DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 18 Terpisah dan sakit ?


__ADS_3

"Nyonya Lee, apa Chris lagi dalam masalah? " Tanya ibu Jaqleen.


"Tidak, dia tidak ada masalah. " Ucap Mama Chris.


"Oh hmm, Nyonya saya lihat anak anak kita sudah tumbuh dewasa lagian ini kan zaman baru rasanya tidak perlu kita masuk campur dengan urusan pencintaan anak anak, apalagi menjodohkan anak anak dengan orang yang mereka tidak kenal malah tidak cinta. "


"Maksud ibu Jaqleen apa? Saya kurang mengerti. " Ucap Mama Chris nada penasaran.


"Oh maksud saya, ada baiknya anak-anak kita bersama kalau sudah saling cinta, dan kita tidak usah ikut campur. " Ujar Ibu Jaqleen dengan penuh percaya.


"Oh... " Mengangguk mengerti maksud sebaliknya.


"Pa Ma tante om, Chris pergi dulu. " Ucap Chris lalu menuju ke mobilnya.


"Pasti Chris lagi malu ya? " Ujar ibu Jaqleen.


"Malu? Kayanya tidak tepat, yang tepatnya dia sedang emosi dan menghindar agar tidak terjadi kekecohan. " Ujar Papa Chris yang tahu maksud ibu Jaqleen.


Mama Papa Chris, pamit masuk ke kamar lebih dulu dan meninggalkan orangtua Jaqleen bersama Jaqleen di ruang keluarga.


"Jaqleen apa kamu yakin Chris dan kamu saling cinta? " Ucap Papa Jaqleen.


"Ia Pah, tapi karna perjodohan mereka dan sejak kehadiran wanita itu Chris sudah jadi buta, padahal waktu kuliah dulu Chris dan aku sudah tinggal bersama. " Ucap Jaqleen pura-pura sedih.


"Kenapa sekarang baru kamu bilang dengan Papa, apa yang Chris pernah lakukan denganmu? " Ucap Papa Jaqleen nada tinggi.


"Jaqleen kasih tau kami, biar kami cegat perjodohan mereka. " Ucap Ibu Jaqleen.


"Ibu Papa, jangan lakukan apa-apa Jaqleen takut Nyonya dan Tuan marah dengan Chris. Jaqleen cuma minta Papa dan Ibu ketemu Kakek wanita itu karna dia juga tidak suka wanita itu di jodohkan dengan Chris, mungkin kita bisa ambil kesempatan ini agar perjodohan mereka batal, dan suruh kakek wanita itu menuntut Chris agar bertanggungjawab terhadap aku. " Ucap Jaqleen.


Mereka pun menyusun rencananya di ruang keluarga Lee dan tanpa mereka sadar paman Zhang yang berdiri di balik pintu dapur mendengar dan merekam rencana mereka menggunakan ponselnya.


"Masih ada saja yang coba membuat nama Tuan muda buruk, hmm tidak tau akhirnya nanti pasti menyesal apalagi ini berkaitan dengan Nyonya muda, rekaman ini harus kirim langsung ke Tuan dan Nyonya juga ke Tuan muda, rasanya besok pagi harus panggil orang untuk membuat cctv tersembunyi hmm." Gumam paman Zhang sambil menggeleng kepala mendengar rencana Jaqleen dan orangtuanya.


***


Hellen berada di bandara bersama Kakek Arnold dan juga pengawal pribadi kakeknya. Wajah Hellen begitu lesu, ponselnya sudah di sita oleh kakeknya, dia tidak bisa menghubungi suaminya Chris untuk memberitahu keberadaannya.


Chris berada di bandara dan manik matanya terus meneliti di setiap kursi di bandara. Chris memakai masker dan topi agar tidak ada pengawal pribadi kakek Gramor yang mengenalnya. Asyik berjalan Chris menangkap sosok istrinya yang menuju ke kamar kecil umum dan di ikuti oleh beberapa orang. Diam-diam Chris mengikuti mereka dengan berjalan santai menuju ke kamar kecil.


Terdapat lorong sebelum memasuki ke area kamar kecil, dan pengawal pribadinya berjaga di depan lorong tersebut, Chris menggunakan kesempatan apabila terdapat wanita lain yang ingin memasuki lorong itu, Chris mengandengnya.


