DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 27 Termakan Jebakan


__ADS_3

Kedatangan Chris membuat Hellen begitu senang dan bahagia. Chris telah menjelaskan masalahnya dengan Jaqleen yang sebenarnya. Hellen berasa sangat menyesal karna sempat tidak mempercayai Chris. Dia menyakinkan dirinya sendiri agar tidak mudah tertipu dengan segala macam hasutan dan akan lebih mempercayai Chris jikalau suatu saat nanti hal ini yang terulang lagi. Tidak terasa waktunya, Chris terpaksa kembali ke Kota NY karna masih ada banyak kerjaan yang harus ia selesaikan.


***


Jaqleen mengumumkan di konferensi pers yang telah di buat oleh Chris, dia memberitahu tentang berita yang disebarkannya adalah tidak benar hanya untuk mencari ketenaran dalam media sosial saja. Walaupun melakukan ini dengan terpaksa Jaqleen tetap menunjukkan wajahnya yang datar dan rasa bersalah kepada publik. Semua yang di lakukan Jaqleen hari ini adalah untuk orangtuanya, dia takut jika melakukan kesalahan hari ini berarti dia selamanya tidak akan bertemu dengan kedua orangtuanya.


Setelah selesai dengan konferensi pers Jaqleen di bawa oleh anak buah Chris untuk bertemu dengan orangtuanya. Dia menarik nafas lega karna tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap orangtuanya. Jaqleen sudah menyiapkan tiket pesawat untuk dia dan orangtuanya untuk pulang ke Negara M.


Orangtua Jaqleen tidak mengatakan sepatah kata pun, mereka hanya menatap Jaqleen dengan rasa khawatir. Keduanya tau Jaqleen telah menipu mereka tapi walau bagaimanapun Jaqleen adalah anak kesayangan mereka, dan apa saja yang akan di lakukan oleh Jaqleen mereka akan mendukung sepenuhnya, karna Jaqleen sudah dibuat malu oleh Chris.


Sesampai di Negara M, Jaqleen lebih banyak diam dan berkurung di dalam kamarnya. Sebenarnya Jaqleen bukan berasa terpuruk tapi dia sedang menyusun rencana untuk membalas perbuatan Chris dan akan membuat Hellen tersiksa. Juga dia yakin suatu hari nanti Chris pasti akan menjadi miliknya. Dia berusaha mencari informasi tentang keluarga Gramor dan sanggup meninggalkan pekerjaannya yang sedang menumpuk karna sudah satu bulan dia tidak kembali.


"Hellen kau yang cari sial perlahan-lahan aku akan membereskanmu. " Gerutu Jaqleen sambil senyum miring.


Sedang Jaqleen asyik memikirkan cara dia tiba-tiba teringat masih ada seseorang yang bisa ia buat jadi bawahannya iaitu Tina adik kandung Chris. Jaqleen membuat panggilan ke pengurusnya lalu menyuruhnya membuat temu janji bersama Tina. Dia yang mengaturkan alamat tempatnya.


Jaqleen kini berada di Cafe yang berdekatan dengan rumahnya, dia sudah menyogok salah satu pelayan agar memasukkan obat ke dalam makan ataupun minumam yang di pesan oleh Tina. Jaqleen mulanya pikir Tina tidak ingin bertemu dengannya tapi dia menggunakan alasan pekerjaan agar Tina tidak bisa menolak ajakannya. Jaqleen terus saja menyeringgai memikirkan hal yang akan terjadi terhadap Tina.


"Hei Tina disini. " Jaqleen memanggil Tina yang baru masuk ke dalam Cafe tersebut. Melihat Tina yang langsung saja menuju ke tempatnya dia merasa telah menang.


"Jaqleen, apa kabar? Kapan kamu sampai? " Ucap Tina basa basi sambil duduk di kursi yang berhadapan dengan Jaqleen.


"Umm baik, aku kemarin sampai di sini. " Jawab Jaqleen berhati-hati agar tidak di curigai dan Jaqleen terus saja tersenyum tapi masih kelihatan wajahnya yang datar.


"Oh, bisa kita langsung saja bahas tentang kerjanya? " Ucap Tina yang mulai merasa agak canggung dengan senyuman Jaqleen.


"Ckk sialan kau kira kau siapa setelah ini kau akan jadi orang suruhanku, akan aku habisi kau. " Gumam Jaqleen dalam hati.


"Baiklah-baiklah tapi kita pesan makan dan minuman dulu. " Ucap Jaqleen sekuat hati menahan amarahnya sambil memanggil pelayan yang sudah di sogok.


