
Airin duduk di atas tempat tidurnya, memandangi langit-langit kamarnya yang gelap. Walaupun hari sudah larut malam, pikirannya masih sibuk dengan suara merdu yang masih terngiang dalam ingatannya. Suara itu adalah suara Boris, pria yang sudah menempati relung hati terdalamnya, yang melantunkan ayat-ayat Alquran dengan begitu indah saat memimpin shalat di mushola tadi.
Airin berusaha untuk tidur dengan tenang, namun suara merdu Boris selalu muncul dalam benaknya. Ayat-ayat suci yang dilantunkan Boris dengan penuh khushu' dan tajwid yang sempurna memukau hati Airin. Ia merasa begitu dekat dengan Allah saat mendengarnya. Namun, suara itu juga membuatnya merasa gelisah hingga sulit baginya untuk menutup matanya malam ini.
Airin merasa terpesona oleh keindahan suara Boris yang mampu menyentuh hati setiap orang yang mendengarnya. Suara itu membawa ketenangan dan kehangatan, seolah-olah menuntunnya menuju kedamaian yang tak terhingga. Namun, ketika ia berbaring di tempat tidur, suara itu menghantui dan membuatnya sulit tidur.
Malam itu, Airin memutuskan untuk mengatasi masalah ini. Ia bangkit dari tempat tidurnya dan membuka jendela kamarnya. Angin malam menyapu wajahnya, memberikan sensasi segar dan menenangkan. Airin melihat ke arah masjid yang berada beberapa langkah dari rumahnya. Cahaya lembut rembulan malam menambah ketenangan di dalam hatinya.
"Terimakasih kak... Terimakasih atas rasa ini, rasa ini begitu indah... tak salah Airin pilih kakak... Airin janji akan mengejar cinta kakak meski sampai ke ujung dunia sekalipun... " Gumam Airin dengan mata terpejam, merasakan sejuknya angin malam dan indah nya cahaya rembulan malam ini.
Bayang-bayang tentang dirinya dan Boris pun mulai hadir dalam pikiran nya, bayangan ketika mereka bercengkrama bersama di sebuah taman yang indah, rasa nyaman dalam pelukan pria itu bahkan bayangan kecupan manis di keningnya.
"I love you Boris Abram Jailani... " Bisik Airin
Malam semakin larut, dan kegelapan mulai meliputi langit. Bintang-bintang yang bersinar terang memancarkan cahayanya ke bumi yang sunyi. Di tengah malam yang tenang, suara jangkrik terdengar berirama, menambah kesan magis dan misterius.
Di sebuah taman kota yang teduh, seorang pria muda duduk di bangku taman yang terletak di bawah sinar bulan. Dia terlihat dalam pemikiran yang mendalam, mungkin merenungkan tujuan hidupnya atau mengingat kenangan masa lalu yang tak terlupakan. Langit malam yang gelap mencerminkan keadaan hatinya yang hampa.
__ADS_1
"Asep janji pak.. akan menemukan siapa yang sudah membunuh bapak dan tuan Andre..." Batinnya menangis, kehilangan dua orang yang sangat berarti baginya telah menorehkan luka dihati pria bertubuh atletis itu.
Namun, di tengah kegelapan malam, terdapat satu cahaya yang bersinar terang. Di sebuah rumah kecil yang terletak di tepi kota, sebuah keluarga berkumpul di ruang keluarga mereka. Mereka tertawa, bercanda, dan berbagi cerita. Meskipun malam semakin larut, mereka menemukan kehangatan dan kebahagiaan dalam kebersamaan mereka.
"Ku ema di doakeun sing selamat nya jang, sing jembar hirup anjeun... (emak do'ain semoga kamu selamat, hidup mu bahagia) " Ucap mak Oneng, lalu mencium kening cucu kesayangan satu-satunya itu.
Boris menceritakan keluh kesahnya hari ini kepada sang nenek, meminta restu serta doanya. Bagaimana dirinya berhadapan dengan seorang atasan yang semena-mena, menghindari seorang wanita yang menakutkan karena ke-agresifan nya hingga pertemuan nya dengan Airin kembali atas perjanjian yang dibuat oleh kedua kakaknya yang juga merupakan pemilik dari perusahaan dimana dia magang saat ini.
Meski dirinya yakin sang nenek tidak sepenuhnya mengerti apa yang dia utarakan, tapi dengan doa-doa yang dia ucapkan untuknya dapat membuat hati Boris tenang. Bukankah doa seorang ibu dalam hal ini nenek itu tembus hingga langit ke tujuh?
"Aamiin ya robbal aalamiin, hatur nuhun mak, alhamdulillah Alloh udah hadirkan emak untuk Boris... " balasnya, lalu menciup pipi kanan kiri sang nenek serta kening wanita tua itu.
"Mereka mabuk lagi mang? " Ucap gadis itu terengah, untung saja Airin belum bisa tidur malam ini jadi dia bisa melihat secara langsung apa ulah keduanya.
"Iya non... " Jawab Rudi, pengawal pribadi Aldi dengan suara terbata-bata, khawatir dengan pertanyaan yang akan keluar selanjutnya.
"Kedua nenek lampir itu ada disana?! " Airin semakin meradang, membayangkan bagaimana mereka disana malam ini sudah membuat dirinya merasa jijik! Pasti kedua wanita binal itu mencoba untuk meracuni tubuh dan pikiran kedua kakaknya pikirnya.
__ADS_1
"I.... iya non.. " Kali ini Imam pengawal pribadi Aldo yang menjawab, meski gadis yang ada dihadapannya ini masih terbilang belia, tetapi pengaruhnya tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Apa kalian diam saja??! " Lanjut Airin semakin penasaran. Jika keduanya benar-benar telah membiarkan perlakuan kedua wanita murahan itu terhadap kakak-kakaknya, dirinya tak akan segan-segan menghukum kedua pengawal itu.
"Tidak non, kami telah menukar minuman yang mereka bubuhi obat perangsang untuk mereka sendiri" Jawab Imam jujur, memang itu yang mereka lakukan tadi. Mereka tak mungkin akan membiarkan siapapun berlaku kurang ajar kepada kedua majikannya, meski mereka memiliki karakter yang unik tetapi keduanya memperlakukan dirinya dan rekannya Rudi dengan sangat baik selama ini. Bahkan kesejahteraan mereka dan keluarga nya telah terjamin dengan sangat baik pula.
"Bagus! Sekarang urus mereka! Aku mau tidur...!" Airin berlalu menuju kamarnya kembali.
"Minta pak Arsyad buat bantu.. " lanjutnya.
Pak Arsyad merupakan kepala rumah tangga dirumah itu, dia dan istrinya yang mengurus Airin serta kedua kakak kembar nya sepeninggal kedua orang tua mereka ke Italia dimana orang tua Airin tinggal dan menghabiskan masa tuanya saat ini. Mereka pula yang memastikan segala sesuatu dirumah ini berjalan sebagai mana mestinya.
Malam yang semakin larut adalah saat ketika kita bisa merenungkan hidup, mengejar mimpi, atau menemukan kehidupan di balik kegelapan. Momen itu bisa menjadi magis, misterius, dan penuh harapan. Setiap orang memiliki cerita mereka sendiri tentang malam yang semakin larut, dan dalam cerita itulah kita menemukan arti dan keindahan hidup di bawah cahaya bintang.
.
.
__ADS_1
.
Happy monday manteman! And as always... happy halu!