
Jerry dan Anita duduk di ruang VIP yang sudah di sediakan oleh Chris dan Hellen kepada mereka. Suasana dalam ruangan tersebut agak canggung. Jerry tidak tahu hendak memulai bicaranya dengan topik apa.
"Huhj.. Maaf ya Tuan Jerry terpaksa ikut kemauan Hellen. " Ucap Anita yang sudah dari tadi sabar dengan Jerry.
"Ehh tidak apa-apa tidak perlu meminta maaf. Dan kalau boleh panggil Jerry saja. "
"Umm baiklah Jerry, mungkin Jerry terpaksa ya melakukan ini. " Tanya Anita.
"Tidak..tidak saya tidak terpaksa saya biasa saja lagian memang ini waktunya makan. Maaf jika saya membuat Anita canggung. "
"Oh.. Umm sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan tapi tolong jangan tanggapi saja karna kalau kamu tanggapi mungkin saya sudah tidak bisa bertemu denganmu lagi. " Ucap Anita yang ingin mengungkapkan perasaannya tapi dia sudah bersedia sekuat hati jika terjadi penolakan dia akan mundur dan melupakan Jerry.
Memang Jerry orang pertama yang membuat Anita jatuh cinta dan dia tidak ingin memendamnya sendiri, karna bisa menjadi beban di dalam hatinya.
"Katakanlah, aku akan mendengarkanmu. " Ucap Jerry dengan perasaan deg2kan.
"Ummm ak...aku...aku sebenarnya suka denganmu aku jatuh cinta denganmu pada pertama kali kita bertemu, walaupun saat itu kau hanya memperhatikan Hellen. " Ucap Anita dengan cepat.
"Saya..." Belum sempat Jerry menghabiskan kata-katanya pelayan yang membawa makanan pesanan mereka telah datang dan menatanya di atas meja.
Setelah para pelayan itu pergi, suasana seketika menjadi canggung.
"Eeerrr....lupakan, marilah kita makan awas nanti kita di tinggalkan oleh Hellen dan pacarnya. " Ucap Anita dengan datar dan penuh kekecewaan.
Jerry hanya mengangguk dan mereka pun memulaikan ritual makannya. Jerry sempat melirik Anita yang hanya memainkan makanannya di piring da tak kunjung menyuapi mulutnya.
"Huhh hmm Anita. " Panggil Jerry.
"Hmmm? " Melihat ke arah Jerry yang memanggilnya tiba-tiba.
"Ehemm masukkan nomor ponselmu. " Sambil menyodorkan ponselnya kepada Anita.
Anita menatap ponsel dan Jerry bergantian sehingga Jerry menganggukkan kepala barulah dia menerima ponsel tersebut dan memasukkan nomor di dalam ponsel Jerry. Anita masih tidak berkata apa-apa karna dia tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran Jerry, dia pun mengembalikan ponsel Jerry.
"Terima kasih, makanlah dan habiskan. " Ucap Jerry dengan melontarkan senyuman yang tipis.
"Baik." Anita menganggukkan kepalanya dan melanjutkan makannya. Anita tidak ingin menyimpan harapan yang tinggi walaupun terdapat sedikit kebahagiaan yang terbesit di hatinya.
****
Ellson telah ke kediaman utama Gramor tetapi tidak menemukan siapapun di situ, dia mulai mempunyai pikiran buruk dan sangat mengkhawatirkan Hellen. Dia membuat panggilan kepada Nia sekretarisnya dan menyuruh Alfa untuk mencari tau apa yang terjadi pada kediaman Kakek Arnold.
Ellson menuju ke Kota yang berdekatan, dia merasa sungguh kecewa karna tidak bisa menemukan Hellen, sedang Ellson asyik berjalan-jalan di Kota kecil itu perasaannya tiba-tiba mengatakan ada mata yang memperhatikannya tetapi bila dia menoleh ke belakang dan sekitarnya dia tidak mendapatkan siapa pun itu.
__ADS_1
"Hanya firasatku, huhh Hellen kamu di mana, Paman berharap sekali bisa ketemu denganmu. " Ucap Ellson perlahan lalu melanjutkan jalannya.
Ellson ingin kembali ke Kota Pusat tetapi dia berpikir mungkin akan bertemu dengan Hellen di sini maka dia menyewa kamar hotel untuk terus melihat-lihat mungkin saja bisa bertemu tanpa dia duga.
"Sayang lihat apa? " Tanya Chris kepada Hellen yang tiba-tiba mematung dan melihat ke arah seorang lelaki sedang berjalan.
"Tidak By, mungkin aku kelelahan sehingga sehingga berimaginasi sembarang. " Ucap Hellen lalu tersenyum melihat ke arah Chris.
"Hmm baiklah ayo kita pulang ya. " Ucap Chris.
"Orang itu seperti Paman Ell, hmm apa mungkin aku benar kelelahan. " Gumam Hellen dalam hati setelah masuk dan duduk cantik di kursi penumpang.
Suasana di dalam mobil sangat hening. Hellen melirik ke arah Anita melalui kaca spion mobil dan Anita terlihat menundukkan kepalanya dan hanya menatap jemari tangannya saja. Hellen ingin bertanya tetapi dia berpikir mungkin ini bukan waktu yang pas untuk dia bertanya.
"Hmm Jerry kita antar Anita sambil ke rumahnya dulu ok, baru kita pulang." Ucap Hellen dari belakang sambil melihat ke arah Jerry.
"Baik Nona, umm maaf Anita punya alamat rumah di mana? " Tanya Jerry kepada Anita.
Anita memberitahu Jerry untuk menghantarnya ke tempat yang mereka pernah makan bertiga dulu dan setelah itu tidak ada pembicaraan apa pun.