Tina hanya memesan minum dan makanan ringan saja, begitu juga dengan Jaqleen dia berpura-pura memesan hal yang sama agar tidak mudah di curigai oleh Tina.


"Hmm begini Tina, aku ada pemotretan di sebuah hotel tapi aku tidak bisa karna pekerjaanku sudah menumpuk, umm kitakan dari kantor yang sama aku sudah memberitahu Pengurus Hotel xxx bahwa kamu akan mengantikan tempatku jadi aku harap kamu terima ya. " Ujar Jaqleen sambil membujuk rayu Tina.


"Oh baiklah tapi kapan pemotretan itu? " Tanya Tina dan menyetujui Jaqleen.


"Nanti aku akan kabarkan kapan, karna Pengurusnya juga belum kabarkan tapi tetap waktu yang dekat, aku harap kamu bersedia. " Ucap Jaqleen.


Tina pun larut dalam pembicaraan kerja yang dibuat-buat oleh Jaqleen dan tidak menaruh sedikit pun curiga. Setengah jam kemudian obat yang ditaruh pelayan dalam minuman Tina mulai bereaksi. Tina mulai merasa pusing dan tubuhnya mulai terasa panas.


Jaqleen pura-pura menanyakan kondisi Tina yang sedang mabuk oleh obatnya.

__ADS_1


"Tina? Are you okay? " Ucap Jaqleen.


"Jaqleen maaf aku merasa sedikit tidak enak badan mungkin karna berapa hari ini aku kurang istirehat. " Jawab Tina polos.


"Hmm maaf Tina aku tidak tau, ini salahku biar aku yang menghantarmu pulang ya. " Tawar Jaqleen sambil menyeringgai.


"Hmmm." Tina hanya menganggukkan kepalanya karna sudah tidak mampu untuk berkata-kata.


Jaqleen membawa Tina hotel dan menyuruh orang suruhannya untuk membawa Tina ke kamar yang telah dia sediakan. Tina mengikuti orang suruhannya sehingga sampai ke kamar hotel yang dia sediakan. Setelah memasuki kamar tersebut ternyata terdapat seorang lelaki tua telah menunggunya dengan wajah mesum.


"Sekarang mainlah dengannya, dan jangan matikan rekaman video ini, setelah selesai telfon aku, dan uangmu akan aku kirim langsung. Sekarang bersenang-senanglah. " Ucap Jaqleen mengarahkan lelaki tua itu.


Lelaki tua itu hanya mengangguk dan menjalankan perintah Jaqleen dengan senang hati.


"Aku mimpi apa semalam, Nona cantik ini membawa seseorang untuk aku layani dan akan membayarku, bukankah ini sangat menguntungkanku hehehe. " Gumam lelaki tua itu dalam hati dan tersenyum mesum melihat lengkuk tubuh Tina.


Tanpa sadar Tina melakukan hubungan badan bersama lelaki tua itu, lalu menunjukkan reaksi yang menggoda.


Setelah lelaki itu bermain dengan Tina selama hampir 2 jam. Akhirnya dia menyerahkan Tina kembali kepada Jaqleen. Jaqleen melihat rekaman Tina dan menyeringgai lalu ketawa dengan sepuasnya.


"****** kecil kau sudah masuk dalam perangkapku, sekarang aku akan tunggu kau sadar lalu kau harus jadi orang suruhanku. " Ucap Jaqleen menyeringgai.


Pagi tiba, akhirnya Tina sadar dan merasa sakit di seluruh badannya, dia juga mengalami mimpi yang aneh. Dia bangun dan sangat terkejut melihat tubuhnya yang tidak mengenakan sehelai pakaian pun dia melototkan matanya.


"Apa kau lupa? " Jawab Jaqleen dari sofa yang berhadapan dengan ranjang yang diduduki Tina.


"Jaqleen?! " Ucap Tina nada tinggi, dia tidak sadar kapan Jaqleen berada di situ.


"Apa kau yang melakukan ini?! Sial apa kau meracuniku! " Bentak Tina kepada Jaqleen.


"Hmm bukan aku yang lakukan tapi kau yang lakukan sendiri, aku cuma mendorongmu dengan obat. " Ucap Jaqleen dengan santai.


"Najis kau Jaqleen! Aku akan laporkan perbuatanmu ini. " Ucap Tina nada yang sangat marah.