Chris melepaskan gandengan tangannya dan meminta maaf karna sudah salah orang. Wanita itu juga tidak mempermasalahkannya. Selang berapa menit Hellen keluar dari kamar kecil wanita dan Chris langsung saja menariknya, Hellen ingin berteriak tapi mulutkan di bengkap. Chris membuka maskernya lalu mengukirkan senyumnya.


"Chris bagaimana kau tau aku di sini. " Ucap Hellen nada perlahan.

__ADS_1


"Apa istriku meragui kehebatan dari suaminya." Ujar Chris.


"Hehe hmm aku hari ni akan terbang ke negara X, by janji ya untuk cari solusi masalah ini. " Ucap Hellen dengan polos.


"Sayang panggil aku apa tadi? " Tanya Chris penasaran.


"Emm by.. " Mendengar Hellen memanggailngmya dengan panggilan itu Chris langsung mencium bibir Hellen dan ******* bibir istrinya.


Chris melepaskan ciumannya.


"Sayang terima kasih, dan jangan risau aku sudah ada rencana untuk mengatasi semuanya." Bisik Chris tepat di telinga Hellen. Hellenpun mengangguk.


"Pergilah nanti aku akan menyusul dan ini simpan. " Chris menyuruh Hellen untuk pergi agar tidak ketahuan oleh pengawal kakeknya yang berjaga di depan lorong, dia juga memberi Hellen ponsel baru karna dia tau ponsel Hellen pasti di sita.


"Kamu jaga diri sayang. " Ucap Hellen mengangguk paham dan langsung berjalan menuju keluar dari lorong itu


"Chris sampai kapan pun aku akan tunggu kamu, dan aku percaya kamu bisa. " Gumam Hellen dalam hati ketika sudah duduk bersebelahan dengan kakeknya.


Akhirnya jam penerbangan mereka pun tiba, Hellen menahan air matanya dan coba mencari sosok Chris, tiba-tiba dia melihat ada yang melambai ke arahnya, Hellen menatap Chris dari kejauhan dan tangisannya pecah, air matanya lolos.


"Rain, tunggu aku, ada hal yang harus aku selesaikan sebelum aku menyusul kamu, sayang tolong kuat demi aku dan dirimu, sayang aku bersumpah di kehidupanku ini cuma untuk menjadi suamimu seorang. " Gumam Chris tanpa sadar air matanya juga jatuh melihat ke arah Hellen yang akhirnya hanya tinggal bayangan.


Dalam pesawat yang menuju ke negara X, air mata Hellen terus jatuh dan dia mulai terisak isak.


"Hellen sudahlah, kakek buat ini demi masa depanmu. " Kakeknya tidak tega melihat Hellen yang dari masuk gate hingga duduk dalam pesawat terus menangis.


"Setelah kepergian ibu, aku kira tidak ada hal yang terlalu menyedihkan lagi tapi rasa sedih hari ini sama dengan rasa sedih 12tahun lalu, pahit dan sakit. " Gumam Hellen.


Chris akhirnya pergi dari bandara dan menuju ke apartment Hellen. Sampai di aparment Hellen dia merasa sepi dan sunyi perlahan air matanya lolos ke pipinya.


Tiba-tiba ponsel Chris berbunyi dan sebuah rekaman suara telah di kirim oleh paman Zhang. Chris menarik nafasnya panjangnya bila mendengar rencana yang Jaqleen susun untuk membuat dia dan Hellen terpisah.


"Dia mau main-main ya, baiklah aku temani dia main. " Ucap Chris penuh sinis.


Chris memberi perintah kepada anak buahnya untuk memainkan perannya dalam rencana Jaqleen. Di tempat lain asisten pribadi Chris iaitu Jerry sedang menguruskan para pemegang saham terbesar di negara X. Jerry yang di kenali sebagai wakil direktur utama Pt. Geho, dalam kesibukkannya belakangan ini Jerry masih sempat mengatur anak buahnya untuk memata matai kegiatan Kakek Gramor dan dalam diam menghantar anak buahnya untuk bekerja di dalam perusahaan Porselein Gramor, agar bisa lebih tahu tentang perusahaan itu.


***


Sudah seminggu setiap malam Chris sering menelfon Hellen agar Hellen di terlalu khawatir mengenai dirinya.


"By, aku sangat rindu by. " Ujar Hellen daru seberang sana.


