DIKEJAR ANAK MAFIA

DIKEJAR ANAK MAFIA
Part 6


__ADS_3

Boris POV


Menjadi tukang Cilok tidak membuatku merasa minder apalagi malu, yang penting buatku adalah bagaimana menghidupi diriku dan nenek tercintaku, the one and only, wanita paling bersajaha dan paling cantik diseluruh jagad raya ini mak Oneng. Sementara aku menyelesaikan studi s1 ku di salah satu universitas negeri ternama di kota besar ini. Toh selama ini keuntungan yang aku dapatkan dari berjualan cilok cukup memenuhi kebutuhan kami berdua dan sementara ini hal itu cukup buatku sebelum nantinya aku memutuskan untuk bekerja setelah lulus nanti.


Ya, aku hanya hidup berdua dengan nenek paling cerewet yang pernah ada di muka bumi ini, sekaligus paling penyayang. Meski terkadang mulutnya sering kali dol alias los ketika berkicau akibat kekesalannya kepadaku, cucu satu-satunya. Tetapi rasa hormat dan cintaku tak sedikitpun akan pernah berkurang terhadapnya. Mak Oneng Karyati adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki.


Aku bukannya tidak mau bekerja atau magang di perusahaan-perusahaan, aku bahkan pernah mendapatkan rekomendasi langsung dari dekan ku untuk bekerja di salah satu perusahaan milik anak sulungnya. Tetapi terpaksa aku tolak, alasanku sederhana saja, aku tidak mau nilaiku anjlok gara-gara harus membagi konsentrasiku dengan pekerjaan. Bisa-bisa beasiswaku di tarik kembali oleh negara tercinta ku ini, belum lagi aku harus melewatkan waktu berhargaku dengan mak Oneng, bidadariku. Aku tak akan bisa membayangkan jika harus sering-sering meninggalkan satu-satunya wanita yang sangat berarti dalam hidupku itu seorang diri, terlebih lagi di usianya sudah senja.


Entahlah inspirasiku terkadang melambung tinggi ketika berada dekat dengannya, belum lagi kobaran semangat juangku yang semakin menyala-nyala untuk menyelesaikan studiku agar bisa lebih cepat lagi membuat mak Oneng bangga terhadapku. Cita-citaku setelah lulus kuliah nanti aku akan bekerja di perusahaan paling elit dan besar di negara ku ini, TRUST CORP. Syukur-syukur bisa dapet jodoh juga disana kan? Wanita yang akan menyayangi mak Oneng sama seperti aku menyayanginya.


Konsentrasi belajarku sedikit terusik dengan kehadiran nona Airin akhir-akhir ini, bayang-bayang gadis cantik jelita bak dewi turun dari kahyangan itu selalu memenuhi separuh otakku. Bedanya dewi yang turun dari kahyangan ini bukanlah dewi cinta, melainkan dewi perang! Aku bisa melihat aura dinginnya ketika menatap manik matanya yang tajam dan dingin itu, dan justru hal itulah yang membuatku merasa tertantang untuk menaklukan hatinya.


Satu hal yang masih mengusikku dan membuat dinding tak kasat mata di sekitarku tak jua aku robohkan adalah kenyataan siapa dirinya yang tidak aku ketahui. Yang aku yakini saat ini adalah Airin bukan berasal dari keluarga biasa-biasa saja, bisa terlihat dari perilaku serta penampilannya serta orang yang selalu berada dekat dengannya.

__ADS_1


Kang siomay juga tahu merk mobil yang dipakai Airin itu harganya fantastis! Belum lagi kalau lihat penampilan mang Asep yang serba rapi dengan sepatu yang mengkilap, mana ada sopir model itu gajinya minim.


" Jiwa missqueen ku merana saat tahu merk ponsel yang di pakai sama mang Asep...Hiks"


Aku tak tahu darimana Airin tahu kediamanku saat itu, di kala aku dalam keadaan putus asa saat mak Oneng sakit, bidadariku sudah berada di ambang pintu bersama dengan malaikat penjaganya mang Asep yang tampan dengan setelah jas serba hitamnya. Mereka malah langsung membawa mak Oneng berobat ke rumah sakit, bahkan melunasi biayanya.


Sebagai satu-satunya laki-laki yang bertanggung jawab terhadap nenek tercintaku itu, aku tentunya tidak bisa akan menerima hal tersebut. Begini-begini aku masih sanggup membayar lunas biaya rumah sakit mak Oneng dengan uang yang aku tabung selama ini, diluar sepengetahuan mahluk indah paling matre sedunia itu tentunya, siapalagi kalau bukan mak Oneng Karyati.


"Aku ikhlas kak, simpan saja uangnya untuk biaya mak Oneng"


Selalu saja seperti itu jawaban yang keluar dari bibir mungilnya, lucunya lagi saat aku berusaha untuk membujuk kang Asep agar dia mau membujuk Airin untuk menerima uangku dia pun selalu mengalihkan pembicaraan lalu dia akan mengeluarkan statemen andalannya


"Kalau nona Airin udah bilang gitu mang Asep tidak bisa bantu"

__ADS_1


Ahhh...Andaikan saja aku ini senang mendapatkan perlakukan demikian, pasti aku akan sangat bahagia menerima bantuan tersebut. Sayangnya aku tidak! Bukannya aku tak bersyukur dengan kebaikan Airin, tetapi masa iya orang tuanya tidak akan keberatan jika anaknya memberikan uang sebanyak itu kepada orang asing, atau jangan-jangan itu adalah jumlah uang jajannya sehari??


Hari ini kedatangan sang bidadari ke alun-alun, ke tempat dimana aku biasa mangkal sungguh sangat mengejutkanku. Apalagi dia datang sambil membawa cilok dan bumbu kacang yang di bawa mang Asep serta membuat jualanku acak-acakan setelahnya karena bertekad untuk membantuku berjualan. Keadaan semakin genting tat kala mak Oneng datang bersama dengan Icha, gadis itu terlihat memukul genderang perang!


"Maaaaakkkk....Boris musti gimana ini maaaakkk....."


.


.


.


Happy halu manteman

__ADS_1


__ADS_2