
Chris membuka isi pesan dan bibirnya mengukir senyuman. Pesan yang dia terima adalah dari Mamanya yang mengatakan "Hellen sebelum sarapan tadi mencari keberadaanmu dengan melihat sekeliling ruangan makan haha, mama bilang kamu sudah pergi kantor pagi pagi tadi, dan raut wajah langsung berubah nak jadi Papa bilang nanti kamu makan siang di rumah.. Yah dia mulai ceria lagi hehe, jangan kasih lama nak nanti mama papa bantu. Muahh jangan lupa sarapan sayang! Oh ya satu lagi Hellen larang paman Zhang untuk memindahkan pakaianmu ke kamar tamu." Chris menggeleng kepalanya sambil tersipu sipu.
"Mama Papa memang terbaik. Rain apa maksudmu melarang paman memindahkan pakaianku heehh mengemaskan. " Seru Chris dengan gemas membayang wajah Hellen.
Chris bekerja hari ni dengan semangat yang berlebihan. Setengah jam sebelum tepat jam 12 siang, Chris suda dalam perjalanan ke bandara dan perjalanannya tidak jauh cukup 20 menit sampai di bandara.
Di bandara Chris berdiri di gerbang utama, banyak sekali wanita tersenyum dan coba mendekati Chris karna ketampanannya dan postur tubuhnya yang ideal, seperti biasa Chris memang cuek dengan para wanita yang coba mendekatinya. Chris kesal sendiri karna dia sepertinya jadi model di pintu gerbang ini padahal jam sudah menujukan jam 12:10 menit.
Chris sudah coba berkali kali menelpon ponsel Tina tapi hanya berdering saja dan tidak di angkat.
"Ckk mujur kau adikku kalau tidak sudah ku tinggal kau malah pakai acara tidak jawab panggilan lagi" Gumam Chris kesal dengan Tina.
Tiba tiba adiknya Tina muncul dengan senyuman polos dan manis. Chris bisa melihat Tina dari kejauhan dan ternyata Tina tidak sendiri melainkan bersama seseorang yang Chris tidak suka iaitu Jaqleen. Jaqleen melontarkan senyuman kepada Chris tetapi Chris hanya cuek dan muka Chris begitu serius.
"Abangku betapa aku merinduimu. " Ucap Tina seraya memeluk Chris.
"Hai Chris apa kabar?. " Tanya Jaqleen kepada Chris dengan tersipu malu.
" Aku juga merindukan mu adikku *cup* tapi kau lambat berapa menit, dan ponselmu mari ku buang saja. " Seru Chris setelah sempat mencium dahi adiknya, dan Chris sengaja tidak menjawab Jaqleen.
"Maaf maaf jangan buang ponselku, tadi aku sempat masuk ke toilet dan masa mau jawab panggilan mu saat aku masih berada dalam toilet. " Jawab Tina dengan tidak rasa bersalah.
"Sudahlah mari kita pulang. Oh ya temanmu mau menginap di hotelka supaya nanti sopir hantar sekalian. " Seru Chris dengan nada dingin.
"Ahh tidak usah di hotel di rumah saja bang karna kami di sini cuma libur 2minggu saja. " Jawab Tina dan di angguki oleh Jaqleen.
"Oh. Kalau begitu kita pulang. " Seru Chris yang sudah menebak apa jawaban dari pertanyaannya tadi.
Perjalanan pulang ke rumah dari bandara mengambil masa 40 menit. Sewaktu dalam perjalanan Chris sempat berbalas pesan dengan mamanya yang memberitahu keadaan Hellen yang tidak tenang menunggu dia pulang.
"Aku penasaran dengan abang, sejak kapan abang suka berbalas pesan sambil tersenyum senyum nih, dengan siapakah ayo jawab jujur. " Seru Tina mulai curiga dengan kelakuan Chris.
"Dengan Mama. " Jawab Chris singkat.
"Aku tidak percaya hmmm apa mungkin abang sudah bertemu dengan dia. " Seru Tina memicingkan matanya curiga terhadapa Chris.
"Dia siapa ka Tina? " Tanya Jaqleen penasaran.