"Sayang, aku juga tapi aku harap sayang bisa sabar ya. " Ucap Chris.


Setelah panggilan berakhir tiba-tiba Chris merasa sangat mual dan pusing, tubuhnya juga berasa sangat lemas. Chris langsung saja menelfon doktor pribadi keluarga Lee untuk datang ke apartmentnya. Setelah melalui pemeriksaan Chris tidak mengalami gejala apa-apa tubuhnya sehat.

__ADS_1


Doktor pribadinya menyarankan dia untuk beristirehat dan makan dengan teratur. Setelah itu Chris memilih untuk kembali ke mansion keluarganya karna asisten pribadinya Jerry sedang berada di negara X dan tidak ada yang bisa dia harapkan.


Sampai di kediaman Lee, Chris kelihatan pucat dan lesu. Mamanya langsung saja menghampirinya dan menggandeng tangannya untuk duduk di sofa di ruang keluarga.


"Chris apa kamu sakit, mama panggilkan doktor ya? " Ucap Mamanya melihat Chris dengan khawatir.


"Tidak usah ma, tadi aku sudah ketemu dengan doktor katanya mungkin aku kecapean. " Ucap Chris.


"Emm kalau begitu biar mama suruh bibi buatkan kamu minuman hangat ya. " Kata mamanya masih khawatir.


"Biar aku saja yang buat tante. " Ucap Jaqleen langsung menuju ke dapur.


"Kapan dia di situ? " Tanya Chris kepada mamanya.


"Entah tu, ihh mama jengkel sekali. " Ucap Mama Chris nada jengkel.


"Sabar ma, mama anggap saja tidak tau apa-apa dan pura-pura saja terima dia ya. " Ucap Chris.


"Chris mama takut kamu jatuh cinta benaran dengan dia. "


"Ma itu tidak mungkin, mama tau aku berusaha habiskan waktu sekolahku dengan cepat untuk siapa dan lagi tidak ada yang pernah bisa mengantikan tempatnya. " Ucap Chris.


"Hmm baiklah sayang mama percaya padamu tapi kamu juga harus jaga dirimu ya. " Ucap mama Chris.


Jaqleen membawa susu hangat dari dapur dengan senyum sumringah. Chris dan Mamanya berpura-pura polos.


"Chris minumlah susu hangat ni. " Jaqleen mengulurkan gelas yang berisi susu.


Chris baru minum seteguk langsung merasa ingin muntah dia meletakkan gelas di atas meja dan berlari menuju ke dapur lalu memuntahkan semua isi perutnya. Mama Chris bergegas ke dapur apabila mendengar bunyi Chris muntah di dapur, dia memijat tengkuk belakang Chris dan Chris masih saja terus muntah hingga yang keluar cuma air.


Mamanya merasa khawatir lalu menyuruh paman Zhang menghubungi doktor pribadi mereka, setelah Chris merasa sudah agak enakkan dia tiba-tiba jatuh pingsan mujur saja paman Zhang sempat menyambutnya dan langsung saja memapahnya ke kamar tamu yang kosong.


Mama Chris tiba-tiba membentak Jaqleen.


"Jaqleen! Ini gara-gara kamu, kamu beri anak saya minum susu apa hahh?!" Suara Mama Chris kedengaran di seluruh kediaman.


"A...aku...bu...kan.." Jaqleen gementaran dan kakinya melemas, kedua orangtuanya datang dan langsung memapah Jaqleen.


"Apa yang terjadi nyonya Lee? " Tanya Papa Jaqleen kepada mama Chris.


"Tanya anak mu apa yang dia lakukan kepada anakku ! " Ketus Mama Chris dan langsung saja masuk ke kamar tamu tempat Chris di baringkan.


Doktor memeriksa Chris tetapi masih sama tidak ada gejala apa-apa maupun gejalan keracunan. Mama Chris kebingungan, mana Papanya Chris lagi di luar negeri menguruskan pembukaan kantor baru.


"Chris Mama harap kamu baik-baik saja tapi kalau melihat keadaan mu begini, apa mama patut bertindak terhadap kakek Hellen. " Ucap Mama Chris nada perlahan sambil mengelus tangan Chris.

__ADS_1


Bersambung...


Ayo readers ada yang tau Chris kenapa?


__ADS_2