DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 29 Kehamilan Hellen


__ADS_3

"Abang? " Ucap Tina serak.


"Ya ini abang Tina. " Chris mengambil air dan membantu Tina untuk minum.


"Abang aku di mana? " Ucap Tina masih bingung.


"Tina, kamu di rumah sakit tadi kenapa kamu menabrak tiang listrik? Tina kamu sudah berjanji dengan abang tapi kenapa masih melakukannya. " Ucap Chris sedih.


"Abang maafkan Tina, Tina tidak Tina... " Tina langsung saja menangis dan mengenggam tangan Chris.


"Tina apa kamu merasa bersalah? " Tanya Chris tiba-tiba.


"Aku... " Tina tidak bisa menjawab dia masih memikirkan videonya.


"Tina jujurlah dengan abang apa yang kamu sembunyikan? " Tanya Chris. Serius.


"Aku...aku tidak menyembunyikan apa-apa. " Ucap Tina terbata-bata.


"Huhhh, jadi ini apa? " Chris memainkan rekaman suaranya dengan Jaqleen.


Tina tidak menjawab dan mulai menangis dengan kuat. Chris mematikan rekaman tersebut lalu memeluk Tina dengan erat.


"Video itu abang jamin sudah tidak ada Tina. " Ucap Chris sambil memeluk Tina.


"Apa? Bagaimana abang bisa yakin? " Ucap Tina masih terisak-isak.


"Jangan risau abang telah memasukkan virus ke gadjet Jaqleen dan orang-orang yang menghubunginya atau yang bertemu dengannya. " Ucap Chris.


"Bagaimana kalau dia simpan di dalam USB ? " Tanya Tina masih khawatir.


"Tina, apa kamu meragukan abang? Biar ada banyak USB yang dia gunakan namanya kalau Jaqleen atau orang yang berhubungan dengannya yang menyimpannya dan akan menyebarkan itu semua tiada guna. " Ucap Chris menyakinkan Tina.


"Umm aku percaya abang, tapi bagaimana dengan kakak Hellen? " Tanya Tina.


Chris pun memberitahu rencananya kepada Tina dan menyuruh Tina untuk tidak masuk campur lagi dalam rencananya karna Chris khawatir keadaan Tina. Tetapi Tina tetap bersikeras untuk membantu Chris menyelesaikan Jaqleen. Chris tidak dapat menolak kemauan Tina karna Tina memberi alasan rasa bersalah terhadap Hellen. Mereka berdua pun akhirnya sepakat dalam memainkan peran mereka.


***.


Kini Jaqleen sudah berada di bandara Kota NY dia langsung saja menuju ke rumah sakit tempat Tina dirawat. Dia mengetahuinya dari orang suruhan yang memata-matai Tina. Setelah sampai di rumah sakit Jaqleen tidak tahu Tina di rawat di ruang yang mana jadi dia mencoba bertanya di kaunter pertanyaan. Penjaga kaunter pertanyaan memberitahu ruang inap Tina yang berada di tingkat 2. Jaqleen tidak mencurigainya karna dia kira ini hanya keberuntungannya.


Jaqleen menuju ke lorong bagian rawat inap tetapi mendapati banyak pengawal yang berjaga di depan pintu. Jaqleen menguatka hatinya untuk meminta izin masuk karna alasan Tina adalah rekan kerjanya. Para pengawal yang sudah di perintahkan Chris sejak awal juga berpura-pura ramah dengan Jaqleen. Kini Jaqleen berada di dalam ruangan Tina dan ada Chris berada di sampingnya. Jaqleen menelan salivanya dengan sedikit kepayahan dia takut semua yang dilakukannya sudah ketahuan.


"Oh Nona Jaqleen. Kemarilah kenapa masih berdiri di pintu. " Ujar Chris ramah.


"Ah....ohh baiklah terima kasih karna sudah mengizinkanku untuk masuk mengunjungi Tina. " Ucap Jaqleen senang hati karna melihat Chris lembut dengannya.


"Jaqleen kamu datang jauh-jauh hanya untuk menjenggukku? " Ucap Tina sedikit sinis.


"Tina kenapa pertanyaanmu begitu, kamu seharusnya bersyukur dia masih ingin menjengukmu. " Ucap Chris sengaja menyinggung Tina.


"Maaf maaf, Tina aku tau kau marah denganku karna perbuatanku tapi akukan sudah melakukan pengumuman. Chris aku juga harap kamu tidak akan berdendam denganku kan? " Ucap Jaqleen nada merayu.


