rumah Ellson terletak di bagian atas sehingga bisa melihat semua rumah di bagian bawah.
Hellen seperti mengenal mereka, dia coba menebak bahwa itu adalah orang-orang dari Chris tapi dia tidak melihat Jerry di situ. Cukup lama Hellen mengamati mereka yang berada di bawah tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang bisa melihat Hellen.
Sementara itu, Ellson yang mencari Hellen sampai di balkon sebelah kamarnya sempat di buat ketar ketir karna melihat Hellen sedang melihat-lihat ke arah rumah-rumah di bawah. Ellson mempercepatkan langkahnya menuju ke tempat Hellen.
"Hellen, kamu sedang apa nak? " Tanya Ellson.
"E...ehh Paman, Hellen sedang lihat mereka yang di bawah itu. " Sambil menunjuk ke arah bawah sana.
"Ohh, itu mereka ada mau beli tanah di kawasan sini katanya. " Ucap Ellson jujur.
"Oh ya. Hmm. " Wajah Hellen berubah menjadi kecewa.
Ellson yang bisa membaca raut wajah Hellen langsung menukarkan topik perbicaraan.
"Hellen, bagaimana kalau kita ke perpustakaan saja, aa... Di sanakan banyak novel selain novel yang Hellen baca ini. " Ucap Ellson yang sebenarnya coba membujuk Hellen agar mengikutinya.
"Tapi novel ini saja Hellen belum habis baca, nanti-nanti aja deh. " Jawab Hellen dengan santai.
"Tapi kan di bawah sana ada suhu penghangat dan di sini agak dingin apalagi ini sepertinya mulai gerimis, jangan duduk di sini loh, nanti perut kamu masuk angin nak. " Kata Ellson lagi untuk menyakinkan Hellen.
Memang benar apa yang di katakan Ellson karna gerimis sudah mulai turun diikuti udara yang menjadi semakin dingin. Hellen sempat memandang ke bawah dengan tatapan sendu lalu mengikuti Ellson menuju ke ruang bawah tanah di mana di sana sudah ada perpustakaan yang di sediakan dengan bermacam jenis buku.
Ellson menghela nafas lega karna Hellen masih mengikuti apa omongannya. Walaupun dia tidak tau yang sebenarnya firasatnya mengenai rombongan Chris itu adalah benar.
Di kawasan rumah-rumah yang berada di bawah. Anak buah Chris yang terlihat memasang tenda untuk mereka berteduh, sebelumnya salah seorang dari anak buah Chris sudah bertemu dengan Kepala Desa untuk mengizinkan mereka memantau kawasan ini dan sekalian memasang tenda untuk beristirehat. Usulan itu di terima langsung oleh Kepala Desa.
Setelah kepergian anak buah Chris dari rumah Kepala Desa itu, kepala desa langsung saja menyampaikan informasi ini kepada Ellson. Sebenarnya Ellson sudah mengeluarkan biaya yang besar untuk desa ini dan telah memberi Kepala Desa sejumlah uang yang banyak, agar bisa menutup mulutnya dengan rapat.
Chris dan Tuan Lee sedang beristirehat di dalam tenda yang didirikan oleh anak buahnya. Hati Chris masih saja terus gementar tapi dia sama sekali belum melihat sosok yang di carinya.
"Pah, firasat Chris mengatakan Rain berada di sini. " Ucap Chris jujur sambil menatap foto Rain di layar ponselnya.
"Papa juga rasa begitu Chris, makanya gerimis begini kita bisa mengambil kesempatan untuk meninjau setiap rumah ini. " Ujar Tuan Lee karna dia juga mempunyai firasat yang sama seperti Chris.
__ADS_1
"Tapi Pah bagaimana dengan anak buah Ellson yang sedang memantau, bahkan kita belum mendapat apa-apa tentang orang-orang di sini. " Lanjut Chris lagi.
"Jangan risau, Papa sudah bertemu dengan seseorang dan sebentar malam dia akan datang kesini. Untuk anak buah Ellson hmm rasanya Papa sudah bisa lihat mereka berada di mana saja. " Ujar Tuan Lee dengan penuh keyakinan.