"Hmm ada kakak perempuan, dulu kami sering bermain bersama tetapi sejak ibunya meninggal kami juga kena pindah ke Amerika Pusat dan sekarang tidak tau bagaimana kabarnya, hmm apa abang sudah menemukan kakak? ". Tina menjawab pertanyaan Jaqleen dan bertanya kepada Chris.
Chris menatap Tina dengan datar, supaya Tina tidak akan bertanya lagi. Chris juga mengabaikan pertanyaan Tina dan lanjut menatap layar ponselnya sambil tersenyum senyum.
Sampai di rumah, Tina langsung berlari masuk ingin mendapatkan orangtuanya.
" Mama Papa aku pulang!! " Seru Tina dengan sedikit teriak.
Tina melihat Mama Papanya lagi duduk di ruang keluarga sambil tersenyum melihat kedatangan. Tina langsung saja berlari untuk mendapatkan orangtuanya, dia memeluk orang tuanya dengan erat.
__ADS_1
"Mama Tina rindu loh hmm. " Ucap Tina menunjukkan wajah manjanya.
"Mama juga rindu tapi apalah daya anak anak Mama ni pada sibuk kerja dan lupa dengan Mama dan Papa. "
"Tina minta maaf kalau jarang telpon Mama dan Papa, kalian tau kan Tina sibuk sekali apa lagi sekarang Tina sudah tandatangan kontrak kerjasama dengan siaran Fashion terkenal. Maaf ya Mama Papa. "
"Hmm tidak apa apa sayang yang penting apa yang kamu cita citakan tercapai. " Sambung Papanya.
"Ohh tidak apa apa Tina, apa lagi sekarang Mama sudah ada teman loh, kamu lihat itu di belakangmu. " Seru Mamanya sambil tersenyum senyum.
Tina menghadap ke belakangnya dan sempat kaget melihat sosok yang baru jadi bualannya dengan abangnya sewaktu dalam perjalanan pulang tadi. Sebelumnya Tina tidak menyadari sosok tersebut sehingga Mamanya menyuruhnya melihat ke sofa berhadapan dengan tempat duduk Mama dan Papanya.
"Kakak, kakak Hellen **langsung memeluk dan Cup, mencium pipi** maaf Kak Hellen Tina tidak sadar kakak duduk di situ, ummm maaf banyak. " Seru Tina manja dan tidak melepaskan Hellen dari pelukkannya.
"Hmm aku kira adek imut sudah melupakan ku, rupanya tidak ya. " Membalas pelukkan Tina dan mengusap kepalanya.
"Oh ya Tina kenapa tidak ajak Jaqleen duduk dia dari tadi loh berdiri di situ." Ucap Mamanya sambil mempersilakan Jaqleen untuk duduk di sofa sebelah Hellen.
Chris yang dari tadi sudah duduk di sebelah Papanya hanya melihat drama Tina ingin bermanja dengan pujaan hatinya, tiba tiba Chris rasa cemburu karna dirinya tidak pernah di perlakukan seperti tu.
"Kakak ini Jaqleen dia model antarabangsa dan merupakan senior aku loh." Memperkenalkan Jaqleen ke Hellen.
"Jaqleen Marco, selamat berkenal kak Hellen. " Sapa Jaqleen dengan mengulurkan tanganya hendak bersalaman dengan Hellen.
Hellen menerima tangan Jaqleen.
"Jaqleen ini kakak yang aku bicara tadi di mobil loh, kak Hellen ni calon kakak ipar aku loh. " Ucap Tina yang masih memeluk Hellen.
"A.. Oh iya kah, baguslah. " Nada paksa.
"Ckk sial, masa wanita yang tidak ada status ni mau jadi ipar Tina, tidak boleh biarkan ! Aku sudah jauh jauh datang hanya untuk mengambil hati ortunya supaya mendapat restu. Aku harus cari cara Chris adalah milikku cuman aku. " Gumam Jaqleen, melihat kedekatan Tina dan Hellen membuatnya merasa jengkel dan kesal.
Chris melihat Jaqleen dengan tajam karna dia bisa tahu Jaqleen sepertinya membenci Hellen.
"Ckk berani buat sesuatu kepada wanitaku, kau pasti akan menyesal. " Gumam Chris.
