DIKEJAR ANAK MAFIA

DIKEJAR ANAK MAFIA
Part 31


__ADS_3

Suasana pagi yang segar dan dingin menggema di sepanjang jalan, dan orang-orang mulai bergerak menuju tujuan mereka.


Di kafe-kafe pinggir jalan, aroma kopi yang harum dan aroma roti yang sedap memenuhi udara. Orang-orang berjalan dengan tergesa-gesa menuju kafe favorit mereka, siap mengisi perut mereka dengan sarapan yang lezat. Di sana, mereka duduk di meja-meja yang dikelilingi oleh jendela kaca besar, menikmati secangkir kopi panas sambil melihat lalu lintas pagi yang sibuk di luar.


Sementara itu, di taman-taman kota, para pelari dan penggemar olahraga lainnya bangun pagi untuk menjalankan rutinitas kebugaran mereka. Mereka mengejar angin sejuk dan menghirup udara segar di taman yang hijau. Langkah kaki mereka seiring dengan irama musik di telinga, sementara sinar matahari yang terbit memberi semangat ekstra untuk memulai hari mereka dengan energi yang tinggi.


Pasar-pasar tradisional dan pasar modern mulai ramai di pagi hari. Pedagang membuka lapak mereka dan menata dagangan mereka dengan hati-hati. Suara tawar-menawar dan percakapan riuh memenuhi udara ketika pembeli berkeliling mencari bahan makanan segar dan kebutuhan sehari-hari. Warna-warni buah-buahan, sayuran, dan bunga menambah semarak suasana pagi.


Di kantor-kantor dan pusat bisnis, pintu-pintu gerbang dibuka dan pegawai mulai memasuki gedung-gedung pencakar langit yang megah. Mereka membawa tas kerja mereka dan dengan semangat memulai hari kerja. Elevator penuh dengan orang-orang yang bergegas ke lantai-lantai tempat mereka bekerja, sementara ruang pertemuan dipenuhi dengan diskusi dan ide-ide yang kreatif.


Boris bangun lebih awal dari biasanya dan merasakan energi yang mengalir dalam tubuhnya. Melaksanakan kewajiban shalat subuh, lalu bersiap untuk melakukan rutinitas kerja yang belum lama ini digelutinya. Rasa syukur tak hentinya dia ucapkan kepada sang pemilik kehidupan atas segala rejeki yang telah Dia berikan selama hidupnya untuk dirinya dan nenek tercintanya.


"Bismillahirrahmanirrahim... " Boris memanjatkan doa sebelum dia mengawali pekerjaannya seperti biasa, lalu menyalakan komputer di mejanya dan membiarkan jari jemarinya menari diatas keyboard. Hari ini dia harus menyerahkan laporan perkembangan design terbaru yang dia buat atas perintah Tito, supervisor nya.


"Ris, jam 11 nanti gue minta design nya lo tuangin dalam bentuk power point ya, gue mau meeting bareng direksi" Pinta Tito, setibanya dia di kantor.


"Tapi design ini belum ready pak, masih banyak yang harus diperbaiki" Jawab Boris, lalu mencoba untuk menjelaskan bagian-bagian mana saja yang memerlukan penyempurnaan.


"Jangan becanda lo Ris, gue udah minta dari dua hari yang lalu" Ucap Tito, tanpa memberi kesempatan kepada Boris untuk memberikan penjelasan lebih jauh.


Tito berdiri dihadapan Boris dengan kedua tangan melipat didada nya.


"Saya sudah mencoba untuk... "


"Pokoknya sebelum jam 11 nanti semuanya udah ready, gue gak terima alesan apapun! " Pintanya, lalu meninggalkan Boris tanpa memperdulikan ucapan pemuda itu sama sekali.


Boris menghela napasnya panjang, dalam hatinya tak hentinya dirinya memohon ampunan dari yang Maha Kuasa. Harus dengan cara apa lagi dirinya meyakinkan sang supervisor bahwa rancangan mesin buatannya ini masih jauh dari kata siap, dan jika dipaksakan untuk diproduksi tentu akan berakibat buruk nantinya.