Chris hanya mampu menunggu rencana dari Tuan Lee saja karna pikiran juga masih sangat kacau dan tidak bisa berpikir secara jernih.
Chris menghela nafas kasar lalu mengacak-ngacak rambutnya.
"Rain mudah-mudahan kamu benaran ada di sini, aku sudah tidak tahu mau lakukan apa lagi. " Gumam Chris dalam hati.
Malam yang di tunggu akhirnya tiba, dan seseorang sudah berada di luar tenda dan meminta izin untuk masuk. Chris menatap datar lelaki yang masuk dan duduk berhadapan dengannya dan Tuan Lee.
Tuan Lee memulaikan pertanyaan dan mengulurkan beberapa foto untuk di amati oleh lelaki itu. Setelah lama mengamati foto-foto tersebut akhirnya lelaki itu menjawab.
"Benar Tuan, ini adalah Pria yang tinggal di rumah bagian atas itu dan wanita ini juga ada bersamanya tetapi sudah hampir dua minggu ini, saya tidak pernah melihat wanita ini, paling hanya pria ini saja. " Ucap Lelaki itu dengan sangat yakin.
"Hmm baiklah terima kasih, ini hadiah untuk kamu. " Ucap Tuan Lee seraya menyodorkan tas yang berisi uang yang banyak.
"Tapi Tuan, tidakkah ini kebanyakan? Saya hanya butuh uang untuk anak saya yang lagi kuliah. " Ujar Lelaki itu dengan jujur.
"Santai saja, ini bukan apa-apa lagian informasi dari kamu ini sangat penting karna ini adalah menyangkut dengan menantu dan cucu saya. " Ungkap Tuan Lee lalu menatap Chris dengan wajah yang mulai cerah lagi.
Tuan Lee tersenyum puas karna melihat wajah Chris yang sudah mulai ceria karna sejak beberapa hari ini Chris tidak pernah menunjukkan wajah yang ceria lagi walaupun wajahnya sering keliatan datar saja.
"Chris kita akan menyusun rencana agar bisa masuk ke rumah itu, sudah pasti banyak pengawal dan mata-mata yang tjdak terlihat menjaga rumah itu. Dan menurut informasi juga Kepala Desa juga salah satu orangnya Ellson. " Ungkap Tuan Lee.
"Baiklah Papa tapi kapan baru kita bisa laksanakan rencananya. " Ucap Chris antusias.
"Sabar nak, kita tidak boleh ceroboh, ada baiknya kita susun strategi dengan baik dan jangan sampai ada cacatnya. " Ucap Tuan Lee lagi.
"Baiklah Pah, Chris akan mengikuti apa saja arahan dari Papa. " Ucapnya.
Pada malam itu Chris lebih memilih tidur di dalam mobil karna ingin melihat rumah yang berada di atas itu. Sedang Chris asyik memperhatikan rumah tersebut tiba-tiba dia melihat seorang wanita sedang berdiri di balkon tapi karna agak jauh, awalnya Chris tidak bisa menebak siapakah wanita itu.
Walaupun setelah ia melihat wanita itu, hatinya merasa getaran. Chris hendak keluar dari mobilnya tapi mengingatkan rencana yang telah di susun oleh Tuan Lee, dia terpaksa mengurungkan niatnya karna dia yakin sekali wanita itu adalah Hellen istrinya.
Chris terus menatap wanita yang sedang berdiri di balkon itu sehingga wanita itu kembali masuk ke dalam rumahnya, Chris merasa sedikit sedih tapi dia coba menyakinkan hatinya bahwa tidak lama lagi dia akan berjumpa dengan Hellen.
__ADS_1
Menurut rencana Tuan Lee mereka harus keluar dari tempat itu dulu dan nanti akan menyelinap masuk kembali ke desa itu tanpa pengetahuan siapa pun oleh itu Tuan Lee melarang Chris untuk menunjukkan dirinya dulu di hadapan orang-orang di desa itu.
