
William sadar pada jam 10 malam dan salah satu anak buah Chris yang menjaga menyadari bahwa William telah sadar, dia pun mengabarkan kepada Jerry. Jerry bergegas masuk ke kamar ruang istirehat Hellen mujur saja Chris dan Hellen belum tidur dan masih sedang bercerita. Jerry menyampaikan kepada Chris dan Hellen bahwa William telah sadar dan sekarang doktor sedang memeriksanya.
Hellen yang mendengar hal itu bergegas bangun dan menggandeng dengan erat agar Chris tidak meninggalkannya sendiri.
Chris melihat tingkah istrinya hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. Chris membawa Hellen menuju ke kamar di mana William berada.
Sampai dalam kamar William Hellen melepaskan gandengan tangannya lalu berjalan cepat mendekati William.
"Ayah, Ayah ini Hellen. " Ucap Hellen.
"Hellen, kamu? Apa kamu yang membawa Ayah ke sini? " Tanya Ayahnya.
"Hmm bukan tapi Jerry yang bawa Ayah ke sini. " Ucap Hellen.
"Jerry? Apa dia orang yang mau di jodohkan denganmu? " Tanya Ayahnya polos.
Chris tiba-tiba merasa panas lalu mendekati Hellen dan memeluk pinggangnya.
"Tuan William mungkin sudah salah faham, Jerry itu bawahanku dan jodoh Rain adalah aku. " Ucap Chris dengan membangga.
William dan Hellen saling menatap lalu melihat ke arah Chris yang sedang tersenyum sumringgah.
"Ayah, sebenarnya aku dan Chris sudah menjadi suami istri sejak dua bulan yang lalu. " Ujar Hellen.
"Hahh? Kamu yang benar saja Hellen? Kenapa Ayah tidak tau? " Ucap William yang kebingungan.
"Kami belum melakukan acara Ayah. " Jawab Hellen.
William mengangguk mengerti dengan ucapan Hellen, dia ikut merasa bahagia walaupun sepanjang hidup Hellen hingga sekarang dia belum bisa menjadi Ayah yang sempurna.
"Ayah, kenapa Kakek mengurung dan mengikatmu? Bukankah Ayah anak kandung dari Kakek?" Tanya Hellen dengan polos.
"Errr...Hellen umm bagaimana ya Ayah tidak tau hendak beritahumu sebabnya kenapa. " Jawab William gugup.
__ADS_1
"Ayah harus memberitahuku, apa yang Ayah dan Kakek sembunyikan dari Hellen? " Ujar Hellen semakin penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.
"Hellen tidak ada yang di sembunyikan oleh kami. " Ucap William untuk menyakinkan Hellen.
"Sayang sudahlah, Tuan Will tidak pernah tahu untuk berterima kasih denganmu, aku akan menyerahkan dia kembali ke Kakek Arnold. " Ucap Chris dengan mengancam.
"Tunggu! Tolong jangan serahkan aku kepada Kakek Arnold. " Ucap William nada tinggi dan takut.
"Tuan William saya akan jamin perlindungan untukmu kalau Tuan menjawab semua pertanyaan anak Tuan ini. " Ucap Chris lagi.
"Baiklah." Ucap William pasrah.
Hellen melihat Chris dengan senyuman manis dan menunjukkan tanda terima kasihnya karna sudah membantunya agar William setuju untuk memberitahunya apa yang mereka sembunyikan.
"Hellen, sebenarnya Ayah cuma anak angkat dari Kakekmu Arnold, dari kecil hingga Ayah sudah menikah dengan Ibumu, Ayah selalu dibawah perintahnya makanya Ayah tidak pernah melayanimu seperti Aulie karna pernikahan kami adalah sebuah paksaan, tapi Ibumu jatuh cinta kepada Ayah setelah kami menikah biarpun Ayah sering memperlakukannya dengan buruk tapi dia tetap menghargai Ayah sebagai seorang suami. " Ujar William panjang dan mengingat kembali masa-masanya bersama Erika, Ibunya Hellen.
"Ayah... " Ucap Hellen perlahan, dia menjadi sedih mendengar cerita Ayahnya yang tidak pernah menganggap kehadiaran dia dan Ibunya.
Hellen menjadi kaku apabila mendengar apa yang dikatakan William dan dia teringat kembali sewaktu Ibunya masuk ke kamar dalam keadaan menangis tanpa pakaian. Hellen mulai menangis marah, dia tidak mengatakan apa-apa dan hanya memeluk Chris sambil menangis semaunya. Lalu dia melihat tajam ke arah Ayahnya.
"Ayah apa Ayah punya bukti?! " Tanya Hellen dengan serak tapi menatap tajam ke arah William.
"Ia Ayah ada bukti, karna Kakek melakukannya di ruang keluarga dan di ruang keluarga ada cctv, Ayah menyimpan bukti itu untuk mengancam Kakekmu dan itu semua untuk kepentingan Ayah. " Ucap William jujur.
"Ayah tega! Aku benci Ayah! Aku benci Kakek! " Ucap Hellen dengan berteriak.