"Hmm apakah kalian sudah kenyang dengan melepas rindu saja, kalau begitu aku ke kantor saja. " Berdiri dan langsung saja berjalan tapi di berhentikan dengan Hellen.
"Eerrr Chris apa kau tidak makan siang di rumah saja. " Ucap Hellen dengan gugup karna takut di marah Chris.
"Aku kira kau tidak mau lihat aku, tapi ternyata kau mau aku makan siang di rumah. Apakah aku bisa simpulkan bahwa kau mau melihatku? " Tanya Chris kepada Hellen.
Chris bisa melihat wajah Hellen tiba tiba merah. Ingin sekali Chris mengemasnya tapi masih bertahan dengan rencananya untuk menarik perhatian Hellen.
"Hah? Aku kira kau yang tidak ingin melihatku karna aku sudah membuatmu kesal semalam. " Seru Hellen sambil tertunduk malu.
"Hehhh-"
__ADS_1
Papanya memotong sebelum Chris melanjutkan ucapannya karna tau kalau mau bahas ini terus tidak akan habisnya. Alhasil mereka semua tidak jadi makan nanti.
"Sudah sudah marilah kita semua makan bersama dulu, Chris kamu join kan? " Tanya Papanya.
"Hmm tidak aku mau ke kan-
Hellen langsung saja memotongnya ucapan Chris.
" Iya om, Chris makan di rumah. Ayo Chris. " Seru Hellen tiba tiba berdiri dan menarik tangan Chris dan membawanya berjalan menuju ruang makan.
Chris terdiam dengan tingkah laku Hellen dan dia hanya mampu mengikuti Hellen yang menarik tangannya. Bagi Chris sayang sekali untuk di lepaskan karna ini kejadian langka.
"Ada sesuatu kah, tapi tangannya begitu hangat, apa dia benar benar ingin melihatku" Gumam Chris.
Akhirnya mereka semua berada di meja makan. Hellen duduk di sebelah Chris. Suasana sempat menjadi canggung tetapi terpecahkan apabila prt membawa hidangan.
Chris tidak bisa fokus ke makanannya dia hanya memandang Hellen di sebelahnya makan dengan begitu tenang.
"Heeehh apa wajah kakak lebih nikmat di banding dengan makan. " Ucap Tina yang dari tadi memperhatikan Chris melihat Hellen tanpa memandang makanannya.
"Tina abangmu lagi bucin jangan di ganggu biarka saja dia, nanti yang lapar tetap dia sendiri. " Ledek Mamanya.
Uhukk uhukk
Hellen terbatuk batuj mendengar ucapan Tina dan Mamanya. Hellen juga perasan bahwa Chria hanya memandangnya dan tidak menyentuh makanannya. Cuma Hellen berusaha untuk membuat muka tenang.
"Hmm air, kalian makan saja. Jangan membuat Rain tersedak. " Lanjut Chris dengan ketus sambil mengulurkan air kepada Hellen.
"Cihh abang tidak seru, kak Hellen jangan suka dengan orang yang tidak seru awas hidup kakak nanti membosankan. " Ucap Tina lagi yang mengejeknya.
"Aa-
Chris memotong bicara Hellen.
" Emang yang seru bagaimana, hmm apa kau mau mendengar aku sebut begini. Kalau aku lapar aku hanya perlu memakan Rain. " Ucap Chris dengan santai.
Uhukk uhukk uhukk *Mereka berlima batuk serentak*
"Sudah sudah makan dulu nanti baru bicara kalau tidak kita semua bakal mati tersedak. " Ucap Papa Chris.
Mereka semua pun melanjutkan makan dengan tenang.
Jaqleen sangat merasa kesal dengan apa yang berlaku di depan matanya. Bencinya terhadap Hellen semakin membuak. Jaqleen tidak pernah melihat Chris tersenyum begitu indah kepada seorang wanita dan baru hari ini dia melihat kejadian itu terjadi di hadapannya.
"Sial wanita ni pasti sudah merayu Chris di atas ranjangnya, sial. " Gumam Jaqleen sambil menggenggam erat sendok di tangannya.
Bersambung...
__ADS_1
Hallo readers, jangan lupa like dan beri komen yaaa!! Supaya author semangat update.