Chris melirik Jerry sekilas dan mendengus karba dia tau betul sifat Jerry.
Setelah Anita sudah sampai di rumahnya, Hellen pamit dan mereka langsung saja menuju ke Villa. Dalam perjalanan Chris melihat Hellen tertidur di bahunya dia tersenyum dan menyuruh Jerry untuk menaikka sedikit kelajuan mobilnya agar bisa cepat sampai ke Villa.
Chris mengendong Hellen ala bridal menuju ke kamar. Dan menyuruh Jerry untuk menunggunya di ruang kerja karna ada hal penting yang ingin dia sampaikan.
Chris memasuki ruang kerjanya dan Jerry sudah berada di sofa dengan menatap layar ponselnya dengan tatapan gelisah.
"Apa yang kau lihat? " Pertanyaan Chris membuat Jerry kaget dan langsung saja menyimpan ponselnya.
"Tidak Tuan hanya ada hal kecil. " Ucap Jerry gugup.
"Jerry kapan terakhir kali kau panggilan aku tanpa panggilan Tuan? " Tanya Chris yang sudah duduk di sofa berhadapan dengan Jerry.
"Ummm 2tahun yang lalu. " Ucap Jerry polos.
"Hmmm hari ini panggil aku dengan nama saja seperti yang kau lakukan waktu di kampus dulu. " Ucap Chris dengan nada santai.
"Tapi.... " Jerry merasa gelisah.
"Tapi apa? Atau kau mau gajimu ku potong selama 2 tahun ke depan? " Ucap Chris dengan senyum miringnya.
"Jangan-jangan baiklah Chris kau menang, tapi tolong jangan potong gajiku nanti adik-adikku mau makan apa. " Ujar Jerry yang mulai menggunakan nada santai.
__ADS_1
"Santailah aku tidak setega itu terhadap kau. Hahaha hmm sudah lama ya kita tidak ngobrol sesantai ini. "
"Hmm benar, karna kau terlalu mengejar gelarmu agar bisa bersama dengan wanita idamanmu. " Ucap Jerry.
"Benar hahaha tapi berkat kau Jerr, aku bisa bertemu dengannya malam itu. "
"Jangan bilang berkat aku, kau saja hampir memaki ku karna membawa Nona ke Villa hahha. " Ujar Jerry ingin meledek Chris.
"Hahaha maaf maaf, karna aku tidak mau dengan wanita lain selain Rain. "
Mereka pun bercerita dengan santai sekali dan sampai di suatu cerita yang serius.
"Jerr, apa yang terjadi sewaktu kau makan bersama teman Rain tadi ehemm maaf bukan ingin masuk campur privasi mu tetapi, apa yang aku lihat dia begitu suka denganmu.. Hmmm aku cuma mau kasih saran saja Jerr jikalau kau tidak punya perasaan terhadapnya katakan yang sebenar jangan beri dia harapan, tapi jika sebaliknya jagalah hatinya baik-baik. " Ucap Chris memberi saran.
"Hmm Chris sebenarnya aku juga tidak tau, setelah bertemu dengannya dari pertama kali jantungku seperti ingin copot saja, aku ingin simpulkan inilah yang di katakan cinta pandang pertama, tapi aku takut karna jika kau berada di jauh dari Nona, prioritas aku adalah Nona, aku takut dia ada rasa cemburu dan sakit hati. " Ucap Jerry dengan jujur.
"Hmm kalau soal itu jangan terlalu di pikirkan dan Rain tidak mungkin membuat temannya sendiri kecewa. " Ucap Chris menyakinkan Jerry.
"Hmm bisakah kalau aku membalasnya Chris. " Tanya Jerry dengan penasaran.
"Hahaha kau kira aku ini bapakmu sehingga harus mendapat persetujuanku? Hmm sudahlah soal privasimu aku tidak akan masuk campur tapi menurutku jika kau menyukainya juga kenapa tidak ? " Ujar Chris.
"Terima kasih Chris, kaulah sahabat yang terbaikku. " Balas Jerry.
Setelah lama berbicara, Chris pamit untuk beristirehat karna besok dia akan kembali ke Kota NY pada siang hari. Chris memasuki ke kamarnya dan mendapatkan Hellen yang sudah bangun dan duduk di ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Kenapa tidak tidur Sayang. " Tanya Chris sambil berjalan ke arah Hellen.
"Ini lagi balas chat dengan Eva, hehe. " Jawab Hellen sambil memperlihatkan ponselnya.
"Hmm lanjut sudah Sayang. " Ucap Chris.
"Ok.. Hmm tadi By ke mana? Aku mau cari By tadi tapi tiba-tiba Eva mengirim pesan kepadaku sehingga aku lupa hahah. "
"Tadi ada bicara sedikit dengan Jerry. "
Chris menatap Hellen yang lagi asyik serius membalas chat-chat dari Eva. Dia tiba-tiba menelan air liurnya karna melihat Hellen dari sisi samping ini sungguh membuatnya tergoda. Chris mendekatkan wajahnya ke telinga Hellen lalu berbisik.
"Sayang, By pengen.. " Ucap Chris dengan berbisik di telinga Hellen.
Hellen langsung saja menatap ke arah Chris dan tersenyum sumringah, Hellen meletakkan ponselnya di laci nakas sebelah ranjangnya.
Chris yang melihat respon positif langsung saja menyerang bibir Hellen yang seksi. Hellen membalasnya dengan penuh bersemangat dan malam itu terjadilah pergulatan yang penuh semangat di antara Chris dan Hellen, merekaberbagi keringat di atas ranjang itu.
__ADS_1
Bersambung....
Hari ini sampai sini saja dulu ya.. Tunggu update selanjutnya.. Jangan lupa komen dan favorite ya readers kesayangan author....