
Sedang asyik makan malam bersama, Bibi pelayan datang dengan terburu-buru lalu membisikkan sesuatu di telinga Ellson. Ellson tampak kaget tapi dia tetap mengatur expresi wajahnya agar Hellen tidak sedikit pun mencurigainya.
"Hellen kamu lanjut dulu ya, makan sampai habis setelah itu minum susu ya, Paman mau ada sedikit urusan, kamu tunggu di sini. " Ucap Ellson kepada Hellen.
"Hmm baik. " Jawab Hellen lalu melanjutkan makan malamnya.
Ellson memberi arahan kepada Bibi pelayan agar membuat Hellen susu lalu meletak obat tidur dengan dosis yang agak banyak karna perjalanan mereka setelah ini pasti memakan sedikit waktu. Ellson memberi arahan kepada Bibi pelayan tanpa pengetahuan Hellen.
Dia buru-buru masuk ke kamar pengawasan dan cek semua cctv yang berada di kawasan rumahnya. Ellson berdecak kesal karna dia menangkap sosok yang di bencinya dalam cctv tersembunyi yang berada di balkon itu.
"Sial bagaimana bisa begini, aku harus cepat bawa Hellen pergi. " Gerutu Ellson sambil menggenggam tangannya.
Sebenarnya sebelum Ellson di beritahu oleh Bibi pelayan, kejadian itu sewaktu Bibi pelayan berada di pintu belakang dan menyadari ada beberapa orang yang menurutnya bertingkah aneh dan bukan seperti pengawal di kawasan rumah itu.
Tanpa menunggu lama, Bibi pelayan langsung saja mengabarkan hal tersebut kepada Ellson.
Kini kedudukan Chris dan anak buahnya sudah ketahuan tapi Chris juga belum menyadari bahwa mereka sudah ketahuan oleh pihak Ellson.
Sambil Ellson menunggu obat tidur bereaksi terhadap Hellen, Ellson mengajak Hellen untuk menemaninya di perpustakaan. Sehingga sampai dinperpustakaan bawah tanah itu, Hellen sudah merasa mengantuk yang sangat berat dan tanpa sadar dia tertidur.
Para pengawal Ellson juga sudah berkumpul di kawasan ruang bawah tanah, mereka akan mengikuti jalan singkat untuk keluar dari kawasan pinggir pergunungan itu melalui jalan bawah tanah yang sudah di buat oleh anak buah Ellson.
Salah satu pengawal Ellson sedang mengendong Hellen dengan penuh berhati-hati. Memang perjalanan agak jauh dan membutuhkan satu jam sehingga sampai ke tempat tujuan.
Ellson menghubungi Sekretarisnya dan menyuruh mereka menghantar helikopter datang menjemput mereka. Untuk pengawal yang lain mereka akan menaiki mobil pada keesokan harinya.
Hellen yang masih dalam keadaan tidur yang sangat pulas, walaupun banyak bunyi di sekitarnya dia tetap tidak terganggu mungkin ini karna efek obat tidur dengan dosis yang tinggi.
Setelah menunggu satu jam lagi, Helikopter pun sampai lalu Hellen di angkat masuk ke dalam, di susuli dengan Ellson dan Bibi pelayan juga dua orang anak buah Ellson. Mereka menuju kembali ke Kota NY.
****
Chris yang merasa sedikit aneh karna sudah hampir 2jam Hellen belum memasuki kamarnya. Dia memutuskan untuk keluar dari dalam kamar Hellen lalu berjalan perlahan-lahan agar tidak membuat sedikit bunyi.
Chris memanggil anak buahnya untuk memeriksa kawasan rumah tersebut karna dia sudah mengitari seluruh dalam rumah tersebut tetapi Hellen dan Ellson tidak di temui.
"Ck! Apa aku terlambat! " Ucap Chris nada marah.
__ADS_1
Anak buahnya melaporkan bahwa tidak ada satu pun pengawal yang berada di luar rumah tersebut tetapi di garansi depan masih terdapat beberapa mobil.
Chris mengamuk lalu menghancurkan barang dalam rumah itu. Kalau saja dia tidak hanya menunggu Hellen sudah pasti mereka akan segera bertemu.
Salah satu anak buahnya menjumpai kamar pengawasan cctv, rupanya mereka telah ketahuan dari awal dan Chris baru sadar ada cctv yang tersembunyi yang tidak terlihat dekat balkon.
Dia coba mencari cctv yang lain setelah itu tapi tampaknya setelah itu semua cctv di matikan oleh Ellson.
"Pintar sekali Paman Rain ini. Tidak akan ku maafkan kau jika suatu hari kita berjumpa. " Ucap Chris dengan amarahnya.
"Cepat cari celah di mana mereka lewat tadi kemungkinan itu juga tempat itu persembunyian mereka. " Lanjut Chris lagi memberi arahan kepada anak buahnya.
"Baik Tuan!! " Jawab mereka serentak lalu bergegas mengitari seluruh kawasan rumah itu di dalam maupun di luar.
Chris menelfon Tuan Lee, dan memberitahu bahwa mereka ketahuan dan Ellson telah membawa Hellen pergi 2 jam lalu. Chris menyalahkan dirinya dalam hal ini tetapi Tuan Lee menyakinkan mereka bahwa ini kesempatan yang baik buat mereka untuk mencari karna dia sudah keluar dari kawasan pinggir pergunungan dan Tuan Lee yakin mereka akan menuju ke Kota tetapi belum pasti Kota mana.
