DIKEJAR ANAK MAFIA

DIKEJAR ANAK MAFIA
Part 12


__ADS_3

Perlahan Airin melepaskan tangannya dari wajah si ratu nyinyir, meski wanita itu telah berusaha untuk melepaskan diri dan melakukan perlawanan, tetapi karena tubuhnya yang kecil dirinya sulit melakukan hal itu terhadap Airin. Sementara mang Asep lebih sibuk menghalau orang-orang yang berusaha mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponselnya, akan sangat memalukan bagi keluarga Hutama jika peristiwa ini sampai tersebar di media sosial, apalagi jika sampai rival bisnis mereka mengetahuinya.


Wajah Airin serasa di tampar keras oleh ucapan Boris, meski kalimat yang terlontar dari mulutnya memang hanya sedikit, tetapi apa yang dia ucapkan memang benar adanya. Airin menghela nafasnya kasar lalu melepaskan pelukan Boris dengan enggan dan meninggalkan tempat tersebut tanpa memperdulikan orang-orang yang mengelu-elukan namanya karena berhasil memberikan pelajaran kepada si ratu nyinyir yang terkenal dengan mulut rombengnya itu.


"Dasar Karen! Ternyata bukan hanya orang bule aja yang bermasalah dengan para Karen yang usilnya yang naudzubillah!" Keluh Airin, hingga Boris menghentikan langkahnya dengan menghadang gadis itu.


"Airin marah sama kak Boris?" Boris berusaha meraih tanga Airin.


"Gak!" Jawab Airin, tetap menghentakkan langkah kakinya.


"Nah itu kok jawabnya kayak gitu? Kak Boris salah yah?" Boris berhasil meraih tangan Airin, dan berhasil membuat gadis itu menghentikan langkah kakinya.


"Gak!" Kesal Airin tanpa berani menatap wajah Boris, pria tamban itu sedang berusaha untuk membujuknya dan Airin menyukainya.


"Bagus deh kalo kak Boris gak salah, tapi kok Airin muka nya kusut gitu, serem tau...Cantiknya ilang" Lagi-lagi Boris berusaha untuk membuat senyuman Airin kembali hadir.


"Bodo!" Ucapnya ketus, meski hatinya menyangkal karena sesungguhnya Airin ingin sekali tersenyum bahagia karena perlakuan manis sang pujaan hati.

__ADS_1


"Ishhhh, kata emak gak baik merajuk" Ucap Boris sambil menyentil halus hidung mancung Airin.


"Apaan sih kak Boris! Udah ahh, aku mau pulang!" Airin berpaling dan kembali melangkahkan kakinya. Satu menit lebih lama berada dihadapan Boris dan menerima perlakuan manisnya bisa-bisa kepura-puraanya akan diketahui oleh pemuda tampan itu.


"Ya udah, hati-hati dijalan yah pulangnya" Pinta Boris, sebenarnya dirinya tahu jika Airin tengah menahan malu, terlihat dari kedua pipi gadis itu yang mulai merona.


"BIlang aja ma mang Asep sana!"


Airin berlari menuju dimana mobilnya berada, sebenarnya hatinya sangat senang karena ternyata Boris berusaha untuk membujuknya untuk tidak marah dengan cara konyol seperti tadi. Ternyata Boris memiliki sedikit kesamaan dengan kakaknya Aldo ketika dirinya sedang marah, pria tampan itupun selalu berusaha untuk membujuknya dengan perlakuan manisnya.


"Moga bisa membuat nona Airin tersenyum kembali" Begitu ucapan Boris, pemuda tengil yang membuat hari-hati yang dilaluinya terasa semakin sulit. Mang Asep harus berkali-kali melanggar perintah kedua kakak gadis itu, jika saja dia tidak ingat dengan pesan sang kakek yang memintanya untuk menjaga Airin, mungkin mang Asep lebih memilih untuk mentaati perintah kedua pemuda posesif tersebut agar aman dari bahaya.


"Ini non ada titipan dari Boris" Menyerahkan dua bungkus cilok kepada Airin.


Mang Asep menutup kembali pintu samping mobilnya, lalu menyalakan mesin mobil tersebut dan mengarahkan lajunya menuju kediaman Airin, berharap agar tidak akan ada seorang pun yang melaporkan kejadian tadi kepada bos besarnya. Melalui kaca spion di hadapannya mang Asep bisa melihat senyuman manis mengembang dari wajah gadis itu, "Semoga apapun keinginanmu, bisa kau raih nona" Batinnya.


Kembali pada Boris, pemuda itu sedang menerima kemarahan si ratu nyinyir yang masih tidak bisa menerima dengan perlakuan gadis tadi terhadap dirinya.

__ADS_1


"Makanya mulut tuh dijaga mba, jangan asal bunyi" Udin berujar kesal, dia bahkan mengusap wajahnya berkali-kali sambil mengucapkan istighfar setelah mendengar ucapan yang terlontar dari mulut wanita tersebut. Label ratu nyinyir memang sangat pantas disematkan padanya, batin Udin.


"Aku gak terima! gadis sialan itu tetap salah karena udah gini-giniin muka aku!" Keluhnya lagi sambil memeragakan gerakan tangan Airin diwajahnya tadi.


"Bener tuh kata Udin mba, untung cuma di gitu-gituin...Coba kalo di gini-giniin" Boris memperagakan gerakan menuangkan bumbu cilok dari mangkok Airin ke wajah mbakyu Menik, seketika dirinya teringat jika gadis itu tanpa sengaja telah meninggalkan mangkuknya disana. Rupa-rupanya Airin bermaksud untuk mengisi ulang mangkuknya tadi, tetapi urung akibat ulah mbakyu Menik si ratu nyinyir.


Boris menatap mangkuk tersebut lalu tersenyum, ternyata kesukaan mereka terhadap film kelelawar hitam besar itu sama " Gue mau ajakin dia nonton nanti kalo seri barunya tayang di bioskop" Batinnya senang, riang dan gembira.


Sebuah rencana yang akan sangat disesali oleh pria tampan satu-satunya cucu kesayangan mak Oneng, chef cilok paling fenomenal seantero bumi.


.


.


.


Happy halu manteman

__ADS_1


__ADS_2