"Kau yang najis Tina! Mau laporkan aku? Silakan ! Tapi jangan menyesal kalau video mesummu aku sebarkan. " Ucap Jaqleen sinis.


"Vi...video apa hahh? " Tina membentak.


"Lihat di ponselmu tu di atas nakas sebelahmu." Ujar Jaqleen.


Tina melihat ke ponselnya dan membuka pesan video yang dikirim kepadanya. Dia melototkan matanya dan membanting ponselnya di sebelah Jaqleen.

__ADS_1


"Sial kau!! " Nada marah.


"Mau marah silakan tapi tanggung sendiri konsekuensinya. " Ucap Jaqleen sinis.


"Kau! Apa yang kau inginkan sebenarnya hahh! Kau inginkan Chris ya sampai sanggup menggunakan cara kotor dan licik ini hahh! " Tina masih saja membentak Jaqleen.


Jaqleen berdiri dan berjalan menuju ke tempat Tina lalu menamparnya dengan keras.


"Heii ****** kalau kau berani membentakku lagi, aku tidak akan sungkan untuk menyebarkan video mesum kau ini! " Ucap Jaqleen marah.


Tina mulai menangis.


"Huhh apa kau tau Tina semua ini tidak akan terjadi kalau Chris menerimaku, dan yang kau patut salahkan adalah Hellen karna dia merampas Chris dariku. " Ucap Jaqleen.


"Jadi apa yang kau mau sekarang hah? " Tanya Tina yang masih terisak-isak.


"Provokasi Hellen dan suruh dia tinggalkan Chris. " Ucap Jaqleen.


"Cih." Tina sudah menduga apa yang ingin dilakukan Jaqleen tapi dia tidak ada pilihan lain untuk sekarang karna aibnya berada di tangan Jaqleen. Tina juga tidak menyalahkan Hellen karna dia lebih mengenali Chris dan juga Hellen. Cuma sekarang dia terpaksa melakukan hal yang diperintahkan Jaqleen.


Setelah Jaqleen memberitahu rencananya kepada Tina, dia langsung saja meninggalkan Tina. Tina merasa amat buruk sekarang dia terpaksa mengikut semua kemauan Jaqleen yang paling menjijikan baginya adalah membuat Chris dan Jaqleen bersatu dengan cara yang sama digunakan kepadanya.


Tina buru-buru menuju ke bandara setelah apa yang terjadi semalam dia tidak bisa menghadapi Jaqleen terus dan memilih untuk pulang ke Kota NY. Dia tau Jaqleen telah mengirimkan mata-mata untuk mengikutinya sampai ke Kota NY. Tina terpaksa memainkan perannya walaupun hatinya begitu berat karna video itu adalah serius dan bisa merusakkan reputasinya dan keluarganya.


Sesampai di Kota NY Tina tidak langsung menuju ke mansion utama mereka tapi dia langsung saja ke kantor abangnya untuk bertemu. Sebelum sampai ke ruangan abangnya dia menarik nafas dalam agar abangnya tidak mencurigainya.


"Tina? Kenapa pulang tidak kabarkan padaku dulu? " Ucap Chris menyambut Tina lalu mengusap kepalanya.


"Abang Ti.. " Tina tidam bisa menahan air matanya, dia mulai menangis.


Chris menatap adiknya Tina dengan tatapan curiga lalu langsung saja memeluknya dan mengusap kepalanya


"Adik abang yang imut, kenapa bisa cengeng begini?" Tanya Chris sambil mengusap kepalanya.


"Tina cuma lelah bang, Tina merasa tidak mudah untuk berada terlalu lama di sana dan tidak bisa melepaskan lelah ini. " Ucap Tina terisak-isak.


"Tina kerjamu di sanakan adalah jalan yang kamu pilih. Apa sekarang kamu menyesal? " Ujar Chris menutup rasa curiganya, karna Tina masih agak sensi.


"Tina tidak tau bang. " Ujar Tina.


Mendengar ucapan Tina Chris menyuruhnya untuk beristirehat di dalam ruang istirehatnya. Dia tidak berpikir Tina akan mudah lelah dan cengeng tapi untuk sekarang dia hanya mengikuti saja apa kata hatinya karna dia juga tidak tega melihat adiknya yang memendam kelelahan dan beban yang banyak.

__ADS_1


Bersambung...


Maaf ya author lambat update karna lagi tidak enak badan. Dan untuk berapa hari ini mungkin bab yang di update agak banyak karna lagi kejar target kata sebulan.. Apapun tolong dukung yah readers!!


__ADS_2