
Sesuai dengan perkiraan Aldi dan Aldo, kedatangan nenek Natalina ke negara itu hanya ingin mencampuri urusan mereka. Satu hal yang sangat mereka tidak sukai. Selama ini tanpa campur tangan sang nenek dan dengan dukungan penuh dari kedua orang tuanya, mereka ketiga, kakak beradik itu bisa menjalankan kehidupan nya hampir tanpa masalah yang berarti.
Kesuksesan perusahaan yang di dirikan oleh almarhum Alda beserta kedua saudara kembarnya, bahkan bisa membuktikan bahwa mereka mampu hidup mandiri tanpa ada embel-embel nama keluarga besar dibelakangnya. Jadi untuk apa nenek Natalina datang kemari? Jika bukan ingin mengambil alih TRUST Corp atas nama dirinya.
"Dasar ular berbisa" Benak Aldi.
Tetapi, semakin lama Aldi dan Aldo mendengarkan ocehan nenek tua itu, semakin mereka curiga bahwa ada seseorang diantara pegawai kepercayaan mereka yang telah menjadi seorang pengkhianat. Nenek Natalina bahkan tidak membuang-buang waktu! Setelah dia memaksa dokter Varel untuk mengijinkan Airin pulang dan mengusir Boris serta Robby, wanita tua yang masih memiliki wibawa tinggi itu langsung mengadakan sidang dadakan dengan terdakwa Aldi dan Aldo juga Airin.
"Makin nenek biarkan, kelakuan kalian makin tidak terkontrol! Memalukan! " Ucapnya dengan arogan, seakan ketiga cucu nya ini tidak ada yang benar di mata nya.
"Kalian ini terlahir dari keluarga terhormat! Kalian hanya boleh bergaul dengan kalangan terhormat! bukan rakyat jelata! " Lanjut nya, dengan tatapan sinis.
Aldi sudah tidak kuat lagi mendengarkan kicauan burung elang bangkai ini, jika saja Aldo tidak segera mencegahnya, maka sudah bisa dipastikan jika keadaan disana akan menjadi buruk.
Nenek Natalina bukan saja memandang sebelah mata keberhasilan Aldi dan Aldo dalam mengelola perusahaan, padahal nyatanya saat ini TRUST Corp sudah diakui oleh Asia dan Eropa kehebatannya. Wanita tua itu bahkan tidak menghargai pribadi cucu-cucu nya! Apakah dia masih memendam amarah pada ayah dari ketiga cucu nya itu? Karena selama ini Natalina lah yang paling menentang hubungan sang anak dengan pria yang berasal dari kalangan jelata itu.
"Kamu Airin! Kamu akan ikut dengan nenek untuk melanjutkan studi di Jerman" Natalina menatap tajam gadis cantik yang duduk di antara kedua cucu laki-laki nya, sejak tadi Airin bahkan tidak berani menatapnya.
"Lama-lama berada disini, kamu akan menjadi seperti mendiang salah satu kakakmu itu! "
BRAK!!
PRANG!!
"Cukup! Hentikan semua ocehan anda nyonya! Anda tidak berhak mengatur hidup saya! Bukan Anda yang mengurus saya, jadi anda bukan siapa-siapa bagi saya... Hanya karena ibu saya, saya menghormati Anda selama ini, jadi jika tidak ada lagi yang ingin anda sampaikan, silahkan angkat kaki dari rumah ini! " Airin mengeratkan rahangnya. Dia tidak perduli dengan tangannya yang terluka akibat pecahan kaca meja, dia tidak perduli lagi dengan tatakrama yang harus diterapkan ketika berhadapan dengan seseorang yang lebih tua darinya. Dia hanya tidak mau wanita tua dihadapannya ini menjelekkan kakak yang paling dia sayangi, Alda.
__ADS_1
"Kau! Lihat dia...! Ini yang kalian sebut mendidik dan menjaga adik??! Natalina menunjuk Airin, sementara kedua matanya menatap rendah Aldi dan Aldo.
" Aku bilang cukup!!! Jangan libatkan mereka!! Anda tak lebih layak disebut sebagai nenek, sekarang Anda keluar dari sini! " Airin meninggikan intonasi suaranya lebih dari sebelumnya.
