DIKEJAR ANAK MAFIA

DIKEJAR ANAK MAFIA
Part 25


__ADS_3

Sementara ini Boris mulai bisa sedikit melupakan masalahnya dengan Airin dikarenakan kesibukannya kuliah juga magang, dan sedikit mencuri waktu untuk membantu sang nenek berjualan cilok.


Untung saja mak oneng sudah mulai paham jika ada ojol yang tiba-tiba datang ke rumah untuk mengambil pesanan, wanita tua itu langsung mempersiapkannya sesuai pesanan yang tertera di aplikasi milik mamang ojolnya.


Untuk urusan gadget nenek yang satu ini memang sudah menyerah, dia hanya melakukan apa yang di instruksi kan oleh Boris. Menyiapkan cilok, mengemasnya ke dalam kotak-kotak kemasan lalu meyimpannya di lemari pendingin dan memberikan barang tersebut jika ada ojol yang datang ke rumah.


Untungnya tukang ojol yang mengambil pesanan cilok mak Oneng juga sudah mulai paham dengan kondisi yang ada, kalaupun ada kurir baru Boris akan menyertakan catatan bagaimana prosedur pengambilan pesanan untuk memudahkan prosesnya.


Berbeda dengan Boris, Airin tengah kesal saat ini. Pasalnya dirinya baru mengetahui jika Boris ada di TRUST Corp itupun secara tidak sengaja. Padahal gadis itu sudah berusaha keras untuk menemuinya, pantas saja pujaan hatinya itu semakin sulit untuk ditemuinya akhir-akhir ini.


BRAK!!


Airin membuka pintu ruangan kerja kakak kembarnya dengan paksa, gadis itu tidak memperdulikan sama sekali larangan sang sekertaris untuk memasuki ruangan karena kedua kakaknya itu sedang mengadakan rapat penting.


"Abang!! " Kesal Airin, gadis itu berjalan tergesa-gesa mendekati kedua kakaknya diikuti oleh mang Asep yang sedari tadi mencoba untuk mencegah majikan kecilnya itu untuk pergi ke TRUST Corp.


Emosinya kian memuncak saat mengetahui dengan siapa kedua kakaknya nya itu sekarang ini, dua orang wanita yang pernah diusirnya karena tingkahnya yang murahan.


"Mampus.. " Batin Aldo, melihat raut wajah sang adik dirinya bisa mengambil kesimpulan bahwa sang adik tengah memasang mode perang.


" Rapat penting apaan ini! " Airin melanjutkan ucapannya.


"Ai.. kok jam segini udah pulang sekolah? " Aldo mencoba untuk mengalihkan perhatian sang adik, lagipula ini memang masih jam sekolah nya Airin.

__ADS_1


"Gak usah ngalihin perhatian! gak bakalan mempan! " Ketus Airin dengan kedua tangan menyilang di dadanya.


"Keluar kalian berdua! " Lanjutnya, kali ini mang Asep membantu dirinya untuk menghalau kedua wanita yang ada disana.


Kedua wanita itu hanya bisa pasrah dan menuruti apa maunya, mereka tahu jika adik dari kedua lelaki incarannya ini sudah mengeluarkan ultimatum, bahkan seorang Aldi pun tak akan sanggup melawannya. Manusia kulkas itu bahkan akan menunjukkan kehangatannya kepada sang adik, hal yang mustahil dia berikan kepada wanita lain!


"Dek... dateng-dateng kok marah-marah sih? kenapa? coba cerita sama abang... " Aldi menghampiri sang adik, merangkul pundaknya dan memapahnya menuju kursi kerja miliknya. Sementara Aldo masih sibuk meyakinkan kedua wanita tadi untuk segera keluar dari ruangan tersebut sambil mengantarkan mereka menuju pintu, diikuti oleh mang Asep.


"Kita lanjutkan lain waktu, oke... " Ucap Aldo setelah berhasil menggiring keduanya pergi, lalu meminta mang Asep untuk menjaga siapapun untuk tidak memasuki ruangan mereka.


" Operasi Sakura! Siaga satu! " Ujarnya.