Chris mendengarkan ucapan Tuan Lee dengan cermat dan berharap mungkin saja kali ini belum saatnya dia dan Hellen bertemu tetapi pasti pencarian kedepannya bisa langsung ketemu.
Masih berada di rumah Ellson, Chris duduk di kamar Hellen dengan memegang baju Hellen lalu mengendusnya. Betapa rindunya dia terhadap Hellen sehingga air matanya mengalir bila mendapat aroma tubuh Hellen melalui baju Hellen.
"Sayang maaf, coba tadi aku tahan langsung saja muncul pasti aku tidak akan kehilangan lagi. " Ucap Chris perlahan dengan nada sendu.
Chris mengelilingi ruang perpustakaan itu tapi dia tidak mendapat pintu yang lain dan dia yakin pasti masih ada yang tersembunyi di dalam situ karna cuma tempat itu yang sulit di temukan dari tadi.
"Cari kunci atau tombol di setiap buku, lemari dan kursi, meja yang berada di situ. " Chris sekali lagi memberi arahan yang tegas kepada anak buahnya.
Paginya tepat jam 7, Chris sendiri menemukan tombol di bawah sofa yang didudukinya. Apabila memencet tombol itu terbuka satu ruangan lagi. Para anak buah Chris langsung saja masuk dan memeriksa ke dalam.
"Tuan ini jalan keluar kayaknya. " Ucap salah satu anak buah Chris.
"Baiklah kita akan terus ikut jalannya sehingga ketemu jalan keluar. " Ucap Chris.
Tanpa pikir panjang mereka langsung saja menelusuri jalan itu dengan langkah yang cepat tapi penuh waspada. Mereka sampai di penghujung jalan tersebut dan terdapat pintu pagar yang terkunci dari luar.
Anak buah Chris yang mahir dalam membuka kunci langsung saja maju dan membuka kunci itu dengan cepat.
Tapi sayangnya mereka terlambat karna tidal ada satu pun orang di sana, yang tinggal cuma puntung rokok saja.
__ADS_1
"Terlambat ckk! Kirim sinyal suruh mereka jemput kita di sini cepat!! " Ucap Chris berteriak karna emosinya kian membeludak.
Kembali ke tempat Hellen di Kota NY. Mereka tiba pada subuh hari di kediaman Ellson yang terletak jauh dari Pusat Kota NY. Sedangkan Hellen masih belum sadarkan diri dari tidurnya.
Ellson menghembus nafas lega karna bisa terlepas dari Chris. Dia menatap Hellen dengan tidak teganya, bukannya dia hendak menyiksa Hellen tapi dia tidak mau Hellen menjadi korban dari Chris yang menurutnya seorang playboy kelas kakap.
Tepat jam 10 pagi. Hellen bangum dengan perasaan puas karna baru kali ini dia merasa tidurnya nyenyak sekali. Tetapi apabila dia melihat kearah sekelilingnya dia baru sadar dia bukan berada di kamar yang sama.
"Ini di mana lagi? " Tanya Hellen dengan kebingungan.
"Aku harus cari Paman, apa lagi yang dia rencanakan ck. " Lanjut Hellen lagi lalu bangkit dan menuju ke pintu kamar lalu keluar dari kamar itu.
Hellen mencari Ellson di sekitar kawasan rumah sehingga di merasa lelah karna dia sudah lapar.
"Besar sekali rumah ini, ihh bagaimana ini mana aku lapar lagi. " Hellen mulai kesal lalu duduk di sofa ruang itu.
Tiba-tiba Ellson muncul dan memanggil Hellen.
"Hellen? Kamu rupanya berada di sini, Paman dari tadi mencarimu. " Ucap Ellson seraya menuju ke arah Hellen.
"Eh, Hellen juga cari Pamab dari tadi. Hellen mau tau kita sekarang berada di mana? " Ucap Hellen dengan datar dan menunjukkan wajah penuh curiga.
"E...ee...ini di rumah Paman nak. Paman kira sudah tidak usah tinggal dekat pergunungan karna udaranya terlalu dingin buat kamu yang sedang hamil. " Ucap Ellson yang sedikit terbata-bata.
"Oh. Tapi aku jadi curiga kenapa harus sewaktu aku tidur Paman membawaku? Sebenarnya apa yang Paman rencanakan? " Tanya Hellen dengan intens.
"Tidak Hellen, Paman melihat semalam kamu kedinginan jadi Paman langsung terpikir untuk segera bawa kamu dari situ lagian tidak baik untuk kandunganmu. " Kata Ellson lagi yang coba menyakinkan Hellen.
"Maaf tapi Hellen tidak percaya. Apa Paman ada sembunyikan sesuatu dari Hellen? " Hellen masih saja tidak percaya lalu memicingkan matanya.
"Hellen, Paman tidak menyembunyikan apa-apa. Maaf kalau ini terlalu mengejut tapi Hellen ini semua Paman buat untuk Hellen. " Mengukirkan senyuman hangat agar Hellen mempercayainya.
"Hmm baiklah." Jawab Hellen dan masih menyembunyikan rasa curiganya.
Ellson mengajak Hellen untuk makan karna sudah dari tadi dia mendengar perut Hellen sudah berbunyi minta di isi. Hellen pun menuruti Ellson lalu mengikutnya menuju ke ruang makan.
"Ini tidak mungkin, pasti ada yang di sembunyikan. Aku harus cari tau sendiri." Gumam Hellen.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa like, komen dan favorite ya readers kesayangan author!!!