DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 39 Mimpi Masa Lalu II


__ADS_3

Keesokan harinya Ellson menunggu Hellen di ruang tengah dan dia tidak menyuruh para pelayan untuk menganggu tidur Hellen karna dia tau Hellen berapa hari ini kurang tidur dan istirehat.


Sambil menunggu Hellen bangun, anak buah Ellson melaporkan bahwa kematian Erika memang murni kecelakaan jalan raya sahaja. Dengan berat hati Ellson terpaksa menerima kenyataan itu, walau hati kecilnya berkata ada penyebab lainnya.


Hellen sadar dan bangun, dia mengosok-gosok matanya lalu melihat ke arah jam di dinding kamarnya.


"Hahh?? Sudah jam 12 siang ya keenakan tidur berarti aku, humm tapi pikir-pikir baru semalam aku bisa tidur tenang tanpa mimpi buruk. Ibu apa ini berarti Ibu bahagia? Apa karna ada Paman Ell menjagaku? Ibu tenang saja ya mulai hari ini Hellen tidak akan pernah mengecewakan Ibu. " Ucap Hellen sendiri lalu mengulas senyumnya.


Hellen pun bersiap dan keluar dari kamarnya. Dia mencari sosok Ellson di ruang makan tapi dia tidak melihatnya lalu Hellen menuju ke ruang tengah dan dia mengukir senyumannya karna dia menemukan Ellson yang sedang fokus mengetik sesuatu di laptopnya.


"Pagi..ehh siang Paman Ell. " Sapa Hellen sambil tersenyum.


"Siang juga Ponakan Paman yang cantik. " Jawab Ellson mengulas senyum.


"Apa Hellen sudah lapar ? Kita makan dulu baru ngobrol bareng ya. " Ujar Ellson lagi.


Hellen mengangguk dan mereka pun melanjutkan dengan makan siang mereka. Seperti semalam sewaktu makan Ellson suka menceritakan cerita yang membuat Hellen terhibur.


"Sudah dulu ketawanha ya, Paman takut kamu kesedak sendok. " Ucap Ellson santai.


"HAAHAHAHA mana ada orang kesendak sendok, Paman ni ada-ada saja. " Ucap Hellen yang bukannya mau berhenti ketawa malah tambah ketawa lagi.


Setelah selesai makan siang mereka langsung saja menujunke ruang tengah untuk melanjutkan cerita-cerita mereka. Sehingga Ellson mengatakan ada sesuatu yang penting hendak dia sampaikan barulah Hellen serius mendengar dan berhenti tertawa.


"Hellen, kamu ikut Paman ke Negara X ya? Biar Paman yang menjagamu. " Ucap Ellson dengan penuh harapan.


"Ummm... " Hellen masih memikirkan Ibu dan Ayahnya dan tidak menjawab. Tapi pada saat ini dia lebih memikirkan tentang Chris karna Chris pernah bilang bahwa dia akan selalu ada walaupun nyatanya dia tetap pergi. Tapi Hellen tetap ingin menunggunya lagi untuk kembali.


"Hellen apa yang kamu pikirkan lagi, apa kamu keberatan untuk pergi bersama Paman? " Tanya Ellson.


"Paman Ell, Hellen tidak keberatan tetapi di sini masih ada Ayah dan Hellen juga telah membuat janji kepada seseorang akan selalu menunggu di sini. " Ucap Hellen jujur.


"Hellen bukankah kamu tau sikap Ayahmu kepadamu? Sebaiknya ikut Paman saja. Untuk janji Hellen kan bisa di lunasi nanti-nanti saja. " Ucap Ellson masih ingin membujuk Hellen.


"Paman Ell, apa Paman benar menyayangiku? " Tanya Hellen tiba-tiba.


"Sudah tentu Hellen, aku menyayangimu seperti aku menyayangi Ibumu malah lebih lagi. " Ucap Ellson.


" Terima kasih Paman Ell, kalau begitu keputusan Hellen sudah bulat, Hellen akan tinggal bersama Ayah dan tetap menunggu. Paman jika benar Paman menyayangiku biarkanlah aku membuat keputusan ku sendirk. " Ucap Hellen tersenyum hangat.


