DIKEJAR ANAK MAFIA

DIKEJAR ANAK MAFIA
Part 8


__ADS_3

"Kak Boris, Airin cinta sama kakak..."


Boris menatap lekat manik mata indah milik gadis itu, warnanya kecoklatan dan tatapannya tajam, setajam silet yang bisa mengiris hatinya hingga habis. Meski sudah berkali-kali Boris katakan jika dirinya tidak mungkin menerima cinta Airin karena perbedaan kasta yang sangat jauh, tetapi gadis itu tetap bersikukuh dengan pendiriannya.


"Airin, bukan gak mau kakak menerima cintamu, tapi dunia kita sangat berbeda, kau dilangit sedangkan aku berada di dasar bumi"


"Kak! Tak akan ada langit bila tak ada bumi, begitupun sebaliknya...Meski kakak tak mau menerima cintaku, aku tetap akan mencintai kakak" perlahan air mata Airin memenuhi sudut matanya.


Airin pun menengadahkan wajahnya, menatap Boris dengan binar mata yang indah meski tergenang oleh lelehan air mata setelah lelaki tampan itu meraih dagunya..


Sekuat tenaga Boris mengontrol gemuruh jantung di dadanya, terlebih saat aroma tubuh gadis itu menyeruak dan memenuhi indera penciumannya. " Wangi buat Cherry" Batin Boris.


"Kak, tatap wajahku dan katakan kau tak mencintaiku saat ini"


"Airin, betapapun kakak mencintaimu...Kakak tetap tak bisa menerima cintamu, kakak tak mungkin menyakiti kedua orang tuamu dengan membuat hidupmu menderita bersama kakak" Boris membuang wajahnya, dia tak tega melihat air mata Airin yang kini mengalir deras di kedua pipinya.


"Aku tidak perduli dengan mereka kak! Aku akan meninggalkan mereka untuk kakak! Bahkan jika aku harus berjualan cilok dengan mu di alun-alun dari pagi hingga sore aku tak perduli! Yang penting aku berada terus denganmu! Aku tak bisa hidup tanpamu kak!"


"Dengarkan aku Airin sayang, jika aku melakukan itu...Itu sama artinya dengan aku pun menyakitimu! mana mungkin aku tega membiarkanmu terbakar sinar matahari, tersiram guyuran air hujan?? kau adalah bidadari yang turun dari langit sayang, tempatmu diatas kahyangan" Bujuk Boris. Tetapi bukannya melepaskan Boris, gadis itu malah membenamkan wajahnya di dada bidang miliknya. Airin melingkarkan tangannya di tubuh Boris dan memeluknya erat! Saking eratnya hingga membuat Boris sesak.


Perlahan kedua tangan Boris pun melingkar di pundak gadis itu. Aroma buah segar di rambut halus nan mengkilap gadis itu sempat membuatnya melayang, tak ayal Boris pun melabuhkan sebuah kecupan mesra di sana.


"Aku mohon kak, terimalah aku...Terimalah cintaku.." Tubuh Airin semakin terguncang, seiring dengan tangisannya yang semakin terdengar dan membuat batin Boris teriris.


Boris berusaha untuk melepaskan ikatan tangan Airin di tubuhnya, tetapi semakin kuat dia berusaha, semakin erat pula pelukan gadis itu.

__ADS_1


"Airin sayang...Airin sayang...Lihat aku, tatap mataku" Sekuat tenaga Boris membujuk gadis cantik bak bidadari turun dari kahyangan itu, bukan dia tak suka dengan pelukan eratnya, tetapi jika dibiarkan terus maka bukan tidak mungkin Boris akan khilaf saat ini.


Perlahan gadis itupun melepaskan ikatan tangannya, ia menunduk tak mampu menatap sang pujaan hati yang telah tega menolak cintanya, tubuhnya tetap berguncang pertanda bahwa dirinya masih menangis saat ini.


"Tatap mataku Airin.." pinta Boris, nyaris berbisik.


Saat Airin perlahan mengangkat wajahnya, tiba-tiba terdengar suara menggelegar memanggil namanya.


"Airin! Airin"


Secepat kilat Airin menarik tubuh Boris dan membuat tubuh atletis itu sebagai perisai untuk dirinya, dia pun membenamkan wajahnya di punggung Boris. Kini bukan lagi air mata kesedihan yang berderai dan membasahi pipinya yang lembut, tetapi air mata ketakutan yang teramat sangat.


"Tolong aku kak! Bawa aku pergi dari sini, aku mohon" Pintanya lirih.


Boris mengelus tangan yang melingkar di perut ratanya, berusaha untuk memberikan ketenangan kepada gadis pujaan hatiya. Belum sempat Boris mengucapkan kata-katanya, tiba-tiba sesuatu menarik Airin dari arah belakang dan membawa gadis itu pergi.


"Airin!....Airin!..."


Sekeras apapun Boris berteriak dan dirinya berlari tetap tidak bisa menandingi kecepatan mereka yang membawa tubuh Airin yang semakin menjauh dan semakin menjauh.


"Airiiiiinnn!"


Duar!...Duar!


Suara petir menggelegar diatas langit, bersamaan dengan awan hitam yang semakin pekat mengusir matahari yang sedari tadi menerangi keduanya, seakan mengerti kesedihan yang tengah dirasakan oleh kedua insan yang tengah di mabuk asmara itu, langit pun turut bersedih dan pada akhirnya menangis.

__ADS_1


"Ka Boris!!!...Boris.......Boris....."


Duar..!!! Duarrr...!!!


"Boris!...Boris! Hudang Boris...!


Mak Oneng berteriak sambil memukul ember setelah dirinya menyiram cucu kesayangannya itu dengan segelas air dingin, wanita tua itu terkejut mendengar teriakan sang cucu setelah dirinya menunaikan sahalat subuh tadi.


"Mak! Ya elah!" Boris terkesiap. Secepat mungkin dia mengumpukan nyawanya kembali, dan beranjak dari tidurnya lalu duduk di tepian kasur.


"Istighfar ris! Mimpi apa kamu? teriak-teriak dari tadi...Mak pikir kamu kesurupan!"


"Engga mak...heheh..." Boris menggaruk kepalanya yang tak gatal, tak mungkin dia menceritakan mimpi yang terasa begitu nyata baginya itu.


"Ya Tuhan Boris! Cepetan mandi!!" Teriak wanita tua itu lagi, saat dirinya melihat bagian tubuh sang cucu kesayangan. Mak Oneng sempat mengira jika air yang di siramkan tadi mengenai burung pipit bocah tengil tersebut.


"Sorry mak!"


.


.


.


Hai para pecinta novel othor yang terkasih, mohon maaf othor jarang up ceritanya karena kesibukan othor selama ramadhan ini. Semoga tidak mengurangi kecintaan kakak-kakak emua terhadap cerita ini yah..

__ADS_1


Love you all se alam semesta raya & selamat menunaikan ibadah saum bagi yang menjalankannya.


Mohon maaf lahir dan batin


__ADS_2