
"Mau kemana dek? Kok gak pake baju seragam? "
Aldo terheran-heran melihat penampilan Airin pagi ini, gadis itu seharusnya sudah mulai masuk sekolah hari ini, setelah libur semester nya.
"Aku mau ke rumah sakit bang... " Airin menjawab, mengambil sarapan rotinya dan bermaksud untuk pergi, tetapi Aldi terlebih dahulu mencegahnya.
"Dek.. Kita udah bicarain ini semalaman, kita gak akan bisa paksa Boris buat inget sama kita... bukan gitu caranya dek... " Ucapnya, sambil memegang tangan sang adik
Hampir setiap hari Airin pergi ke rumah sakit untuk menemui Boris dan berusaha untuk membuat pemuda itu mengingat dirinya dan kedua kakaknya, dia menceritakan bagaimana awal pertemuan mereka hingga bagaimana pemuda itu mengenal kedua kakak kembarnya dan pada akhirnya bekerja di TRUST Corp. Tetapi usahanya itu tetap nihil, Boris masih saja belum bisa mengingat semua nya.
Alih-alih mengingat, pujaan hatinya itu malah semakin menarik dirinya karena kecurigaan nya terhadap Airin. Boris menyangka itu semua hanya akal-akalan Airin dan kedua kakaknya, agar dia mau memaafkan perbuatan mereka. Kemarin Boris menuduh jika mereka lah yang telah mencelakai dirinya.
Hal tersebut membuat Airin semakin bersedih dan terluka hatinya. Gadis itu sempat mengurung diri semalaman, dan pagi ini dia kembali ingin menemuinya. Sepertinya menyerah memang tidak pernah ada didalam kamusnya.
"Lalu gimana biar kak Boris bisa inget lagi sama aku bang... sama kita? " Airin mulai terisak, peristiwa Boris ini telah membuat gadis itu lebih sering menitikkan air mata.
"Abang punya ide, tapi abang butuh kepercayaan dan kerjasama dari kamu dek" Aldo tersenyum penuh arti.
__ADS_1
Sementara itu siang ini di rumah sakit, Boris kedatangan sahabat setianya Robby, untungnya dia tidak sampai melupakan pemuda tengil itu.
"Lu tega banget sih By sama gue, baru dateng nengokin gue.. " Boris mulai merajuk, semenjak dirinya siuman baru hari ini Robby datang menjenguk nya.
"Gue kesini hampir tiap hari bego, cuman lo nya aja yang kagak bangun-bangun... gue pikir lo udah lewat makanya gue brenti jengukin lo" Robby tergelak, setidaknya dengan cara ini dia bisa menyembunyikan keprihatinan nya terhadap sahabatnya itu.
"Dih... gue bilangin emak nih... jahad! " Boris berusaha untuk melipat kedua tangan nya tetapi urung dia lakukan, karena gips yang masih menempel di lengan kanannya.
Robby tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan konyol sahabatnya itu, apalagi saat Boris berpura-pura menangis dan memanggil mak Oneng. Untung saja wanita tua itu masih belum kembali dari rumahnya, pagi ini mak Oneng pulang untuk menukar baju-baju kotor nya dengan baju bersih. Boris sempat heran kenapa emaknya itu bisa pulang dan pergi lebih cepat, padahal dia mengaku hanya menggunakan angkutan umum.
Deg!
Boris terdiam, dia merasa seperti mengalami kejadian serupa, tapi entah kapan dan dimana. Semakin dia mencoba untuk mengingat nya semakin sakit dibagian kepala nya, Boris pun mencoba untuk memijat keningnya.
"Lo gak apa-apa kan Ris? Gue panggil dokter ya... " Robby terkejut, dia tidak mengira ucapannya akan berpengaruh terhadap ingatan Boris. Sepertinya apa yang diucapkan oleh kedua saudara kembar itu memang benar adanya.
"Gak perlu By... gue emang suka tiba-tiba kayak gini... kayak rendezvous gitu kalo dengar omongan orang.. " Jawabnya, mencoba untuk membuat kekhawatiran Robby menghilang dengan memaksakan senyuman nya.
__ADS_1
"Oke klo lo gak apa-apa, tapi lo yakin kan? " Robby kembali meyakinkan.
"Iya... gak apa-apa.. beneran... suer" Jawabnya dengan mengacungkan dua jari tangannya.
Melihat keduanya Airin tersenyum haru, air matanya menetes membasahi kedua pipinya. Gadis itu menyaksikan mereka melalui layar komputer nya, ya... sang kakak telah memasang kamera tersembunyi dikamar Boris. Setidaknya dengan begitu Airin masih tetap bisa melihat pujaan hatinya itu meski dari kejauhan, dia memutuskan untuk menyetujui ide kedua kakak posesif nya Aldi dan Aldo.
"Sampai waktunya tiba, aku akan tetap setia menunggu mu kak... " Gumamnya.
.
.
.
Happy halu manteman
Maaf othor up tipis-tipis dulu karena kesibukan othor akhir-akhir ini... 😊🙏🙏🙏
__ADS_1