"Hellen.... Baiklah Paman tidak akan memaksa mu tapi setelah Paman pergi mungkin lama baru bisa kembali, tapi Paman janji akan menjagamu dan memperhatikanmu dari jauh. Dan ketika Paman ada banyak hari luang Paman akan kembali menemuimu di sini. " Ucap Ellson dengan semangat walapun wajahnha menunjukkan ketidak relaan.


"Terima kasih Paman. "


Setelah seminggu bersama Ellson, Hellen akhirnya kembali ke kediaman Gramor karna Ellson sudah berangkat pergi ke Negara X. Apabila sampai di kediaman Gramor, Hellen di buat kaget dengan kedatangan dua wanita yang satunya sudah berumur dan satunya sekitar umur Hellen. Kedua wanita itu sedang makan bersama Ayahnya.

__ADS_1


"Ayah Hellen pulang. " Sapa Hellen.


"Hmm baguslah duduk makan sekalian Ayah mau beritahu hal penting. " Ucap William nada dingin.


"Baiklah." Jawab Hellen singkat lalu mengambil tempat duduk di sebelah kanan William dan berhadapan dengan wanita yang sudah berumur seperti William.


"Hellen kenalkan ini Rieta, dan anak itu Aulie. Mereka sekarang adalah Ibu tiri dan Kakak tirimu. " Jelas William mengenalkan kedua wanita itu kepadanya.


"Ayah! Ibu belum ada satu bulan pergi kenapa Ayah mencari istri lagi?! Hellen tidak terima! " Ucap Hellen nada tinggi.


"Kamu! Aku tidak perlu kamu atur mau terima atau tidak itu bukan urusanku! Sekarang hargai mereka sebagai keluargamu! " William membentak Hellen.


"Ayah jahat! " Berdiri langsung berlari masuk ke kamarnya.


"Hellen!!." Panggil Ayahnya tapi tidak di hiraukan oleh Hellen.


"Sayang sudahlah, mungkin Hellen masih syok makanya belum bisa menerima aku dan Aulie. " Ucap Rieta membujuk William agar tidak marah kepada Hellen.


"Humm baiklah kita lanjut makan saja. " Mereka bertiga pun melanjutkan makan bersama tanpa memperdulikan Hellen.


Rieta tersenyum sinis penuh makna yang tersirat apabila dia berhasil berpura-pura membela Hellen. Dia sudah memikirkan untuk mengajari Hellen dengan caranya.


Pada malam itu Rieta masuk ke kamar Hellen dan menarik selimut Hellen dengan kasar.


"Heii anak sialan bangun cepat! " Ucap Rieta kasar.


Plakk...


Hellen di tampar dengan kuat oleh Rieta. Rieta yang merasa puas tersenyum sinis.


"Mulai hari ini kalau kau berani macam-macam kepada Saya dan Aulie, bukan hanya tamparan yang kau dapat tapi akan lebih dari itu! Mengerti ! " Ucap Rieta Ibu tirinya lalu pergi keluar daru kamar Hellen.


"Apa aku salah membuat keputusan, Paman Ell... " Ucap Hellen perlahan.


Hellen larut dalam tangisannya hingga tertidur. Kini setelah 5tahun Hellen sudah terbiasa dengan sifat dan perilaku Rieta dan Aulie juga William yang tidak pernah membelanya malah menyakitinya.


Setelah pulanh sekolah Hellen menuju ke taman yang berdekatan dengan kediaman Ellson, Hellen sering duduk di taman itu hanya untuk memperhatikan rumah mewah kediaman Pamannya itu. Hellen juga sering berharap akan bertemu dengan Pamannya karna terlalu banyak cerita dan beban yang sudah di tanpungnya.


Hellen larut dalam lamunannya tanpa dia sadar ada seorang lelako duduk di sebelahnya.


"Cantik ya rumah itu mewah sekali. " Ucap lelaki itu.