" Tuh dia de tersangka utamanya" Aldi mengarahkan telunjuknya kepada Aldo, otak utama dari ide gilanya membuat Boris berada di TRUST Corp saat ini.


Beberapa hari sebelum akhirnya Airin mengetahui keberadaan Boris, gadis itu merasa kehilangan jejak! Dirinya sempat panik karena semua pengawal yang diperintahkan untuk mengikuti kemanapun Boris pergi tidak bisa menemukan keberadaan pemuda tampan tersebut, hingga akhirnya Airin harus turun tangan dan hampir membuat sekolahnya terbengkalai.


" Maaf nona, pemuda itu... eehh maksud saya tuan Boris, kami tidak bisa menemukan keberadaan nya di manapun... " Salah satu pengawal berperawakan agak kekar tapi terbilang kurus itu dengan susah payah menyampaikan informasi nya.


"Kami sudah mencarinya ke berbagai tempat nona, di rumahnya, di kampus, serta ke tempat-tempat yang biasa dia eehh.. beliau kunjungi tapi tetap tidak ada nona " Sambung pengawal di samping nya sedikit ragu.


" Apa kalian ini bodoh atau tolol hah! Kalian pikir kalian bisa boongin saya! saya bukan anak kecil tau! " Ujar Airin kesal. Bahkan anak kecil pun tahu jika apa yang disampaikan oleh para pengawal nya ini sangatlah tidak masuk akal! mustahil Boris sampai tidak pulang ke rumahnya, atau bolos kuliahnya demi menghindari dirinya seperti ini.


" Saya masih bisa memesan cilok lewat aplikasi! Itu artinya kak Boris itu ada, hanya kalian saja yang bodoh! " Lanjut Airin semakin kesal. Ini baru pertama kalinya dia memaki-maki para pengawalnya, seumur hidup nya gadis itu tak pernah memarahi mereka dengan kata-kata kasar seperti sekarang ini.

__ADS_1


Adalah sang ayah yang mengajarkan kepadanya dan kedua kakaknya untuk selalu menghormati siapapun, meski terhadap para pegawai sekalipun. Mereka tidak diperkenankan untuk menegur mereka dengan menggunakan kata-kata kasar, apalagi merendahkan.


Sementara mang Asep memandangi satu persatu dari mereka dengan tatapan tajam nya, sang bodyguard tidak berani mengucapakan sepatah katapun saat itu bahkan dengan isyarat matanya meminta mereka untuk diam. Dia hanya berharap nona kecilnya ini segera menyudahi aksinya memarahi teman-temannya dan kembali fokus pada pelajaran nya di sekolah. Jam menunjukkan pukul 7.30 pagi, itu artinya Airin sudah terlambat masuk kelas!


"Kita gak akan kesekolah hari ini mang, aku mau ke rumah kak Boris..." Pinta Airin, yang terdengar seperti sebuah perintah yang tidak bisa dibantah oleh mang Asep.


" Jangan coba-coba hentikan Airin mang! ke sekolah juga percuma! " Lanjutnya, menyadari jika mang Asep sudah akan membuka suara.


Lagi-lagi mang Asep hanya bisa pasrah dengan permintaan nona kecil kesayangannya itu, daripada seluruh penghuni sekolah jadi korban amukan Airin, kan lebih berabe nantinya.


Sang bodyguard masih ingat dengan peristiwa besar ketika kakek Airin meninggal karena kecelakaan yang merenggut nyawanya kala itu, Airin sedang berada di tengah-tengah pelajaran nya di kelas ketika gadis itu mendapatkan kabar menyedihkan itu.


Airin menangis hingga berteriak histeris, siapapun yang mendekati nya dan berusaha untuk menenangkan gadis itu akan menerima pukulan darinya atau berakhir dengan tubuhnya yang luka karena dilempar barang-barang yang ada didekat gadis itu termasuk mang Asep sendiri. Sang bodyguard mengalami luka di kening, hidung serta mulut nya!


Amukan Airin mereda setelah kedua kakak kembar nya tersebut menjemput gadis itu dan memeluk nya erat, lalu membawanya pergi ke Jerman saat itu juga.


"Kita sudah sampai neng... "


.


.


.

__ADS_1


Happy halu manteman


__ADS_2