
Hari yang di tunggu-tunggu oleh Aulie dan Ellson kini telah tiba. Aulie telah membayar sopir truk untuk melakukan rencananya untuk mencelakai Chris, agar bisa memancing Hellen untuk keluar dari kediaman Lee.
Awalnya, rencana Aulie adalah membuat kecelakaan kecil terhadap Chris tetapi rencana tersebut di ubah oleh Ellson, setelah Aulie pergi dari tempat di mana mereka berjanji dengan sopir truk tersebut, Ellson menambahkan uangnya dengan banyak lalu mengarahkan untuk memastikan kecelakaan yang bakal dia lakukan bisa sampai merenggut nyawa.
***
Chris sedang bersiap untuk pergi kekantor tetapi hari ini dia merasa seperti ada yang aneh, dia juga mempunyai firasat yang buruk bakal berlaku, sehingga Chris menghela nafas berat. Dia coba menyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Sehingga Chris tiba-tiba merasa sangat rindu dengan Hellen padahal Hellen berada di dalam kamar yang sama bersamanya. Chris menatap Hellen dengan dalam sewaktu Hellen memakaikan dasi untuk Chris.
"Kenapa By liat aku kaya gitu? " Rona di wajah Hellen mulai berubah karna rasa malu.
"By kangen dengan Sayang. " Lantas Chris memeluk Hellen dan dia merasa ingin menangis.
Ya memang ada sesuatu buruk yang akan terjadi, tapi Chris sendiri tidak tau hal buruk apa yang akan berlaku. Hellen merasa pundaknya tiba-tiba hangat langsung menjauhkan diri dari Chris.
"Kenapa By menangis? " Tanya Hellen agak kuatir.
"Entah Sayang, By seperti merasa ada sesuatu hal yang buruk akan terjadi. Hmm Sayang kalau nanti sesuatu terjadi dengan By di luar dugaan kita, tolong jaga anak kita baik-baik ya, katakan padanya Papanya mencintainya. " Ujar Chris sedikit sendu entah kenapa dia merasa hari ini sangat aneh dan berat untuknya.
"BY!!! Apa yang By katakan ini semua tidak masuk akal tolong jangan katakan lagi! " Ucap Hellen sedikit membentak. Air mata Hellen sudah mengalir di pipi tembamnya itu.
"Maaf Sayang. " Lirih Chris.
"Tidak By tidak boleh berkata begitu lagi! Kalau By berani katakan lagi jangan harap By akan berjumpa dengan aku dan anak kita. " Tangisan Hellen tidak bisa di tahan. Entah kenapa dia merasa kata-kata Chris barusan sepertinya akan terjadi sesuatu.
Hellen menggelengkan kepalanya agar pikiran buruk itu berlalu pergi, dia tidak bersedia dan tidak bisa bayangkan hidup tanpa Chris. Dalam diam Hellen berdoa agar diri Chris dan dirinya senantiasa dalam keadaan baik-baik.
Chris mengusap air mata Hellen lalu memeluknya lagi. Chris menghembuskan nafas panjang.
"Maaf Sayang, By janji By tidak katakan hal begitu lagi. Tolong berhenti menangis Sayang. " Ucap Chris bertepatan dengan telinga Hellen. Chris coba menenangkan Chris.
Hellen hanya mengangguk lalu mencoba untuk berhenti menangis. Hellen menatap Chris dengan sendu. Chris mengukirkan senyuman hangat kepadanya.
Kini Chris sudah menaiki mobil yang di kenderai oleh sopir pribadinya dan bersama Jerry duduk di sebelah sopirnya. Chris menatap ke arah kediaman dengan rasa yang teramat berat.
"Jerry arahkan beberapa anak buah untuk mengikuti mobil kita, dua mobil di depan dan dua mobil di belakang. " Ucap Chris memberi arahan.
"Baik Tuan. " Jerry merasa sedikit aneh dengan arahan Chris tapi dia juga merasa ada sesuatu yang bakal terjadi.
Kini mereka melalui jalan yang agak kurang mobil dan tiba-tiba ada sebuah truk melaju dengan kencang. Sopir truk tersebut seperti dalam keadaan mabuk karna truk yang di kenderainya agak tidak seimbang.
__ADS_1
Chris yang masih fokus ke tabnya untuk membaca laporan yang di kirim lewat emailnya sama sekali tidak peduli akan kehadiran truk tersebut sehingga Jerry bersuara agak keras.
"BERHENTI DI PINGGIR!! " teriak Jerry dengan keras.
Chris agak kaget dan tiba-tiba ada yang melanggar mobil mereka dari belakang.
****
Di kediaman Lee.
Tiba-tiba gelas yang berada di tangan Hellen jatuh pecah. Ketika Hellen ingin memilih pecahan kaca yang besar tiba-tiba jarinya terluka bersamaan jantungnya yang tiba-tiba berdegup dengan kencang sehingg membuat Hellen berasa di selesa.
Pikiran Hellen tiba-tiba terpikir dengan kata-kata Chris. Hellen langsung saja bergegas mencari ponselnya dan mengabaikan pecahan tersebut.
Hellen membuat panggilan ke nomor Chris tapi nomor Chris tidak aktif begitu juga dengan nonor Jerry.
Hellen mulai merasa panik, Hellen keluar dari kamarnya dan menuju le ruang keluar. Sampai di ruang keluarga Hellen mendapatkan Nyonya Lee. Dalam keadaan ngos-ngosan Hellen mendekati Nyonya Lee dengan air mata yang tidak bisa di tahan.