Hellen yang mendengar suara familiar itu langsung saja melihat ke sampingnya dan ternyata benar itu adalah Ellson.


"Paman Ell? " Ucap Hellen lirih

__ADS_1


"Ya ponakan Paman yang cantik. " Jawan Ellson tersenyum.


Hellen langsung saja memeluk Ellson dan Ellson juga membalas pelukannya lalu mengusap belakang kepalanya.


"Kangen Paman ya? " Tanya Ellson iseng.


"Ya kangenlah 5 tahun Paman tidak pernah datang lihat Hellen. " Ucap Hellen sedikit ngambek.


"Iyoo, coba kalau Hellen ikut dengan Paman saja pasti tidak akan kangen lagi dan sudah pasti setiap hari Hellen akan melihat Paman. " Ujar Ellson sengaja menggangu Hellen.


"Ihh Paman.. Ummm tapi kali ini berapa lama Paman akan pergi? " Tanya Hellen serius dan penuh harapan.


"Umm mungkin kira-kira 4 atau 5 tahun setelah itu Paman akan berada dj sini karna Paman lagi bangun sebuah banguna di Pusat Kota Negara X. Jadi Kakek tidak akan terlalu jauh berada di pinggir kota yang susah sekali mau menjenggukmu. " Ucap Ellson.


Hellen yang mendengar berita itu merasa sangat bahagia walaupun baginya dia terpaksa menungggu Ellson 5tahun akan datang lagi setelah kepergiannya kali ini.


"Oh ya, sebagai tanda permintaan maaf Paman padamu karna akan pergi setelah ini, Paman akan memberitahumu bahwa Ibumu ada menulis surat wasiat untukmu tapi yang aslinya Paman belum ketemu, mungkin ada di kediaman Ayahmu. Kalau ini **menunjukkan surat** cuman copynya aja. Hummm nanti kamu cari ya. " Ucap Ellson terkekeh.


"Paman Ell itu namanya misi mengeledah kediaman Gramor. Ckk malaslah karna kalau ada di rumah pun sudah tentu Ibu tiri Hellen sudah mengambilnya. " Ucap Hellen.


"Alahh tinggal rebut saja tu apa yang susah. " Ucap Ellson yang sudah mengetahui bahwa William telah menikah lagi dan hidup Hellen agak sedikit sengsara tapi dia sudah berjanji dengan dirinya setelah selesia urusannya tidak ada yang bisa menindas Hellen maupun itu William sendiri.


"Tidak segampang itu Pamanku.. " Ucap Hellen malas.


"Atau ponakan Paman yang cantik ini sudah berubah pikiran? Ayolah bilang ia. " Ucap Ellson penuh berharap.


"Belumlah, masih mau di sini hmm. " Ujar Hellen jujur.


"Baiklah baiklah Paman tidak akan paksa. Tapi apa kita akan duduk di taman ini sehingga minggu depan. " Ucap Ellson nada penasaran.


Hellen tertawa mendengar ucapan Ellson, kini mereka pun kembali ke Kediaman Ellson untuk melanjut cerita lagi. Satu minggu ini Ellson dan Hellen gunakan untuk saling bercanda tawa dan meluahkan apa yang terpendam.


Hellen cuma tidak menyangka bahwa Ellson datang melihatnya dan mendengar semua yang di keluhkan tanpa ada rasa bosan. Sewaktu kepergian Ellson pulang ke Negara X, Hellen merasa akan kesepian lagi. Kini dia hanya mampu menunggu beberapa tahun lagi.


****


"Sayang bangunlah kita sudah sampai di Villa. " Ucap Chris seraya menepuk-nepuk tangan Hellen dengan lembut.


"Ummm." Hellen membuka matanya dan melihat kearah Chris.


"Mimpi tadi membuat aku kangen dengan Paman, hmmm apa Paman akan bertemu denganku kali ini. " Gumam Hellen dalam hati.


"Sayang kenapa melamun? Ayo masuk. " Ucap Chris menyadarkan Hellen dari lamunannya.


"Baiklah By. " Chris pun mengandeng tangan Hellen untuk memasuki Villanya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2