DIKEJAR ANAK MAFIA

DIKEJAR ANAK MAFIA
Part 13


__ADS_3

Jam mata kuliah terakhir Boris baru saja berakhir kerika Airin tiba-tiba hadir dihadapannya, pria sederhana yang tampan itu bukannya tidak senang dengan kedatangan gadis cantik yang tiba-tiba itu, dia bahkan sangat mengagumi keberanian Airin selama ini tetapi momen kedatangan Airin pada saat itu sangatlah tidak tepat. Paula gadis agresif yang sangat menyukai Boris sedang berusaha untuk merayu dirinya agar mau berkencan dengannya dengan dalih meminta tolong mengerjakan makalahnya.


Kepintaran Boris memang sudah diakui oleh semua mahasiswa di Universitas Sriwijaya, buka hanya teman-teman satu angkatannya saja yang sering meminta pertolongannya, bahkan adik tingkat hingga kakak tingkat sering kali meminta bantuannya meski hanya sekedar membahas materi mata kuliah hingga ke hal yang menurut mereka sulit, seperti yang saat ini tengah terjadi. Bedanya Paula memiliki rencana lain dalam misinya dan hal itu membuat tingkat ketidak nyamanan Boris semakin terlihat jelas.


"Neng Airin? Sedang apa disini?" Antara terkejut dan senang dengan kedatangan Airin saat ini, meski suasana yang terjadi sungguh sangat tidak mengenakkan. Paula tengah menggenggam kedua tangan Boris saat ini.


"Aku mau minta anter kak Boris buat nyari buku, sekalian aku juga mau ngajakin kak Boris makan siang" Jawabnya tanpa mengindahkan keberadaan Paula sama sekali.


Airin menatap sekilas ke arah Paula yang masih terlihat percaya diri di hadapannya dengan masih memegang tangan pemuda itu, lalu melemparkan pandangan matanya kembali ke arah Boris.


"Ke Gramet " Terka Boris, sambil melepas paksa tangannya dari genggaman tangan Paula.


"Ayok.." Lanjutnya, dan meninggalkan Paula mengikuti Airin.


"Sorry dek, kak Boris nya udah kakak pinjem duluan " Ucap Paula, gadis itu berusaha untuk menghadang keduanya dan tetap bersikap semanis mungkin ketika berbicara dengan Airin.

__ADS_1


"Kak Boris bukan barang!" Ketus Airin


Boris lebih tidak nyaman melihat reaksi Airin, gadis itu terlihat semakin dingin dengan sikap manis Paula. Saat ini dirinya tak lebih seperti seorang pria yang kepergok selingkuh oleh pacarnya sendiri! Boris semakin salah tingkah karena tatapan mata Airin yang seperti menuntutnya untuk mematuhi perintahnya. Meski sempat terdengar bahwa wanita ganjen itu akan memberikan bonus yang besar kepada Boris jika Boris bersedia membantunya mengerjakan tugas makalahnya.


"Gimana ris? gue bakal kasih lu duit 5 juta kalo lo mau bantuin tugas makalah gue sampe selesai" Ucapan manis tersebut kembali terlontar dari bibir Paula, dengan menekankan kata 5 juta tentunya.


5 juta??!!! OEMJI!! rejeki nomplok ini pikir Boris. Ini sama jumlahnya dengan omzet jualan cilok selama sebulan penuh! Boris seperti mendapatkan durian runtuh jika dirinya mau membantu Paula mengerjakan tugasnya, yang menurutnya sangat mudah itu.


"Aku kasih kak boris fee 15 juta sebulan, dengan 2 kali pertemuan setiap minggunya sampe aku lulus nanti, itu per mata pelajaran! Dan aku mau kaka jadi tutor untuk semua mata pelajaran aku" Kata-kata tersebut terlontar begitu saja dari mulut Airin, entah gadis ini menyadari atau tidak dengan ucapannya sendiri saat ini.


Boris berusaha untuk menelan salivanya sekuat tenaga, sambil berusaha untuk mengotrol degup jantungnya yang tengah berpacu seperti perlombaan moto GP di televisi. 15 juta itu jumlah yang sangat banyak untuk dirinya, dengan uang sebanyak itu Boris bisa mendadak kaya! Terbersit di pikirannya untuk membeli sebuah motor matik keluaran terbaru dengan body mirip-mirip moge yang sedang ramai dibeli orang-orang, tetapi kemudian kesadaran pemuda itu kembali. Darimana Airin akan mendapatkan uang sebanyak itu untuk membayar jasanya??


Dengan berat hati dan perasaan yang sangat dongkol Paula terpaksa mengaku kalah dan meninggalkan Boris diikuti oleh teman-temannya yang lain, untuk saat ini dia mengaku kalah karena jumlah uang yang akan diberikan gadis itu memang jauh dari jangkauannya, itu bahkan bisa untuk pengeluaran dirinya selama satu bulan penuh!


"Untuk kali ini gua ngalah deh ris, lo puas-puasin aja sama gadis kecil ini" Paula menarik salah satu sudut bibirnya, bermaksud untuk merendahkan kedua mahluk yang ada dihadapannya.

__ADS_1


"Maksud lo?" Suara Airin terdengar sangat datar tetapi begitu mengintimidasi, apalagi tatapan matanya yang begitu tajam menusuk bola mata Paula.


"Lo mau dapetin si Boris pake duit lo kan?? Hina banget sih lo!" Tak ingin kalah, Paula berusaha untuk menyerang Airin dengan kata-katanya. Jurus andalan yang selama ini dia gunakan untuk memenangkan pertarungan dengan siapapun!.


"Bookingan atas nama Paula Atalia room small VIP Diamond jam 20.30....Cuih!" kali ini Airin yang menarik salah satu sudut bibirnya. Tak disangka ternyata dirinya harus mengalahkan wanita tengik ini dengan membocorkan rahasianya dihadapan Boris, meski Airin sendiri menyadari setelah ini pasti akan ada banyak pertanyaan yang dilontarkan Boris kepadanya.


"Kamu!...Darimana kamu...." Paula begitu syok mendengar perkataan gadis kecil dihadapannya, darimana dia bisa mengetahui hal tersebut? Padahal hanya dirinya saja yang tahu perihal Diamond!


"Apa maksud dari semua ini?!"


.


.


.

__ADS_1


Happy halu manteman


__ADS_2