William tidak bisa berkata apa-apa karna dia memang layak di benci oleh Hellen, dia cuma menundukkan kepalanya muncul penyesalan dalam dirinya apabila melihat Hellen begitu terluka.
"Apalagi hah?! Setelah Ayah mengetahui Ibu di perkosa, apa Ayah membelanya atau menbenci Ibu karna makin jijik dengannya! " Ucap Hellen membentak.
William takut untuk mengatakan karna apa yang dilakukannya dulu adalah memukuli Ibu Hellen hingga tidak berdaya. Karna dulu setelah mengetahuinya dia merasa semakin jijik dengan Erika, Ibu Hellen. Walaupun dia tau Erika tidak bersalah tapi tetap saja dulu William ingin mengambil kesempatan agar bisa bebas dari perintah Ayah angkatnya iaitu Arnold.
Hellen yang melihat tidak ada jawaban dari William langsung saja menarik Chris pergi dari kamar inap William. Hellen menangis hingga sesengukan. Chris hanya mengusap punggung Hellen dia juga dibuat kaget dengan kenyataan yang menyakitkan ini. Chris mencoba untuk membujuk Hellen agar tenang dan pikirkan kesehatannya.
__ADS_1
"By aku tidak menyangka ada cerita yang bisa menghancurkan ku. By apa yang harus aku lakukan, selama ini Ibu cukup menderita. " Ucap Hellen yang berada dalam pelukkan Chris.
"Sayang untuk sekarang kamu tenang dulu, bila sayang sudah tenang baru pikirkan apa yang harus dilakukan jangan khawatir by akan senantiasa berada di samping dan tetap mendukung sayang. " Ucap Chris lalu mencium puncak kepala Hellen.
Akhirnya Hellen tertidur dengan tenang dalam pelukan Chris. Chris yang perlahan-lahan mengerakkan tangannya dan membaringkan Hellen di atas ranjang. Chris menutup tubuh Hellen dengan selimut sehingga paras lehernya lalu mengucup dahi Hellen. Chris keluar dari kamar istirehat Hellen dan menuju ke kamar inap William. Dia ingin mencari tau dengan lebih dalam tentang apa yang terjadi sehingga Kakek Arnold tega mengurungnya di gudang.
"Hellen di mana Chris, bagaimana keadaannya?" Tanya William apabila dia melihat Chris memasuki ruang kamarnya di rawat.
"Dia di kamar istirehat sudah tenang dan sekarang sedang tidur. Hmm Tuan Will sepertinya mengkhawatirkan Rain. " Ujar Chris.
"Rain ya. Hmm dulu Ibunya sering memanggilnya begitu tetapi sejak Ibunya meninggal, hanya kau saja yang memanggilnya Rain, itu berarti kau mendapat tempat istimewa dalam hatinya, sedangkan aku Ayahnya, dia akan kesal jika aku memanggilnya Rain hehh kau beruntung Chris. " Ucap William kembali mengingat Hellen yang mulai memberontak jika dia memanggilnya Rain.
"Ia, tapi Tuan juga bisa kalau Tuan mau karna dalam hati Rain masih ada Tuan. " Ucap Chris.
"Chris apa kau coba menghiburku? Terima kasih tetapi aku tidak pantas berada dalam hatinya karna terlalu banyak luka dan derita yang sudah aku lakukan terhadap Hellen dan mendiang Ibunya. " Ucap William dan matanya mulai berair.
"Apa Tuan menyesalinya? " Tanya Chris.
"Sudah terlambat Chris, aku sudah lama menyesalinya tetapi semua sudah terlambat, aku hanya berdoa untuk Hellen agar bisa bahagia dan aku titip anakku kepada kau Chris, jagalah dia dengan baik, aku rela jika kau mengantikan tempatku dan memberi Hellen semua kehangatan dan kebahagian. " Ujar William dengan air mata yang akhirnya lolos.
Chris mengangguk dan dia langsung saja ke initinya untuk mengetahui apa yang telah terjadi sebenarnya. William pun menceritakan semua yang terjadi tanpa ada yang tertinggal sedikit pun.
Setelah semuanya telah dia dapati Chris meninggalkan William untuk beristirehat dan di jaga oleh beberapa anak buahnya di dalam dan di luar kamar inap William.
Semua ini Chris lakukan adalah untuk langkah berjaga-jaga terhadap Kakek Arnold yang kelihatan polos tapi ternyata sungguh licik.
Chris kembali ke kamar tempat Hellen beristirehat lalu menatap Hellen yang sedang tidur lalu mengusap pipi Hellen yang mulai mengembang.
"Aku berjanji akan membuatmu menjadi wanita yang paling bahagia, maaf pernah melukakanmu aku tidak tau apa yang sudah sayang lalui sehingga aku tau kebenarannya tadi, sangt memalukan untuk diriku bukan? Sayang aku bersumpah dengan nyawaku aku akan memberi semua kebahagian dan kehangatan. Untuk yang ingin menyakitimu aku akan perhitungkan mereka tanpa belas kasihan. " Ucap Chris perlahan.
Bersambung...
Hari ini sampai sini seja dulu ya readers, Author lagi capek banyak urusan tadi...
__ADS_1