"Lupakan yang sudah berlalu Jaqleen, mari kita mulai dari awal ya. " Ujar Chris tersenyum dengan sangat manis.

__ADS_1


"Ckk." Tina mendengus kasar.


"Sialan ****** ini, berani dia memprovokasiku cihh biarpun video itu hilang tapi tiada siapa yang tau, kau tunggu setelah Chris keluar aku akan membuat nyalimu kecut. " Gumam Jaqleen dalam hati.


Di dalam ruang inap Tina, Chris banyak berbicara dengan Jaqleen dan juga meminta bantuan Jaqleen untuk menemani Tina karna dia harus mengurus kantor. Setelah Chris pergi Jaqleen kembali mengancam Tina dan juga berterima kasih karna Chris sudah mulai melihatnya. Jaqleen berasa seperti dia tidak perlu repot-repot untuk menjalan rencana yang lain. Tapi dia masih tetap mau menghancurkan Hellen. Jaqleen berpura-pura perhatian kepada Tina sewaktu Chris kembali lagi ke ruang inap Tina.


Chris melihat Tina yang tidur langsung saja memanggil Jaqleen untuk berbicara di sofa dalam ruang inap Tina.


"Jaqleen, aku tidak tau kamu begitu perhatian dengan Tina. " Ucap Chris sambil tersenyum bahagia.


"Chris aku temannya, memang harus aku perhatian kepadanya lagian Tina cuma ada aku seorang sewaktu di Negara M. Jadi kami sudah biasa saling perhatian. " Ucap Jaqleen jujur.


"Aku baru menyadari kebaikanmu, Jaqleen aku minta maaf apa yang telah terjadi sebelumnya, aku harap kau tidak menyimpan dendam terhadapku. " Ucap Chris tiba-tiba menarik tangan kanan Jaqleen dan mengenggamnya.


"Chris....aku tidak menyimpan dendam denganmu malah aku yang patut meminta maaf dan berterima kasih kepadamu karna tidak membenciku. " Ujar Jaqleen merasa bahagia saat tangan kanannya digenggam Chris.


"Jaqleen benar kata-kata Tina, kamu memang wanita yang polos dan baik. Aku harap hubungan kita setelah ini juga makin membaik." Ucap Chris dengan penuh harapan yang bisa terlihat di wajah.


"Chris... " Jaqleen tidak bisa berkata apa-apa dia terlalu bahagia.


"Jaqleen apa kau mau menjadi pacarku? " Ucap Chris menunjukkan wajah merayunya.


"Tapi bagaimana dengan Hellen? " Tanya Jaqleen untuk memastikan.


"Aku sudah meminta berpisah dengannya, jangan risau setelah urusanku selesai aku akan berpisah dengannya dengan sah. Tapi sekarang apa jawabanmu untukku? "


"Aku mau.. " Ucap Jaqleen sambil menganggukkan kepalanya dengan bahagia.


"Terima kasih baby, hmm tapi kita bisa rahasiakan dulu, aku takut mama akan syok jika mengetahui ini secara mendadak. " Ucap Chris merayu.


"Baby, aku janji akan membuatmu menjadi wanita yang bahagia di dunia ini. Doakan urusanku cepat selesai agar aku bisa bersamamu setiap saat. " Ucap Chris


"Ia. Umm Chris apa panggilan yang kau suka? " Tanya Jaqleen malu-malu.


"Panggil apa saja yang baby mau aku akan suka semuanya. " Ucap Chris.


"Baiklah sayang. " Ucap Jaqleen.


Setelah membuat Jaqleen senang Chris pamit lagi untuk mengerjakan kerjaannya. Dan menyuruh Jaqleen untuk menunggunya di sini.


Setelah keluar dari ruang inap Tina, Chris menyemprot tangannya dengan sanitizer dengan banyak lalu meminta pengawalnya membawa baju ganti. Setelah menganti bajunya Chris menyemprot lagi seluruh bagian tubuhnya dengan sanitizer lalu membuang pakaian yang dikenakan olehnya tadi.


"Sangat menjijikan. " Ucap Chris sambil berjalan menuju ke lift.


***


Hellen mendengar laporan dari Chris dan dia merasa sangat jengkel dengan Jaqleen lalu melampiaskan amarah dan api kecemburuan dengan memecahkan vas bunga yang berada di ruang keluarga. Kakek Arnold menjadi curiga dengan Hellen karna selama ini Hellen tidak pernah seemosi seperti sekarang. Dan lagi kakek Arnold merasa perubahan besar terhadap Hellen yang kini menjadi agak berisi dan nafsu makannya bertambah.