Keesokan harinya para anak buah Chris mengemasi semua barang-barang mereka karna hari ini mereka akan berangkat pulang. Anak buah Chris yang sama pergi menemui Kepala Desa untuk mengucapkan terima kasih dan untuk hasil peninjauan mereka akan di beritahu pada bulan berikutnya.
Akhirnya mobil-mobil rombongan Chris dan Tuan Lee keluar dari desa itu. Kepala Desa langsung saja memberikan informasi kepada Ellson. Ellson merasa lega akhirnya dia bisa merasa tenang lagi.
Biarpun begitu Ellson tetap mengarahkan anak buah agar jangan teledor dalam melakukan pekerjaan karna bisa saja mereka akan datang lagi atau bisa saja Chris akan datang bersama pihak berwajib.
Ellson sering memeriksa keamanan di kawasan rumahnya karna dia juga senantiasa berwaspada, dia tau dia berhadapan dengan siapa dari itu dia tidak mau menjadi lengah.
Pada malam itu Tuan Lee menunggu mereka di kawasan yang sedikit jauh dari desa pinggir pergunungan itu. Chris meminta pada Tuan Lee agar dia bisa mengikuti anak buahnya untuk menyelinap masuk lewat jalan belakang Desa itu.
Walaupun pada mulanya Tuan Lee tida mengizinkan Chris untuk ikut serta tapi pada akhirnya dia mengizinkan juga karna banyak alasan yang diberi oleh Chris yang bisa menyakinkan Tuan Lee.
Tuan Lee menghela nafas berat karna jalan yang mereka ambil adalah jalan yang mempunyai resiko karna jalan bebatuan yang besar dan mempunyai jurang yang tinggi. Dia cuma berharap Chris mampu membawa Hellen melaluinya.
Tiada siapa yang tahu keberadaan mereka saat ini. Maupun Ellson dan para anak-anak buahnya. Chris melihat ada sebuah cctv berada di pinggiran rumah akhirnya mengambil jalan untuk mengikuti dinding rumah saja. Mereka mengendap-ngendap agar tidak akan diketahui oleh siapapun di situ.
Chris memanjat balkon dan anak buahnya tetap berjaga di bawah dalam di kawasan yang tampak gelap. Chris melihat ke arah dalam rumah lewat balkon, dia memasuki rumah tersebut dan terdaoat sebuah kamar di sebelah balkon itu.
Chris menolak pintu kamar dan ternyata tidak terkunci lalu Chris memasuk ke dalam kamar tersebut dengan berhati-hati. Tidakada satu orang pun berada di kamar tersebut tapi ada sebuah pintu dan terdapat bunyi air Chris menebak itu adalah kamar mandi dan terdapat orang berada di kamar mandi tersebut.
Chris mengitari seluruh ruang kamar tersebut dan apabila dia mendengar pintu kamar mandi itu terbuka Chris langsung saja bersembunyi di sebelah lemari yang terdapat ruang sempit itu.
Dia mengintip lewat sebelah lemari itu untuk melihat siapa yang keluar dari kamar mandi itu dan manik matanya langsung bersinar, karna benar yang di lihatnya adalah Hellen istrinya.
Baru saja dia hendak keluar dari tempat itu tiba-tiba pintu kamar Hellen di ketuk dan terdengar suara Ellson. Hellen dengan tergesanya membuka pintu.
"Kamu sudah siap. Ayo kita makan. " Ucap Ellson tanpa ada sedikit curiga pun.
"Baiklah Paman. " Jawab Hellen lalu mengikuti Pamannya menuju ke ruang makan.
Chris berdecak kesal setelah Hellen pergi ikut keluar dengan Pamannya.
"Aku akan tunggu di sini ck. " Gumam Chris dalam hatinya..
Bersambung...
__ADS_1
Maaf ya readers author. Belum bisa update 2 bab sekali memandang kesehatan author belum membaik apalagi kepala masih sedikit oleng ni.. Apapun teruskan mendukung author ya.
Jangan lupa like, komendan favorite yahh..