Aldo mencoba untuk menenangkan sang adik dengan meminta nya untuk duduk, sementara Aldi meminta mang Asep untuk membawakan kotak P3K. Kucing imutnya ini telah berubah menjadi harimau betina yang sedang mengamuk pikirnya, dan tidak ada seorangpun yang bisa menenangkan Airin selain almarhum Alda dan sang ayah yang kini hidup dengan damai di sebuah kota terpencil di Italia.
"Pengawal!!! Antarkan nyonya Natalina ke hotelnya! Rumah ini terlalu kotor untuk beliau tempati..! " Teriak Airin.
Kedua pengawal pribadi nenek Natalina hampir saja menyerang atas perintah wanita tua itu, tetapi mang Asep telah berhasil mendahului mereka diikuti oleh pengawal Aldi dan Aldo menghadang keduanya.
"Silahkan nyonya... " Mang Asep menuntun wanita tua itu meninggalkan nona kecil serta kedua majikan mudanya.
"Dek...sebenarnya apa yang terjadi malam itu? " Aldo bertanya dengan tangan yang sibuk membersihkan serta membalut luka ditangan sang adik.
Airin menghela napasnya kasar. Sebenarnya dia sangat menghormati nenek Natalina, dia bahkan pernah berharap agar wanita tua itu bisa sedikit bersikap baik padanya dan pada keluarga nya. Airin bahkan rela melakukan apapun demi mendapatkan perhatian sang nenek! Semua nilai mata pelajaran yang bagus, selalu mendapatkan peringkat 1, ekstrakurikuler yang dia ikuti bahkan hingga les-les privat yang sebenarnya tidak Airin sukai pun dia ikuti agar terlihat sama dengan cucu-cucu nya yang lain. Tetapi apa yang dia dapatkan?? Penghinaan!
"Wanita itu mengancam kalo aku gak mau ikut ke Jerman, dia akan datang kesini terus ngambil perusahaan kakak dan semua aset akan dibekukan.. Dia juga udah nyiapin jodoh buat abang... " Airin meringis. Karena terkejut mendengar jawaban dari dirinya, Aldo tanpa sengaja menekan bekas luka ditangannya.
"Gila! Dia pikir dia siapa?? Semua aset atas nama kita bertiga dek, semua sudah tertera di dalam surat wasiat daddy... Dia gak akan mungkin bisa mengambil alih semuanya semudah itu" Aldo memijat kening nya, dia tidak mengerti arah pikiran sang nenek kali ini.
"Bahkan TRUST Corp itu atas nama kamu dek, Alda ngasih perusahaan itu buat kamu...setelah kamu lulus kuliah, baru kami serahkan semua nya" Sambung Aldi.
Airin tidak percaya dengan apa yang dia dengar tentang TRUST Corp, ternyata begitu besarnya rasa sayang almarhum Alda untuk dirinya selama ini.
"Engga bang... Airin akan serahkan TRUST Corp untuk abang berdua, cita-cita Airin ingin keliling dunia... mengunjungi negara-negara miskin, membantu relawan-relawan kemanusiaan dimanapun... "
__ADS_1
"Dek... " Aldi mencoba untuk berbicara kepada Airin, tetapi sang adik menghentikannya.
"End of conversation... Airin gak mau denger lagi semua hal tentang aset atau apapun itu... Airin pengen istirahat... Kita perlu tenaga untuk menghadapi nenek tua itu... " Airin beranjak dari duduknya, lalu berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Tak lama setelah kepergian Airin, ponsel milik Aldi bergetar. Disana tertera mbak Titiek sebagai si penelepon.
"Ya? Ada apa mbak?? "
"Apa??!! Oke... oke... tenang, kita kesana sekarang! " Aldi mengakhiri sambungan telepon nya, lalu meminta Aldo untuk segera pergi ke TRUST Corp sementara dia menghubungi pengacara keluarga nya.
"Nenek ngirim pengacara ke kantor! Doi udah bawa surat dari pengadilan! " Ucap Aldi sambil mendengarkan nada sambung di ponselnya.
"What??! Secepat itu??!! How???? "
.
.
.
Happy halu manteman
Beberapa episode ke depan bakal bikin jantung jdak jduk yeeee...
Thank buat suport nya di part ini 😍😘😘
__ADS_1