Firasatnya mulai mengatakan Hellen menyembunyikan sesuatu darinya. Kakek Arnold mencari tahu dengan siapa Hellen sering berhubungan tetapi pengawal yang mengawasi Hellen mengatakan bahwa Hellen sering berpergian bersama Jerry sehingga pergi ke tempat yang jauh dari kota bersama. Kaket Arnold mulai menebak dan merasa sangat bahagia. Dia mendekati Hellen yang duduk sambil memakan cemilannya di ruang keluarga.


"Hellen." Panggil kakeknya.


"Ya? " Jawab Hellen.

__ADS_1


"Hmm kakek sebenarnya penasaran apa kamu benaran hamil? " Ucap Kakek Arnold.


Deg!!!


Hellen merasa jantungnya tiba-tiba berdegup kencang.


"A....apa yang kakek katakan? " Ucap Hellen agak terbata-bata.


"Kakek tanya kamu, apa kamu beneran hamil? " Ucap kakeknya lagi.


"Tidak, kenapa kakek bertanya seperti itu. " Ucap Hellen yang mulai merasa dingin.


"Nak kakek tau, hmm cuma kakek mau bilang kalau Jerry sudah serius begini dengan kamu sebaiknya menikah saja. " Ucap kakek Arnold polos.


Uhukk uhukkk


"Kakek aku tida... " Belum sempat menghabiskan ucapannya kakeknya sudah memotongnya duluan.


"Hellen kakek bahagia kamu bisa bahagia , kakek akan menghubungi Jerry untuk membincangkan soal ini, jangan malu ya. Dan jaga baik-baik kesehatanmu nak. " Ucap Kakek Arnold lalu berlalu pergi.


Hellen masih terkaku mendengar ucapan kakeknya dan tidak bisa bicara apa-apa tapi sekarang kakeknya sudah tahu bahwa dia sedang hamil. Hal ini membuat Hellen begitu khawatir, dia hendak memberitahu Chris tapi dia harus berbicara dengan Jerry dulu.


Kakek Arnold menelfon Jerry untuk datang ke kediamannya untuk membicarakan hal penting. Tanpa buang masa Jerry langsung saja menuju ke kediaman utama Gramor. Setelah sampai di kediaman utama Gramor, Jerry sudah di sambut oleh Hellen.


"Jerry kau datang tepat waktu, ada yang harus aku bicarakan sebelum kakek mengatakan. " Ucap Hellen cepat.


"Ahh.... Nak Jerry sudah sampai, hmm kebetulan sekali bersama Hellen hehe. " Ucap kakek Arnold dengan senyum sumringah.


Jerry hanya menatap keduanya dengan tatapan bingung lalu mengikuti kakek Arnold ke ruang keluarga.


"Ok memandangkan Hellen juga ada disini jadi kakek terus terang saja ya. Hmm kapan kalian rencana untuk menikah? " Tanya kakek Arnold dengan penuh semangat.


Uhukk uhukkk uhukk. Hellen dan Jerry serentak batuk apabila mendengar kata-kata kakek.


"Kakek apaan ini masa di suruh nikah Hellen masih kuliah, lagian Hellenkan sudah pernah bilang tidak. " Ucap Hellen nada tinggi.


"Hellen kamu lagi hamil masa mau terus hamil tanpa pertanggungjawaban. " Ucap Kakek Arnold.


Deg!!


"Kakek aku tidak aku bilang tidak. " Ucap Hellen marah.


"Jerry tidak usah dengarkan Hellen lagian kamu juga harus bertanggungjawab karna sudah membuat cucuku hamil. " Ucap Kakek Arnold.


"Saya? " Jerry menunjuk dirinya sendiri masih dalam keadaan bingung untuk berkata apa.


"Ya kamulah, masa orang lain. Kamukan yang menghamili Hellen jadi harus bertanggungjawab. " Ucap Kakek Arnold.


"Kakek hentikan kalau kakek masih ingin terus memaksa Hellen akan pergi untuk selamanya dan tidak akan kembali! " Ucap Hellen berteriak lalu menuju ke kamarnya dengan cepat.


"Huhh kakek ada baiknya untuk sekarang jangan paksa Hellen takut sesuatu benaran terjadi. " Ucap Jerry.


Akhrinya perbicaraan mereka untuk kedua kalinya tertunda karna Hellen.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2