"Sayang kamu kenapa nak? " Nyonya Lee agak kaget melihat keadaan Hellen yang menangis dan bernafas satu-satu, begitu juga dengan Tuan Lee.
Nyonya Lee bergegas mendekati Hellen lalu menggandeng tangannya dan membawanya duduk di sofa ruang itu.
Hisk...hisk...hiskkk
"Mah, Pah Chris....Chris... " Ucap Hellen sambil menangis sesegukan.
"Kenapa dengan Chris Sayang. " Tanya Nyonya Lee yang mulai merasa cemas dan panik.
Hellen menceritakan apa yang di katakan Chris kepadanya dan perasaan yang dia rasa agak aneh sekarang. Setelah selesai mencerita hal tersebut, Tuan Lee mengarahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Chris dan anak buahnya saat ini.
Selang berapa menit kemudian tiba-tiba salah satu anak buah Tuan Lee datang dan mengabarkan bahwa Chris dan anak buahnya terlibat kecelakaan jalan raya.
Hellen yang mendengar laporan dari anak buah Tuan Lee itu langsung saja kata-kata Chris yang tadi pagi terngiang-ngiang di telinganya. Tubuh Hellen mulai gementar dengan hebat, wajahnya sangat pucat tidak lama Hellen jatuh pingsan.
****
Aulie yang menerima laporan dari orang yang dia sewa, kini tersenyum miring. Aulie bergegas bersiap dan hendak menuju ke rumah sakit untuk memulaikan dramanya.
Sebenarnya tidak ada siapapun yang tahu kondisi Chris yang sebenar cuma memang mobil yang di tumpangi oleh Chris mengalami kecelakaan, dan kecelakaan itu juga Aulie sendiri tidak tahu seberapa besarnya.
Aulie menelfon Ellson dan memberitahu alamat di mana rumah sakit di mana Chris di kejarkan. Ellson tersenyum smirk, karna pikiran dia akan mendapatkan Hellen sebentar lagi.
__ADS_1
Kembali ke kediaman Lee.
Hellen kini di rawat oleh doktor pribadi keluarga Lee. Dan doktor berpesan kepada mereka yang berada di ruangan itu untuk memastika Hellen tidak terteka dan stress walaupun berita yang sudah tersebar ini bisa membuatnya sangat tertekan.
Nyonya Lee menatap sayu menantunya yang sedang terbaring lalu bibirnya tidak berhenti berdoa kepada sang Juruselamat karna Nyonya tau saat ini dia hanya bisa bergantung kepada sang Juruselamat.
"Tuhan engkau lindungilah anak-anakku ini di setiap hembusan nafas dan di setiap kaki anak-anakku melangkah. " Ucap Nyonya Lee berkali-kali dalam doanya.
Sudah 3jam tapi Hellen belum menunjukkan akan siuman. Nyonya Lee mulai panik karna saat ini dia sendiri bersama doktor pribadi mereka yang berada di ruangan itu.
Tuan Lee sudah sampai di rumah sakit di mana Chris di kejarkan. Setelah sampai dekat luar kamar rawat Chris tiba-tiba Tuan Lee bertemu dengan Aulie yang sedang protes dengan pengawal Chris.
"Ada apa ini kamu ribut di sini?! " Tanya Tuan Lee dengan tegas dan menunjukkan wajah tidak suka.
"Maaf Tuan, tapi Nona ini memaksaku untuk memberi izin agar dia bisa masuk melihat keadaan Tuan muda. " Ucap Salah satu pengawal yang berjaga di luar kamar rawat Chris.
"Ck! Kamu?! Kenapa kamu bisa tau Chris di sini?! " Tanya Tuan Lee kepada Aulie dengan menatapnya dengan tajam.
"A....err... " Aulie menjadi salah tingkah dan gugup.
"JAWAB! " Ucap Tuan Lee dengan nada sangat tinggi.
"Maaf Tuan....tadi...tadi kebetulan saya melihat Tuan Chris di bawa masuk..." Ucap Aulie terbata-bata karna dia tidak menyangka yang datang adalah Tuan Lee bukan Hellen.
"Dan sekarang kau buat apa di sini?" Tanya Tuan Lee lagi dengan tegas dan penuh penekanan.
"Saya...saya cuma mau memastikan keadaan Tuan Chris baik-baik saja. " Jawab Aulie masih gugup.
"Hehh kau boleh pergi!! Kau bukan siapa-siapanya Chris silakan pergi! " Bentak Tuan Lee setelah mendengar ucapan Aulie.
Sebenarnya Tuan Lee agak curiga dengan Aulie karna dia orang pertama yang sampai di rumah sakit ini. Dalam diam Tuan Lee mengarahkan anak buahnya untuk mendapatkan rekaman cctv rumah sakit tersebut. Karna dia mau melihat adakah benar Aulie datang secara tidak sengaja ataupun datang dengan maksud..
Aulie langsung saja pergi karna dia agak takut dengan tatapan Tuan Lee yang seperti akan membunuhnya. Sebenarnya dia merasa kesal karna tidak bisa menjalankan rencana tapi dia tidak akan berputus asa.
Dari jauh Ellson melihat kejadian Aulie di bentak oleh Tuan Lee. Jujur saja dia turut merasa kesal karna bukan Hellen yang datang tapi Tuan Lee.
"Sial apa wanita itu ingin menipu ku?! " Gerutu Ellson dalam hati.
Bersambung...
Jangan lupa LIKE, KOMEN DAN FAVORIT ya readerrs kesayangan Author!!!
__ADS_1