__ADS_1


Mau tidak mau Boris harus memutar otaknya lebih keras lagi, agar dia bisa menemukan titik kelemahan dari rancangannya tersebut.


Keperduliannya terhadap lingkungan yang membuat Boris memiliki ide untuk membuat rancangan tersebut, sebenarnya ini adalah bahan yang akan dia pakai untuk membuat skripsinya nanti. Tetapi karena saat itu Tito memergoki dirinya ketika sedang memperbaiki gambar 3 dimensi tersebut di komputer nya, maka peristiwa ini pun terjadi sekarang.


Awalnya Boris senang ketika sang supervisor perduli dengan rancangan yang dia buat, pria tersebut bahkan telah memberikan banyak masukan untuk menyempurnakan designnya itu hingga memberikan saran agar design yang dia buat diajukan ke pihak direksi.


"Siapa tau perusahaan mau ngasih kucuran dana buat design lo ini Ris... Bisa summa cumlaude lo nanti! " Ujarnya kala itu.


Sayangnya belakangan Tito sudah bukan menyarankan tetapi terkesan memaksakan kehendaknya kepada Boris.


Jam menunjukkan pukul 10.45 pagi ketika Tito mengambil paksa flashdisk dari tangan Boris, meski dirinya tetap memperingati sang supervisor bahwa design yang dia buat masih memiliki banyak kekurangan dan masih membutuhkan banyak waktu dan eksperimen untuk menyempurnakannya.


"Udah, itu urusan nanti...! " Tito berlalu dari hadapan pemuda yang terlihat begitu khawatir itu.


Sesuai dengan janjinya sehabis bekerja Boris akan bertolak ke kediaman para bos besarnya untuk menunaikan kewajiban nya yang lain, yakni menjadi tutor belajar bagi adik satu-satunya mereka Airin. Sengaja dirinya menolak tawaran mereka untuk dijemput oleh mang Asep, karena menurutnya itu terlalu berlebihan dan hanya akan menimbulkan rumor miring diantara para karyawan perusahaan. Boris memutuskan untuk menggunakan jasa ojek online yang mereka pesan untuk dirinya.


Diantara persyaratannya itu Boris menyebutkan bahwa Airin benar-benar harus belajar dengan baik, mengulangi pelajaran yang dia berikan dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan soal. Dan dalam kurun waktu 1 bulan kedepan nilai Airin harus mengalami kenaikan, jika tidak maka sesi belajar privat terpaksa akan Boris hentikan.


Satu hal yang paling penting yang Boris tekankan, Airin harus bisa menjaga sikap dan ucapan dan jarak!


Kali ini Airin menyanggupi langsung semua persyaratan yang diajukan oleh Boris, yang penting dirinya bisa bertemu dengan pemuda yang dirindukan nya itu setiap hari. Gadis itu sudah mulai lelah mencari keberadaan Boris setiap harinya.


"Kak.. sebelum kita mulai, Airin mau minta maaf atas ucapan Airin waktu itu.. Airin salah kak, maafin Airin..." Pinta Airin, satu hal tabu yang baru kali ini dia ucapkan selain kepada kedua orang tua dan kedua kakak kembar nya, itupun jarang dia lakukan.


Boris bisa mendengar kesungguhan dari ucapan gadis yang ada dihadapannya, gadis yang hampir satu bulan ini telah membuat ganjalan di hati nya, yang namanya telah ia sematkan dalam doa-doanya.


" Yang mana tuh?? kak Boris lupa" Boris berpura-pura, tiba-tiba saja dia ingin menggoda gadis cantik dihadapannya.

__ADS_1


" Dih kak Boris nih... Amnesia apa? Airin udah nuduh kakak yang engga-engga" Jawab Airin bersungguh-sungguh.


"Su'udzon maksudnya?? "


"Su.. u.. su.. su apa itu tadi? "


"Su'udzon Airin... "


" Iya itu lah pokoknya "


" Pokoknya gimana?? "


"Iya Su'udzon itu kan namanya? "


"Nama siapa itu?? "


" KAK BOORIIIIISSSSS!!!!! "


.


.


.


Happy halu manteman...


Maaf ya othor baru sempat up malem ini... 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2